Nae Namja Part 1

Cast:

  • Choi Sooyoung
  • Choi Siwon
  • Another

Sooyoung POV

“Arggghhh!!” aku benar-benar benci jika setiap hari harus seperti ini, menunggu orang itu untuk menghubungiku walaupun sia-sia.

“Waeyo Sooyoung-ssi?” tanya seorang kru drama padaku.

Saat ini aku sedang berada di lokasi syuting untuk drama Third Hospital.

“Gwenchana..!” jawabku.

Aku juga saat ini sama dengannya sedang menjalani syuting, tapi aku tidak sampai seperti dia yang untuk menelpon menghubungi Yeojachingunya saja tidak bisa.

“Huufft.. apa yang sedang kau lakukan Oppa!” desahku lemas.

Daripada pusing memikirkan Siwon Oppa yang sampai sekarang tidak pernah menghubungiku sejak dia pergi ke Taiwan untuk syuting  Dramanya lebih baik aku browsing untuk menenangkan pikiranku yang terkuras hanya untuk memikirkannya dengan melihat gossip Korean Idol saat ini.

“Mwoo?? Apa-apaan ini?” teriakku melihat beberapa photo yang membuat mataku panas. Bukannya menjadi tenang pikiranku tapi malah semakin kacau.

“Rupanya ini kesibukannya saat ini hingga tidak bisa menghubungiku, selain syuting dia juga bersenang-senang dengan lawan mainnya, berphoto mesra begitu!!”

Tak tahukan dia bahwa aku di sini, Yeojachingunya sedang menunggu kabar darinya, ingin mengetahui keadaannya apakah dia baik-baik saja atau tidak dengan perasaan bercampur aduk antara khawatir, cemas dan takut. Tapi dia di sana malah bersenang-senang dengan gadis lain.

Aku segera menyambar ponselku di atas meja dan segera menekan tombol call setelah mengetik nomornya.

“Tuut tuut tuut!!” hanya nada panggilan saja yang terdengar, aku mecoba beberapa kali untuk menelponnya namun selalu sama dan yang terakhir ponselnya malah tidak aktif.

Aku tidak bisa menahan air mataku saat ini, kuluapkan semua emosiku dengan menangis mungkin ini bisa membuatku lebih tenang. Aku tidak peduli dengan kru drama yang belalu lalang di depanku melihat dengan pandangan aneh.

**Nae Namja**

Sooyoung POV

“Aku pulang!!” teriakku saat memasuki Dorm, rasanya remuk semua badanku tapi itu tidak sebanding dengan apa yang aku rasakan sekarang. Pikiranku benar-benar kacau hanya karena Siwon Oppa.

“Kemana member yang lain?” tanyaku saat melihat keadaan Dorm yang sepi. Mungkin mereka masih sibuk dengan pekerjaan masing-masing.

Aku berjalan ke dapur untuk mengambil minuman, aku merasa tenggorokkanku sangat kering.

Setelah minum aku langsung masuk ke dalam kamarku, aku merebahkan tubuhku kasar di tempat tidur.

“Apa yang harus aku lakukan sekarang? Othokkae..!!” aku memandang langit-langit kamarku yang gelap, aku sengaja untuk tidak menyalakan lampu kamarku.

TESS..!! kenapa setiap aku memikirkannya aku selalu menangis.

“Oppa jeongmal bogoshippo..!!” gumamku lirih.

Aku mengusap airmataku dan segera bangkit dari tempat tidurku, aku segera berjalan menuju kamar mandi. Aku ingin membersihkan tubuhku, badanku terasa lengket  oleh keringat.

Setelah mandi aku merasa lebih tenang, aku berusaha untuk tidak memikirkan masalahku dengan Siwon Oppa saat ini.

“Apa tidak ada sesuatu yang bisa dimakan?” aku membuka kulkas mencari sesuatu yang mungkin bisa saja aku makan.

“Kemana sih mereka? Kenapa jam segini belum pulang!” ucapku kesal. Ini sudah jam setengah sepuluh malam namun tidak ada satupun memberku yang sudah kembali.

Daripada kelaparan lebih baik aku mencari makanan di luar, sekalian jalan-jalan. Karena sudah malam aku yakin akan memudahkanku untuk berkeliaran di luar. Selama menjadi artis aku jarang sekali jalan-jalan karena setiap mereka melihatku, mereka akan segera mengerumuniku.

Aku berhenti di depan sebuah kedai yang tidak begitu ramai, aku masuk ke dalam dan segera duduk pada sebuah kursi kosong yang ada di dalam kedai.

“Noona.. anda ingin pesan apa?” tanya seorang pelayan di hadapanku.

“Aku pesan satu porsi Jajjangmyeon ukuran jumbo, bulgogi, sup kepala sapi dan untuk minumnya segelas Lemon ice tea!!” ucapku menyebutkan pesananku.

“Baik, akan segera kami siapkan!!” ucap pelayan itu kemudian pergi.

Setelah pelayan itu pergi aku memandang luar kedai yang terlihat ramai dengan orang yang berlalu lalang.

Mataku menangkap sepasang kekasih yang sedang berjalan bergandengan tangan dan tertawa bersama.

“Huufft.. aku iri dengan mereka!!” ucapku pelan.

“Noona.. kau sedang apa di sini?” aku sepertinya mengena suara ini, aku segera membalikkan wajahku.

“Ah..kau Minho-ah!!” ucapku padanya.

“Boleh aku duduk di sini Noona?” tanyanya meminta ijin.

“Ne.. duduklah!” ucapku.

“Noona sedang apa kau malam-malam berkeliaran di luar?” tanyanya.

“Aku hanya ingin mencari makanan, di dorm tidak ada makanan!” jawabku. Minho menganggukkan kepalanya mengerti.

“Kau sendiri sedang apa?” tanyaku balik.

“Aku tadi berjalan-jalan… lalu aku melihat kedai ini dan kebetulan perutku lapar jadi aku ke sini!” jawabnya.

“Noona… kau sedang ada masalah sepertinya!!” ucapnya.

“A..aniiyo Minho-ah, aku hanya kelelahan saja!” jawabku berbohong.

“Noona.. apa kau berpacaran dengan Siwon Hyung?” tanya Minho tiba-tiba.

“Kau, bicara apa?” tanyaku pura-puran tidak mendengar ucapannya.

“Apakah Noona sedang berkencan dengan Siwon Hyung?” tanyanya lagi.

“Ka..kau ini, kenapa bertanya seperti itu?” tanyaku gugup.

“Selama ini aku melihat kau dengan Siwon Hyung sangat dekat, jadi aku berpikir kalau kalian mungkin saja berpacaran!” Minho menjawab pertanyaanku.

“Kau kan tau sendiri, kita ini Choi Siblings. Jadi tentu saja aku dekat dengan Siwon Oppa!” jawabku pada Minho.

Setelah berkata begitu, pelayan datang menghampiri kami dengan membawakan pesanan kami.

“Ah, makanannya sudah datang!! Selamat Makan!!” ucapku menghentikan pembicaraan supaya Minho tidak bertnya yang aneh-aneh lagi padaku.

Minho POV

“Kenapa aku merasa Sooyoung Noona berbohong yah?” ucapku dalam hati.

Kalaupun mereka benar-benar tidak ada hubungan, Sooyoung Noona tidak perlu gugup begitu. Dan lagi alasan itu, selalu Noona gunakan jika ditanya menyangkut Siwon Hyung.

Dugaanku semakin kuat sekarang, apalagi aku juga pernah tidak sengaja mendengar Siwon Hyung memanggil Sooyoung Noona dengan sebutan Chagi.

“Ah.. baguslah jika mereka memang benar-benar berkencan. Aku akan sangat mendukung mereka!”

Sooyoung POV

“Noona, kau jalan kaki?” tanya Minho ketika kami sudah berada di luar kedai.

“Iya.. kau sendiri?” aku bertanya padanya.

“Aku tadi naik taksi.. Noona aku akan mengantarkanmu kembali ke dorm!”

“Ah.. tidak usah!!” jawabku menolak.

“Tidak apa-apa Noona.. kau kan seorang perempuan tidak baik jika berjalan-jalan di malam hari, apalagi sendirian!” ucapnya.

“Kau.. nanti bagaimana pulangnya? Kau kan juga tidak bawa kendaraan!” ucapku mencari alasan.

“Aku bisa naik taksi, dan juga aku bisa meminta jemput manajer Hyung!” jawabnya

“Ya sudahlah, jika kau memaksa!!” jawabku pasrah. Minho tersenyum mendengar aku menyetujui tawarannya. Benar-benar bocah ini, susah sekali jika berdebat dengannya. Dia ini tidak mau kalah selalu ingin menang, benar-benar keras kepala.

“Noona.. aku sangat setuju jika kau dengan Siwon Hyung!” ucapnya, aduh kenapa dia membahas ini lagi. Aku hanya tersenyum hambar menanggapinya.

Minho melihatku heran dengan pandangan menyelidik. “Noona.. ! apa kau berbohong padaku?” tanyanya.

“Bohong apa?” tanyaku tidak mengerti.

“Kau dengan Siwon Hyung!” jawabnya cepat.

GLEKK..!! Aku menelan ludahku.

“A..aaku tidak!” “Tidak berpacaran begitu? Itu yang ingin Noona ucapkan?” tanyanya memotong ucapanku.

“Noona.. aku pernah mendengar Siwon Hyung memanggilmu dengan sebutan Chagi, apa aku salah dengar saat itu?” tanyanya yang membuatku kembali terkejut.

Aku memandangnya sekarang, takut rahasiaku akan terbongkar.

“Noona.. jujurlah padaku, kau sendirikan yang bilang kalau aku ini dongsaengmu. Masa kau tidak ingin memberitahu hal ini pada dongsaengmu Noona!” ucap Minho memelas.

Kalau sudah seperti ini bagaimana bisa aku mengelak lagi. Tidak ada pilihan lain selain menceritakan ini padanya. Dan juga aku pikir tidak ada salahnya jika aku memberitahu Minho.

“Kau benar Minho-ah, kami memang berpacaran!” jawabku menyerah.

“Wah.. chukkae Noona!! Aku sangat mendukung kalian!” ucapnya dengan antusias.

Aku hanya tersenyum hambar menanggapi ucapan Minho.

“Noona.. wae? Kenapa kau terlihat tidak bersemangat?” tanya Minho padaku menyadari raut wajahku yang tidak menyenangkan.

“Noona.. kau pasti sangat merindukan Siwon Hyung!” ucapnya spontan.

“Binggoo.. Minho! Kau bisa menebaknya lagi!” ucapku dalam hati.

“Noona!! Kau harus sabar menunggu Siwon Hyun, dia kan di sana bekerja!” ucap Minho mencoba menenangkanku, tapi itu malah membuatku semakin kesal dengan Siwon Oppa.

“Bukan sepenuhnya kerja.. tapi juga bersenang-senang!!” batinku.

**Nae Namja**

Siwon POV

“Kau sedang apa sekarang Soo?” ucapku lirih memandangi layar ponselku. Aku menjadikan photo Sooyoung sebagai Wallpaper, agar aku selalu mengingatnya walaupun aku tidak berada di dekatnya dan untuk mengatasi kerinduanku padanya.

“Oppa..!! kau sedang apa?” saat sedang memikirkan  Sooyoung, aku mendengar seseorang memanggilku.

“Kau lagi.. kenapa kau selalu masuk ke kamarku?” ucapku sinis padanya.

Benar- benar menyebalkan gadis ini, kenapa dia selalu menggangguku. Apa dia tidak punya kerjaan lain apa selain mengikutiku?

“Apa kau tidak malu, malam-malam begini masuk ke kamar seorang Namja yang bukan siapa-siapamu?” tanyaku ketus padanya.

“Buat apa aku malu, Oppa kan sebentar lagi akan menjadi Nampyeonku!” ucapnya.

“Berhenti berkata seperti itu.. aku tidak menyukaimu dan aku tidak akan mau menjadi Nampyeonmu!” jawabku tajam.

Aku benar-benar tak habis pikir, dengan jalan pikiran Yeoja ini

“Oppa..!!” rengeknya padaku dan bergelayut manja di lenganku.

“Berhenti bersikap sok manis padaku.. aku tidak menyukainya itu membuatku muak!!” ucapku cepat dan menghempaskan tangannya kasar dari lenganku.

“Oppa.. apa kau mau jika aku mengadu pada Ajusshi?” rupanya sekarang dia mau mengancamku.

“Aku sudah bilang berapa kali padamu, aku menolak perjodohan konyol ini. Aku sudah memiliki Yeojachingu!!” bentakku padanya.

“Tapi kau harus ingat Oppa, hubunganmu dengannya tidak akan berjalan dengan mulus!!” ucapnya mengancamku.

“Kau mencoba mengancamku?” tanyaku.

“Aku tidak mengancam Oppa aku hanya mengingatkan.. bukankah Orang Tua kalian tidak menyukai hubungan kalian berdua? Jadi buat apa itu kalian pertahankan?” ucapnya mengejekku.

“Kau ini benar-benar tidak punya hati.. bukankah Sooyoung itu temanmu? Tapi apa yang kau lakukan padanya?” tanyaku emosi.

“Itu dulu Oppa.. sebelum dia merebutmu dariku” jwabnya dengan senyum sinis di bibirnya.

“Lebih baik Oppa jahui Sooyoung mulai dari sekarang, atau aku akan berbuat kasar padanya!” kali ini dia benar-benar membuatku emosi.

“Apa lagi ini?? Kemarin kau menyuruhku untuk tidak menghubunginya dan sekarang kau memintaku untuk menjahuinya??” tanyaku marah.

“Oppa hanya punya dua pilihan sekarang.. menjahuinya atau kau akan melihatnya menderita!!” jawabnya. Emosiku sidah sampai di ubun-ubun sekarang.

“KELUAR.. DARI KAMARKU SEKARANG!!!” teriakku.

“OK Oppa.. aku akan pergi sekarang!! Good Night Oppa!!” ucapnya kemudian keluar dari kamarku disertai dengan senyumnya.

“ARGGHH..!!” erangku frustasi.

“Othokhae? Apa yang bisa aku lakuakan sekarang?”

Appa menjodohkanku dengan anak dari relasi bisnisnya, sebenarnya itu bukan kemauan mereka. Tapi anak dari relasi bisnis Appa yang meminta agar aku dijodohkan dengannya. Dan yang lebih buruknya Appaku langsung menyetujuinya, karena Appaku tidak suka jika aku berhubungan dengan Sooyoung. Aku juga tidak tau kenapa Appa membenci Sooyoung.

Aku belum memberitahu Sooyoung akan hal ini, aku tidak ingin membuatnya sedih jika dia mengetahui ini.

“Mianhae Youngie!!”

Tidak ada yang bisa aku lakukan sekarang, aku akan melakukan apa saja agar Sooyoung tidak menderita. Apapun itu akan aku lakukan.

TING TONG!! Bel kamar hotelku berbunyi, aku segera menuju pintu dan membukanya.

“Hyung.. ada apa kemari? Masuklah!!” ternyata manajer Hyung yang datang.

“Aku hanya ingin memberitahumu, lusa kita akan kembali ke Korea untuk rekaman Album kalian!!” ucapnya.

“Lalu bagaimana dengan syutingku?” tanyaku.

“Kau diberi libur, tapi sebagai gantinya besok kau harus lembur untuk Syuting beberapa scene!” jelasnya.

“Ah.. begitu!” aku menganggukkan kepala mengerti.

“Sekarang kau istirahatlah.. mungkin besok akan melelahkan!” saran manajerku dan kemudian pergi dari kamarku.

“Aku akan kembali ke Korea, dan itu artinya aku akan bertemu dengan Sooyoung!” pekikku senang. Aku sudah tidak sabar untuk bertemu dengannya.

TBC…

Annyeong🙂

Author balik lagi dengan Nae Namja Part 1

Walaupun responnya sedikit, tapi Author bikinini Part 1 nya buat reader yang sudah komen di teasernya..

Buat reader yang belum komen.. komen donk biar Author semangat lanjutin ffnya.. 🙂

Oh iya Karena sudah mau memasuki bulan puasa nih.. Author mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa buat yang menjalankan 🙂

14 thoughts on “Nae Namja Part 1

  1. kayaknya yeoja yg ganggu siwon itu kalo bukan salah 1 member SNSD pasti stella -.-
    akh!
    Siapapun cewek itu,
    yg jelas gw benci ama dya!

    Serius deh..
    Ini bru part1 tpi uda menggalaukan -,-
    tpi lanjutannya ttep ditunggu🙂

  2. Annyeong..
    Waaah. Ternyata Wonppa punya alasan tersendiri ya..
    Eh? Kirain tadi Minhoppa ada rasa sama Soo eonnie x)

    Lanjut ya chingu. Next part ditunggu. FFnya bagus kok. Suka deh^^

  3. Annyeong..^^
    Uaa saya sering liat chingu d SAC..^^ Salam Kenal..^^
    apakah yang mengganggu won oppa itu Tiffany,Yoona Atau Stella..?OH NOO..!! Semoga bukan mereka Bertiga..u.U
    Lanjut ya..^^ Kerenn..^^
    Ah ini saya mau Ngoment jga Bunga-bunga Gugurnya mengganggi sekali..u.U
    Saya Mau post commentnya ssh..u.U #BawelBanget ya..

Leave a Reply (Comment yah)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s