[Oneshoot] Mr & Mrs Choi

page

Cast :

  • Choi Siwon
  • Choi Sooyoung
  • Im Yoona

Author : “Viraa”

Annyeong Author kali ini posting ff buatan reader…

Vira Eonni.. gomawo udah buat ff dan mau di post di sini😀

Let’s Read it… hope you all like this🙂

 

@Gereja

Author POV

“Saudara Choi Siwon, bersediakah anda menerima Choi Sooyoung sebagai istri anda, menemaninya dalam suka maupun duka, senang atau sedih, kaya atau miskin dan hidup bersamanya sampai maut memisahkan?” Tanya Pastur pada sang mempelai pria.

“Yaa, saya bersedia!”

Suara berat itu terdengar mantap menjawab pertanyaan Pastur pernikahan tersebut.

“Saudari Choi Sooyoung, bersediakan anda menerima saudara Choi Siwon sebagai suami anda, menemaninya dalam suka maupun duka, senang atau sedih, kaya atau miskin dan hidup bersamanya sampai maut memisahkan?” kali ini Pastur bertanya pada mempelai Wanita.

“Ya, saaya bersedia” nada ketakutan dan keraguan tergambar dari suara tersebut.

Setelah acara pernikahan tesebut, maka resmilah pasangan tersebut menjadi sepasang suami istri.

#####

Sooyoung POV

Hari ini aku resmi menjadi Nyonya Choi, tepatnya istri dari Choi siwon, seorang Pengusaha muda yg merupakan pewaris utama dari hyundai group. Perusahan yang bergerak dalam bidang otomotif dan jual beli saham. Perusahan ini merupakan yang terbesar di Korea dan bekerja sama dengan beberapa perusahaan asing Jerman dan Amerika.

Siwon merupakan anak pertama dan dia memiliki seorang adik lelaki bernama Choi Minho. Siwon dan Minho sama-sama tinggi dan memiliki paras yang tampan, tapi berbeda kharisma.

Sama halnya denganku, kami sama-sama memiliki adik. Adikku Choi Sulli yang satu sekolah dengan Minho, namun Sulli merupakan hoobae Minho. Aku mahasiswa jurusan manajemmen bisnis. Aku mengambil jurusan ini karena tuntutan orang tuaku. Appaku seorang pemiliki Choi group, jadi sebagai anak tertua aku dituntut untuk menjadi pewaris.

Sejujurnya aku sangat berbakat di bidang desainger, karena aku menyukai fashion. Tapi aku hanya mengikuti perintah orang tuaku untuk bebakti kepada mereka. Sampai saat ini, orang tuakupun  menjodohkanku dengan anak rekan bisnisnya, yaitu Siwon.

Dengan alasan perjanjian di massa muda, Appaku dan Appa Siwon menjodohkan kami tanpa memberi kesempatan untuk menolak. Aku merasa takut menghadapi hidupku kedepan dengan pria ini `Siwon` karena kami baru kenal dan aku belum mengetahui sifatnya

Aku hanya menangis semalaman saat mengetahui perjodohan ini. Tapi menolakpun akan tetap terjadi, begitulah kerasnya sifat Appaku.

Malam ini aku dan Siwon tengah duduk dalam diam dan pikiran masing-masing di apartment kami yang merupakan `hadiah pernikahan dari orangtua Siwon`.

Siwon mulai mengajakku bicara, ternyata dia membahas tentang kontrak selama perkawinan ini.

“Malam ini kau resmi menjadi istriku, Nyonya Choi welcome to my life, hahhaa jangan berharap kau mendapatkan tempat dihatiku, aku sejujurnya sudah memiliki Yeojachingu `Yoona` namanya, kau pasti tau, dia satu kampus denganmu” ucap Siwon panjang lebar.

“Jadi kau hanya mendapat status istriku, dan itu hanya didepan orang tua kita. Kau berhak dekat dengan orang lain aku tidak peduli, tapi jangan campuri urusanku. Jika aku membawa Yoona kesini, maka kau harus memaklumi hal tersebut. Arachi, sooyoungshii?” Siwon kembali bertanya padaku mengenai perjanjian yang akan kami lakukan.

Aku tersentak dan hanya menjawab “Ndee, Siwon shii”. Hanya itu, dihari pertama aku hanya menahan air mata ku kuat-kuat. Aku tidak akan terlihat lemah, karna aku tahu pernikahan tanpa cinta akan berakir seperti ini.

Selama satu bulan pernikahan, setiap hari Siwon selalu pergi kekantor pagi-pagi sekali tanpa pamit, dan pulang pada malam hari setelah aku tertidur. Kami jarang bahkan hampir tidak pernah berinteraksi. Seperti orang asing yang kebetulan tinggal dalam satu atap.

Kami tidur di kamar yang berbeda dan punya privasi sendiri-sendiri, aku tidak dizinkan masuk kamar Siwon karena dia sudah mewanti wanti dari awal untuk menjaga privasi masing-masing dan aku menuruti itu. Weekend, Siwon akan keluar untuk kencan dengan Yoona dan tak jarang dia membawa Yoona ke apartment kami walau hanya untuk sekedar makan atau menonton tv berdua.

Jika hal itu terjadi, maka aku hanya di kamar mengunci diri dan browsing internet. Sejujurnya aku sedih dengan kenyataan hidupku ini, tapi dari awal aku sudah menyiapkan hati ku untuk menghadapinya, karena aku sudah siap dengan segala resiko pernikahan yang didasari perjodohan orangtua.

##

Malam ini aku menonton drama kesukaanku sampai larut malam, di ruang tv ini lah tempat favoritku di apartment ini. Dengan cemilan dan softdrink aku berteman malam ini. Aku tidak berniat mencari teman kencan karena secara tidak langsung dan tidak sadar aku telah mencitai suamiku secara diam-diam. Aku menghargai statusku sebagai istrinya walaupun dia tidak menghendaki kehadiranku yang menurutnya menjadi tembok penghalang hubungannya dengan Yoona

Tiba-tiba pintu apartment terbuka kasar, Siwon masuk dengan keadaan kacau dan sempoyongan. Aku bisa mencium bau alkohol dari tubuhnya. Aku membantunya masuk kekamarnya, tapi tiba-tiba dia menarik tubuhku dan menciumku kasar. Tangannya tidak tinggal diam menjamah semua tubuhku. Hingga akhirnya dia menggumam “aku hanya ingin tubuhmu istriku”.

Perkataannya membuatku menangis dalam diam dan gelapnya cahaya kamarnya. Dalam satu kali sentakan dia telah berhasil membuka seluruh tubuhku dan dia juga telah membuka bajunya, sehingga kami berdua full naked. Dia mulai mencium kasar bibirku dan malam ini kami melakukan hubungan suami istri.

Pagi harinya badanku terasa remuk redam, selangkanganku terasa amat perih dan aku tersadar yang terjadi tadi malam. Aku melihat ada bercak darah di kasur Siwon yang putih ini.

Sesaat kemudian Siwon terbangun dan tanpa memperdulikan aku dia hanya memasang bajunya dan berjalan ke kamar mandi bersiap-siap mandi dan kekantor. Aku langsung mengunci diri dikamarku dan menangis.

Setelah malam itu Siwon selalu melakukan itu kepadaku, sepertinya melakukan itu hanya sebagai pelampiasan Siwon. Aku sangat yakin jika dia ada masalah dengan Yoona, karena dia sering menyebut nama Yoona jika berhubungan denganku. Aku selalu menangis mengingat hal itu, tapi aku hanya berpikiran positif karna aku melayani suami sah ku. Suami yang mulai aku cintai sepenuh hati walaupun tidak dengannya.

Pagi ini, kepalaku terasa berat dan perutku benar-benar tidak bisa diajak kompromi. Aku mual dan merasa tenagaku habis, bahkan untuk dudukpun aku tidak sanggup, kepalaku sangat pusing.

Aku terpaksa bolos kuliah siang ini karena keadaan suhu tubuhku yang sangat panas. Siwon?? Dia hanya kekantor tanpa peduli dan menanyakan keadaanku.

Aku sudah muntah puluhan kali, tapi tidak ada yang kumuntahkan karena aku tidak makan apapun dari tadi pagi.

Bel apartment berbunyi dan aku berusaha semaksimal mungkin untuk berjalan membukakan pintu. Ternyata umma dan mertuaku, tiba-tiba semua gelap dan aku tidak ingat apa-apa ‘pingsan’.

Ketika aku bangun, ummaku langsung memelukku dan berteriak kegirangan dengan mertuaku, ternyata aku hamil 1 bulan. Aku tidak tahu bagaimana perasaanku, campur aduk karena bahagia, sedih, dan takut dengan kehadiran cabang bayi ini.

Malam hari aku memberitahu Siwon kabar kehamilanku, tapi seperti biasa tanggapan nya hanya cuek dan tidak peduli. Bahkan dia berkata tidak akan mau repot dengan kehamilanku. Lagi-lagi aku menangis dengan sikapnya dan keadaan ini.

5 bulan kemudian, perutku sudah mulai membesar tapi karena aku tinggi dan kurus, ini tidak terlalu kelihatan. Aku cuti kuliah atas saran orangtuaku dan mertuaku. Mereka selalu memperhatiakan aku secara intensif karena ini cucu pertama dari kedua belah pihak. Setiap bulan aku selalu pergi kontrol kehamilan sendiri dan dokter tersebut mengatakan bahwa kandunganku sehat.

##

Pagi ini aku ke kantor Siwon, entah mengapa aku hanya ingin melihatnya bekerja, mungkin ini permintaan anakku. Dan ini merupakan pertama kalinya aku ke kantor Siwon.

Ketika di resepsionis, aku bertemu yoona. Apa yang dilakukanya disini? Apa dia sering kekantor siwon? Pikirku. Entah mengapa, terbesit perih dihatiku dan cemburu memenuhi rongga hatiku.

Tanganku ditarik paksa Yoona, dia menarikku ke tangga darurat. Sesampainya disana dia mendorong tubuhku kuat dan menyebabkan aku terjatuh. “Tuhaaan, ini sakit sekali..!” perutku kontraksi dan aku hanya merintih. Setelah itu Yoona meninggalkanku sendiri.

Untung saja tiba-tiba datang seorang cleaning servis, dan ketika melihatku dia langsung berlari menuju ke arahku dan menanyakan keadaanku. Kemudian aku dibantunya berjalan menuju parkiran mobilku. Aku menyetir dengan kecepatan sedang menuju rumah sakit karena takut bayi ku kenapa-napa.

Dokter Lee mengatakan kalau ada pergerakan pada bayiku dan ini sangat berbahaya, jadi saat ini rahimku lemah dan bayiku dalam bahaya jika aku terjatuh lagi. Aku diam, dan dalam perjalanan pulang aku kembali menyetir sambil menangis mengingat kebodohan ku hari ini.

##

Usia kehamilanku sudah menginjak usia 7 bulan saat ini, perutku sangat besar dan aku jadi susah bergerak. Hubungan ku dengan Siwon pun masih seperti sebelumnya, Siwon masih bersikap dingin padaku.

Aku menerima telfon pagi ini dari Yoona, dia memintaku ke kantor Siwon. Awalnya kau ragu untuk menemuinya karena aku takut dicelakai Yoona lagi, tapi dia memaksaku untuk datang dan aku datang dan menemuinya di tangga darurat kembali.

“Apa anak itu anak siwon oppa? Kau harus menggugurkannya, aku tidak akan membiarkan kau mendapat keturunan dari siwon oppa” ucap Yoona ketika aku baru sampai.

Belum sempat aku menjawab pertanyaan bertubi Yoona, dia kembali mendorongku, aku kehilangan keseimbangan namun dengan cepat aku mencengkram pinggir tangga. Lalu aku mendengar suara siwon oppa memanggil yoona.

“Yoona ya, kau kah itu? Ada apa? Kenapa berteriak??” Suara cemas siwon oppa semakin mendekat,Yyoona terlihat panik dan mulai melakukan hal gila. Gadis itu menjatuhkan dirinya sendiri dan berguling di tangga. Kepala dan hidungnya berdarah.

Siwon oppa datang dan langsung shock melihat Yoona tergeletak dilantai. Dia mencengkram tanganku dan mendorong kuat tubuhku karena kesal. Dia berteriak kepadaku.

Aku akan menjelaskan bahwa Yoona terjatuh bukan karena ku, tapi lidahku kelu tak mampu bicara. Siwon mendorongku dan aku terjatuh dilantai. Darah mulai mengalir di pahaku, yang aku tahu Siwon hanya langsung berlari ke arah Yoona tanpa memperdulikan teriakanku yang kesakitan.

Dihadapan mataku, Siwon lebih memilih Yoona, dia menggendong Yoona dengan tergesa dan wajah panik sulit diartikan. Saat itu juga aku berpikir, aku benar-benar berakir dan kehilangan segalanya. Aku mencoba berdiri dan berjalan pelan menuruni tangga dan menuju parkiran.

Sesampainya dirumah, kontraksi perutku mencapai tingkat akut, darah semakin mengalir deras dan aku tak sanggup berdiri mengambil obat pereda nyeri. Aku hanya merintih di pinggir tempat tidur berharap ada yang menolongku.

Pintu terbuka, Siwon masuk dengan wajah cemas dan nafas memburu langsung memeluk dan menggendongku. Aku hanya diam karena rasa sakit yang luar biasa ini. Di lift, Siwon selalu meminta maaf dan aku hanya berkata “Aku takut, ini benar-benar sakit”. Setelah beberapa menit aku tidak sanggup lagi dan pandanganku gelap. Aku pingsan..

##

Someone POV

Baru saja aku akan melakukan tugasku untuk membersihkan tangga, aku mendengar suara ribut yang berasal dari tangga.

Aku semakin berjalan mendekati sumber suara dan mendapati seorang wanita sedang terduduk dengan darah yang mengalir di kakinya.

“Bukankah itu wanita yang beberapa bulan lalu, aku tolong di sini juga?” batinku.

Ketika aku hendak membantunya namun terlambat karena wanita itu sudah berjalan terlebih dahulu dengan langkah hati-hati.

“Apa sebenarnya yang terjadi?” ucapku penasaran.

“Aku sebaiknya menyelidiki apa yang terjadi, bisa saja ada orang jahat dan jika iya maka aku harus segera melaporkan hal ini!”

##

Siwon POV

Saat ini aku dalam perjalanan menuju rumah sakit bersama Sooyoung. Dia pingsan dan darah terus mengalir tanpa henti dari pahanya. Aku menyetir mobil dengan kecepatan penuh, berharap sampai  rumah sakit lebih cepat agar Sooyoung dapat terselamatkan.

Entah mengapa aku menjadi sangat takut melihat darah sooyoung, mungkin karena yang diperut Sooyoung adalah anakku. Detak jantungku berpacu cepat, baru kali ini aku sekalut ini, aku takut kehilangan Sooyoung dan anak kami. Saat ini aku menyadari bahwa baru ini pertama kalinya aku mengakui sooyoung dan menyebut anakku. Dulu aku selalu menyebut Sooyoung wanita yang hadir dalam hubunganku dan Yoona ‘tragedi’ di masa mudaku’. Sebegitu kejamkah aku sebagai seorang suami, apalagi seorang ayah? Apa aku masih pantas disebut suami dan ayah??

Aku menyesali semuanya, setelah melihat yang sebenarnya..

Flashback

Saat ini aku dalam perjalanan menuju rumah sakit bersama Yoona, aku takut melihat darah di kepala Yoona. Aku benar-benar kesal kepada Sooyoung. Bahkan aku mencaci maki Sooyoung dalam hati ku karena beraninya wanita itu mencelakai Yoonaku.

 Aku berniat akan menceraikan dia setelah Yoona sadar, tidak peduli dia dalam keadaan hamil atau tidak, aku akan tetap meninggalkan yeoja itu.

Saat tiba dirumah sakit, aku menunggu dokter memeriksa Yoona di ruang tunggu. Dokter tersebut memintaku menunggu diluar karena Yoona harus karena luka dikepalanya yang cukup serius.

Ketika aku sedang  mengetik pesan untuk pengacaraku yang aku tunjuk untuk mengurus kasus perceraianku dengan Sooyoung, aku dikejutkan dengan kedatangan seorang wanita, dia menggenakan baju seragam Cleaning Service di perusahaanku.

Wanita itu menyerahkan ipad kepadaku, sebelum aku menghidupkan ipad ini, aku langsung menanyakan kepada wanita ini.

“Sebenarnya apa mau mu?” Tanyaku sarkastis

“Aniya sajangnim, mianhae saya lancang mengambil data di kamera cctv perusahaan yang ada di tangga darurat” lanjutnya.

“Lalu?” Tanyaku semakin memandang orang ini tidak mengerti.

“Saya rasa Sajangnim harus tahu apa yang sebenarnya terjadi, karena ini menyangkut anda juga!” jelas wanita ini.

Aku langsung menyalakan ipad yang diberikan oleh wanita ini, “Omo..!” betapa shocknya aku melihat rekaman ini.

Lidahku kelu, mataku membulat sempurna melihat kenyataan nya.

Yoona menarik paksa Sooyoung  yang terlihat susah berjalan karena perutnya yang mulai membesar dan Sooyoung yang seperti kehilangan keseimbangan mencengkram pinggir tangga.

Lalu aku melihat diriku dalam video tersebut, setelah itu aku juga melihat Yoona yang sengaja menjatuhkan dirinya sendiri di tangga dan terluka. Dan aku mendorong keras Sooyoung setelah berteriak marah kepadanya. “Omo..! tidaaak” aku tertipu, dia mencelakakan dirinya sendiri hanya karena ingin menjebakku agar menyalahkan Sooyoung.                             

 Setelah itu aku dan Yoona tidak terlihat lagi di video tersebut, hanya ada Sooyoung yang sepertinya merintih kesakitan dan wajah terkejutnya melihat kakinya yang mulai mengalir darah dari pahanya. Dia mengambil tissue dan mengelap darah tersebut. Setelah itu dia mencoba bangkit dan berjalan perlahan hingga tidak muncul lagi di cctv itu.

Lalu aku membuka file kedua yang menurut wanita ini, data tersebut 2 bulan yang lalu. Lagi-lagi tangga darurat, Yoona kembali menarik paksa Sooyoung dengan mencengkram pergelangan tangannya. Lalu mereka seperti berbincang dan Yoona mendorong kuat bahu Sooyoung, sehingga Sooyoung terhempas ke lantai. Setelah itu Sooyoung  merunduk dan memegang perutnya.

Aku sadar, selama ini Yoona mencoba menyalahkan dan menceritakan hal buruk tentang Sooyoung kepadaku. Dan bodohnya mempercayai itu, aku bodoh karena terlambat mengetahui semua ini setelah aku benar-benar menoreh luka di hati istriku.

Seketika air mata ku menetes mengingat penderitaan Sooyoung akibat ulahku, aku langsung berlari tanpa memperdulikan wanita tadi. Tujuanku hanya satu, yaitu sampai di Apartment dan memastikan keadaan istri dan anakku.

Flashback End

##

Saat ini aku mengendong Sooyoung keluar dari mobil dan memanggil perawat meminta bantuan. Aku benar-benar kalut dan takut saat ini. Wajah Sooyoung semakin pucat dan darah itu terus mengalir dari paha Sooyoung.

Saat perawat datang, aku langsung meletakkan Sooyoung di ranjang dan ikut mendorong ke ruangan UGD. Saat ini dokter melarangku masuk, aku bersikeras masuk tapi tangan ku ditahan perawat. Aku benar-benar tidak tenang, aku ingin menemani Sooyoung, ingin memastikan dia baik-baik saja.

Saat ini aku hanya duduk terdiam di depan ruangan ini, Sooyoung masih di dalam. Ini sudah hampir 30 menit, tapi dokter tersebut belum keluar. Aku hanya duduk diam dilanda rasa cemas dan ketakutan.

Tiba-tiba pintu tersebut terbuka dan aku sedikit bergidik ngeri ketika melihat darah di sarung tangan dan bercak darah di baju dokter wanita tersebut. Aku langsung menghampiri dokter itu.

“Bagaimana keadaan nya dok?” tanyaku begitu melihat dokter itu keluar dari ruangan.

“Apakah anda suaminya? Bisakah anda ke ruangan saya?” tanya dokter tersebut. Aku hanya mengangguk dan mengikuti dokter itu.

Di ruangannya, dokter itu mengatakan kalau Sooyoung harus melahirkan saat ini juga karena pendarahan yang serius. Sangat berbahaya jika bayi tersebut ditunggu 9 bulan. Tapi karena faktor rahim Sooyoung yang lemah gara-gara goncangan yang hebat, maka dia harus melahirkan normal agar posisi rahim tidak berubah. Jika dilakukan operasi maka akan berdampak lemah rahim dan akan sulit hamil lagi.

Dan dokter itu meminta agar aku memberitahu Sooyoung dan memberi keyakinan agar Sooyoung tidak tegang dalam proses ini. Sesungguhnya proses ini sangat membahayakan sang ibu, berakibat fatal atau kematian jika kondisi fisiknya melemah. Karena darah yang telah banyak keluar, maka harus ditunggu setelah 1 jam, maka obat kontraksi tersebut akan bekerja dan akan ada tanda-tanda akan melahirkan.

“Jika salah satu tidak bisa diselamatkan, maka kami tidak dapat berbuat apa-apa. Kita serahkan semua kepada tuhan” ucap dokter itu dan aku hanya lemas di kursiku mendengarnya.

“Tuhaaaan, apa yang akan aku katakan kepada Sooyoung?” lirihku.

Saat ini aku sedang di depan ruangan Sooyoung, aku menghirup nafas dalam dan masuk secara perlahan membuka kenop pintu. Saat masuk, Sooyoung terlihat menerawang ke langit-langit ruangan ini. Aku mendekati ranjangnya dan duduk di kursi samping ranjang tersebut.

Sebelum aku memulai bicara, Sooyoung sudah bicara terlebih dahulu.

“Siwon shii… aku tahu kau tidak menginginkan anak ini. Tapi, jika kau disuruh untuk memilih ibu atau anak yang diselamatkan, maka aku mohon selamatkan anakku!” ucapnya lemah.

“Apa yang kau bicarakan? Kau dan anak kita akan baik-baik saja. Kalian akan baik-baik saja, percayalah padaku!” ucapku meyakinkan.

Sooyoung menggeleng lemah dan air mata sudah menumpuk di pelipis matanya. Aku hanya terdiam menahan air mataku, sungguh tidak tega denganya.

“Bolehkah aku meminta sesuatu darimu?” lanjut Sooyoung.

Aku hanya mengangguk karena tak mampu bicara, lidahku kelu seperti terkunci rapat.

“Jika dia lahir dan aku tidak bisa diselamatkan, maka aku mohon agar kau yang memberinya nama. Sebagai tanda kau adalah Ayah biologisnya. Jika kau tidak ingin merawatnya, maka serahkan saja kepada orang tuaku. Aku hanya ingin anakku mendapatkan kasih sayang yang layak agar dia tumbuh tidak kesepian walau tanpa ibunya” ucap Sooyoung yang semakin membuatku merasa bersalah.

Air mata ini tidak dapat kubendung lagi, aku hanya diam  menangis sambil menggenggam tangan sooyoung.

“Siwon shii, aku sangat berterimakasih karena kau telah menjadi suamiku di kehidupan ini. Maafkan aku jika kehadiranku merusak hubunganmu dengan Yoona shii. Kau tau? Aku sangat senang saat aku diberi kesempatan untuk mengandung anakmu, anak ini adalah anugrah tuhan melalui dirimu. Jadi sampai akhirpun, aku akan menjaganya walaupun aku harus mengorbankan nyawaku. Setelah aku tidak ada, bersatulah dengan Yoona shii, aku akan lebih merasa tidak senang dan bersalah jika kalian berpisah lagi. Mungkin perkataan mu selama ini benar, aku adalah tragedi di kehidupanmu, maka tragedi harus menghilang agar tercipta kebahagiaan. Mmm… untuk masalah tadi siang di kantormu, sungguh.. bukan aku yang mendorong Yoona shii. Aku tahu kau tidak akan percaya, tapi aku hanya ingin menjelaskan” ucapnya lagi..

Aku membuka mulutku, sungguh tidak tega melihatnya menyalahkan diri sendiri.

“Percayalah padaku, kalian akan baik-baik saja. Tak akan ku biarkan kau dan anak kita dalam bahaya aku berjanji.. tapi aku mohon bertahanlah. Berikan aku waktu menebus semua kesalahanku. Izinkan aku hidup denganmu dan anak kita, aku mohon” ucapku meyakinkan sooyoung.

Aku menggenggam erat tangannya, tiba-tiba Sooyoung merintih kesakitan dan mencakar tanganku. Aku berpikir bahwa ini kontraksi akan melahirkan dan aku langsung memencet tombol samping ranjang Sooyoung dan masuklah dokter wanita tadi dan 6 perawat.

Mereka langsung memasang infus di tangan Sooyoung dan menyuruh Sooyoung mengangkat kakinya dan menarik nafas dalam lalu menghembuskan perlahan. Aku tetap disamping Sooyoung, memberinya kekuatan dan dia berteriak kesakitan serta air mata yang mengalir deras di pipinya. Setelah beberapa menit Sooyoung seperti kehabisan tenaga dan dokter mulai memasang oksigen ke hidung Sooyoung karena dia sulit bernafas, mungkin karena kelelahan.

Dokter tersebut menekan perut Sooyoung dan Sooyoung mencengram tanganku sambil berteriak keras. Aku tahu bahwa ini pelampiasan kesakitan Sooyoung. Tanganku sudah mulai luka akibat goresan kuku Sooyoung. Setelah beberapa kali perutnya ditekan dan dia meronta kesakitan sambil menangis, akhirnya.. tangisan bayi itu menggema di ruangan ini.

Aku lihat Sooyoung menitikan air mata, sama denganku. Kami sama-sama terharu atas kelahiran malaikat kecil kami. Aku mencium kening Sooyoung dan membisikan terimakasih padanya. Kulihat Sooyoung hanya diam dan perlahan dia menutup matanya.

“Andwee!! Soo… Soo.. aku mohon!!! Ireona!!! Choi Sooyoung….!!” ujarku berteriak.

Dokter tersebut langsung memasang alat pemacu jantung pada Sooyoung. Aku terus berteriak dan menangis melihat keadaan ini.

“Tuhaaan, aku mohon selamatkan istriku”.

##

Author POV

Sudah 3 minggu pasca melahirkan, Sooyoung koma. Dia melahirkan bayi perempuan yang lucu dan cantik. Benar-benar perpaduan sempurna Choi Siwon dan Choi Sooyoung. Bayi itu diberi nama Choi Jiwon, ini nama pilihan siwon. Bayi itu mempunyai mata bulat dan pipi yang gembul seperti ibunya, serta lesung pipi yang dalam seperti ayahnya. Bayi merah ini masih terlelap di inkubator karena dia lahir secara premature.

Setiap hari orang tua dan mertua Sooyoung selalu datang ke rumah sakit menjenguk Sooyoung. Siang hari Umma Siwon dan Umma Sooyoung yang datang. Sedangkan malam hari Appa Siwon dan Appa Sooyoung. Minho dan Sulli akan datang jika kegiatan kuliah mereka tidak sibuk. Tapi Sulli menghubungi Siwon setiap hari untuk menanyakan keadaan Uniienya “Sooyoung”.

Sementara itu, Siwon tidak pernah beranjak dari rumah sakit ini semenjak Sooyoung dirawat. Dia selalu setia menemani Sooyoung. Bahkan untuk mandi dan berganti baju pun dia enggan, karena takut meninggalkan
Sooyoung. Dia hanya ingin saat Sooyoung sadar, maka dia yang pertama melihatnya.

Dia hanya akan meninggalkan Sooyoung jika Orangtua mereka datang. Itupun hanya sekedar melihat Jiwon “putrinya” di ruang khusus inkubator.

Yoona sudah keluar dari rumah sakit karena hanya luka kecil di kepalanya. Dia hanya dirawat 2 hari untuk pemulihan, setelah itu dia pulang. Setiap hari dia mencoba menghubungi Siwon, tapi Siwon enggan menjawab telfon dan membalas pesan dari Yoona.

Siwon sudah berjanji akan berubah dan menunggui Sooyoung, dia tidak akan melakukan kesalahan yang sama dan mengecawakan Sooyoung, karena saat ini Sooyoung dan Jiwon adalah tanggung jawabnya. Dan Siwon juga berterima kasih karena Sooyoung menghadiahkan Jiwon.

Jiwon lahir tepat di ulang tahun pernikahan Siwon dan Sooyoung. Jadi Jiwon adalah kado terindah dari istrinya.

##

Siwon pov

Sudah 3 minggu Sooyoung koma sejak melahirkan Jiwon. Jiwon putri kami, dia sangat cantik, aku benar-benar bersyukur mendapat hadiah malaikat seperti Kiwon dari sooyoung.

Jiwon lahir tepat pada ulang tahun pernikahanku dan Sooyoung. Aku selalu menemani Sooyoung di rumah sakit, semoga dia cepat sadar dan melihat putri kami yang sangat lucu.

Jika Orangtuaku datang, maka aku akan pergi keruangan khusus inkubator tempat anakku, setiap hari seperti itu. Air mata bahagia selalu mengalir dari mataku jika melihat Jiwon. Aku benar-benar bersalah pernah menolak kehadirannya, tidak memperdulikan Sooyoung ketika mengandung malaikatku ini. Bahkan aku hampir membuatnya gugur jikalau tidak segera kubawa Sooyoung pada saat itu.

“Jiwon aah! Appa janji akan menebus semuanya… mianhae, saat ini kau belum mendapat asi eklusif dari uUmma mu karena kecerobohan Appa saat itu” kataku di depan inkubator bayi mungil ini.

Setiap hari aku selalu dihubungi Yoona, sebenarnya aku ingin menjawab dan meminta Yoona menjelaskan semuanya atas kelakuannya kepada Sooyoung, tapi aku enggan, aku ingin menyelesaikan ini melalui pengacaraku karena aku merasa Yoona sudah keterlaluan.

Saat ini aku duduk disamping ranjang Sooyoung, aku menggengam tangannya.

“Soo…jebal bangunlah, lihatlah Jiwon putri kita, dia butuh kau ibunya. Ijinkan aku hidup denganmu dan Jiwon, aku ingin menebus semuanya. Maafkan aku….!” kataku lirih.

Tiba-tiba tangan Sooyoung yang di genggamanku bergerak perlahan, kemudian aku melihat Sooyoung membuka matanya perlahan, tapi setelah itu dia hanya diam.

Karena panik, aku memencet tombol memanggil dokter dan dokter itu mengatakan bahwa Sooyoung sudah sadar, tapi masih lemah pasca melahirkan dan pendarahan.

Aku sangat bahagia, malam ini aku tidur lumayan nyenyak. Setiap hari aku tidur dikursi sambil menggenggam tangan Sooyoung dan malam ini aku juga tidur dikursi tapi dengan hati lega karena istriku sudah sadar.

Pagi hari

Author POV

Siwon bangun lebih awal hanya ingin memastikan keadaan Sooyoung, dia terlalu bahagia saat ini.

Saat sooyoung bangun…

Diam, hening.. Siwon dan Sooyoung hanya diam.

Siwon mencoba bicara tapi Sooyoung terlihat cuek dan tidak peduli, bahkan Sooyoung juga meminta Siwon menceraikannya. Hal tersebut membuat siwon terkejut dan menolak mentah-mentah. Siwon meminta maaf, tapi Sooyoung merasa belum yakin dengan hatinya.

“Mianhae.. nan jeongmal mianhae Soo..” pinta Siwon.

Sooyoung hanya diam dan mulai bicara setelah ditatap Siwon seakan meminta jawaban.

“Aniya..! lebih baik kita bercerai, aku sudah tidak tahan dengan semuanya.. terlebih hubungan kita. Aku hanya menjadi tragedi bagimu, ini sangat menyedihkan” jawab sooyoung

“Andwee, kau dan Jiwon bukan tragedi..! kalian anugrah dalam hidupku. Kita tidak akan berpisah, tidak akan pernah” kuekeh siwon.

Perdebatan mereka terhenti saat perawat masuk membawa box bayi ‘Jiwon’. Hari ini dia sudah boleh keluar dari inkubator dan harus mendapat asi eklusif dari Sooyoung. Siwon langsung menggendong Jiwon dan menyerahkannya ke tangan Sooyoung. Lalu Sooyoung menyusui Jiwon dan Siwon duduk disampingnya sambil mengelus kening bayi mereka.

Setelah 20 menit Sooyoung menyusui Jiwon, perawat tadi kembali datang dan membawa jiwon ke kamar bayi.

Tiba-tiba Sooyoung menangis, Siwon kaget dan langsung memeluk Sooyoung.

“Mianhae… jeongmal Mianhae membuatmu sedih!” kata Siwon.

Sooyoung semakin menangis di pelukan Siwon, Sooyoung merasa nyaman dengan pelukan Siwon. Pelukan siwon yang menenangkan dan menghangatkan baginya.

“Apa aku egois, jika hanya mementingkan perasaanku dan tidak memikirkan perasaan anakku?” ucapnya di sela tangisannya.

“Apa aku salah jika memisahkan seorang anak dengan ayahnya?” tanya Sooyoung lagi.

Siwon melepas pelukan mereka dan mengerti maksud Sooyoung, dia langsung menjawab.

“Bukan kau yang salah, aku..! untuk itu, ijinkanlah ayah tersebut menebus kesalahannya kepada anak dan istrinya” jawab Siwon mantap.

Sooyoung memandang Siwon ragu, “Tidak usah khawatir, aku sudah meninggalkan Yoona. Dan mulai sekarang hanya kau dan Jiwon yang ada di hatiku!” jawab Siwon.

“Apa kau tau selama kau koma, aku bagaikan orang gila.. aku merasa kosong Soo!” lanjut Siwon lirih.

Sooyoung hanya mengangguk lemah, Siwon menjawab “Ijinkan aku menutup luka yang telah aku buat”.

##

Siwon pov

Hari ini Sooyoung pulang dari rumah sakit, setelah selesai mengurus administrasinya aku kembali keruangan Sooyoung, ternyata dia sudah menggendong Jiwon. Aku langsung menghampirinya dan mencium pipi Jiwon. Aku sekarang punya kebiassaan baru, yaitu mencium pipi putriku. Sungguh membuatku gemas dengan gadis cantikku ini.

Sooyoung berdehem dan aku langsung mengangkat tas perlengkapan Sooyoung dan Jiwon sambil menuntun Sooyoung yang berjalan disampingku.

Di perjalanan pulang, Sooyoung hanya diam dan senyum jika Jiwon tertawa atau membuat ekspresi wajah lucu. Hubunganku dan sooyoung masih kaku, mungkin karena kami jarang komunikasi dulunya.

Saat tiba di parkiran apartment, aku membukakan pintu untuk Sooyoung dan dia keluar sambil menggendong Jiwon. Saat di lift kami hanya diam, Sooyoung hanya diam dan menunduk lalu aku menggodanya dengan mencium pipi jiwon, setelah itu pipi dan kening Sooyoung. Dia terkejut dan  membulatkan mata.

Saat tiba di apartment, aku memasukkan nomor kombinasi baru, yaitu nama Jiwon dan tanggal lahir Jiwon. Sooyoung hanya tersenyum mengetahui ini. Lalu pintu terbuka, aku menuntun Sooyoung ke kamarnya yang sekarang sudah di dekorasi menjadi kamar Jiwon.

Dia menganga dan aku langsung mengambil alih Jiwon yang dipelukannya dan meletakkan bayiku ini ke box bayi di kamar ini.

Lalu aku mengajak Sooyoung kekamar kudulunya tapi sekarang kamar kami. Sooyoung tampak ragu, karena dulu aku pernah melarang Sooyoung masuk kesini. Aku hanya mendorong ringanSsooyoung dan masuk kedalam kamar. Lalu Sooyoung duduk dipinggir ranjang dan aku memeluknya dari belakang dan menyuruhnya tidur.

Akhirnyaaa… memeluk istri ketika tertidur benar-benar nyaman.  Aku terlambat menyadarinya, sekarang Jiwon dan Sooyoung adalah prioritas hidupku.

END

 

45 thoughts on “[Oneshoot] Mr & Mrs Choi

  1. huufftt..
    Syukurlah Siwon..
    Kau akirnya sadar.
    Kalo sampai siwon ga sdar,
    gw sumpahin ga bsa bhagia dah tu siwon!😀

    chingu,
    buat after storynya dong?
    Ok?😀😀
    ditunggu asnya ^^

  2. Seru crita.y walau awal.y bkin skit hti bca
    Tega bgt siwon oppa |s̲̅|a̲̅|m̲̅|a̲̅|” soo eonni mpe d cuekin gto,,
    Ùϑαĥ kyk brang zaa

    AS.y donk author,,
    ªҜƲ pnasaran gmn nasib Yoona stlah kjadian tu,,

  3. Seru crita.y walau awal.y bkin skit hti bca
    Tega bgt siwon oppa |s̲̅|a̲̅|m̲̅|a̲̅|” soo eonni mpe d cuekin gto,,
    Ùϑαĥ kyk brang zaa

    AS.y donk author,,
    ªҜƲ pnasaran gmn nasib Yoona stlah kjadian tu,,

    D tunggu FF SooWon lain.y
    Author S̤̥̈̊є̲̣̥є̲̣̣̣̥♍ªªªηGªª†̥ (งˆ▽ˆ)ง (ง’̀⌣’́)ง

  4. KERENNN !!!😀
    Seraya baca real story dari diary seseorang,
    Cara penceritaanya runtut simple tapi ngena
    Walau seandainya ditambah dengan adegan percakapan Soo dan Yon bakal lebih keren kalo diperbannyak,
    Tapi semuanya KEREN !!!
    VIVI JJANG😀

  5. Iih, yoona eonni jahat. Kan kasihan sooyoung eonni, ada seseorang (?) Dalam perutnya kok gitu~ ckckck
    Hahaha, siwon oppa gak ngerti cara angkat telpon eonni, makanya gak angkat telpon yoona eonni. Kekeke.
    Daebak

  6. Pertama Siwon sih jahat jahat banget malah apalagi Yoona tuh bikin kesal aja orang mau datang baik baik eh malah dikasari tapi akhirnya Siwon semua kesalahannya dan berjanji unntuk tidak mengulangi nya *bahasanyaterlalupuitis*
    Akhirnya…… SOOWON pun bersatu prok prok prok

    O..iya yg ‘Someone’ tu siapa ? aku kah eonni *plakk* *terlalu banyak berharap*

    Keren eonni 10 jempol buat eonni

  7. wah sumpah keren banget ffnya thor !!🙂
    aku isengiseng nyari ff soowon eh ketemu deh sama ffmu thor *curhat🙂
    feel nya dapet banget apalagi pas siwon dorong soo 😦 sempet kesel banget sama siwon kok sampe tega lakuin gitu sama soo !!

  8. Nice ff!!! Daebak!!! Ceritanya tragis, sedih, tetapi ending yang manis (•ˆ⌣ˆ•) Alurnya pas, kata-katanya juga ‘ngena’ dihati. Keren thor! Ditunggu ff SooWon selanjutnya ya (•ˆ⌣ˆ•)

  9. Annyeong, aku reader baru… Feel nya dapet thor, tp sayang kependekan… Typo nya juga dikit kok…

    Keep writing yaa… Hwaiting !

  10. ish…Akhir yg terlalu indah bwt Siwon. Harusnya d bikin lbh nyesek, biar pengorbanan Siwon setimpal ma kesalahaannya.
    jd ikutan emosi q nya
    hehe nice story chingu

Leave a Reply (Comment yah)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s