[After Story] Mr & Mrs Choi

cats2

Cast :

  • Choi Siwon
  • Choi Sooyoung
  • Im Yoona

Author : “Viraa”

Author POV

Pagi hari di kediaman Soowon

 Hari ini Siwon bangun lebih awal, dia ingin memasak untuk Sooyoung dan dirinya. Siwon akan cuti 2 minggu ke depan karena Sooyoung masih belum bisa beraktifitas aktif pasca melahirkan, jadi segala sesuatu tentang rumah tangga akan dihandle Siwon.

Siwon POV

Ketika aku menyiapkan sereal dimeja makan, tiba-tiba terdengar suara tangisan bayi, tanpa pikir panjang akupun segera berlari kecil kekamar untuk memastikan keadaan putriku karena pagi ini dia bangun dengan tangisan. Saat dipintu kamar aku lihat Sooyoung sudah menggendong Jiwon, tapi tetap saja putri kami menangis. Dan akupun mengambil alih Jiwon, setelah menggendongnya beberapa menit.. anehnya, putriku ini lansung diam dan senyum-senyum lucu.

Aku dan sooyoung pun menyimpulkan bahwa Jiwon benar-benar nyaman ditanganku dan hanya akan diam jika aku yang menggendongnya. Aneh memang, tapi begitulah anak perempuan akan dekat dengan ayahnya. Ternyata mitos itu benar adanya. Aku sangat bahagia dengan keadaan ini, tapi di lain sisi aku kasihan dengan sooyoung karena dia merasa anaknya tidak memihak padanya. Jika begini maka sooyoung akan cemberut dan mencuekanku sebagai objek kekesalanya terhadap sifat manja Jiwon padaku.

“Wae? Kenapa cemberut?” Tanyaku, Dia hanya menggeleng lemah sambil mengerucutkan bibir dan mengembungkan pipinya yg membuatku gemas dengan yeoja ku ini.

“Mandilah, lalu sarapan.. aku sudah menyiapkannya” Kataku Lalu tanpa berkata apapun, nyonya Choi terhormat ini hanya melenggang pergi kekamar mandi tanpa memperdulikan aku.

Lalu aku memandikan Jiwon, saat ini aku sangat handal dalam hal memandikan bayi. Aku dan Sooyoung akan gantian memandikan Jiwon, terkadang kami berebut untuk hal ini. Situasi ini yg akan membuat kami semakin dekat. Sebenarnya Sooyoung belum sepenuhnya terbuka kepadaku. Terkadang dia hanya diam dan tanpa banyak bicara kepadaku. Aku sadar ini karena kecanggungan akibat hubungan kami yang dulu. Saat ini aku dan Sooyoung sarapan dalam diam, Jiwon juga hanya diam di box bayinya. Lalu aku membuka mulut memulai pembicaraan.

“Soo, bolehkah aku meminta sesuatu?” tanyaku.

“ Apa?” Jawab Soo cuek tanpa menghentikan makannya.

“Aku hanya ingin kau memanggilku Oppa, berhenti memanggilku Siwon shii. Akan terdengar sangat aneh jika memanggil suami seperti itu” Jelasku.

“Bukankah kau yg meminta aku seperti itu?” Tanyanya balik.

“Untuk hal itu bisakah kau memanggilku Oppa? Apalagi Yeobo atau Chagi? Hehee..!” tawaku agar tidak terdengar gugup.

“Baiklah, aku akan memanggilmu Oppa karena kau memang lebih tua dariku” jawab Soo singkat. Aku hanya tersenyum tipis.

“Umma dan Appaku mengajak makan malam di rumah mereka malam ini, mereka ingin bermain dengan Jiwon. Bolehkah?” tanyaku meminta izinnya.

“Tentu saja, kenapa tidak?? Bukankah Jiwon juga anakmu? jadi segala sesuatu kau juga berhak memutuskannya jika itu berkaitan dengan Jiwon” jawab Soo yang membuatku puas.

#sore hari

Siwon POV

“Soo, apa kau sudah siap? kenapa lama sekali di dalam? Ada apa? Kau baik-baik saja?” Tanyaku.

“Mmm.. aku baik-baik saja, hanya pusing” jawab Soo enteng aku panik karena dia pusing, apa dia sakit lagi? Pikirku.

Lalu aku membuka pintu kamar dan Soo hanya duduk di pinggir kasur dengan baju berantakan di kasur.

“Wae? Kau kenapa?” tanyaku panik melihat dia berantakan.

“Aku hanya pusing karena tidak tahu mau memakai baju yg mana.. semua bajuku kekecilan, dan yang tersisa dan muat untuk ukuran badanku saat ini hanya baju rumah dan baju ketika aku hamil” jawabnya, lalu aku tersenyum, ternyata hanya masalah kecil ini wanita akan frustasi.

Lalu aku menunjuk bajunya yang agak besar dan aku rasa akan longgar jika dipakai Soo yg saat ini memang bertambah gemuk pasca melahirkan dia naik 6 kg. Dia menggeleng dan aku mengelus kepalanya.

“Baiklah, kau pakai saja ini dan nanti kita akan berbelanja baju yang sesuai ukuranmu saat ini” saranku kepada Soo. Dia tersenyum lebar dan secepatnya mengangguk.

“Oppa gomawo..!” lanjutnya. Aku sangat bahagia mendengar kata-kata Oppa dari mulutnya, entahlah sangat berbeda jika istrimu memanggilmu Oppa. Berbeda degupan didada dibanding pacarmu yang berkata “Oppa”.

#@butik

“Oppa, othe?” Tanya Soo. Dia bahkan belum memilih satu bajupun saat ini. Dia hanya melihat dan ragu untuk memilih, sepertinya semua wanita memang begini pikirku.

“Soo, kau ambil saja sesukamu, arrasso?” Perintahku.

 “Ne..!” jawab Soo ceria setelah mendengar kata singkat itu dariku.

Aku hanya duduk disamping box bayi Jiwon dan bermain dengan putriku. Beberapa menit kemudian Soo datang dengan membawa 3 baju. Aku kesal.. bagaiman tidak? Setengah jam dia hanya panik karena memikirkan baju yang cocok. Wanita memang merepotkan pikirku. Lalu, aku menarik box Jiwon dan berkeliling dan kembali dengan beberapa baju ditanganku, lalu aku menyuruh Soo membayarnya. Soo memang payah dalam hal memilih, dia selalu plin plan. Akhirnya aku yang memilihkan baju karena aku juga tidak ingin Soo pusing lagi hanya karena kekurangan baju.

Di mobil Soo hanya diam, dia kesal karena menurutnya aku tidak ikhlas menemaninya membeli baju. Aku mencoba menjelaskan dan dia hanya membalas dengan kata-kata yang menurutku sangat childish.

“Aku gemuk karena melahirkan anakmu Oppa” jawabnya ketus. Aku hanya tersenyum dan mengelus kepalanya.

 “Ne, gomawo nae anae…” jawabku tulus. Gomawo melahirkan anakku nyonya Choi terhormat, sindirku dan mengerjainya.

“Cish, kau hanya Appa yang perhatian, tapi tidak masuk kriteria suami romantis tuan Choi!!” balasnya. Aku hanya tertawa keras dan tanpa sadar membangunkan Jiwon yang sedang tertidur di jok belakang.

“Ah, mianhae Jiwon ah.. Appa terlalu senang menggoda Ummamu yang pemarah dan tidak punya jiwa bercanda sedikutpun” sindirku kepada Soo yang sibuk menenangkan Jiwon. Dia hanya melayangkan jitakan mautnya ke kepala ku.

“Aigoo… chagi, kau kejam sekali..” keluhku dia hanya menatapku tajam sambil menyusui Jiwon.

#makan malam keluarga choi

“Kyaaa… Soo mana cucuku?” Tanya Ummaku semangat kepada Soo.

“Ne Umma” lalu Soo menyerahkan Jiwon kepada Umma.

“Kalian makanlah, Appa dan Minho sudah menunggu di ruang makan” Perintah Ummaku.

“Hyung… wae? Kau dan Noona lama sekali, aku bahkan dimarahi Appa karena ingin makan lebih dahulu” Protes adikku yang semakin tampan ini.

“Ne, miane Minho gun, Appa, Umma.. membuat kalian menunggu. Tadi aku menemani Soo membeli baju karena bajunya yang lama sudah tidak muat, dia bertambah gemuk” jawabku jujur yang mendapat tatapan tajam dari mata bulat Soo.

“Ne, gwenchana kalian terlamabat jika alasanya berkaitan dengan Soo. Bagaimanapun suami harus selalu menemani istrinya” jawab Appa.

“Soo, kenapa kau baru membeli baju sekarang? Umma kan mengajakmu ke butik langgananku dan Ummamu besok. Kau tenanglah.. Siwon, ayo berikan kartu kreditmu kepada Soo” Perintah Ummaku.

“Tapi Umma, aku juga punya kartu kredit. Aku akan membeli baju dengan uangku sendiri. Uang Siwon Oppa cukup untuk keperluan rumah tangga dan Jiwon saja” jawab Soo.

“Aniyo.. ayo kau keluarkan!!” Paksa Ummaku, dan akupun mengeluarkannya. Kulihat Umma dan Soo tertawa menang mengerjaiku malam ini.

“Noona, kau memang bertambah gemuk, hehehe..” ejek Minho yang membuat muka Soo merah padam menahan amarah. 

“Ah, Minho ah.. kau diamlah, jika bicara buruk tentang istriku lagi aku akan memukul kepalamu!” jawabku membela Soo.

“Mianhae Noona, Hyung…” jawab bocah ini cengegesan.

“Sooyoung gemuk karena melahirkan anakku, jadi tidak apa-apa” Lanjutku membuat senyum Soo merekah.

“Noona, bagaimana aku dengan Sulli? Apa kau merestui?” Tanya Minho lagi.

Mwo…? kau menyukai bocah itu?” tanya Soo, Minho hanya senyum-senyum malu.

“Baiklah, aku merestui, apa kalian sudah jadian?” Tanya Soo.

“Mmm… ne!” jawab bocah ini sambil nyengir kuda.

“Bahkan dia meminta Appamu berbicara Kepada Appa Aulli dan Soo untuk mengadakan pesta pertunangan mereka..” jawab Umma blak-blakan.

“Ne, aku hanya melakukan permintaan anakku Minho.. anak tersayangku yang sangat manja dan sekarang tumbuh dengan tampan dan gentle ingin melamar yeoja cantik yang merupakan putri sahabatku. Pertunangan akn diadakan bulan depan” jawab Appa panjang lebar. Aku dan Soo hanya mengangguk.

“Lihatlah Minho, Hyung dan Noonamu ini adalah hasil perjodohan Appa  dan Choi Ajhusi” lanjutku.

##

Hari ini aku kembali bekerja di kantor, sebenarnya aku sangat malas karena sudah terlanjur menikmati libur. Tapi walaupun ini perusahaan Appa, aku harus profesional. Tugas laporan sudah menumpuk di mejaku saat ini. Aku sibuk membolak balikan halaman proposal ini, tapi pikiranku tiba-tiba menuju Jiwonku tersayang, hehhee,.. sepertinya aku harus menelfon Soo.

“Yoboseo Oppa..” jawabnya.

“Mmm, Soo. Kau sedang Apa? Jiwon?”.

“Aku? sedang menonton.. wae? Jiwon ? kau rindukah??” tanyanya lagi.

“Ne.. jeongmal… bisakah kau kirimkan foto putri kita?” tanyaku.

“Ne.. wait a minute chagiyaa,,…” jawab Soo mesra yang membuatku melayang.

Drt drt drt.. pesan multimedia itupun masuk dan aku hanya tersenyum melihat wajah tenang putriku ketika tidur.

Sekretarisku masuk dan mengatakan ada Yoona di depan ruanganku. Aku menyuruhnya masuk dan, “Wae? Mau apa?” Tanyaku ketus.

“Oppa… wae? Kenapa kau berubah? kenapa hanya karena wanita itu kau mengirim pengacaramu untuk mengurus kasus kecil ini?”

“Kasus kecil? Kau bahkan hampir membunuh dirimu sendiri demi menjatuhkan nama baik orang lain..” jawabku keras. Tanpa aku sadari, Soo sudah didepan pintu ruanganku dengan mendorong box bayi jiwon.

“Mianhae.. apa aku mengganggu? Aku hanya ingin mengantarkan makan siang untuk Siwon Oppa” ucapnya.

“Aniyaa… masuklah chagi” jawabku yang membuat mata Yoona melotot.

“Anii.. kau bahkan memanggilnya chagi… Choi Siwon.. kau kenapa?” tanya Yoona.

“Ada yang salah? Aku hanya memanggil istriku chagi. Akan sangat salah jika aku memanggilmu yang bukan siapa-siapaku chagi!” Jawabku lagi Sementara Soo hanya diam melihat aku diintrogasi Yoona.

“Sudahlah Im Yoona, kau keluarlah.. aku ingin istirahatku tidak diganggu siapapun, kecuali istri dan anakku!” dengan kesal dan menangis Yoona membanting pintu ruanganku kasar.

“Soo, mianhae..” kataku kepada Soo.

“Mmm.. gwenchana oppa, aku mengerti. Gomawo kau di pihakku saat ini!”

“Tentu saja, aku sudah berjanji untuk hidup denganmu dan Jiwon jadi aku juga harus menjaga hatiku untuk menjalani janjiku” Soo hanya diam dan memelukku, aku kaget tapi hanya membalas pelukanya.

Pelukan kami berakir ketika Jiwon kembali menangis. “Sepertinya Jiwon kan marah jika aku memelukmu Oppa” Kata Soo.

“Hahhaa, Jiwon ah.. kau juga ingin Appa peluk?” Tanyaku sambil menggendong Jiwon dari box bayinya.

“Oppa.. bolehkah aku kembali kuliah?” Tanya Soo tiba-tiba.

“Ne? Lalu Jiwon bagaimana?” Tanyaku Aku akan menitipkannya ke rumah Umma atau Ommonim.

“Baiklah..” jawabku.

“Gomawo Oppa..!” dia reflek mencium bibirku singkat, membuat mataku membulat karena kaget.

“Yaa… kenapa hanya sebentar?” Protesku.

“Aku ingin lebih lama, aku merindukan ciumanmu..”  lanjutku.

“Anio… aku tidak mau oppa..” jawab Soo malu-malu.

“Tapi kau harus berjanji 1 hal padaku..” ucapku.

“Ne. Apa itu oppa?”

“Malam minggu ini kita kencan dan Jiwon dititipkan ke rumah Umma atau Ommonim. Othe?” tanyaku.

“Ne oppa..!” jawab Soo ceria.

#malam minggu

Sooyoung POV

Ini kencan pertamaku. Aku gugup, walaupun aku kencan dengan suamiku sendiri tapi tetap saja aku kurang percaya diri malam ini.

Saat ini aku dan Siwon Oppa sedang dalam perjalanan mengantar Jiwon ke rumah Ummaku, sebenarnya aku dan Siwon Oppa sama-sama tidak tega meninggalkan Jiwon, tapi kami juga ingin berkencan. Mengingat aku dan Siwon Oppa dijodohkan jadi kami tidak pernah kencan.

Saat ini aku dan Siwon Oppa sedang makan malam romantis dengan lilin dan alunan musik yang romantis. Setiap orang yang berjalan maka akan mebicarakan kami.

“Pasangan muda yang cocok”

“Berapa tinggi mereka?”

“Waaah.. serasi sekali” Aku dan Siwon Oppa hanya menanggapi dengan senyum.

Saat ini aku dan Siwon Oppa berjalan bergandengan tangan menuju Namsan tower, layaknya anak kuliahan yang sedang kencan. Lalu ketika menulis pesan yang dituliskan di gembok di puncak Namsan tower, ternyata di sebelahku ada seorang Ahjuma dan Ahjusi yang sepertinya pasangan suami istri.

“kalian pasangan?” Tanya Ahjuma itu.

“Ne.. dia yeojaku” jawab Siwon Oppa.

“Ne Ahjuma, dia kekasihku” jawabku yang mendapat tatapan tajam dari Siwon Oppa.

“Kalian sangat cocok, segeralah menikah. Aku melihat banyak kesamaan dari fisik kalian”

“Ah, gomawo Ahjuma.. tapi aku kan berpikr lagi untuk menikah dengan pria ini” jawabku dengan nada lemah. Kena kau Choi Siwon, kulihat Siwon Oppa hanya diam sambil terus menatapku.

“Ahjuma, kami pamit..”  izinku ketika Siwon Oppa menarik tanganku.

@mobil, perjalanan pulang

“Wae? kenapa kita pulang begitu cepat Oppa? padahal aku masih ingin jalan-jalan?” Tanyaku.

“Mmmm.. aku tidak mood” jawab Siwon Oppa, wajahnya benar-benar kesal.

“Kau kenapa?” Tanyaku polos.

“Kau tanya kenapa? Apa kau tidak ingat?” Aku hanya menggeleng lemah, aku kaget dia kembali membentakku.

“Mianhae.. sudahlah Soo, lebih baik kita jemput Jiwon” katanya mengalihkan pembicaraan.

“Kau kenapa?” Teriakku.

“Kau yang kenapa? Apa-apaan kau mengakui suamimu sebagai pacarmu, ingat Choi Sooyoung, aku suamimu.. bukan pacarmu. Dan kenapa kau berpikir lagi untuk menikah denganku? Wae…”

“Ah, ternyata karena ini.. dasar Siwon ppabo” Batinku.

“Oppa, kau sangat lucu” ucapku.

“Ne, ini lucu. Tertawalah Choi Sooyoung. Baiklah, aku akan  menjawab dengan serius, aku mengakui kau sebagai kekasihku karena kita sedang berkencan dan agar membuat suasana memang seperti berkencan maka kita harus seperti sepasang kekasih agar lebih romantis. Jika seperti suami istri maka akan diartikan sebagai jalan-jalan keluarga. Kau tahu? Lalu aku berpikir menikah denganmu karena kau sudah menjadi suamiku, kita sudah menikah.. jadi buat apa kita menikah 2 kali. 2 kali membuat janji antara kau dan aku sama saja dengan buang waktu, jadi aku berpikir tentang hal itu. Lagipula kita sudah punya anak, buat apa menikah lagi, seperti pengantin baru saja.. akan sangat aneh jika malam pertama dipenuhi tangisan Jiwon yang selalu menagis ketika kita bermesraan” Lanjutku panjang lebar.

Kulihat Siwon Oppa hanya menganga mendengar jawabanku.

“Wae? kenapa pasang muka seperti itu? Kau masih marah?? Sudahlah, aku ingin menjemput Jiwon.. jika kau marah, aku naik taxi saja”

Ketika akan membuka pintu mobil, Siwon Oppa menarik tanganku.

“Gomawo Sooyoung ah.. mianhae, aku marah hanya karena status suami atau pacar yang sepele”

“Ne.. kau memang ppabo tuan Choi. Aku hanya memikirkan bagaimana nasib anakku, jika otak pintarku terkontaminasi otak ppabo mu, lalu otak Jiwon spt apa?” Siwon oppa hanya tertawa ringan.

“Aku bodoh, tapi Sooyoung yang pintar ini malah tergila-gila padaku” Secara tiba-tiba Siwon Oppa mencium bibirku dan kami berciuman di dalam mobil di malam yang indah ini.

 

 

29 thoughts on “[After Story] Mr & Mrs Choi

  1. Siwon oppa tmbah romantis zaa,,
    Kasian Yoona, ☂άρĩ gapapa dy jahat gto,,

    D tunggu FF SooWon lain.y
    Author S̤̥̈̊є̲̣̥є̲̣̣̣̥♍ªªªηGªª†̥ (งˆ▽ˆ)ง (ง’̀⌣’́)ง

  2. Awalnya soo dingin sm siwon tp akhirnya malah kayak gitu
    kenapa harus ada yoona coba ganggu aja untung aja siwon ngusir yoona
    Jinwon manja banget sih sm siwon sampai buat soo cemberut

    Ditunggu ff eonni ya lain ^^

  3. Wow.. Ceritanya bangus, Keren”…
    Puas banget baca FF ini, gaya bahasa simple, mudah d mengerti, mski ada beberapa typo, yah kan namanya manusia. Wkwkwk.

    Jalan ceritanya juga simple, tapi bikin penasaran😀.

  4. Hyaaaaaaaa………!!!! Tambah romantis aja nih (´⌣`ʃƪ)♡ Jiwon, lucu sekali umma dan appa’mu. Wkwk😀
    Suka-suka-sukaaa!!! Keren thor!!! Ditunggu lanjutannya ya (•ˆ⌣ˆ•)

  5. Aku rada’ bingung waktu Soo jelasin tentang kekasih itu thor… Ga’ ada tanda kutipnya…

    But over all daebaak !

    Aku lanjut yaa.. Hwaiting thor !!

  6. keren lanjutan ceritanya. siwon jd appa dan suami yg baik;)
    ahh so sweet bgt bs kencan sama suami sendiri >,<
    di tunggu next story nya yaa….

Leave a Reply (Comment yah)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s