We Are At The Same Social Level Part 1

strak

Cast :

  • Choi Sooyoung
  • Choi Siwon
  • Choi Minho
  • Tiffany Hwang
  • Jessica Jung
  • Lee Donghae
  • Kwon Yuri

Author :   ‘Vira’

Author pov

Seorang gadis yang bernama Choi Sooyoung adalah anak dari pengusaha ternama Korea Choi Jungnam dan Moon Sohee. Sooyoung adalah anak pertama dan magnae dari keluarga ini adalah Choi Minho. Sooyoung dan Minho hidup akur dan bahagia sebagai Noona dan Namdongsaeng. Sooyoung tumbuh menjadi gadis ceria, pintar, tinggi, dan cantik. Minho layaknya pangeran di negeri dongeng. Berparas rupawan, tubuh tinggi, fisik atletis, dan berbakat di bidang olahraga.

Sooyoung dan Minho sangat berbeda, Minho lebih cendrung manja dikarenakan dia anak terkecil dan Sooyoung lebih mandiri. Kemandirian Sooyoung ini muncul sejak dia smp, karena orang tua mereka yang merupakan seorang pemilik perusahaan yang cabangnya tidak hanya di Korea dan sering melakukan perjalanan bisnis keluar Negeri.

Walaupun di rumah megah bak istana ini banyak pelayan yang siap menyediakan apapun untuk mereka, Sooyoung tetap berusaha memprioritaskan kemandiriannya, terlebih menghadapi Minho yang egois dan manja. Dia sadar Minho memang kurang mendapatkan perhatian dari Orangtua mereka, jadi Sooyoung berusaha memberi perhatian dan kasih sayang kepada Minho untuk menggantikan orang tuanya yang sibuk.

Minho dan Sooyoung juga saling terbuka, jika bersama Sooyoung, Minho akan lebih ceria dan itu berbeda dengan sikap Minho disekolahnya yang cendrung pendiam dan tergolong sombong. Minho hanya akan bergaul dengan anak-anak yang kelas ekonominya sama dengannya. Berbeda dengan Sooyoung yang lebih easy going dan berteman dengan siapapun.

Saat ini Sooyoung akan melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi dan Minho masih kelas 3 SMA. Sooyoung mendapatkan beasiswa di universitas yang dia inginkan. Walaupun orang tuanya mampu dan tergolong sangat mampu, Sooyoung tetap berusaha lulus ujian dengan nilai terbaik agar tidak mengecewakan orangtuanya. Dia mendapatkan beasiswa di jurusan bisnis internasional. Sooyoung memang menyukai jurusan ini karena dia sadar, orang tuanya mempuyai latar belakang bisnis, jadi dia juga harus mempunyai latar belakang itu, seperti yang disarankan Appa dan Ummanya.

Kampus Sooyoung adalah kampus elite yang mahasiswa nya sebagian besar adalah anak orang kaya dan berlatar belakang sama dengan Sooyoung. Tapi di kampus ini terdapat juga mahasiswa yang mendapatkan beasiswa dan umumnya tidak berpengaruh, karena kampus ini benar-benar memperhatikan status sosial dan ekonomi dalam berteman.

Sooyoung pov

                Hari ini adalah hari pertama aku di Universitas. Aku sangat antusias dengan dunia kampus dan perkuliahan. Pergi ke kampus dengan baju bebas dan datang ke kampus berdasarkan jadwal kuliah. Sangat berbeda dengan masa sekolahan. Aku berangkat dengan menggunakan bus.

Aku terbiasa berangkat sekolah dengan bus karena sangat mengasikan, di dalam bus menuju sekolah dulu aku mendapatkan banyak teman yang tidak hanya berteman karena uang. Salah satunya adalah Yuri. Dia anak yang lucu dan sangat baik. Dia sangat tulus berteman denganku. Aku benar-benar beruntung mendapat teman seperti Yuri. Kami saling menyanyangi seperti saudara. Yuri tidak tahu keadaan ekonomiku, kami hanya berteman berdasarkan rasa kecocokan yaitu sama-sama gokil dan suka tertawa walaupun hanya hal kecil yang lucu. Selera humor kami sama. Dulunya aku tidak dekat dengan teman sekolahku, karena bagiku mereka hanya bisa menghabiskan uang orangtuanya, manja, dan sangat sombong. Aku dan Yuri sama-sama mendapat beasiswa dan beruntungnya kami satu kelas.

Saat dibus pagi ini.

“Sooyoung ah, aku sangat senang karena mendapatkan beasiswa ini. Aku bisa kuliah tanpa menyusahkan orang tuaku. Kau kan tahu sendiri, aku hanya anak pemilik supermarket pinggir kota” Kata Yuri mengawali perbincangan kami.

“Ne Yul… Aku juga bahagia, aku tidak menyusahkan orangtuaku. Kau memang anak pemilik supermarket pinggir kota, tapi supermarket orang tuamu yang terbesar di daerahmu” Lanjutku sambil tertawa bersama Yuri.

Saat tiba di kampus, aku dan Yuri hanya menganga mengagumi kampus besar ini. Kami takjub dengan gedung kampus yang ramai. Berbeda dengan SMA. Lalu kami dikumpulkan di aula kampus berdasarkan jurusan masing-masing. Ini pengumuman tentang masa ospek dan pendekatan Sunbae dan Hoobae.

Lalu munculah Leeteuk, sang ketua hima jurusan kami “Bisnis Internasional”. Dia menjelaskan semua peraturan dan tata cara pengenalan ini. Kami harus menyapa Sunbae dengan ramah. Di jurusanku juga ada sekelompok gadis-gadis kaya yang centil, cantik, dan stylish. Yang paling mencolok diatara mereka adalah Jessica dan Tiffany.

Saat masuk kelas, aku bercanda sambil tertawa dengan Yuri, lalu..

“Yaa!!! Suara kalian terlalu berisik” Kata Jessica dengan nada sinis.

“Ne, mianhae” Jawab Yuri.

Aku hanya diam menahan rasa kesalku terhadap gadis sok kaya ini. Ingin rasanya aku mencakar wajah dengan bedak tebal itu.

“Kalian mahasiswa beasiswa kan?” Tanya Tiffany.

“Ne” jawabku sekenanya.

“Ow ow ow… akhirnya, kelas ini juga terkontaminasi orang miskin” Lanjut Tiffany dengan aksen Amerika.

“Thats right sist” balas Jessica juga dengan aksen aAmerikanya.

“Aish… kalian si miskin yang menyebalkan” Kata Jessica lagi.

Aku melihat Yuri yang hanya diam dan menunduk, aku tetap diam di kursiku karena tidak ingin mencari masalah di hari pertama ini. Aku tidak mau merusak moodku jika hanya berurusan dengan dua gadis manja ini.

@canteen

Aku dan Yuri makan di meja bulat di tengah kantin ini. Kami makan dengan lahap sambil tertawa renyah. Lalu, Jessica dan Tiffany juga masuk ke kantin ini, dan.. Saat tiba di meja ku dan yuri.

“Kalian pindahlah, aku dan Tiffany ingin duduk disini. Kalian tidak pantas di tengah kerumunan kalangan kaya seperti ini” Kata Jessica sambil mengibaskan tangannya.

“Ne.. go away..!!” kata Tiffany.

Kulihat Yuri mengambil piringnya dan akan beranjak.

“Ani… Yul, kau tetap duduk..!” perintahku. Lalu Yuri dengan ragu kembali duduk.

“Di sana masih banyak meja kosong” Kataku menantang Tiffany dan Jessica.

“Kau..!!!” tunjuk Tiffany tepat dimukaku.

Mereka akan menyiramku dengan jus, tapi aku menampik tangan mereka dan gelas itu jatuh kelantai. Aku sunnguh muak dan tidak tahan dengan gaya sombong mereka.

Lalu masuklah dua pria tampan ke kantin ini. Sunbae favorit di kampus ini. Berwajah ganteng dan berkantong tebal. Mereka adalah Siwon dan Donghae. Kulihat Yuri melihat mereka dengan kagum sedangkan Jessica & Tiffany langsung berlari centil ke arah 2 cowok tadi. Lalu mereka duduk bersama di meja terbesar, aku rasa itu adalah meja utama.

“Soo, mereka sangat tampan. Kau sadar itu?” Tanya Yuri.

“Ne? Apa kau gila? Namdongsaengku lebih ganteng” Kataku sebal.

“Kau punya dongsaeng?” Tanya Yuri.

“Ne…” Jawabku sambil menyesap lemon tea ku.

“Waah.. Siwon Sunbae itu yang paling tampan dan paling kaya di antara mereka. Dia adalah anak pertama Hyundai group yang bekerjasama dengan Choi group. Kau tau itu?” Tanya Yuri lagi.

“Ne?” Aku hampir tersedak makanan saat mendengar Choi group ‘perusahaan Appaku’.

Siwon sunbae juga pewaris utama Hyundai group. Yeodongsaengnya adalah Choi Sulli, sekarang masih SMA. Dia cantik dan memiliki body seperti model. Lalu Donghae sunbae, dia anak pemilik Star Group, perusahaan entertainment yang melahirkan banyak artis ternama. Jessica adalah anak pertama Jung group dan adikknya Kristal. Tiffany adalah anak tunggal dan Appanya pengusahan china yang beristrikan orang korea “Hwang Group”. Lanjut Yuri panjang lebar.

Aku menganga lebar, “Ternyata Yuri sangat cepat mendapat informasi” Batinku.

“Aku mengetahui semua Group ternama di Korea, kecuali Choi Group. Mereka sangat tertutup, yang aku tahu Group terbesar di Korea adalah Choi Group dan Hyundai Group. Mereka di level yang sama jika dilihat dari income dan jumlah cabangnya” Lanjut Yuri yang sukses membuat aku shock.

“Syukurlah Choi Group tertutup. Memang, perusahaan Appaku sangat tertutup dan orang luar akan susah mendapatkan informasi tentang Choi Family” Batinku.

“Kau tahu? Tadi aku mendengar dari anak-anak kelas kita, ternyata Tiffany menyukai Siwon Sunbae dan Jessica adalah pacar Donghae Sunbae” Kata Yuri antusias.

Lalu kami mendengar Tiffany dan Jessica berbicara dengan 2 pria tadi.

“Oppa.. kenapa kau terlihat tidak bersemangat?” Tanya Tiffany sambil memegang tangan Siwon. Lalu siwon menepis tangan Tiffany.

“Bukan urusanmu!” Jawab Siwon dingin. “Dia sekilas seperti Minho” Batinku.

Dan Tiffany membisikkan sesuatu kepada Siwon. Sedangkan Jessica dan Donghae bermesraan.

Lalu, mereka berjalan menuju arah kami. Dan..

“Jadi mereka ini mahasiswa beasiswa?” Tanya Siwon cuek.

“Ne.. mereka” Jawab Tiffany sambil memegang tangan Siwon.

“Kalian terlihat sangat kucel dan kotor” Kata Siwon lalu langsung berbalik dan keluar kantin.

“Andwe.. !” aku menahan amarahku mati-matian, baru kali ini aku dilecehkan.

Sooyoung pov end.

Siwon pov

                Aku adalah Choi Siwon, pewaris utama Hyundai Group. Aku memiliki Yeodongsaeng, Sulli. Kami sangat akrab dan aku sangat menyanyangi adik cantikku itu. Aku tergolong sangat cuek dan sombong kepada gadis. Karena bagiku, bagaimanpun aku dekat dan menyukai seorang gadis maka itu akan sia-sia. Aku pasti akan dijodohkan orang tuaku, itu ukuran pasti bagi keluarga yang berlatar belakang bisnis. Pernikahan pun akan berlatar belakang bisnis. Saat ini aku semester 3 di jurusan Bisnis Internasional. Aku dekat hanya dengan Donghae di kampus. Aku memang menjaga jarak untuk pergaulan, karena aku tidak suka dengan orang miskin. Lalu, saat kami menuju kantin, datanglah Jessica dan Tiffany. Kami makan di meja yang sama, lalu..

“Oppa, kenapa kau terlihat tidak bersemangat?” Tanya Tiffany sambil memegang tanganku dan aku menepis tangan Tiffany.

“Bukan urusanmu!” Jawabku dingin.

Dan Tiffany membisikkan sesuatu padaku, “Oppa, kau tahu? di jurusan kita ada mahasiswa miskin yang menerima beasiswa” kata Tiffany.

“Benarkah?  Siapa?” Tanyaku, dan Tiffany menunjuk meja tempat 2 orang gadis makan.

Lalu, kami berjalan menuju arah dua gadis itu.

“Jadi mereka ini mahasiswa beasiswa?” Tanyaku cuek.

“Ne.. mereka” Jawab Tiffany sambil memegang tanganku.

“Kalian terlihat sangat kucel dan kotor” Kataku lalu langsung berbalik dan keluar kantin.

Aku hanya kurang suka dengan orang biasa, karena bagiku mereka no manner dan banmal.

Siwon pov end.

Sooyoung pov

                Beginilah kehidupanku di kampus, aku selalu menahan amarah dan dilecehkan. tapi ini adalah resikoku menutupi identitasku. Saat ini aku sudah semester 2 dan Minho sibuk menyiapkan kelulusannya. Dia juga akan masuk di jurusan yang sama denganku. Minho tahu aku menyembunyikan identitasku, dan aku selalu menceritakan semua hinaan padaku di kampus. Kami sangat dekat dan tidak ada yang ditutupi, Minho selalu tertawa mendengar penderitaanku di kampus.

“Noona, aku ingin masuk jurusan ini karena hanya ingin melihat seberapa sabar kau dihina” Katanya sambil tertawa.

“Ne…” Kau masuklah, tapi ingat, kita tidak saling kenal. Kataku sambil memukul kepalanya pelan.

“Tentu saja, aku tidak akan berangkat dengan bus seperti Noona” Balasnya.

“Terserah kau” Kataku sambil beranjak ke kamar.

Pagi ini aku menunggu Yuri di gerbang kampus, aku ingin mengajaknya kepustakaan mencari tugas kelompok kami. Dan Yuri pun datang tergesa-gesa.

“Soo, mianhae. Aku terlambat bangun. ini, aku membawakanmu jus jeruk sebagai permintaan maafku” Kata Yuri.

“Ne, tidak apa-apa, ayo” Kataku sambil menggandeng tangan Yuri dan meminum jusku.

Aku dan Yuri bercanda dan main kejar-kejaran di koridor kampus, lalu aku menabrak seseorang, dan ternyata.. orang itu adalah Choi siwon dan Tiffany Hwang.

Aku hanya diam melihat mereka.

“Yaa… kau tidak melihat jalan?” Teriak Tiffany.

“Oh, mianhae” Kataku sambil menunduk.

“Apa-apaan kau? Kau lihatlah.. bajuku kotor karena jus busukmu” Kata Siwon dengan tatapan tajam menghinaku.

“Mwo? Aku tidak sengaja” Teriakku emosi.

“Kau harus mencuci bajuku ini!!” kata Siwon sambil membuka kemejanya dan hanya tertinggal baju kaosnya saja yang ia gunakan. Lalu ia melempar baju itu ke wajahku.

Aku ingin meneriakinya, tapi Yuri sudah menahan tanganku.

“Soo, sudahlah.. katanya bergetar” sepertinya dia ketakutan.

Besoknya, Saat aku mengembalikan kemeja Siwon.

“Apa detergenmu untuk mencuci ini tidak akan membuat kulitku alergi?” Katanya.

“Mwo? Kau terima saja, bukankah kau memintaku mencucinya, dan noda itu telah hilang” Kataku.

“Kau ambil saja, aku masih punya banyak kemeja bermerk lainnya, aku tidak sudi memakai pakaian bekas cucian tanganmu” Kata Siwon lagi.

Aku kesal dan meninggalkan baju itu di atas meja kafe tempat Siwon makan tadi.

Aku mendengar Siwon, Tiffany, Jessica, dan Donghae tertawa saat aku keluar dari kantin.

Beginilah aku di kampus, dihina dan hanya mempunyai space kecil untuk bernafas di kampus ini. Terlebih Tiffany dan Jessica yang selalu mempermalukan aku dan Yuri.

Beberapa bulan kemudian, aku sudah semester 3 dan Minho pun masuk kuliah saat ini. Tentunya di kampus dan jurusan yang sama denganku.

“Noona, apa kau yakin tidak berangkat denganku?” Tanya Minho pagi ini.

“Gwenchana, aku dengan bus saja, lagipula aku sudah berjanji dengan Yuri untuk berangkat bersama” Kataku sambil mengunyah sarapanku.

“Minho ah, anyeong.. Noona duluan” Kataku sambil melambaikan tangan.

Sooyoung pov end.

Minho pov

Noonaku, Choi Sooyoung. Inilah yang membuat aku sangat bangga padanya, dia begitu rendah hati dan juga sangat menyanyangiku. Aku masuk jurusan ini karena ingin melindunginya, menurut cerita Noonaku yang lugu itu, dia sering dilecehkan karena status sosial. Ini hal yang aneh, dia kesal karena dianggap miskin tapi dia juga bertahan dengan permainan konyol menutupi status ini. Aku hanya ingin melindungi Noonaku. Walaupun secara diam-diam, karena aku tahu pasti, dia akan mengamuk padaku jika aku membocorkan statusnya sebagai keturunan Choi Group di kampusnya.

Minho pov end.

Author pov

Hari pertama Minho kuliah, dia mendapat respon sangat bagus, karena dia adalah putra Choi Group. Banyak yang memuja ketampanannya. Ditambah dia ke kampus dengan mobil keluaran terkini yang hanya dia dan Siwon yang menggunakan mobil jenis ini di sini.

Saat keluar dari mobil, banyak pasang mata yang melihat dan ada beberapa gadis yang berteriak melihat putra Choi Group yang biasanya tertutup dari media ini secara langsung. Ini mengingatkan saat 2 tahun yang lalu, saat Siwon pertama datang ke kampus ini. Tidak jauh berbeda dua Choi tampan ini. Sama-sama tinggi, tampan, dan pastinya kaya.

Setelah Minho masuk ke kampus dan meninggalkan parkiran, maka datanglah mobil yang sama dan parkir disamping mobil Minho. Itu adalah mobil Siwon.

“Siwon ah, mobil ini mobil pertama yang sama denganmu di kampus ini. Tidak biasanya.! Ada orang yang mampu mengalahkanmu. Mobil ini mobil keluaran terbaru, sama persis dengan mobilmu. Hanya warnanya saja yang berbeda. Kau silver dan dia hitam. Siapa pemiliknya? Aku penasaran, siapa yang bisa mengalahkan uri Siwonie..” kata Donghae panjang lebar.

“Molla.. Aku tidak peduli siapa orangnya!!” Jawab Siwon cuek.

Lalu, datanglah Jessica dan Tiffany.

“Oppadeul, kalian tahu? Ini mobil anak Choi Group. Putra Choi Group yang tidak pernah terekspos media” Kata Tiffany.

“Dia juga bermarga Choi, sama seperti Siwon Oppa. Namanya Choi Minho” Lanjut Jessica.

Siwon hanya diam, seolah tak peduli dengan perbincangan ini.

Sementara Sooyoung hanya melihat Minho dari kejauhan dan geleng-geleng kepala melihat Namdongsaengnya yang menjadi pusat perhatian kampus pagi ini.

Saat di kantin…

Seperti biasa, Sooyoung dan Yuri duduk di meja tengah dan makan sambil bercanda.

Siwon, Donghae, Jessica, dan Tiffany duduk di meja utama yang besar dekat jendela.

Lalu, Minho masuk dengan tampang dinginya. Beginilah Choi Minho, cuek dan tidak peduli sekitar, berbeda dengan Sooyoung.

Minho duduk di meja samping meja Sooyoung dan Yuri. Sooyoung hanya memandang Minho sekilas dan mengiriminya pesan.

“Ingat!! Kau tidak kenal denganku!” pesan singkat itu dikirim Sooyoung dan Minho hanya tersenyum membaca pesan noonanya tersebut.

Lalu, datanglah Leeteuk dan Yesung dan membacakan pengumuman tentang lomba basket antar jurusan di kampus ini.

“Perhatian…. minggu depan akan ada pertandingan basket antar jurusan dan kalian semua pasti sudah tahu, jurusan kita adalah pemenang di tiap tahunnya dalam cabang ini. Untuk itu, aku akan mengumumkan para pemain dan cheerleaders untuk tahun ini. Ini adalah orang yang aku pilih, jika kalian tertarik silahkan ikut dan jika kalian keberatan dan ingin protes, setelah aku selesai” Kata Leeteuk.

“Pemain inti dalam cabang basket ini masih sama setiap tahunnya, yaitu Donghae, Eunhyuk, Sungmin, Jonghyun, Taemin, dan Nichkun. Lalu, untuk cheerleadersnya adalah Sooyoung, Yuri, Jessica, Tiffany, dan Victoria” Kata Yesung.

“Dan untuk kapten basket, aku mempunyai dua kandidat.. yaitu Choi Siwon dan Choi Minho. Kalian bertandinglah..dan yang menang akan menjadi kapten basket tahun ini” Kata Leeteuk.

“Yaa… apa-apaan ini? Aku tidak sudi jika dua gadis miskin ini masuk cheerleaders” Sanggah Jessica.

“Ne, mereka tidak pantas. Jika mereka ikut, aku mundur” Lanjut Tiffany.

Sooyoung dan Yuri hanya diam, dan Minho yang mulai tidak tahan noonanya dilecehkan seperti itu langsung berdiri.

“Baiklah, aku terima tantangan ini. Aku akan bertanding dengan Choi Siwon tapi bukan untuk menjadi kapten basket” tantangnya.

“Lalu?” Tanya Leeteuk dan Yesung.

“Jika aku menang dari Choi Siwon, maka Sooyoung Sunbae akan tetap menjadi team cheerleaders. Jika kalian keberatan, Minho menunjuk Jessica dan Tiffany, kalian akan berhadapan denganku. Kalian harus setuju, apapun itu perkataanku. Karena ini aturan jika aku menang” Kata Minho yang mendapat tatapan melotot dari sooyoung.

Jessica dan tiffany hanya diam karena mereka tahu, akan sangat bermasalah jika berhubungan dengan Choi Group.

“Baiklah, aku terima tantanganmu Choi Minho ssi pewaris Choi yang sangat tidak tahu manner” Lanjut Siwon. Minho hanya tersenyum tipis.

“Kau memanggil si gadis miskin itu Sunbae dan memanggilku Choi Siwon. Berani sekali kau…!” kata Siwon sambil menatap Minho tajam.

“Sudahlah.. aku tunggu kau di lapangan sore ini” Kata Minho sambil tersenyum kearah Sooyoung yang masih shock.

Sore @lapangan basket

Sooyoung menelfon Minho sebelum bertanding dengan Siwon.

“Minho ah.. kau kenapa seperti itu? Bukankah kita tidak saling kenal jika di kampus” Kata Sooyoung kesal.

“Ne noona, kau tenang saja. Aku akan tutup mulut tentang kau adalah noonaku. Sekarang kau harus mendukungku agar aku menang dari Choi Siwon yang sombong itu” lanjut Minho.

“Kau sama saja dengannya. Yang aku tahu kau dan dia sama-sama dingin dan sombong, buktinya selera mobilmu sama dengan Siwon. Kalian sama-sama bermarga Choi. Maka sifat kalian akan sama saja, tidak mau kalah” Kata Sooyoung membalas Minho.

“Ne? Dan ingatlah Noona, kau juga Choi. Noonaku, Choi Sooyoung. Maka kau, aku, dan Siwon akan sama saja” Kata Minho sengit.

“Aku berbeda.!” kata Sooyoung tak mau kalah.

“Ne? Apa aku tidak salah dengar?? Aku melakukan ini untukmu Noona” Kata Minho frustasi.

“Aku tidak memintamu untuk membelaku… Minhoku sayang” Kata Sooyung lagi.

“Sudahlah, noona hanya perlu berdiri dipinggir lapangan dan mendukungku seperti biasa” Kata Minho dan menutup telefon.

Pertandingan dimulai, sangat sengit karena Siwon dan Minho sama-sama ahli dalam bidang ini. Dan skor terakir adalah 20-21. Pemenangnya adalah Minho.

“Baiklah, aku menang. Sooyoung Sunbae harus menjadi leader team cheers” Kata Minho.

Jessica dan Tiffany hanya diam dan marah dalam hati.

“Siwon sunbae.. mianhae telah banmal kepadamu” Kata Minho sopan sambil membungkuk kepada Siwon.

“Ne.. gwenchana.. Kau panggil aku hyung saja” Kata Siwon.

“Aku akan tetap jadi team basket, tapi aku ingin Siwon hyung yang menjadi kaptennya, Bagaimana?” Tanya Minho lagi.

Siwon hanya menganggguk dan menyambut tangan Minho untuk high five.

Tiffany pov

“Apa-apaan ini? Aku hanya sudi jika kau yang menjadi leadernya” Kataku kepada Jessica.

“Ne.. tapi bagaimana lagi, ini keputusan putra Choi Group dan Hyundai Gruop. Siapa yang berani melawan akan bermasalah” Kata Jessica.

“Tiffany, kau tahu? Perusahaan Siwon dan Minho sama dalam level income, maka akan sangat sulit melawan orang-orang seperti mereka” Lanjut Jessica.

“Apa Choi group begitu berpengaruh?” Tanyaku.

“Ne. Perusahaan itu bekerja sama dengan Hyundai milik Appa siwon Oppa” Kata Jessica lagi.

Aku hanya diam dan berpikir cara untuk membuat gadis miskin itu keluar dari team cheers.

“Kenapa Minho membelanya?” Tanya Jessica heran.

“Ne, aku juga tidak tahu, Minho hanya belum tahu siapa gadis miskin itu” Kataku.

“Apa perlu kita menceritakan tentang ekonominya kepada Minho seperti pada Siwon Oppa saat itu? Tanya Jessica.

“Ne. Aku rasa perlu, Minho dan Siwon Oppa sama jika dilihat dari sifat dinginnya. Pasti dia akan jijik dengan gadis miskin itu jika kita katakan betapa kotornya dia” Kataku sambil tertawa bersama Tessica.

Tiffany pov end.

Author pov

Saat dirumah Minho dan Sooyoung.

“Yaa…. Minho ah, apa-apaan kau?” Kata Sooyoung marah.

“Noona, aku hanya tidak tahan jika kau dilecehkan” jawab Minho.

“Tapi…” kata Sooyoung dan terputus oleh omongan Minho.

“Aku tetap menjaga janjiku merahasiakan statusmu noona” Kata minho yang membuat Sooyoung hanya diam.

Besoknya.. di lapangan basket, Siwon dan Minho sudah sangat akrab. Mereka seperti bersaudara jika dilihat dari fisik dan penampilan.

“Hyung, aku beruntung mengenalmu” Kata Minho.

“Ne? Aku juga..” kata Siwon sambil tersenyum.

“Kau tahu? Aku sangat ingin memiliki seorang hyung agar bisa bertanding olahraga denganku, tapi itu tidak mungkin karena aku hanya memiliki noona” Lanjut Minho.

“Kau mempunyai noona? Aku mempunyai yeodongsaeng” Kata Siwon antusias.

“Ne, aku tahu. Sulli, dia adalah Hoobaeku di SMA dulu” Kata Minho.

“Baiklah, ayo ke kantin.. aku lapar” Kata Siwon.

“Ooh, ne..” Siwon dan Minho pun berjalan kearah kantin.

Saat dikantin, ternyata Donghae sudah bersama Jessica, seperti biasa.. Donghae akan meninggalkan sahabatnya “Siwon” jika ada Jessica.

“Waah.. Donghae hyung, kau ternyata tidak latihan basket karena Yeojamu?” Tanya Minho lugu.

“Ne, Minho ah.. Siwon ah.. kalian pesanlah” Kata Donghae sambil memanggil pelayan kantin.

Saat makan, lalu datanglah Sooyoung dan Yuri. Mereka seperti mencari meja kosong, tapi sayang… siaing kantin ini penuh.

“Sunbae.. duduk disini saja!” Kata Minho sambil mengibaskan tangannya kearah Sooyoung dan Yuri.

Sooyoung hanya mengangguk dan terlihat ragu.

“Yaa…. Minho ah, apa-apaan kau?” Tanya Jessica dengan wajah tidak suka.

“Kau mau apa? Kalau kau tidak suka silahkan pergi” Kata Minho dingin.

“Mwo??” Teriak Jessica.

“Chagi,.. sudahlah..” kata Donghae melerai Jessica yang akan melawan Minho.

Saat makan, Sooyoung dan Yuri hanya makan dengan diam, sementara Siwon, Donghae, dan Minho makan sambil bercerita mobil dan gadget keluaran terbaru.

Datanglah Tiffany..

“Yaaa.. kau minggirlah miskin” Kata Tiffany sambil mendorong Sooyoung.

Saat sooyoung akan pindah. Tiba-tiba..

“Tidak, Sunbae disitu saja” Kata Minho sambil terus mengunyah steaknya.

Tiffany hanya duduk di kursi kosong samping Jessica sambil mendengus kesal.

Sooyoung memandang Minho tajam dan Minho hanya tersenyum kepada noona tersayangnya itu.

“Aku sudah selesai” Kata Sooyoung dan hanya dibalas anggukan oleh Minho.

“Aku pamit” Kata Sooyoung.

“Ne. Hati-hati Sunbae” Kata Minho sambil tersenyum dan melambaikan tangannya.

Saat Sooyoung dan Yuri sudah keluar dari kantin.

Dan Tiffany memulai misinya.

“Minho ah, kau tahu? Mereka miskin dan kita tidak pantas bergaul dengan mereka” Kata Tiffany.

“Kau diamlah jika sedang makan” Kata Siwon dingin.

“Oppa, kau juga terpengaruh Minho?” Tanya Jessica kepada Siwon.

“Aku tidak terpengaruh, hanya aku terganggu dengan suara kalian” Kata Siwon.

Minho hanya geleng-geleng kepala melihat Tiffany dan Jessica.

“Mereka hanya belum tahu seberapa kejam Sooyoung noona jika mengamuk dan kita lihat saja seberapa tahan Sooyoung noona diperlakukan seperti itu” Batin Minho.

~tbc~~~~ ^_^

 

27 thoughts on “We Are At The Same Social Level Part 1

  1. Kereenn bnget thorr…..
    Next part please jngan lma2… Gag sbar lhat soo unnie ngamuk…
    N gmne respon’a JeTi low tw noonanya minho itu sooyoung…
    Kyaa.. Next chap please jngan lma2….

  2. Gomawo admin.. Hehee, makasih udh mw publish ff abal_abal ini dek.
    Gomawo juga buat readers yg udh mw baca,. Mianhae kalo ff ny aneh.. Mklum.. Author pemula.. Hhahaa

  3. daebak..thor…:D
    q..ska…bnget..ma…alur’a…
    jadi..tmbah..pnsran..euyy..:D
    lanjut…thor…
    😀

    NB:maaf..ya..thor..kbnyakan..titik2…soal’a..spasi’a…lagi..gk..bsa…
    hehehehe…:)

  4. ff nya menarik banget nie…. bikin penasaran baca next chapnya…..
    q salut banget ma sosok sooyoung….. kaya, pinter, mandiri….🙂

Leave a Reply (Comment yah)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s