We Are At The Same Social Level Part 2

strak

Cast :

  • Choi Sooyoung
  • Choi Siwon
  • Choi Minho
  • Tiffany Hwang
  • Jessica Jung
  • Lee Donghae
  • Kwon Yuri
  • Choi Sulli

Author :   ‘Vira’

Siwon pov

Saat ini aku sudah semester 5. Dan aku sibuk mempersiapkan kegiatan magangku. Aku akan magang di perusahaan Appaku. Tapi sesuai aturan jurusan, kami sebelum magang akan dipasangkan dengan Hoobae untuk mendata kegiatan akhir semester. Setelah magang kami akan membuat laporan dan harus sesuai dengan data yang juga disipkan Hoobae tersebut. Ini adalah sistem saling bantu. Kami yang magang akan terbantu dengan data Hoobae, dan mereka juga akan terbantu dengan mendapat laporan magang kami untuk acuan magang mereka tahun depan. Dan pasangan itu akan dipasangkan oleh kampus. Sialnya, saat melihat papan pengumuman magang.. aku berpasangan dengan Sooyoung. Aku hanya risih jika bergaul dengan orang asing dan mungkin karena lingkunganku orang yang sama keadaan ekonomi denganku, aku jadi sulit bergaul bebas dengan semua kalangan.

“Oppa, kau berpasangan dengan si miskin itu?” Tanya Tiffany.

“Ne.. kau sudah tahu, kenapa masih bertanya?”  Kataku dingin.

“Aish… kenapa itik buruk rupa itu begitu beruntung…?” kata Tiffany lagi dan Aku hanya diam dan meninggalkan dia yang masih shock.

Lalu, saat didepan kelas..

“Sunbae, aku berpasangan denganmu untuk data akhir semester” Kata Sooyoung.

“Ne. Kau buat saja, nanti aku juga membuat laporan magangku. Minggu depan saja kita bertemu dirumahku untuk membahas lebih lanjut” Kataku cuek.

“Ooh nee. Dimana alamatmu?” Tanyanya.

“Apguenjung street, gangnam district residence. Kau tanya saja pada satpam di depan gerbang komplek rumahku dan dia akan mengantarkanmu ke rumahku” Kataku menjelaskan agar gadis ini tidak tersesat saat masuk komplek perumahan.

Lalu, aku langsung melenggang masuk kelas, tanpa memperdulikan dia.

Sooyoung pov

“Omo.. othokhe?? aku berpasangan dengan Choi Siwon” Kataku frustasi kepada Yuri.

“Ne, apa kau sudah menemuinya?” Tanya Yuri.

“Sudah..! dan kau tahu? Dia menyuruhku menyelesaikan sendiri tanpa membantuku dan kami akan membahas masing-masing data minggu depan dirumahnya” Kataku panjang lebar.

“Whoaaaa… jinjha?? Kau kerumah mewah pemilik Hyundai Group Sooyoung ah.. chukae!!” Lanjut Yuri.

Aku hanya tersenyum, sangat tidak asing jika masuk rumah orang yang keluarganya sama sibuknya dengan keluargaku. Akan sama saja, rumah yang besar dan penuh pelayan. Batinku.

Saat dirumah aku menceritakan kepada Minho tentang kasus pasanganku dengan Siwon dalam tugas akhir semester dan bocah ini hanya tertawa diatas penderitaanku.

“Yaa… sudahlah, ini tidak luc” Kataku sambil melemparnya dengan bantal.

“Noona.. kau tahu? Komplek rumahnya sangat luas, apa kau sanggup jalan kaki menelusuri komplek tersebut?” Tanya Minho.

“Aku akan diantar Pak Kim” Kataku.

“Mwo? Aish.. jinjha, noona, kau mau identitasmu terbongkar jika dia melihat kau turun dari mobil mewah dan diantar sopir pribadimu?” Tanya Minho lagi.

“Aish… naega nan jeongmal pabbo ya.. Minho ah, othokhe?” Tanyaku frustasi.

“Biar aku saja yang mengantarmu noona, dan aku katakan saja jika kita bertemu di depan komplek rumahnya. Aku akan mengatakan kalau aku ingin bermain dirumahnya” Kata Minho dengan ide cemerlangnya.

“Whoaaa.. kau pintar, saranghae” Kataku sambil memeluk dan mencium Minhoku tersayang.

“Aish.. yaa… noona, aku bukan bocah yang seenaknya kau peluk dan cium” Katanya protes.

“Kau memang bocah bagiku. Hehehe ne ne, uri Minhogun sudah dewasa” Kataku yang mendapat lemparan bantal dan tatapan tajam dari Minho.

“Mianhae…!!” kataku berteriak saat Minho keluar dari kamarku.

## satu minggu kemudian

“Minho ah, ayolah.. aku sudah siap..” kataku meneriaki Minho yang masih belum selesai.

“Ne, noona.. tak bisakah kau tidak berteriak kepadaku?” Protesnya.

“Kau tahu? Aku sudah janji jam 11 dengan Choi Siwon itu. Dan aku tidak mau terlambat, semakin cepat aku menyelesaikan tugas ini, semakin cepat aku bebas dari anak manja itu” Kataku.

Minho hanya tersenyum sambil fokus menyetir.

Saat tiba di depan rumah Siwon, aku mulai gugup. Takut identitasku terbongkar. Dan Minho hanya tertawa diatas rasa cemasku.

“Yaa!! Kau diamlah!” Kataku.

“Noona, kau tenang saja. Aku akan menutup mulut” Katanya.

“Kau pintar” Kataku lagi.

Saat turun dari mobil akupun mengganti wedgesku dengan kets standart agar terlihat lusuh. Lagi-lagi dongsaengku geleng-geleng kepala.

“Aigooo.. uri Sooyoungie meyusahkan dirinya sendiri karena tantangan hidup tanpa embel-embel Choi Group” Katanya banmal.

“Aish.. aku noonamu dan akan memukulmu saat di rumah nanti” Kataku.

Pintu utama rumah ini pun terbuka. Sama saja, sama dengan rumahku. Rumah besar yang sepi dan hening.

“Minho ah, kau datang?” Tanya Siwon.

“Ne hyung. Aku tadi bertemu Sooyoung sunbae dan aku dia juga akan kesini, jadi kita bersama saja” Kata Minho dan aku terlalu bangga dalam hatiku atas ide dongsaengku ini. ‘Goodjob minhoguun…’

“Ne. Kami membahas tugas akhir” Kata Siwon sambil tersenyum kepada Minho.

“Apa laporanmu sudah selesai? Aku sudah.. kau lihatlah, jika ada yang tidak mengerti kau tanyakan saja” Kata Siwon.

Aku langsung membuka laporanku dan laporan dia. “Rapi.. namja ini ahli dalam bidang bisnis” Bathinku.

“Sunbae, mianhe… tapi kau melupakan konseptual framework di laporanmu” Kataku takut-takut.

“Jinjha? Ooh,.. ne.. aku lupa!” Jawab Siwon dan dia langsung duduk disebelahku sambil memperbaiki laporannya.

Siwon pov

Saat ini aku menunggu Minho yang katanya ingin mengajakku bermain bowling di arena bermain terbaru di korea. Saat pelayan memanggilku jika ada tamu, akun langsung turun dan melihat Minho dan Sooyoung datang bersama.

“Sangat aneh.. apa mereka akrab?” Gumamku.

Ternyata gadis ini menumpang di mobil Minho dan kami mulai membahas laporan akhir semester ini.

Aku menyuruhnya mencek laporanku dan saat sedang asik membahas perkembangan basket kampus, aku dan Minho diganggu gadis ini.

“Sunbae, mianhe… tapi kau melupakan konseptual framework di laporanmu” Katanya takut-takut.

“Jinjha? Ooh,.. ne.. aku lupa!” Jawabku dan aku langsung duduk disebelahnya sambil memperbaiki laporanku.

Saat sedang memperbaiki ini..ada yang aneh.. aroma gadis ini. Ini parfum yang sama dengan parfum Sulli. Aku tahu pasti karena Sulli selalu memakai parfum ini sejak SMP. “Bukankah ini parfum mahal? Bagaimana dia bisa memakainya juga? Aish.. entahlah, aku tidak peduli” Kataku dalam hati.

Aku baru menyadari, ternyata gadis ini sangat pintar. Saat aku melihat hasil laporannya yang sangat terstruktur dan jelas. Dia juga cantik, kulitnya bersih, dan tubuhnya juga seperti model. Secara tidak sadar aku memuji dan mengagumi gadis ini sekilas.

Dan saat laporan ini selesai dia meminta izin pulang dan tiba –tiba Minho..

“Sooyoung sunbae, aku antar saja. Akan sangat jauh jika berjalan keluar dari komplek ini” Kata Minho.

“Mwo?? Minho….. apa dia menyukai gadis ini? Pewaris Choi Group ‘Choi Minho’sangat berbeda jika berbicara dengan Sooyoung. Aku merasa sangat aneh dengan ini. Mereka sebenarnya ada apa?” Batinku.

“Oh, gwenchana Minho shii..” kata Sooyoung.

“Ani, aku antar” kata Minho sambil menarik tangan Sooyoung.

“Hyung.. aku antar Sooyoung Sunbae dulu, kita bertemu di tempat bowling itu saja. Ajak juga Donghae hyung. Aku yang traktir sore ini, Sepuasnya” Teriak Minho sebelum masuk mobilnya

“Ne. Kau hubungi saja aku” balasku.

Dan mereka keluar dari gerbang rumahku.

Saat bermain bowling aku lihat Minho bermain seperti biasa “serius”. Choi Minho memang serius dalam olahraga, apapun itu.

“Apa kau dekat dengan Sooyoung?” Tanyaku.

“Ne? Dia Sunbaeku” Kata Minho polos.

“Oh.. aku rasa dia unik, Dia pintar, wajahnya juga lumayan, dan body nya bagaikan model” Kataku.

“Ndee?? Dia memang unik hyung. Kau menyukai nya? Kalian cocok” Jawab Minho sambil tersenyum menggodaku.

“Aish… berhenti menggodaku. Bagaimanapun aku pasti akan dijodohkan, makanya aku malas berhubungan dengan wanita. Aku takut jika jatuh cinta dan ternyata cintaku akan kandas karena perjodohan orang tua. Bukankah kau tahu tentang perjodohan dikalangan kita?” Tanyaku.

“Aku tahu, tapi kau harus mencobanya hyung” Usul Minho.

“Aish.. sudahlah, jangan bahas wanita jika kita keluar. Sangat tidak asik” Kata Donghae dan kami bermain bowling hingga jam 10.

“Hyung.. noonaku menelfon, sepertinya aku harus pulang. Siwon hyung… kau tahu tidak? Donghae hyung adalah sepupuku” Kata Minho sambil tertawa.

“Mwo? Kalian sepupu?” Tanyaku shock.

“Ne, tapi jika di kampus kami akan tertutup. Kau kan tahu sendiri kalo Choi Group tertutup jika berkaitan dengan masalah anggota keluarga” Kata Donghae.

“Minho ah, kau pulanglah.. hati-hati, dan sampaikan salamku kepada noonamu. Katakan, apa dia melupakan aku sebagai oppa tertampanya?” Lanjut Donghae.

“Ne hyung.. anyeong” Pamit Minho.

Author pov

Saat diperjalanan pulang, Minho mengirim pesan kepada Donghae.

“Hyung, kau masih mengingat janji kita kepada Sooyoung noona kan? Jangan sampai ketahuan, aku tidak mau mendapat amukan nenek sihir itu”

Dan Donghae hanya tertawa melihat pesan adik sepupunya itu.

“Arraso.. kau tenanglah, aku  tahu. Rahasia Choi Sooyoung itu akan aman. Tapi sekarang dia jarang menghubungiku. Napeun dongsaeng!!” balas Donghae.

Sooyoung menunggu Yuri yang seperti biasa, pasti akan terlambat jika ada kuliah pagi. Saat sedang berjalan dipinggir taman kampus, tiba-tiba Tiffany dan Jessica muncul di hadapan Sooyoung.

“Jessica, sepertinya gadis miskin ini perlu diajari tetang kesadaran terhadap dirinya” Kata Tiffany.

“Nde.. bukan sepertinya Fani ah, tapi se-ha-rus-nya…” kata Jessica centil.

“Kalian mau apa?” Tanya Sooyoung.

“Apakah kemarin kau ke rumah Siwon Oppa?” Tanya Jessica.

“Ne, waeyo? Kami hanya mengerjakan tugas kelompok akhir semester” Jawab Sooyoung yang mulai geram dengan kelakuan Jessica dan Tiffany.

“Kau…!!” tunjuk Jessica di depan wajah Sooyoung seakan ingin menampar Sooyoung.

“Ne. Wae? Aku tidak akan tertarik dengan Choi Siwonmu itu” Kata Sooyoung kepada Tiffany.

“Baiklah.. kau lihat saja!!” Kata Tiffany sambil menarik paksa tangan Sooyoung ke mobilnya.

Lalu mobil Tiffany tersebut berhenti di sebuah salon kecantikan. Jessica dan Tiffany menarik paksa tangan Sooyoung keluar dari mobil.

Sooyoung didandani dan dipoles make up tipis natural. Rambutnya juga di blow dan kukunya juga dicat dengan motif masa kini. Bagaikan di make over, Sooyoung berubah menjadi lebih cantik.

“Othe? Kau cantik bukan?” Tanya Jessica dan Sooyoung pun hanya diam.

“Baiklah.. ayo ikuti kami” Kata Tiffany sambil mencengram tangan Sooyoung.

Sooyoung hanya diam, karena dia malas membuat masalah.

Saat tiba di kampus, Tiffany dan Jessica menarik Sooyoung ke kantin. Dan…

“Yeoroboen…….” teriak Tiffany nyaring.

Semua mata melotot melihat Sooyoung yang berada ditengah Tiffany dan Jessica dan tangan Sooyoung pun dicengkram.

Yuri shock dan hanya menunjukan wajah sedihnya saat sahabatnya dilakukan seperti itu oleh Jessica dan Tiffany. Minho, Siwon, dan Donghae yang duduk dimeja utama langsung menoleh.

“Mwo? Kenapa ini?” Batin Minho dan Donghae.

Siwon hanya diam tapi juga terlihat shock melihat perubahan Sooyoung. “Yeppodaa..” batin Siwon.

“Lihatlah, itik buruk rupa ini berubah menjadi angsa” Kata Tiffany.

“Ne.. lihatlah, dia lebih cantik jika dipoles dan terbukti uang bisa merubah gembel sekalipun” Sambung Jessica.

Sooyoung, Minho, dan Donghae melotot mendengar itu.

“Apa-apaan jessica? Kau pabbo. Sepertinya amukan Sooyoungie akan muncul disini” Bathin Donghae.

“Hahhaa!!” minho tertawa dalam hati dan hanya menunggu waktu untuk melihat pertunjukan ini dimulai.

“Ayolah.. Sooyoung noona, kau akan diam saja?” batin Minho sambil menatap dengan senyum sekilas kepada Sooyoung

“Siwon Oppa, gadis ini berubah. Kau lihatlah!! Bagaimana? Apa dia cantik?” Tanya Tiffany.

Siwon hanya diam seolah tak peduli dan tak tertarik.

“Minho ah, bagaimana? Kau selalu membelanya, sekarang kenapa diam?” Tanya tiffany lagi.

“Aku suka dia tanpa make up” Kata Minho sambil melirik Donghae untuk meminta bantuan.

“Ne, Jessica.. Tiffany, kalian apa-apaan? Seperti tidak ada pekerjaan saja” Kata Donghae.

Sooyoung terlihat mengatur nafas meredam amarahnya.

Minho dan Donghae hanya bergidik ngeri melihat wajah Sooyoung yang mulai memerah menahan amarah.

“Kau? Kenapa hanya diam?” Tanya Tiffany sinis kepada Sooyoung.

“Apa kau terlalu bahagia setelah dimanja salon mewah?” Tanya Jessica.

“Apa kalian sudah puas?” Tanya Sooyoung mulai membuka mulutnya.

“Mwo? Berani sekali kau” Kata Tiffany dan menampar Sooyoung.

Plaaak..!! Sooyoung kaget dan memegang pipinya yang mulai memerah.

Minho tidak tinggal diam.

“Yaa!!! Tiffany, kau apa-apaan?” Tanya Minho dan mendorong Tiffany.

“Minho ah.. sudahlah!” Lerai Sooyoung saat Minho juga akan menampar Tiffany.

Siwon memandang dengan mulut menganga. Shock, kaget, dan tidak mengerti keadaan ini.

“Lihatlah.. dan byurrr… “Tiffany menyiram Sooyoung dengan air mineral”. Kau akan kembali menjadi itik. Jangan bermimpi menjadi angsa dengan mendekati Siwon Oppa. Kita di level ekonomi yang berbeda. Kau sadarlah itu…. gadis miskin!!” Kata Tiffany sinis.

“Yaa!!! Kau berhentilah” Teriak Minho kepada Tiffany.

“Minho ah, kau diam saja. Siapa yang mengajarimu membentak wanita?” Tanya Sooyoung.

“Aish… tapi noona, kau sadarlah…” Minho akan bicara terhenti saat Sooyoung maju ke depan dan menampar Tiffany.

Plaaak…!!! “kau berani menamparku, kau tahu? Nyalimu cukup besar Nyonya Hwang” Kata Sooyoung sambil menampar Tiffany.

Tiffany memegang pipinya dan Sooyoung pun mencengkram kerah kemeja Tiffany.

“Siapa yang kau katakan dilevel bawah? Aku??” Tanya Sooyoung sambil melirik tajam Tiffany sementara itu, Jessica hanya diam dan berdiri disamping Donghae.

“Siapa yang kau katakan itik buruk rupa?” Tanya Sooyoung dengan nada tinggi. Tiffany hanya bergidik ngeri. Mulutnya kelu dan tidak mengerti dengan ucapan Sooyoung.

“Ne.. kau!!” Jawab Jessica dan Tiffany yang tiba-tiba memberanikan diri.

“Aku rasa kita memang berada di kelas ekonomi yang berbeda, kau dibawahku..” kata Sooyoung dengan nada sesantai mungkin.

“Mwooo????” Semuanya shock.

“Apa dia gila?” Batin Siwon.

“Sooyoung ah.. ada apa ini?” Batin Yuri.

“Sooyoungie, kau katakan saja. Aku merasa gagal menjadi Oppamu jika melihatmu diperlakukan seperti ini” Kata Donghae yang semakin membuat semua yang ada disitu tidak mengerti.

“Noona, Donghae hyung benar. Kau berhentilah dengan permainan konyolmu ini. Kau mau membuat keluarga Choi malu?” Tanya Minho kepada Sooyoung yang membuat semua menganga dan shock.

“Kalian dengarlah.. dia adalah Choi Sooyoung. Dia noona ku dan dia adalah anak pertama pemilik Choi Group dan aku adalah dongsaengnya. Jika kalian mengatakan kalau aku pewaris tunggal Choi Group, itu adalah salah besar. Choi Sooyoung juga pewarisnya. Dan Lee Donghae adalah sepupuku dan Sooyoung noona” Jelas Minho.

“Mwoo????” Teriak semua untuk kesekian kalinya mengetahui fakta ini

“Mwo? Ja.. jadi? Sooyoung, Minho…. bersaudara? Sooyoung adalah noonanya Minho? Tanya Siwon dalam hatinya.

Jessica dan Tiffany hanya diam dan shock serta tidak percaya dengan keadaan ini.

Byuuur….. Sooyoung menyiram Tiffany dan Jesssica dengan jus yang ada di meja dekat mereka berdiri.

“Kalian hanyalah sampah dan aku pastikan kalian akan menyesal berurusan denganku. Aku dengar Jung Gruop dan Hwang Group adalah perusahaan yang baru merintis.. Kalian hati-hatilah” Kata Sooyoung sinis dan mengeluarkan aura Choi yang disimpanya selama ini dan itu membuat semua orang takut.

Sooyoung berjalan ke arah pintu dan saat tiba di pintu dia berhenti. “Donghae Oppa, kau adalah Oppaku dan aku harap kau lebih pintar memilih yeoja. Ahjuma dan ahjussiku akan shock melihat gadis berbedak tebal itu” Kata Sooyoung sambil menunjuk Jessica. Semua hanya diam dan takut berurusan dengan pewaris Choi yang selama ini tidak menunjukan kekuasaannya itu. Dan…

“Minho ah, kau kenapa diam? Ayo antar aku.. aku tidak mood pulang dengan bus kali ini” Panggil Sooyoung kepada Minho.

“Ne noona. Chakamannyo..” jawab Minho sambil berlari menyusul noona nya.

Siwon pov

Ternyata dia yang dikatan Minho noona nya. Pantas saja, gadis itu terawat dan terkadang pakaian nya pun bermerk, tapi tidak menjadi perhatian karena status naik turun bus nya. Parfumnya pun sama dengan Sulli. Pantas saja. Kenapa aku tidak sadar? Aish.. yeoja ini unik, bahkan dia tidak gila harta. Dia begitu rendah hati dan baik. Tapi jika melihat matanya saat mengancam Tiffany dan Jessica tadi, barulah terlihat dia benar-benar mirip Minho dan Choi lainnya. Aku bodoh terlambat menyadari ada keturunan Choi se unik dia.

Malam hari.

“Siwon ah, kau dan Sulli bersiaplah, kita akan makan malam dirumah teman appamu” Kata Ummaku saat aku dan Sulli menonton tv.

“Ne umma..” jawab kami kompak.

Dan betapa terkejutnya aku ternyata kami ke rumah keluarga Choi. Rumah Sooyoung dan Minho. “Aku juga penasaran, bagaimana Sooyoung jika di rumah. Apa secuek saat ke kampus nona Choi itu?” Batinku.

“Ah, anyeong.. kalian masuklah” Kata Appa Sooyoung dan Minho kepada Appaku.

“Ne..” jawab Appaku dan kamipun masuk menuju meja makan. Sepertinya Appaku dan Appa mereka sangat akrab. Umma ku dan umma Sooyoungpun sudah berbicara akrab seperti teman lama. Sulli dan Minho pun duduk berdampingan dan mereka membuka mulut.

“Umma, Appa.. Ahjussi, Ahjumma… aku dan Sulli sudah berpacaran saat ini” Lapor Minho.

“Mwo? Aigooo.. uri Minhoguun sudah besar” Jawab Umma dan Appa Sooyoung kompak

“Ah, baguslah.. kalian juga akan dijodohkan. Kalian tahu itu kan?” Tanya Appaku.

“Ne.. kami juga merasa cocok” Jawab Sulli ceria, bocah ini memang kasmaran.

“Ngomong-ngomong, bagaimana anak perempuanmu? Pasti tumbuh menjadi gadis cantik” Kata Ummaku kepada Umma Minho dan Sooyoung.

“Ne, sebentar lagi dia turun. Bukankah malam ini dia tokoh utamanya. Jadi dia perlu dipoles” Kata Umma Sooyoung dan Minho.

Dan… turunlah Sooyoung dengan gaun selutut berwarna pink.dia bagaikan dewi.. sangggaaaaat cantik. Aku terlambat menyadari kecantikan yeoja ini. Batinku

“Waaah… anak gadismu sangat cantik” Kata Umma dan Appaku.

“Ne,unnie, aku bagimana memanggilmu?” Tanya Sulli.

“Oh, ne… Sooyoung unnie saja” Jawab Sooyoung sambil tersenyum.

Aku masih terkagum dengan yeoja ini, tiba-tiba…

“Siwonie, bagaimana? Apa Sooyoung cantik?” Tanya Ummaku.

“Oh,ne.” Jawabku singkat.

Setelah makan malam selesai, lalu Appaku membuka mulut.

“Sebenarnya Siwon dan Sooyoung akan ditunangkan malam ini. Pertunangan ini tidak dirayakan, hanya kita sebagai keluarga inti saja” Kata Appaku.

“Ne, Sooyoung ah, Siwon ah.. kalian seharusnya sudah tahu tradisi kelurga kita” Tanya Appa Sooyoung dan Minho.

“Mmwo? Aku? Dengan Sooyoung?? Tidak apa-apa, aku penasaran dengan gadis unik ini, dia begitu berbeda dengan gadis lain. Setidaknya dia tidak manja dan gila harta. Lagipula dia pintar” Batinku.

“Ayolah hyung.. kau bicaralah, bukankah kau penasaran dengan noonaku? Sekarang kalian ditunangkan, kenapa kau hanya diam?” Kata Minho mengejekku.

Aku hanya tersenyum tipis. Sooyoung hanya diam.

Lalu, Appaku mengeluarkan kotak dan di dalmanya terdapat 2 cincin.

“Ayo Siwon ah, pakaikan ini kepada Sooyoung” Perintah Ummaku.

Aku hanya menurut dan memakaikan cincin itu kejari manis Sooyoung.

“Sooyoung ah, giliranmu” Kata Ummaku.

“Ne ahjumma..” kata Sooyoung.

“Mwo?? Teriak semua.. kau memanggil mertuamu ahjumma?”

“Mulai sekarang biasakan panggil kami Omonim dan Abonim?” Kata Umma dan Appaku.

“Dan kau juga memanggil itu kepada kami Siwon ah” Kata Umma dan Appa Sooyoung.

“Ne Omonim Abonim” Kataku sambil memberi hormat.

Dan resmilah sooyoung menjadi tunanganku malam ini.

Saat selesai acara pemakaian cincin, aku duduk di balkon rumah Sooyoung ini bersama Minho dan Sulli. Sooyoung masih dimeja makan bersama para orangtua.

“Oppa, kau sangat payah.. kenapa tidak mengajak sooyoung unnie keluar?” Tanya Sulli.

“Ne, aku dan dia masiih canggung” Kataku.

“Aish… hyung, karena massih canggung itu. Kau harus bergerak dan mulai menjalankan rencana” Kata Minho memberi usul.

“Sooyoung noona akan cuek jika orang tersebut juga cuek, dan jika sudah akrab.. dia akan menjadi pribadi yang mengasikkan” Kata Minho lagi.

Aku hanya mengangguk dan berjalan kedalam rumah tersebut.

“Mianhae, Omonin, Abonim, Umma, Appa.. apa aku boleh mengajak Sooyoung keluar? Kami ingin bicara intens” Kata ku meminta izin.

“Ohh.. hahha bagus, kau pintar. Silahkan” Kata mereka semua sambil tertawa.

“Ayolah” Ajak ku pada Sooyoung.

Saat ini kami hanya duduk didalam mobil dan saling diam.

“Mianhae, ketika itu melecehkan mu” Kataku.

“Oh, gwenchana” Kata Sooyoung sambil tersenyum manis.

“Apa kau tidak menginginkan perjodohan ini? Aku bisa batalkan” Kata Sooyoung.

“Ani..!” kataku cepat. “Aku setuju dengan perjodohan ini” Kataku lagi.

“Aku bisa berbuat apa? perjodohan adalah suatu yang biasa dalam keluarga yang berlatar belakang seperti ini” Lanjut Sooyoung.

“Untuk itu, aku ingin pertunangan kita memang didasari cinta dan kasih sayang. Aku ingin mengenalmu lebih dalam sebelum kita dipastikan menikah” Kataku.

“Oh, baiklah. Kita harus mencoba lebih dekat” Kata Sooyoung.

~~tbc~~~~~~~ ^_^

Admin mau ngucapin makasih buat Vira Eoni yang udah mau ngirim ff ke sini😀

 

22 thoughts on “We Are At The Same Social Level Part 2

  1. Mampus tuh rasain Jessica Tiffany
    Identitasnya Soo eonni terbongkar hore hore hore nanti reaksinya Yuri kayak apa ya kalau dia tau Soo eonni orang kaya yey SooWon di jodohin nanti pasti Tiffany tambah ngejahatin Soo eonni😦

    Next partnya ditunggu eonni^^

  2. Akhirnya soo unnie menampakkan sosok aslinya ke semua orang.. Kira-kira reaksi jeti sama yuri gimana ya? Ciyee siwon oppa mulai tertarik ya sama soo unnie

  3. Gomawo admin.. Hehee, makasih udh mw publish ff abal_abal ini dek.
    Gomawo juga buat readers yg udh mw baca,. Mianhae kalo ff ny aneh.. Mklum.. Author pemula.. Hhahaa

  4. hahahaha… soo unnie ngamuknya luar biasa banget!!
    aku suka!!
    cieeee…. soo unnie sm siwon oppa udh tunangan…. langgeng yaa…
    lanjut thor!

  5. akhirnya terbongkar juga identitas sooyoung….. siwon mas sooyoung tunangan…. ow.. chukae….. lanjut next chap ah….

  6. bisa aku tulis cerita baru gak dari cerita ini, tapi bakal aku tambahin abis aku terispirasi sama ini cerita. boleh ya ya please

Leave a Reply (Comment yah)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s