We Are At The Same Social Level Part 3

strak

Cast :

  • Choi Sooyoung
  • Choi Siwon
  • Choi Minho
  • Choi Sulli
  • Kwon Yuri
  • Lee Donghae
  • Jessica Jung
  • Tiffany Hwang

Author pov

Setelah acara pertunangan malam itu, besoknya Sooyoung kembali ke kampus. Tapi kali ini dia membawa mobil sendiri. Mobil Minho dan mobil Sooyoung berjalan beriringan menuju parkiran kampus. Saat diparkiran Sooyoung memarkir mobilnya dan ternyata disampingnya terdapat mobil Tiffany dan Jessica.

“Yaa!!! Minggirlah, aku tidak mau mobilku lecet jika disamping mobil kalian” Kata Sooyoung sinis.

“Nde?” Tanya Tiffany shock dan takut.

“Fany ah, kita mengalah saja” Kata Jessica.

Dan dua gadis itu hanya masuk kembali ke mobilnya dan mencari tempat parkir lainnya.

“Noona, ini baru benar. Good job noona” Kata Minho sambil mengancungkan jempolnya

“Aku hanya ingin memberi pelajaran kepada gadis-gadis sombong itu” Kata Sooyoung sambil berjalan mendahuli Minho.

“Yaa…. Choi Sooyoung” Teriak Minho saat dia melihat Sooyoung berjalan dan meninggalkannya.

“Sooyoung berhenti dan berbalik. Mwoo? Kau bilang apa?” Tanya Sooyoung tajam.

“Ani, eh.. miane, noona” Kata Minho dan mendapat pukulan dari Sooyoung.

“Noona, kau kenapa sekejam ini kepadaku” Protes Minho.

Dan tiba-tiba…

“Chagiii..” teriak seseorang dan itu adalah Sulli.

“Ne, chagiyaa.. kenapa kesini? Kau tidak sekolah?” Tanya Minho sambil memeluk Sulli.

“Ani, aku bolos Oppa. Aku bosan disekolahan tanpamu” Gombal Sulli.

“Ne.. ne.. kalian bermesraanlah dihadapanku!” Kata Sooyoung sinis sambil tertawa.

“Eh unnie, mianhayo..” kata Sulli menyesal.

“Unnie, nanti malam bagaimana jika kita ke nail art? Aku ingin mengganti cat kuku ku” Kata Sulli.

“Oh, oke.. aku jemput kau yaa..” kata Sooyoung dan meminta izin ke kelasnya.

Sementara Minho dan Sulli masuk kemobil dan berencana kencan.

Sooyoung pov

Saat ini aku kembali dengan statusku yang sebenarnya. Sangat kesal karena dua gadis itu merusak permainanku. Aku hanya ingin mencari teman sejati, bukan karena harta. Saat di kampus banyak yang sepertinya memberi senyum ramah kepadaku, aku tetap tersenyum walaupun sebenarnya aku muak melihat wajah dan senyum palsu itu. Mereka sekarang menganggapku karena mereka sudah tahu yang sebenarnya. Dulu bahkan mereka ikut-ikutan menghinaku. Dan tiba-tiba aku melihat Yuri masuk kelas. Dia diam dan hanya duduk di belakangku.

“Yul.. kau kenapa?” Tanyaku sambil menghadapnya

“Ani” Eh… dia terlihat gugup.

“Ayollaaaaah.. kau kenapa berubah?” Tanyaku lagi.

“Ani, aku hanya takut kau tidak mau berteman denganku lagi” Kata Yuri sambil menunduk.

“Aniyaa…” teriakku.

“Kau bukan temanku, kau sahabatku, bahkan kau sudah seperti saudaraku” Jelasku.

“Ne? Jinjhayo? Kau tidak malu berteman denganku?” Tanya Yuri.

Aku hanya memelukknya dan diapun membalas pelukanku.

Saat akan ke kantin, aku melihat Siwon, Donghae, dan Minho duduk bersama di meja utama. Mereka menatapku dan memanggilku. Aku hanya diam dan tetap memilih duduk dimeja yang biasa aku tempati dengan Yuri.

“Soo, kita disini saja. Ne?” Pinta Yuri.

“Geuromnyo.. buat apa pindah” Kataku, lalu ponselku bergetar.. drt… drt…

From: Siwon

                Kenapa duduk disitu? Bukankah kita harus saling mengenal?

To: siwon

                Oh, gwenchana. Aku hanya risih jika harus menjadi pusat perhatian dimeja utama itu.

Dan Siwon hanya tersenyum singkat saat aku meliriknya.

Saat pulang kuliah, aku mengantar Yuri kerumahnya, walaupun dia menolak mati-matian. Dan saat di rumah aku melihat Minho sedang bermain pspnya.

“Noona, kau tidak lupa kan dengan janji bersama Sulli” Katanya memperingatiku

“Ne, tenang saja. Aku tidak akan melupakan Yeojachingumu” Kataku sambil minum jus jeruk Minho yang diatas meja.

“Yaa… noona, itu jus ku. Kau bisa minta buatkan pelayan lagi untukmu” Katanya cemberut.

“Aish….! dia bukan hanya Yeojachinguku, tapi dia juga adik iparmu. Apa kau lupa jika dia dongsaeng Siwon Hyung sang pangeran yang sekarang menjadi tunanganmu” Kata Minho menyindirku.

“Aish..” aku langsung bangkit dan beranjak kekamar.

Sorenya aku menjemput Sulli kerumahnya dan inilah saat mendebarkan, aku harus bertemu tunangan ku, Choi Siwon.

“Ah, anyenghaseo..” sapaku sambil membungkuk saat bertemu Siwon diruang tamu rumahnya.

“Oh. Anyeong..” sapanya sambil tersenyum ramah.

“Kenapa dia bisa seramah ini? Padahal biasanya namja ini dingin dan cuek” Batinku.

“Unnie, kajja” Teriak Sulli sambil menggandeng tanganku.

“Chakammannyo. Kalian mau kemana?” Tanya Siwon.

“Oppa, aku hanya membawa tunanganmu ke nail art langgananku. Kau tenanglah” Kata Sulli menggoda Siwon, dan Siwon pun hanya tersenyum dan pipinya memerah.

“Oh, hati-hati” Katanya sambil tersenyum.

“Ne” kata ku dan Sulli serempak.

@ nail art.

“Unnie, gomawo telah menjadi tunangan oppaku” Katanya.

“Nde? Bukan aku yang mau, tapi mau bagaimana lagi. Kami memang pasti dijodohkan” Kataku menjelaskan.

“Ne, tapi aku bahagia, aku ingin sekali mempunyai saudara perempuan agar bisa ku ajak ke salon atau butik” Lanjutnya.

“Ne, aku bisa menjadi Unnie mu. Kau boleh menganggapku Unnie kandungmu jika kau mau” Tawarku.

“Jeongmalyo Unnie? Huwaaa… gomawoyo” katanya sambil beraegyo.

“Unnie, apa aku boleh menginap di rumahmu malam ini? Aku kesepian dirumah, aku hanya ingin bercerita denganmu” Tanya nya.

“Ne, tentu saja. Kau boleh kapanpun jika ingin bercerita kepadaku. Bukankah sekarang aku sudah menjadi unnie mu?” Tanyaku lagi.

Aku sadar jika Sulli memang kesepian, orang tua nya sama saja dengan orang tuaku. Sibuk dan sangat jarang dirumah. Aku hanya ingin mengenalnya lebih dalam, sepertinya dia gadis yang baik dan aku mengerti dengan kesepiannya itu.

Saat diperjalanan pulang menuju rumahku, Sulli terus bercerita tentang dia dan Minho, aigoo.. sangat lugu gadis ini, ceria walaupun dalam matanya masih tersirat kesepian dan haus kasih sayang.

Saat akan masuk kerumahku, dan diruang keluarga… Siwon, Minho, dan Donghae sedang bermain game. Aku langsung membungkuk memberi salam.

“Anyeoghasseo..” kataku ramah.

“Oh, Yongie.. kau pulang malam sekali?” Introgasi Donghae Oppa.

“Ne oppa, aku dari salon kuku” Kataku.

“Jinjhayo? Kau dan Siwon??” Tanya nya sambil melihat cincin ditanganku dan tangan Siwon.

“Ne. Bukan suatu yang aneh jika ditunangkan Oppa. Kau juga nantinya akan ditunangkan” Kataku.

“Hahhahaa” Kulihat Donghae Oppa dan Minho tertawa.

“Oppa, kenapa kau bisa disini?” Tanya Sulli kepada Siwon.

“Oh, aku bermain dengan Minho dan Donghae, lalu kau?” Tanya Siwon lagi.

“Aku ingin tidur disini, aku ingin lebih dekat dengan Sooyoung Unnie” Jawab Sulli.

Saat akan tidur, Sulli bercerita semuanya. Tentang Siwon yang akan cuek dan dingin pada setiap gadis kecuali Sulli. Bahkan Sulli sering menjadi pacar pura-pura Siwon saat Siwon dikejar-kejar wanita. Dia sangat malas berhubungan terlalu dekat dengan wanita, karena menurut Sulli, Siwon sangat benci wanita yang gila harta.

Siwon pov

Sudah satu minggu aku bertunangan dengan Sooyoung. Kami masih saja canggung, mungkin karena memang aku dasarnya cuek, dia juga agak cuek. Dan malam ini aku akan mengajaknya makan malam diluar. Ini adalah ide gila Minho dan Sulli.

Aku dalam perjalanan menuju rumahnya, dan saat masuk.. aku melihat Sooyoung menggunakan hotpants dan baju kaus kebesaran. Kakinya benar-benar indah, dia seperti model papan atas. Saat ini aku memakai baju kaus dan skinny jeans. Kami memang mencari suasana makan malam yang santai agar tidak terlalu kaku dikencan pertama ini.

“Mm, Sooyoung shii.. kau mau pesan apa?” Tanyaku gugup. Entahlah, disamping nya aku merasakan detang jantungku tak karuan.

“Oh, aku steak sapi rendah kalori  dan jus jeruk saja” Katanya.

“Oh, kalau begitu aku juga sama” kataku kemudian memanggil pelayan dan memesan makanan.

Saat makan, kami mulai banyak bicara dan bercerita satu dan lainnya, ternyata Sooyoung gadis yang lucu dan ceria. Dia banyak tertawa, dan aku yang biasanya dinginpun mulai membaur dengan tawa hangatnya.

Saat pulang, di depan rumah Sooyoung.

“Gomawo makan malamnya Siwon shii” Katanya formal.

“Oh, ne” Kataku.. dan akupun malajukan mobilku untuk pulang.

Saat akan tidur, aku masih terbayang bagaimana manisnya tawa Sooyoung dan ramahnya dia, aku sebenarnya ingin memintanya agar tidak formal kepadaku, tapi aku takut ini terlalu awal.

Sulli tiba-tiba masuk dan bertanya tentang makan malamku dan Sooyoung.

“Kami lumayan banyak bicara dan bercerita tentang banyak hal” Kataku.

“Oh, Oppa… aku jadi tidak sabar menunggu Sooyoung Unnie menjadi istrimu” Katanya.

Aku hanya tersenyum dan dalam hati berkata jika itu dalam waktu dekat.

Author pov

Saat di kampus belum ada yang tahu Siwon dan Sooyoung bertunangan. Keluarga mereka menutupi ini agar tidak menjadi bahan gosip. Sooyoung dan Siwon jarang sekali berinteraksi dikampus, mereka hanya akan saling mengirim pesan dan telfon-telfonan. Acara kencan keluarpun jarang mereka lakukan karena kesibukan Siwon yang akan menghadapi tahun akhir dan persiapan skripsinya. Sooyoung mengerti itu, Siwon harus fokus dan dipersiapkan untuk menjadi direktur di Hyundai Group jika lulus nanti.

Secara tidak sadar Sooyoung mulai menyukai Siwon dan merasa aneh jika Siwon tidak menghubunginya dalam satu hari itu. Siwon pun begitu, dia dari awal pertunangan memang sudah tertarik dengan Sooyoung.

Saat Sooyoung makan dikantin dengan Yuri, datanglah Changmin “mahasiswa transfer dari Jepang” dan makan bergabung di meja Sooyoung Yuri.

“Mianhae, bisakah aku ikut bergabung dimeja ini?” Tanya Changmin.

“Ne… silahkan” Jawab Yuri dan Sooyoung.

Mereka makan dan saling bercerita. Sooyoung, Changmin, dan Yuri terlihat sangat akrab dan tertawa renyah. Sementara itu…

“Hyung, lihatlah siapa yang dimeja Sooyoung noona” Kata Minho.

“Molla, aku juga baru melihat wajahnya disini” Kata Siwon mulai cemburu dan bangkit meninggalkan kantin.

Sejak saat itu. Sooyoung, Yuri, dan Changmin selalu bertiga. Diam-diam Changmin menyukai Yuri dan dia telah menceritakan itu semua kepada Sooyoung. Sooyoungpun beralih menjadi makcomblang untuk Changmin dan Yuri. Sooyoung dan Yuri memanggil Oppa kepada Changmin karena ternyata Changmin lebih tua dari mereka.

Saat ini, Sooyoung dan Changmin makan di kantin, sementara Yuri di perpustakaan mencari buku acuan tugasnya.

“Oppa, kau harus bergerak kau harus mulai mencari perhatian Yuri” Kata Sooyoung.

“Ne, aku tahu Yongie.. tapi aku gugup dan ragu” jawab Changmin.

“Wae? Kenapa ragu??” Tanya Sooyoung kesal.

“Yaa.. kau jangan marah dulu. Aku masih memantapkan rasa percaya diriku” Protes Changmin.

“Oh ne, aku mengerti Oppa” Kata Sooyoung.

Saat Sooyoung dan Changmin akan bangkit dari meja tersebut, tiba-tiba Sooyoung terpeleset dan hampir terjatuh. Changmin dengan cepat menangkap badan Sooyoung, tapi mereka malah jatuh berdua di lantai. Terlihat seperti pasangan, Sooyoung berada diatas badan Changmin dan memeluk Changmin.

“Yaa… kalian bagunlah, apa-apaan ini?” Teriak Siwon dengan wajah marah.

Sooyoung kaget dan reflek berdiri dengan cepat. “Oh, mianhae Changmin Oppa. Gomawo telah membantuku saat aku hampir terjatuh. Kau tidak apa?” Tanya Sooyoung.

“Mwo?? Oppa??” Tanya Siwon lagi.

“Ne, dia lebih tua dariku Siwon shii. Jadi akan lebih bagus jika aku memanggilnya oppa” Jawab Sooyoung polos.

Siwon membelalakan mata dan menarik nafas dalam menahan cemburu.

“Kenapa kau terlihat marah? Aku hanya membantu temanku” Tanya Changmin.

“Ne, dia tunanganku, tentu saja aku marah jika gadisku bersama namja lain” Kata Siwon keras dan membuat semua pengunjuk shock dan ingin tahu lebih banyak tentang Siwon Sooyoung.

Banyak bisik-bisik yang terdengar.

Apa? Choi Sooyoung dan Choi Siwon bertunangan?

Mereka memang pasti akan dijodohkan.

Mereka cocok.

Kelurga kaya memang selalu begitu, pertunangan adalah ukuran pasti.

Dan masih banyak reaksi orang terhadap perkataan Siwon tadi. Siwon langsung menarik tangan Sooyoung ke parkiran dan mereka masuk kedalam mobil Siwon.

“kau keterlaluan” Teriak Siwon.

“Mwo? Aku? Kenapa? Aku hanya terjatuh dan dibantu temanku. Itu tidak ada unsur kesengajaan” Balas Sooyoung.

“Ne, aku mengerti jika tentang terjatuh itu. Aku hanya tidak habis pikir. Kau memanggiku Siwon shii dan Changmin yang baru kau kenal dengan Oppa” ucap Siwon protes.

“Ne?” Sooyoung menautkan alis tanda tak mengerti.

“Aku akan mengerti jika kau memanggil Donghae Oppa, karena dia memang Oppamu” Kata Siwon lagi.

“Kau cemburu?” Tanya Sooyoung menggoda Siwon.

“Tentu saja” Kata Siwon lesu.

“Aku tunanganmu dan kau akan menjadi istriku, tapi sampai saat ini kita masih canggung” Kata Siwon.

“Ne, baiklah.. mianhae Siwon Oppa” Kata Sooyoung sambil mengelus tangan Siwon.

Siwon langsung tersenyum senang dan mengelus kepala Sooyoung.

“Cobalah lebih dekat denganku, aku memang agak kaku, mianhae. Kuharap kau memaklumi itu” Kata Siwon.

“Ne, tapi kau mulailah lebih terbuka denganku” Kata Sooyoung.

“Oppa, aku akan menjodohkan Changmin Oppa dengan Yuri. Bagaimana? Mereka cocok kan?” Tanya Sooyoung pada Siwon.

“Ne? kau akan menjadi mak comblang? Jadi??? Changmin itu menyukai Yuri??” Tanya Siwon shock.

“Ne, kau saja yang keterlaluan berteriak kepadanya dikantin tadi. Nanti kau harus minta maaf” Kata Sooyoung.

“Ne…” jawab siwon sambil memainkan rambut Sooyoung, mereka sudah tidak canggung lagi.

“Kau harus menjaga jarak dengan Namja manapun. Kau harus ingat dengan perasaanku” Kata Siwon memperingati sooyoung.

“Ne? Apa tidak salah? Lalu Minho? Tidak mungkin aku mengusir dongsaengku dari rumah” Kata Sooyoung jahil.

“Yaa… itu tidak masuk Yongie, dia dan Donghae aku maklumi jika dekat denganmu” Kata Siwon.

Tiba-tiba Sooyoung mencium bibir Siwon kilat. Siwon hanya diam membeku.

“Saranghae, chagi..” kata Sooyoung sambil berbisik di telinga Siwon.

Siwon masih berusaha mengembalikan rohnya yang melayang saat dicium Sooyoung.

“Ne nado. Jeongmal saranghae” Balas Siwon dan Siwon menarik leher Sooyoung dan mereka mulai berciuman hangat dimobil Siwon.

Setelah kehabisan nafas, mereka berhenti dan terdiam sambil menunduk menutupi muka mereka yang sama-sama memerah.

Sooyoung hanya memegang bibirnya.

“Kau milikku” Kata Siwon yang hanya dibalas senyuman malu dari Sooyoung.

Mereka lalu keluar mobil dan berjalan bergandengan menuju kelas Sooyoung. Siwon akan meminta maaf kepada Changmin. Di sepanjang kampus mereka menjadi pusat perhatian karena bergandengan tangan dan Siwon sesekali mengelus rambut Sooyoung.

Sooyoung pov

Saat ini aku dan Siwon Oppa sedang bergandengan tangan menuju kelasku, dia akan minta maaf kepada Changmin Oppa. Saat di jalan banyak yang berkomentar tentangku dan Siwon Oppa. Gosip tentang aku yang menjadi tunangan Siwon oppa tersebar hanya dalam hitungan menit. Lalu…

“Noona, kau mau kemana?” Tanya Minho.

“Aku akan kekelas, kau mau apa?” Tanyaku.

“Ani, aku hanya ingin kau menemaniku membelikan kado untuk ulang thaun Sulli nanti malam” Katanya.

“Eh, ne. Sore ini saja” Kataku.

“Eh, chakamannyo.. Hyung, kau sudah mulai menggandeng tangan Noonaku?” Tanya Minho sambil tersenyum jahil kepada Siwon.

“Ada yang salah? Aku hanya menggandeng tangan calon istriku” Kata Siwon Oppa yang membuat aku malu dan Minho terdiam.

“Hhahaha, baiklah, kalian cepatlah menikah dan jadikan aku samchon” Kata Minho lalu aku memukul kepalanya.

“Noona, kau tidak malu memukulku didepan Siwon Hyung?” Protes Minho dan langsung kabur saat aku akan memukulnya lagi.

“Yul..” sapaku saat melihat Yuri sedang bersama Changmin Oppa.

“Changmin shii, mianhae atas sikapku dikantin tadi” Kata Siwon Oppa.

“Oh, gwenchana Siwon shii” Balas Changmin Oppa.

“Yul, apa kau sudah jadian dengan Changmin Oppa?” Tanyaku to the point.

Yuri hanya tersenyum malu, dan Changmin Oppa mengelus rambutnya.

“Sudah, gomawo saranmu Sooyoung ah” Kata Changmin Oppa.

“Jinjha?? Hahhaaa syukurlah, uri Kwon Yuri telah mendapatkan pasangan” Godaku yang membuat pipi Yuri memerah.

##Beberapa bulan kemudian, hari ini wisuda Siwon Oppa.

Aku sangat sedih mengingat aku tidak akan bertemu dengannya lagi di kampus. Saat ini aku menjadi pendamping Siwon Oppa. Sangat banyak Hoobae yang mengajaknya berfoto bersama. Aku iri, tapi bagaimanapun dia milikku dan dia tidak melupakanku sedikitpun saat ini. Dia selalu megajakku foto bersama. Aku merasa tidak enak jika mengekangnya dihari terakhirnya dikampus ini.

“Hyung…” kata Minho yang datang dengan Sulli.

“Oh, Minho ah, Sulli ah.. kalian datang juga? aku menantikan dari tadi” Kata Siwon.

Lalu aku, Siwon, Minho, dan Sulli berfoto bersama.

Malamnya, aku makan malam romantis dengan Siwon dan dia melamarku untuk jadi istrinya.

“Chagi, kau mau menjadi istriku?” Tanya Siwon santai.

“Ne? Kau tidak romantis. Jadi aku pikirkan dulu” Kataku sambil tersenyum.

“Baiklah, kita menikah 2 hari lagi” Kata Siwon Oppa dan reflek aku menganga.

“Mwo? Aku masih kuliah dan itu terlalu cepat. 2 hari waktu yang singkat. Kau tahu itu?” Tanyaku.

“Ne, aku sudah menyiapkan semua. Appamu dan Appaku juga berperan dalam ini” Kata Siwon.

“Kau tenang saja dan bersiaplah rabu pagi untuk didandani dan kegereja mengucap janji denganku” Kata Siwon.

“Oh, ne..!” kataku singkat karena terlalu gembira.

Author pov

Hari ini pernikahan Siwon dan Sooyoung. Di gereja ini yang hadir hanya orang-orang penting dan sebagian besar adalah relasi bisnis Appa Siwon dan Appa Sooyoung. Setelah janji suci itu terucap, Siwon dan Sooyoung pun resmi menjadi suami istri.

Ciuman di atas altar itupun lama dan mendapat teriakan riuh dan tepuk tangan dari para tamu undangan. Sooyoung terlihat malu, dan Siwon menggenggam tangannya.

“Kau benar-benar jodohku” Kata Siwon.

“Ne, Oppa” Kata Sooyoung yang masih malu-malu kepada suaminya.

Malamnya adalah pesta mewah dan ellegant disalah satu gedung hotel bintang lima milik keluarga Siwon.

Tamu dalam acara ini adalah rekan bisnis Appa Sooyoung dan Appa Siwon, serta keluarga terdekat, dan teman-teman kampus Sooyoung dan Siwon. Pesta meriah ini sangat ramai dan Siwon Sooyoung terlihat ceria dan bersemangat menyalami setiap tamu yang mengucapkan selamat kepada mereka.

Lalu… datanglah Minho dan Sulli.

“Hyung.. kalian akhirnya menikah juga, ayo segera dapatkan keturunan” Katanya.

“Ne, kau tenang saja Minho ah” Kata Siwon.

Sooyoung hanya tersenyum malu dan memeluk Sulli.

“Unnie, gomawo kau menjadi istri Oppaku yang sangat dingin dan cuek ini” Kata Sulli.

“Oh, hahaha.. ne Sulli ah. Kalian kapan menyusul?” Goda Sooyoung.

“Secepatnya noona, kau tunggu saja” kata Minho.

“Yongie ah” panggil umma Siwon dan umma Sooyoung.

“Ne umma, omonim.. ada apa?” Tanya Sooyoung.

“Ani.. kau terlihat cantik malam ini. Siwon beruntung memiliki istri secantikmu” Goda umma Siwon.

“Gomawo omonim” Kata Sooyoung sambil membungkuk.

“Kalian cepatlah memberikan kami cucu” Kata umma Sooyoung.

Siwon dan Sooyoung hanya tersenyum jika digoda dengan pertanyaan tersebut.

“Oppa..” panggil Sooyoung saat Donghae datang bersama Jessica.

“Youngie, kau curang,. Seharusnya Oppa yang menikah duluan” Goda Donghae.

“Ah, hahha kau yang terlalu lambat Oppa” Kata Sooyoung sambil tersenyum kearah Jessica.

“Jessica shii.. mianhae masalah waktu itu, aku terbawa suasana” Kata Sooyoung.

“Ah ani, aku dan Tiffany yang keterlaluan, aku pantas dilakukan seperti itu. Aku minta maaf Sooyoung shii” Kata Jessica sambil membungkuk.

“Oh, gwenchana. Kau panggil aku Sooyoung saja” Kata Sooyoung.

“Oppa, kau lamarlah Jessica secepatnya. Kau mau menikah dihari tua?” Goda Sooyoung lagi dan Jessica Donghae hanya tersenyum malu.

“Sooyoung ah!” teriak Yuri saat dia berjalan kearah Sooyoung bersama Changmin.

“Yul..” kata Sooyoung sambil memeluk Yuri. “Kau cepatlah menikah dengan Changmin Oppa” Kata sooyoung.

“Oh ne, kau tunggu saja undangannya. Bulan depan di Jepang” Kata Changmin.

“Hahhaaa.. syukurlah” Yuri mendapatkan namja yang sebaik Changmin Oppa. Batin Sooyoung.

Malam itu, Sooyoung, Siwon, Minho, Sulli, Donghae, Jessica, Changmin, dan Yuri bercerita sambil tertawa bersama. Tiffany sedang di amerika liburan bersama orangtuanya karena dia sengaja menghindari pernikahan royal couple ini. Dia masih menyukai Siwon.

Siwon pov

Malam ini Sooyoung resmi menjadi istriku. Dan saat ini kami dalam perjalanan menuju apartment kami. Sooyoung sudah tertidur di kursi penumpang, aku rasa dia kelelahan saat di pesta tadi. Saat sampai di apartment aku mencoba membangunkanya dan dia tidak bergeming. Terlalu nyenyak dan aku tidak tega membangunkanya. Akhirnya aku putuskan menggendong istriku ini.

Saat sampai di kamar, Sooyoung terbangun dan aku langsung saja meletakkannya ke ranjang kami.

“Kau terbangun? Tidurlah lagi jika kau benar-benar kelelahan” Kataku.

“Oh.. ne.. jaljayo” Katanya dan langsung tertidur dengan gaun pengantinnya.

Aku mengganti bajuku dan mandi. Setelah itu aku mengambil posisi di samping Sooyoung. Kupeluk tubuh rampingnya dan tidak lama setelah itu aku tertidur.

Saat pagi, aku mencoba membuka mataku dan kulihat ke samping Sooyoung masih tertidur tenang.

Aku mencoba membangunkanya untuk mengajaknya sarapan di luar.

“Soo, bangunlah, kita sarapan diluar” Kataku.

Dia menggumam tidak jelas dan kembali menarik selimutnya tidur

Aku putuskan untuk mandi terlebih dahulu dan setelah mandi, aku kembali membangunkan istriku yang ternyata sangat susah bangun pagi ini.

“Chagi ah.. bangunlah..!” Kataku lembut ditelinganya.

“Ya!!! Choi minho kau jangan ganggu tidurku” Teriaknya.

Aku kaget dan tersadar. “Apa dia bermimpi bersama Minho?” Batiinku.

“Sooyoung, aku bukan Minho” Kataku.

Dia reflek membuka matanya dan “Mwwoooo? Ah mianhae Oppa. Aku biasanya memang diganggu Minho untuk bangun pagi” Katanya lugu.

“Ah., gwenchana” Kataku dan aku menyuruhnya mandi dan siap-siap untuk sarapan diluar.

Saat menunggunya mandi dan siap-siap, akupun menonton tv dan sesaat kemudian Sooyoung keluar dengan baju kaos.

Kita akan sarapan diluar dan kau pakailah jaket, sangat dingin. Kataku

“Mwo? Kenapa harus di luar?? Disini saja” Katanya.

“Jinjha? Kita tidak ada pembantu, siapa yang akan memasak?” Tanyaku. Memang aku belum memesan jasa pembantu karena kau hanya ingin menghabiskan waktu dengan istriku di awal pernikahan ini.

“Oppa.. kau duduklah, dan tunggu saja” Katanya sambil beranjak kedapur.

Beberapa saat kemudian, aku mencium wangi masakan dari dapur dan aku memutuskan melihat Sooyoung yang ternyata sedang memasak nasi goreng seafood. “Apa dia bisa memasak?” Batinku.

“Sarapan siap..!” teriaknya dan meletakkan masakannya tersebut dimeja makan.

“Oppa, ayolah.. kau mau diam saja disitu?” tanya Sooyoung.

“Oh” dengan ragu aku menyuapkan masakan Sooyoung ini. Jujur aku tidak yakin nona muda Choi Group ini bisa memassak.

“Kau makanlah, aku tidak akan meracunimu” Katanya mulai kesal karena aku tidak antusias dengan masakannya.

Saat makan, ternyata masakannya benar-benar enak. Sooyoung bisa memasak. Ini hal yang baru aku ketahui dari istriku ini.

“Aku sering memasakan sarapan untuk Minho, karena dia ngambek saat umma dan appaku pergi perjalan dinas saat Minho SMP” Kata Sooyoung.

“Aku hanya memandangnya takjub, benar-benar wanita idaman” Batinku.

“Masakanmu sangat enak chagiya. Aku beruntung memiliki istri sepertimu” Kataku sambil tetap mengunyah masakan Sooyoung.

“Oppa, bagaimana kalau kita tidak memakai jasa pembantu. Aku hanya ingin melayani kau seutuhnya sebagai suamiku”.

“Ne?” Aku terkagum lagi.. wanita ini benar-benar luar biasa.

“Apa kau yakin tidak kelelahan? Kau juga harus kuliah” Tanyaku ragu.

“Ani, gwenchana” Jawab Sooyoung sambil tersenyum.

Selesai makan… kami hanya menonton dan berbincang sambil bercanda.

“Chagiya…” kataku manja.

“Ne? Kau lapar lagi Oppa?” Tanya Sooyoung.

“Ani.. aku.. mmm, hanya ingin..” kataku ragu.

“Wae? Kenapa?” Tanya Sooyoung.

“Apa kita tidak akan melakukan hubungan suami istri?” Kata ku lancar, entahlah.. aku sedikit yadong saat ini.

Tanpa menunggu jawaban Sooyoung, aku langsung menciumnya lembut dan ciuman ini berlanjut semakin panas dan munculah desahan seksi Sooyoung.

Aku semakin tidak tahan dan benar-benar ingin menjadikan wanita ini milikku seutuhnya.

“Oppa, saranghae” Kata Sooyoung.

“Ne, nado. Jeongmal saranghae chagi..” kataku seduktif.

Dan.. setelah itu, terjadilah yang semestinya terjadi antara suami istri.

Skip NC…..

Aku dan Sooyoung melakukannya.

Dia menjadi milikku seutuhnya mulai saat ini. Dan aku berjanji akan menjaga milikku ini seutuhnya.

“Oppa.. aku lelah,..” kata Sooyoung lemah setelah permainan kasur kami ini.

“Mmm… kau tidurlah” kataku masih tetap memeluknya.

“Gomawo telah menjadikan aku orang pertama memilikimu seutuhnya” Kataku.

“Ne, cheonma Oppa” Kata Sooyoung sambil menutup matanya dan tidur.

“Saranghae.. jeongmal saranghae Choi Sooyoung.

~tbc~~~~ ^-^

Normal
0

false
false
false

IN
X-NONE
X-NONE

MicrosoftInternetExplorer4

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

Author pov

Setelah acara pertunangan malam itu, besoknya Sooyoung kembali ke kampus. Tapi kali ini dia membawa mobil sendiri. Mobil Minho dan mobil Sooyoung berjalan beriringan menuju parkiran kampus. Saat diparkiran Sooyoung memarkir mobilnya dan ternyata disampingnya terdapat mobil Tiffany dan Jessica.

“Yaa!!! Minggirlah, aku tidak mau mobilku lecet jika disamping mobil kalian” Kata Sooyoung sinis.

“Nde?” Tanya Tiffany shock dan takut.

“Fany ah, kita mengalah saja” Kata Jessica.

Dan dua gadis itu hanya masuk kembali ke mobilnya dan mencari tempat parkir lainnya.

“Noona, ini baru benar. Good job noona” Kata Minho sambil mengancungkan jempolnya

“Aku hanya ingin memberi pelajaran kepada gadis-gadis sombong itu” Kata Sooyoung sambil berjalan mendahuli Minho.

“Yaa…. Choi Sooyoung” Teriak Minho saat dia melihat Sooyoung berjalan dan meninggalkannya.

“Sooyoung berhenti dan berbalik. Mwoo? Kau bilang apa?” Tanya Sooyoung tajam.

“Ani, eh.. miane, noona” Kata Minho dan mendapat pukulan dari Sooyoung.

“Noona, kau kenapa sekejam ini kepadaku” Protes Minho.

Dan tiba-tiba…

“Chagiii..” teriak seseorang dan itu adalah Sulli.

“Ne, chagiyaa.. kenapa kesini? Kau tidak sekolah?” Tanya Minho sambil memeluk Sulli.

“Ani, aku bolos Oppa. Aku bosan disekolahan tanpamu” Gombal Sulli.

“Ne.. ne.. kalian bermesraanlah dihadapanku!” Kata Sooyoung sinis sambil tertawa.

“Eh unnie, mianhayo..” kata Sulli menyesal.

“Unnie, nanti malam bagaimana jika kita ke nail art? Aku ingin mengganti cat kuku ku” Kata Sulli.

“Oh, oke.. aku jemput kau yaa..” kata Sooyoung dan meminta izin ke kelasnya.

Sementara Minho dan Sulli masuk kemobil dan berencana kencan.

Sooyoung pov

Saat ini aku kembali dengan statusku yang sebenarnya. Sangat kesal karena dua gadis itu merusak permainanku. Aku hanya ingin mencari teman sejati, bukan karena harta. Saat di kampus banyak yang sepertinya memberi senyum ramah kepadaku, aku tetap tersenyum walaupun sebenarnya aku muak melihat wajah dan senyum palsu itu. Mereka sekarang menganggapku karena mereka sudah tahu yang sebenarnya. Dulu bahkan mereka ikut-ikutan menghinaku. Dan tiba-tiba aku melihat Yuri masuk kelas. Dia diam dan hanya duduk di belakangku.

“Yul.. kau kenapa?” Tanyaku sambil menghadapnya

“Ani” Eh… dia terlihat gugup.

“Ayollaaaaah.. kau kenapa berubah?” Tanyaku lagi.

“Ani, aku hanya takut kau tidak mau berteman denganku lagi” Kata Yuri sambil menunduk.

“Aniyaa…” teriakku.

“Kau bukan temanku, kau sahabatku, bahkan kau sudah seperti saudaraku” Jelasku.

“Ne? Jinjhayo? Kau tidak malu berteman denganku?” Tanya Yuri.

Aku hanya memelukknya dan diapun membalas pelukanku.

Saat akan ke kantin, aku melihat Siwon, Donghae, dan Minho duduk bersama di meja utama. Mereka menatapku dan memanggilku. Aku hanya diam dan tetap memilih duduk dimeja yang biasa aku tempati dengan Yuri.

“Soo, kita disini saja. Ne?” Pinta Yuri.

“Geuromnyo.. buat apa pindah” Kataku, lalu ponselku bergetar.. drt… drt…

From: Siwon

                Kenapa duduk disitu? Bukankah kita harus saling mengenal?

To: siwon

                Oh, gwenchana. Aku hanya risih jika harus menjadi pusat perhatian dimeja utama itu.

Dan Siwon hanya tersenyum singkat saat aku meliriknya.

Saat pulang kuliah, aku mengantar Yuri kerumahnya, walaupun dia menolak mati-matian. Dan saat di rumah aku melihat Minho sedang bermain pspnya.

“Noona, kau tidak lupa kan dengan janji bersama Sulli” Katanya memperingatiku

“Ne, tenang saja. Aku tidak akan melupakan Yeojachingumu” Kataku sambil minum jus jeruk Minho yang diatas meja.

“Yaa… noona, itu jus ku. Kau bisa minta buatkan pelayan lagi untukmu” Katanya cemberut.

“Aish….! dia bukan hanya Yeojachinguku, tapi dia juga adik iparmu. Apa kau lupa jika dia dongsaeng Siwon Hyung sang pangeran yang sekarang menjadi tunanganmu” Kata Minho menyindirku.

“Aish..” aku langsung bangkit dan beranjak kekamar.

Sorenya aku menjemput Sulli kerumahnya dan inilah saat mendebarkan, aku harus bertemu tunangan ku, Choi Siwon.

“Ah, anyenghaseo..” sapaku sambil membungkuk saat bertemu Siwon diruang tamu rumahnya.

“Oh. Anyeong..” sapanya sambil tersenyum ramah.

“Kenapa dia bisa seramah ini? Padahal biasanya namja ini dingin dan cuek” Batinku.

“Unnie, kajja” Teriak Sulli sambil menggandeng tanganku.

“Chakammannyo. Kalian mau kemana?” Tanya Siwon.

“Oppa, aku hanya membawa tunanganmu ke nail art langgananku. Kau tenanglah” Kata Sulli menggoda Siwon, dan Siwon pun hanya tersenyum dan pipinya memerah.

“Oh, hati-hati” Katanya sambil tersenyum.

“Ne” kata ku dan Sulli serempak.

@ nail art.

“Unnie, gomawo telah menjadi tunangan oppaku” Katanya.

“Nde? Bukan aku yang mau, tapi mau bagaimana lagi. Kami memang pasti dijodohkan” Kataku menjelaskan.

“Ne, tapi aku bahagia, aku ingin sekali mempunyai saudara perempuan agar bisa ku ajak ke salon atau butik” Lanjutnya.

“Ne, aku bisa menjadi Unnie mu. Kau boleh menganggapku Unnie kandungmu jika kau mau” Tawarku.

“Jeongmalyo Unnie? Huwaaa… gomawoyo” katanya sambil beraegyo.

“Unnie, apa aku boleh menginap di rumahmu malam ini? Aku kesepian dirumah, aku hanya ingin bercerita denganmu” Tanya nya.

“Ne, tentu saja. Kau boleh kapanpun jika ingin bercerita kepadaku. Bukankah sekarang aku sudah menjadi unnie mu?” Tanyaku lagi.

Aku sadar jika Sulli memang kesepian, orang tua nya sama saja dengan orang tuaku. Sibuk dan sangat jarang dirumah. Aku hanya ingin mengenalnya lebih dalam, sepertinya dia gadis yang baik dan aku mengerti dengan kesepiannya itu.

Saat diperjalanan pulang menuju rumahku, Sulli terus bercerita tentang dia dan Minho, aigoo.. sangat lugu gadis ini, ceria walaupun dalam matanya masih tersirat kesepian dan haus kasih sayang.

Saat akan masuk kerumahku, dan diruang keluarga… Siwon, Minho, dan Donghae sedang bermain game. Aku langsung membungkuk memberi salam.

“Anyeoghasseo..” kataku ramah.

“Oh, Yongie.. kau pulang malam sekali?” Introgasi Donghae Oppa.

“Ne oppa, aku dari salon kuku” Kataku.

“Jinjhayo? Kau dan Siwon??” Tanya nya sambil melihat cincin ditanganku dan tangan Siwon.

“Ne. Bukan suatu yang aneh jika ditunangkan Oppa. Kau juga nantinya akan ditunangkan” Kataku.

“Hahhahaa” Kulihat Donghae Oppa dan Minho tertawa.

“Oppa, kenapa kau bisa disini?” Tanya Sulli kepada Siwon.

“Oh, aku bermain dengan Minho dan Donghae, lalu kau?” Tanya Siwon lagi.

“Aku ingin tidur disini, aku ingin lebih dekat dengan Sooyoung Unnie” Jawab Sulli.

Saat akan tidur, Sulli bercerita semuanya. Tentang Siwon yang akan cuek dan dingin pada setiap gadis kecuali Sulli. Bahkan Sulli sering menjadi pacar pura-pura Siwon saat Siwon dikejar-kejar wanita. Dia sangat malas berhubungan terlalu dekat dengan wanita, karena menurut Sulli, Siwon sangat benci wanita yang gila harta.

Siwon pov

Sudah satu minggu aku bertunangan dengan Sooyoung. Kami masih saja canggung, mungkin karena memang aku dasarnya cuek, dia juga agak cuek. Dan malam ini aku akan mengajaknya makan malam diluar. Ini adalah ide gila Minho dan Sulli.

Aku dalam perjalanan menuju rumahnya, dan saat masuk.. aku melihat Sooyoung menggunakan hotpants dan baju kaus kebesaran. Kakinya benar-benar indah, dia seperti model papan atas. Saat ini aku memakai baju kaus dan skinny jeans. Kami memang mencari suasana makan malam yang santai agar tidak terlalu kaku dikencan pertama ini.

“Mm, Sooyoung shii.. kau mau pesan apa?” Tanyaku gugup. Entahlah, disamping nya aku merasakan detang jantungku tak karuan.

“Oh, aku steak sapi rendah kalori  dan jus jeruk saja” Katanya.

“Oh, kalau begitu aku juga sama” kataku kemudian memanggil pelayan dan memesan makanan.

Saat makan, kami mulai banyak bicara dan bercerita satu dan lainnya, ternyata Sooyoung gadis yang lucu dan ceria. Dia banyak tertawa, dan aku yang biasanya dinginpun mulai membaur dengan tawa hangatnya.

Saat pulang, di depan rumah Sooyoung.

“Gomawo makan malamnya Siwon shii” Katanya formal.

“Oh, ne” Kataku.. dan akupun malajukan mobilku untuk pulang.

Saat akan tidur, aku masih terbayang bagaimana manisnya tawa Sooyoung dan ramahnya dia, aku sebenarnya ingin memintanya agar tidak formal kepadaku, tapi aku takut ini terlalu awal.

Sulli tiba-tiba masuk dan bertanya tentang makan malamku dan Sooyoung.

“Kami lumayan banyak bicara dan bercerita tentang banyak hal” Kataku.

“Oh, Oppa… aku jadi tidak sabar menunggu Sooyoung Unnie menjadi istrimu” Katanya.

Aku hanya tersenyum dan dalam hati berkata jika itu dalam waktu dekat.

Author pov

Saat di kampus belum ada yang tahu Siwon dan Sooyoung bertunangan. Keluarga mereka menutupi ini agar tidak menjadi bahan gosip. Sooyoung dan Siwon jarang sekali berinteraksi dikampus, mereka hanya akan saling mengirim pesan dan telfon-telfonan. Acara kencan keluarpun jarang mereka lakukan karena kesibukan Siwon yang akan menghadapi tahun akhir dan persiapan skripsinya. Sooyoung mengerti itu, Siwon harus fokus dan dipersiapkan untuk menjadi direktur di Hyundai Group jika lulus nanti.

Secara tidak sadar Sooyoung mulai menyukai Siwon dan merasa aneh jika Siwon tidak menghubunginya dalam satu hari itu. Siwon pun begitu, dia dari awal pertunangan memang sudah tertarik dengan Sooyoung.

Saat Sooyoung makan dikantin dengan Yuri, datanglah Changmin “mahasiswa transfer dari Jepang” dan makan bergabung di meja Sooyoung Yuri.

“Mianhae, bisakah aku ikut bergabung dimeja ini?” Tanya Changmin.

“Ne… silahkan” Jawab Yuri dan Sooyoung.

Mereka makan dan saling bercerita. Sooyoung, Changmin, dan Yuri terlihat sangat akrab dan tertawa renyah. Sementara itu…

“Hyung, lihatlah siapa yang dimeja Sooyoung noona” Kata Minho.

“Molla, aku juga baru melihat wajahnya disini” Kata Siwon mulai cemburu dan bangkit meninggalkan kantin.

Sejak saat itu. Sooyoung, Yuri, dan Changmin selalu bertiga. Diam-diam Changmin menyukai Yuri dan dia telah menceritakan itu semua kepada Sooyoung. Sooyoungpun beralih menjadi makcomblang untuk Changmin dan Yuri. Sooyoung dan Yuri memanggil Oppa kepada Changmin karena ternyata Changmin lebih tua dari mereka.

Saat ini, Sooyoung dan Changmin makan di kantin, sementara Yuri di perpustakaan mencari buku acuan tugasnya.

“Oppa, kau harus bergerak kau harus mulai mencari perhatian Yuri” Kata Sooyoung.

“Ne, aku tahu Yongie.. tapi aku gugup dan ragu” jawab Changmin.

“Wae? Kenapa ragu??” Tanya Sooyoung kesal.

“Yaa.. kau jangan marah dulu. Aku masih memantapkan rasa percaya diriku” Protes Changmin.

“Oh ne, aku mengerti Oppa” Kata Sooyoung.

Saat Sooyoung dan Changmin akan bangkit dari meja tersebut, tiba-tiba Sooyoung terpeleset dan hampir terjatuh. Changmin dengan cepat menangkap badan Sooyoung, tapi mereka malah jatuh berdua di lantai. Terlihat seperti pasangan, Sooyoung berada diatas badan Changmin dan memeluk Changmin.

“Yaa… kalian bagunlah, apa-apaan ini?” Teriak Siwon dengan wajah marah.

Sooyoung kaget dan reflek berdiri dengan cepat. “Oh, mianhae Changmin Oppa. Gomawo telah membantuku saat aku hampir terjatuh. Kau tidak apa?” Tanya Sooyoung.

“Mwo?? Oppa??” Tanya Siwon lagi.

“Ne, dia lebih tua dariku Siwon shii. Jadi akan lebih bagus jika aku memanggilnya oppa” Jawab Sooyoung polos.

Siwon membelalakan mata dan menarik nafas dalam menahan cemburu.

“Kenapa kau terlihat marah? Aku hanya membantu temanku” Tanya Changmin.

“Ne, dia tunanganku, tentu saja aku marah jika gadisku bersama namja lain” Kata Siwon keras dan membuat semua pengunjuk shock dan ingin tahu lebih banyak tentang Siwon Sooyoung.

Banyak bisik-bisik yang terdengar.

Apa? Choi Sooyoung dan Choi Siwon bertunangan?

Mereka memang pasti akan dijodohkan.

Mereka cocok.

Kelurga kaya memang selalu begitu, pertunangan adalah ukuran pasti.

Dan masih banyak reaksi orang terhadap perkataan Siwon tadi. Siwon langsung menarik tangan Sooyoung ke parkiran dan mereka masuk kedalam mobil Siwon.

“kau keterlaluan” Teriak Siwon.

“Mwo? Aku? Kenapa? Aku hanya terjatuh dan dibantu temanku. Itu tidak ada unsur kesengajaan” Balas Sooyoung.

“Ne, aku mengerti jika tentang terjatuh itu. Aku hanya tidak habis pikir. Kau memanggiku Siwon shii dan Changmin yang baru kau kenal dengan Oppa” ucap Siwon protes.

“Ne?” Sooyoung menautkan alis tanda tak mengerti.

“Aku akan mengerti jika kau memanggil Donghae Oppa, karena dia memang Oppamu” Kata Siwon lagi.

“Kau cemburu?” Tanya Sooyoung menggoda Siwon.

“Tentu saja” Kata Siwon lesu.

“Aku tunanganmu dan kau akan menjadi istriku, tapi sampai saat ini kita masih canggung” Kata Siwon.

“Ne, baiklah.. mianhae Siwon Oppa” Kata Sooyoung sambil mengelus tangan Siwon.

Siwon langsung tersenyum senang dan mengelus kepala Sooyoung.

“Cobalah lebih dekat denganku, aku memang agak kaku, mianhae. Kuharap kau memaklumi itu” Kata Siwon.

“Ne, tapi kau mulailah lebih terbuka denganku” Kata Sooyoung.

“Oppa, aku akan menjodohkan Changmin Oppa dengan Yuri. Bagaimana? Mereka cocok kan?” Tanya Sooyoung pada Siwon.

“Ne? kau akan menjadi mak comblang? Jadi??? Changmin itu menyukai Yuri??” Tanya Siwon shock.

“Ne, kau saja yang keterlaluan berteriak kepadanya dikantin tadi. Nanti kau harus minta maaf” Kata Sooyoung.

“Ne…” jawab siwon sambil memainkan rambut Sooyoung, mereka sudah tidak canggung lagi.

“Kau harus menjaga jarak dengan Namja manapun. Kau harus ingat dengan perasaanku” Kata Siwon memperingati sooyoung.

“Ne? Apa tidak salah? Lalu Minho? Tidak mungkin aku mengusir dongsaengku dari rumah” Kata Sooyoung jahil.

“Yaa… itu tidak masuk Yongie, dia dan Donghae aku maklumi jika dekat denganmu” Kata Siwon.

Tiba-tiba Sooyoung mencium bibir Siwon kilat. Siwon hanya diam membeku.

“Saranghae, chagi..” kata Sooyoung sambil berbisik di telinga Siwon.

Siwon masih berusaha mengembalikan rohnya yang melayang saat dicium Sooyoung.

“Ne nado. Jeongmal saranghae” Balas Siwon dan Siwon menarik leher Sooyoung dan mereka mulai berciuman hangat dimobil Siwon.

Setelah kehabisan nafas, mereka berhenti dan terdiam sambil menunduk menutupi muka mereka yang sama-sama memerah.

Sooyoung hanya memegang bibirnya.

“Kau milikku” Kata Siwon yang hanya dibalas senyuman malu dari Sooyoung.

Mereka lalu keluar mobil dan berjalan bergandengan menuju kelas Sooyoung. Siwon akan meminta maaf kepada Changmin. Di sepanjang kampus mereka menjadi pusat perhatian karena bergandengan tangan dan Siwon sesekali mengelus rambut Sooyoung.

Sooyoung pov

Saat ini aku dan Siwon Oppa sedang bergandengan tangan menuju kelasku, dia akan minta maaf kepada Changmin Oppa. Saat di jalan banyak yang berkomentar tentangku dan Siwon Oppa. Gosip tentang aku yang menjadi tunangan Siwon oppa tersebar hanya dalam hitungan menit. Lalu…

“Noona, kau mau kemana?” Tanya Minho.

“Aku akan kekelas, kau mau apa?” Tanyaku.

“Ani, aku hanya ingin kau menemaniku membelikan kado untuk ulang thaun Sulli nanti malam” Katanya.

“Eh, ne. Sore ini saja” Kataku.

“Eh, chakamannyo.. Hyung, kau sudah mulai menggandeng tangan Noonaku?” Tanya Minho sambil tersenyum jahil kepada Siwon.

“Ada yang salah? Aku hanya menggandeng tangan calon istriku” Kata Siwon Oppa yang membuat aku malu dan Minho terdiam.

“Hhahaha, baiklah, kalian cepatlah menikah dan jadikan aku samchon” Kata Minho lalu aku memukul kepalanya.

“Noona, kau tidak malu memukulku didepan Siwon Hyung?” Protes Minho dan langsung kabur saat aku akan memukulnya lagi.

“Yul..” sapaku saat melihat Yuri sedang bersama Changmin Oppa.

“Changmin shii, mianhae atas sikapku dikantin tadi” Kata Siwon Oppa.

“Oh, gwenchana Siwon shii” Balas Changmin Oppa.

“Yul, apa kau sudah jadian dengan Changmin Oppa?” Tanyaku to the point.

Yuri hanya tersenyum malu, dan Changmin Oppa mengelus rambutnya.

“Sudah, gomawo saranmu Sooyoung ah” Kata Changmin Oppa.

“Jinjha?? Hahhaaa syukurlah, uri Kwon Yuri telah mendapatkan pasangan” Godaku yang membuat pipi Yuri memerah.

##Beberapa bulan kemudian, hari ini wisuda Siwon Oppa.

Aku sangat sedih mengingat aku tidak akan bertemu dengannya lagi di kampus. Saat ini aku menjadi pendamping Siwon Oppa. Sangat banyak Hoobae yang mengajaknya berfoto bersama. Aku iri, tapi bagaimanapun dia milikku dan dia tidak melupakanku sedikitpun saat ini. Dia selalu megajakku foto bersama. Aku merasa tidak enak jika mengekangnya dihari terakhirnya dikampus ini.

“Hyung…” kata Minho yang datang dengan Sulli.

“Oh, Minho ah, Sulli ah.. kalian datang juga? aku menantikan dari tadi” Kata Siwon.

Lalu aku, Siwon, Minho, dan Sulli berfoto bersama.

Malamnya, aku makan malam romantis dengan Siwon dan dia melamarku untuk jadi istrinya.

“Chagi, kau mau menjadi istriku?” Tanya Siwon santai.

“Ne? Kau tidak romantis. Jadi aku pikirkan dulu” Kataku sambil tersenyum.

“Baiklah, kita menikah 2 hari lagi” Kata Siwon Oppa dan reflek aku menganga.

“Mwo? Aku masih kuliah dan itu terlalu cepat. 2 hari waktu yang singkat. Kau tahu itu?” Tanyaku.

“Ne, aku sudah menyiapkan semua. Appamu dan Appaku juga berperan dalam ini” Kata Siwon.

“Kau tenang saja dan bersiaplah rabu pagi untuk didandani dan kegereja mengucap janji denganku” Kata Siwon.

“Oh, ne..!” kataku singkat karena terlalu gembira.

Author pov

Hari ini pernikahan Siwon dan Sooyoung. Di gereja ini yang hadir hanya orang-orang penting dan sebagian besar adalah relasi bisnis Appa Siwon dan Appa Sooyoung. Setelah janji suci itu terucap, Siwon dan Sooyoung pun resmi menjadi suami istri.

Ciuman di atas altar itupun lama dan mendapat teriakan riuh dan tepuk tangan dari para tamu undangan. Sooyoung terlihat malu, dan Siwon menggenggam tangannya.

“Kau benar-benar jodohku” Kata Siwon.

“Ne, Oppa” Kata Sooyoung yang masih malu-malu kepada suaminya.

Malamnya adalah pesta mewah dan ellegant disalah satu gedung hotel bintang lima milik keluarga Siwon.

Tamu dalam acara ini adalah rekan bisnis Appa Sooyoung dan Appa Siwon, serta keluarga terdekat, dan teman-teman kampus Sooyoung dan Siwon. Pesta meriah ini sangat ramai dan Siwon Sooyoung terlihat ceria dan bersemangat menyalami setiap tamu yang mengucapkan selamat kepada mereka.

Lalu… datanglah Minho dan Sulli.

“Hyung.. kalian akhirnya menikah juga, ayo segera dapatkan keturunan” Katanya.

“Ne, kau tenang saja Minho ah” Kata Siwon.

Sooyoung hanya tersenyum malu dan memeluk Sulli.

“Unnie, gomawo kau menjadi istri Oppaku yang sangat dingin dan cuek ini” Kata Sulli.

“Oh, hahaha.. ne Sulli ah. Kalian kapan menyusul?” Goda Sooyoung.

“Secepatnya noona, kau tunggu saja” kata Minho.

“Yongie ah” panggil umma Siwon dan umma Sooyoung.

“Ne umma, omonim.. ada apa?” Tanya Sooyoung.

“Ani.. kau terlihat cantik malam ini. Siwon beruntung memiliki istri secantikmu” Goda umma Siwon.

“Gomawo omonim” Kata Sooyoung sambil membungkuk.

“Kalian cepatlah memberikan kami cucu” Kata umma Sooyoung.

Siwon dan Sooyoung hanya tersenyum jika digoda dengan pertanyaan tersebut.

“Oppa..” panggil Sooyoung saat Donghae datang bersama Jessica.

“Youngie, kau curang,. Seharusnya Oppa yang menikah duluan” Goda Donghae.

“Ah, hahha kau yang terlalu lambat Oppa” Kata Sooyoung sambil tersenyum kearah Jessica.

“Jessica shii.. mianhae masalah waktu itu, aku terbawa suasana” Kata Sooyoung.

“Ah ani, aku dan Tiffany yang keterlaluan, aku pantas dilakukan seperti itu. Aku minta maaf Sooyoung shii” Kata Jessica sambil membungkuk.

“Oh, gwenchana. Kau panggil aku Sooyoung saja” Kata Sooyoung.

“Oppa, kau lamarlah Jessica secepatnya. Kau mau menikah dihari tua?” Goda Sooyoung lagi dan Jessica Donghae hanya tersenyum malu.

“Sooyoung ah!” teriak Yuri saat dia berjalan kearah Sooyoung bersama Changmin.

“Yul..” kata Sooyoung sambil memeluk Yuri. “Kau cepatlah menikah dengan Changmin Oppa” Kata sooyoung.

“Oh ne, kau tunggu saja undangannya. Bulan depan di Jepang” Kata Changmin.

“Hahhaaa.. syukurlah” Yuri mendapatkan namja yang sebaik Changmin Oppa. Batin Sooyoung.

Malam itu, Sooyoung, Siwon, Minho, Sulli, Donghae, Jessica, Changmin, dan Yuri bercerita sambil tertawa bersama. Tiffany sedang di amerika liburan bersama orangtuanya karena dia sengaja menghindari pernikahan royal couple ini. Dia masih menyukai Siwon.

Siwon pov

Malam ini Sooyoung resmi menjadi istriku. Dan saat ini kami dalam perjalanan menuju apartment kami. Sooyoung sudah tertidur di kursi penumpang, aku rasa dia kelelahan saat di pesta tadi. Saat sampai di apartment aku mencoba membangunkanya dan dia tidak bergeming. Terlalu nyenyak dan aku tidak tega membangunkanya. Akhirnya aku putuskan menggendong istriku ini.

Saat sampai di kamar, Sooyoung terbangun dan aku langsung saja meletakkannya ke ranjang kami.

“Kau terbangun? Tidurlah lagi jika kau benar-benar kelelahan” Kataku.

“Oh.. ne.. jaljayo” Katanya dan langsung tertidur dengan gaun pengantinnya.

Aku mengganti bajuku dan mandi. Setelah itu aku mengambil posisi di samping Sooyoung. Kupeluk tubuh rampingnya dan tidak lama setelah itu aku tertidur.

Saat pagi, aku mencoba membuka mataku dan kulihat ke samping Sooyoung masih tertidur tenang.

Aku mencoba membangunkanya untuk mengajaknya sarapan di luar.

“Soo, bangunlah, kita sarapan diluar” Kataku.

Dia menggumam tidak jelas dan kembali menarik selimutnya tidur

Aku putuskan untuk mandi terlebih dahulu dan setelah mandi, aku kembali membangunkan istriku yang ternyata sangat susah bangun pagi ini.

“Chagi ah.. bangunlah..!” Kataku lembut ditelinganya.

“Ya!!! Choi minho kau jangan ganggu tidurku” Teriaknya.

Aku kaget dan tersadar. “Apa dia bermimpi bersama Minho?” Batiinku.

“Sooyoung, aku bukan Minho” Kataku.

Dia reflek membuka matanya dan “Mwwoooo? Ah mianhae Oppa. Aku biasanya memang diganggu Minho untuk bangun pagi” Katanya lugu.

“Ah., gwenchana” Kataku dan aku menyuruhnya mandi dan siap-siap untuk sarapan diluar.

Saat menunggunya mandi dan siap-siap, akupun menonton tv dan sesaat kemudian Sooyoung keluar dengan baju kaos.

Kita akan sarapan diluar dan kau pakailah jaket, sangat dingin. Kataku

“Mwo? Kenapa harus di luar?? Disini saja” Katanya.

“Jinjha? Kita tidak ada pembantu, siapa yang akan memasak?” Tanyaku. Memang aku belum memesan jasa pembantu karena kau hanya ingin menghabiskan waktu dengan istriku di awal pernikahan ini.

“Oppa.. kau duduklah, dan tunggu saja” Katanya sambil beranjak kedapur.

Beberapa saat kemudian, aku mencium wangi masakan dari dapur dan aku memutuskan melihat Sooyoung yang ternyata sedang memasak nasi goreng seafood. “Apa dia bisa memasak?” Batinku.

“Sarapan siap..!” teriaknya dan meletakkan masakannya tersebut dimeja makan.

“Oppa, ayolah.. kau mau diam saja disitu?” tanya Sooyoung.

“Oh” dengan ragu aku menyuapkan masakan Sooyoung ini. Jujur aku tidak yakin nona muda Choi Group ini bisa memassak.

“Kau makanlah, aku tidak akan meracunimu” Katanya mulai kesal karena aku tidak antusias dengan masakannya.

Saat makan, ternyata masakannya benar-benar enak. Sooyoung bisa memasak. Ini hal yang baru aku ketahui dari istriku ini.

“Aku sering memasakan sarapan untuk Minho, karena dia ngambek saat umma dan appaku pergi perjalan dinas saat Minho SMP” Kata Sooyoung.

“Aku hanya memandangnya takjub, benar-benar wanita idaman” Batinku.

“Masakanmu sangat enak chagiya. Aku beruntung memiliki istri sepertimu” Kataku sambil tetap mengunyah masakan Sooyoung.

“Oppa, bagaimana kalau kita tidak memakai jasa pembantu. Aku hanya ingin melayani kau seutuhnya sebagai suamiku”.

“Ne?” Aku terkagum lagi.. wanita ini benar-benar luar biasa.

“Apa kau yakin tidak kelelahan? Kau juga harus kuliah” Tanyaku ragu.

“Ani, gwenchana” Jawab Sooyoung sambil tersenyum.

Selesai makan… kami hanya menonton dan berbincang sambil bercanda.

“Chagiya…” kataku manja.

“Ne? Kau lapar lagi Oppa?” Tanya Sooyoung.

“Ani.. aku.. mmm, hanya ingin..” kataku ragu.

“Wae? Kenapa?” Tanya Sooyoung.

“Apa kita tidak akan melakukan hubungan suami istri?” Kata ku lancar, entahlah.. aku sedikit yadong saat ini.

Tanpa menunggu jawaban Sooyoung, aku langsung menciumnya lembut dan ciuman ini berlanjut semakin panas dan munculah desahan seksi Sooyoung.

Aku semakin tidak tahan dan benar-benar ingin menjadikan wanita ini milikku seutuhnya.

“Oppa, saranghae” Kata Sooyoung.

“Ne, nado. Jeongmal saranghae chagi..” kataku seduktif.

Dan.. setelah itu, terjadilah yang semestinya terjadi antara suami istri.

Skip NC…..

Aku dan Sooyoung melakukannya.

Dia menjadi milikku seutuhnya mulai saat ini. Dan aku berjanji akan menjaga milikku ini seutuhnya.

“Oppa.. aku lelah,..” kata Sooyoung lemah setelah permainan kasur kami ini.

“Mmm… kau tidurlah” kataku masih tetap memeluknya.

“Gomawo telah menjadikan aku orang pertama memilikimu seutuhnya” Kataku.

“Ne, cheonma Oppa” Kata Sooyoung sambil menutup matanya dan tidur.

“Saranghae.. jeongmal saranghae Choi Sooyoung.

~tbc~~~~ ^-^

19 thoughts on “We Are At The Same Social Level Part 3

  1. akhirnya SooWon mnikah jugak, untung aja NCnya di skip, aku kan masih dibwah umur hehehe😀 gomawo eonni ^^ next partnya jngan lma-lma, Fighting !

  2. annyeong,,
    Mianhe baru comment di part ini.
    caritanya bagus,, tp kalo menurut aku terlalu kecepetan, mungkin kalo ada konflik antara siwon dan sooyoung pas mereka di jodohkan, itu akan menarik, mungkin jg ceritanya lebih di eksplore lagi.
    di castkan ada yuri, donghae, tiffany, jessica, sulli. mereka jg bisa di ceritakan lebih. Misalnya untuk yuri bisa di ceritakan gimana aksinya soo waktu nyomblangin dia sama changmin. Donghae jg lebih bisa di ceritakan, karna diakan sepupu sooyoung + sahabat siwon, jd banyak part yang bisa dia ikut masuk, Tiffany dan jessica, mungkin akan lebih bagus kalo misalnya konfliknya lebih di panjangin karna yg aku rasa setelah konflik mereka selesai dan identitas sooyoung terbongkar, ga ada konflik yg ngebuat reader deg degan gmn gitu.
    di part yang ketiga ini aku ga ngerasa ada konflik, terus antara cerita soowon yg baru tunangan lansung menikah itu terlalu cepet, aku ga bisa ngerasai feel senengnya sooyoung waktu di lamar, karna terlalu cepat. Kurang ada detail detail yg akan membagkitkan feel.

    Sekian dari saya jgn marah ya banyk commentnya. jgn jadi kecil hati ya,Semoga tulisannya bisa jd lebih baik, hwaitiing

  3. Next part dtnggu thor🙂
    ff.a aku suka dan udh bgus tp alur.a kcepetan dan kesan.a pngen buru-buru selesai.
    Cba bkin ff yg kya gni lgi tp bda tema tp alurnya jngan kcpetan.
    Tp jujur aku suka ff.a
    keep writing.
    Semangat!

  4. Sepertinya alur di chapter ini dipercepat yah. Terus, percakapannya juga terkesan cepat banget. Penggunaan tanda baca, khususnya tanda kutip saat dialog juga kadang salah. Menurutku itu ajah sih kekurangan dari part 3 ini.
    Selebihnya udah bagus.

    Semangat chingu untuk FF lainnya ^-^

Leave a Reply (Comment yah)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s