We Are at The Same Social Level Part 5

strak

Cast :

  • Choi Sooyoung
  • Choi Siwon
  • Choi Minho
  • Choi Sulli

Sooyoung pov

Saat ini aku sedang bersiap pergi ketaman bermain, aku menonton tv sambil menunggu siwon oppa mandi. Aku hanya memakai dress putih selutut dan kardigan. Aku tidak mood untuk berpakaian terlalu modis. Awalnya aku akan menggunakan jeans. Tapi..

Flashback

“Sooyoung ah, kau sudah mandi?” Tanya siwon oppa yang baru bangun ketika aku sedang memilih baju dilemari untuk aku kenakan ketaman bermain.

“Ne, bukankah kau berjanji kita akan ketaman bermain hari ini? Apa kau lupa?” Kataku. Aku memang menyukai taman  bermain. Sangat mengasikan disitu, aku bisa menghilangkan stress dengan menaiki wahana dan melihat badut.

“Ne, aku tidak lupa.. tapi ini pagi sekali, bukankah kita akan pergi jam 11?” Tanyanya.

“Ne, aku hanya ingin mandi pagi” Kataku sambil mengambil kemeja dan skinny jeans ku.

“Andwee.. hentikan..” teriak siwon oppa.

“Nde? Kau kenapa?” Tanya ku heran dan kaget karena teriakannya.

“Kau tidak boleh lagi memakai jeans ketat itu” Katanya.

“Wae? Kenapa? Kau aneh..” kataku sambil memandangnya sakartis.

“Kau hamil chagiya, apa kau lupa? Anak kita akan sulit bernafas jika pakaianmu terlalu ketat” Jelasnya

“Aku baru hamil 2bulan dan perutku belum terlalu gemuk. Ini tidak sempit oppa. Kau berlebihan” Kataku kesal.

“Ani, aku tidak ijinkan. Kau pakai dress saja” Katanya sambil berjalan kearah lemari dan memilih dress putih selutut. “Dan ini!!” Katanya menyerahkan dress dan kardigan kepadaku.

“Ani, aku tidak ingin memakai itu. Ketaman bermain untuk bersantai, jadi kita juga harus berpakaian santai” Jelasku.

“Chagiya… ummamu terlalu nakal. Dia tidak mendengarkan appa” Katanya sambil bicara didepan perutku.

Aku hanya diam, dan tiba-tiba ponselku bergetar. Ummaku yang menelfon. Akupun menjawab dan meloudspeakerkan panggilan ini.

“Sooyoung ah, kau sehat?” Tanya ummaku.

“Ne umma… aku baik-baik saja”.

“Ingat… jangan kelelahan dan telat makan. Jaga kondisi!” Pesan ummaku. “Dan kau juga jangan memakai jeans lagi, apalagi hotpants. Bayimu akan sulit bergerak dan bernafas” Pesan ummaku sebelum memutus sambungan telefon ini.

“Nah… aku benar kan? Kau jangan memakai jeans lagi” Kata siwon oppa sambil tersenyum menang. Dan, Aku hanya mendengus kesal.

Flashback end.

“Sooyoung ah, kau mau kita sarapan dimana?” tanya siwon oppa saat dia keluar dari kamar dan sudah rapi.

“Restorant jepang saja. Aku ingin sushi” Kataku sambil tersenyum padanya.

“Ne, baiklah.. kajja.. kita sarapan dan setelah itu ketaman bermain” Katanya sambil merangkulku dan kami berjalan kearah pintu. Saat akan memakai sepatu, aku memilih wedges 5cm, dan lagi-lagi, dia bertingkah aneh..

“Ani, kau pakai kets saja” Katanya yang membuat ku kesal

“Oppa, kau lihatlah… bajuku feminim dan akan sangat aneh jika aku memakai kets ini” Jelasku.

“Ingat, ibu hamil dianjurkan untuk tidak memakai sepatu berhak tinggi” Katanya lagi.

“Oppa, aku tidak akan apa-apa memakai wedges ini. Bahkan aku bisa berjalan dengan lancar saat memakai heels 10cm sekalipun” Kataku tak mau kalah.

“Itu dulu, ketika kau sendiri. Sekarang kau bersama anakku. Jadi aku takut kau terjatuh. Itu membahayakan” Katanya lagi sambil berlutut dan memasangkan tali sepatu kets ku ini.

“Ayolah..” dan aku melihat, ternyata tidak aneh. Ini chic.. sangat santai. Kataku akhirnya setelah melihat tampilanku.

Drt.. drt.. drt… ponsel siwon oppa berbunyi. Ternyata sulli.

“Sulli, apa aku boleh menjawabnya?” Dia meminta izin padaku. Aku tahu dia takut aku cemburu lagi. Dia benar-benar menjaga perasaanku saat ini.

“silahkan” Dia meng loudspeaker kan panggilan ini.

“Oppa, unnie ku odieso?” Tanya sulli.

“Ne, dia disampingku. Wae?” Tanya siwon oppa.

“Ani, hanya rindu saja untuk kesalon dan kebutik” Kata sulli.

“Ne, kalian pergilah kebutik. Sooyoung butuh baju longgar..” kata siwon oppa lagi.

“Nde? Buat apa? Kenapa harus yang longgar. Kenapa juga harus oppa yang menentukan. Selera fanshion ku dan sooyoung unnie sama, dan itu berbeda dengan selera mu oppa” Kata sulli heran.

“Tentu saja aku yang menentukan. Aku suaminya dan pakaian longgar untuk menjaga calon bayiku diperutnya” Jelas siwon oppa sambil tersenyum. Namja ini semakin sering tersenyum jika membahas kehamilanku.

“Mwoooo? Calon bayi? Mworago? Oppa….. Unnie ku hamil???” Tanya sulli antusias.

“Ne, sooyoung hamil anakku. Sudah 2 bulan. Kami baru mengetahui dan aku belum sempat mengabari umma dan appa” Kata siwon lagi.

“Jinjha… whoaaaa.. chukae unnie, oppa.. umma….. sooyoung unnie hamil” Teriak sulli keras. Sepertinya dia memanggil ummanya.

“Jinjha?” Kali ini omonim yang berbicara ditelefon.

“Ne, umma.. aku belum sempat mengabari. Mianhae” Sesal siwon oppa pada ummanya     .

“Ne, gwenchana. Kalian kesini, aku akan menyiapkan makanan. Kalian harus makan disini. Whoaa… sooyoung ah, chukae…” kata mertuaku itu.

“Ne umma, tapi.. kami akan ketaman bermain” Kataku jujur.

“Ani, kau kesini dulu” Kata omonim.

Dan.. akhirnya, aku dan siwon oppa saat ini dalam perjalanan kerumah mertuaku.

“Kenapa diam saja? Apa kau tidak ingin kerumah orangtuaku? Kita bisa batalkan” Tanya siwon oppa.

“Ani.. aku hanya merasa sangat bersalah. Aku bahkan cemburu tidak jelas kepada sulli yang menganggapku unnie kandungnya” Jawabku.

“Dia memang sangat menyukaimu, saat kita ditunangkan dulu, dia bahkan pernah mengatakan jika dia lebih banyak kemiripan dengan kau dibanding aku oppa kandungnya” Jelas siwon oppa sambil menyetir.

“Aku sangat menyesal.. mianhae, aku hampir merusak hubunganmu dengan dongsaengmu” Kataku.

“Ani, sudahlah.. gwenchana. Aku mengerti. Jangan merasa bersalah lagi” Katanya sambil mengelus kepalaku.

Saat dirumah siwon,.. ternyata ada orang tuaku dan minho juga. Omonim mengundang umma dan appaku untuk merayakan ini.

“Sooyoung ah, chukae..” aku langsung dipeluk mertuaku ini.

“Ne omonim..” Kataku sambil membalas pelukannya.

“Sudah.. ayo masuk” Kata abonim.

“Umma, appa, minho.. juga disini?” Tanyaku.

“Ne, omonim yang mengundang. Sebenarnya ummamu dan omonim berencana akan mengadakan pesta atas kehamilanmu. Kau mau pesta yang bagimana?” Tanya kedua umma ini.

“Ani, aku tidak ingin. Seperti ini saja. Sudah cukup umma, omonim..” kataku.

“Ani, ini cucu pertama kami. Jadi harus disambut antusias” Kata appaku dan argument ini didukung juga oleh abonim.

“Gomawo appa, abonim.. tapi aku memang tidak ingin pasta. Itu hanya akan melelahkan” Kataku.

“Baiklah.. kata mereka semua” sepertinya kecewa. Tapi aku memang malas berhubungan dengan kemewahan.

Saat akan mengambil makanan, tiba-tiba perutku mual. Aku menahan mati-matian. Sangat tidak sopan aku muntah saat orang makan. Aku merasakan mukaku panas. Aku sungguh mual. Siwon oppa yang disampingku langsung menyadari ini.

“Youngie ah, gwenchana? Kau mual?” Tanya nya.

“Ne.. hanya sedikit” Kataku mencoba tersenyum santai.

“Aku makan diruang tv saja, aku tidak mau merusak sarapan pagi ini jika tiba-tiba mual” Kataku.

“Ani, sooyoung ah.. gwenchana” Kata mereka semua memaklumiku.

“Oppa.. aku makan sambil menonton tv saja” Kataku merengek pada siwon oppa.

“Ne, kajja. Kita makan disitu saja” Ajaknya sambil membawa piring kami ke ruang tv.

“Unnie, aku ikut” Teriak sulli.

“Aku juga, aku sudah lama tidak makan bersama noona” Kata minho sambil menyusulku.

“Oppa, kau makanlah disitu. Usirku pada siwon oppa. Aku disini bersama minho dan sulli saja. Kami ingin bercerita” kataku.

“Jinjha? Aish… bocah, Kenapa kalian mengusirku?” Protesnya sambil berjalan kembali kemeja makan.

Author pov

Saat makan, sooyoung bercanda dengan sulli dan minho. Mereka tertawa bersama dan sooyoung mulai melupakan rasa mualnya. Seedangkan siwon dimeja makan bersama para orang tua membahas perusahaan mereka.

Tiba-tiba, sooyoung kembali mual dan muntah-muntah. Wajahnya sudah mulai pucat. Sulli dan minho shock. Sulli langsung berteriak memanggil ummanya.

“Umma.. othokhe?” teriak sulli panik dan hampir menangis. Maklum, gadis ini shock melihat orang yang hamil muda. Padahal ini suatu yang wajar, tapi dia kalut.

“Sulli ah, gwenchana” Kata sooyoung pelan. “Ini hanya mual biasa” Jelas sooyoung.

Sementara yang dimeja makan pun shock akibat teriakan sulli.

“Wae? Sulli ah? Kau kenapa?” Tanya appa sulli.

“Sooyoung unnie muntah terus” Adu gadis lugu ini dengan mata berair.

“Ini biasa sulli, tidak apa-apa” Jelas umma siwon dan umma sooyoung.

Siwon langsung memeluk sooyoung. Dia tahu, sooyoung akan tidak mual jika menghirup aroma parfum siwon. Dia langsung memeluk sooyoung dan mengelus kepalanya. Apa sudah baikan? Tanya siwon lembut. Sooyoung hanya mengangguk dan para umma bertepuk tangan. Mereka antusias dengan adegan ini dan melupakan sulli yang masih shock. Lalu, siwon menjelaskan jika rasa mual sooyoung akan hilang jika menghirup aroma parfumnya.

“Jinjha? Whoa.. romantis sekali” Kata minho.

“Oppa, ayo ketaman bermain. Bukankah kau sudah berjanji?” Tagih sooyoung yang sudah mulai kambuh manjanya.

“Ne, kajja” Ajak siwon.. dan, ….

“Andwe…” teriak para orang tua.

“Itu berbahaya bagi kandungan sooyoung yang masih muda. Sangat rentan. Jangan terlalu bergerak aktif dulu”. Pesan para umma.

Sooyoung dan siwon hanya mengangguk pasrah.

##5 bulan kemudian.

Saat ini usia kandungan sooyoung sudah tujuh bulan, dia sangat manja kepada siwon. Hanya kepada siwon dan siwon sangat memaklumi itu. Sooyoung sering ikut kekantor dengan siwon dan bahkan siwon pun rela mengganti sekretarisnya demi menjaga perasaan istrinya. Sekarang sekretaris siwon adalah laki-laki. Sooyoung masih cemburuan dan siwon memaklumi itu. Sooyoung memutuskan cuti kuliah sejak hamil ini. Awalnya, Yuri hampir setiap hari mengunjungi sooyoung di apartment. Tapi saat sooyoung mengandung lima bulan, yuri juga hamil muda dan tidak diizinkan changmin keluar.

“Oppa, aku tidak ikut kekantormu hari ini” Kata sooyoung saat memasangkan dasi siwon.

“Kenapa? Apa tidak apa dirumah sendiri? Atau aku telfon sulli saja untuk menemanimu?” Tanya siwon cemas.

“Ani, aku ingin menjenguk yuri. Aku merindukannya” Kata sooyoung meyakinkan siwon.

“Oh.. kau yakin? Apa aku antar?” Tanya siwon.

“Ani, bahkan changmin oppa pun dilarang dirumahnya saat aku kesitu. Aku hanya ingin bergosip dengan yuri” Kata sooyoung.

“Baiklah. Kau hati-hati” Pesan siwon dan mencium perut serta bibir sooyoung.

Sooyoung pov

Saat ini aku dalam perjalanan menjenguk yuri. Aku merindukan sahabatku ini.

“Yul.. kau bagaimana? Apa sering mual?” Tanyaku ketika aku sudah sampai di rumahnya.

“Ani, aku sangat fit. Tidak mual seperti kau dulu dan tidak manja seperti kau nyonya choi” Sindirnya.

“Hahhaa, kau sangat pintar nyonya shim” Balasku dan kami saling bercerita tentang kehamilan.

“Yul, aku tiba-tiba ingin kekantor siwon oppa. Sampai ketemu besok. Anyeong” Pamitku.

Entahlah, aku tiba-tiba merindukan suamiku. Saat ini aku menyetir pelan menuju kantor siwon. Aku ingin memberinya kejutan. Aku akan membeli makanan dan buah dulu. Hari ini cuaca sangat panas dan buah akan menyegarkan.

Saat dikantor siwon, semua orang memberi hormat padaku, aku heran. Tapi aku bisa bagaimana lagi. Siapa suruh choi siwon itu menjadi direktur perusahaan appanya ini. Bahkan dilift pun, banyak yang menyapaku hangat.. aku hanya membalas sapaan mereka dengan senyum ramah.

Aku membuka pintu ruangan siwon dan…

“Oppa…” teriakku. Siwon kaget, dia yang tadinya fokus pada laptopnya langsung menghampiriku.

Aku sedikit berlari kearahnya.. dan,… aku pun kehilangan keseimbangan tapi saat jatuh aku menimpa badan siwon. Dia dibawahku sambil menatapku takut.

“Soo ah, gwenchana? Apa perutmu sakit? Ayo kerumah sakit” Paksanya saat akan menarik tanganku.

“Ani, aku tidak apa oppa. Mianhae” Kataku sambil mengelus perutku pelan.

Dia langsung menyuruhku duduk disofa dan memeriksa kaki dan tanganku. “Apa ada yang terluka?” Tanyanya cemas.

“Ani, oppa. Tenanglah” Kataku meyakinkan. Tapi dia tetap ketakutan.

#Pagi hari

Pagi ini aku akan check up ditemani siwon oppa, semalaman dia terus ketakutan karena melihat aku jatuh dikantornya kemaren. Dan hasilnya adalah… aku dan bayiku tidak apa-apa. Barulah siwon terlihat agak sedikit lega. Dia bahkan menceramahiku semalaman agar berjalan lebih hati-hati.

#Malam hari

“Oppa…” kataku membangunkan siwon.

“mmm…. wae?” Tanya siwon sambil menggumam.

“Aku… tiba-tiba ingin ramen” Kataku manja.

“Nde? Tidak bisakah besok chagi? Aku sangat ngantuk. Ini sudah jam 3 pagi” Kilahnya.

“Andwee… aku ingin sekarang, kau bangunlah choi siwon shii” Ketusku pada siwon oppa.

“Aku mohon, pagi saja yaa.. mataku benar-benar susah dibuka yongie ah” Katanya memelas.

“Ok, u don’t want to make that ramen for me?” Tanyaku .

“I  want, but not now bebii… oke? Jebbballl…” pinta siwon oppa lagi.

Entahlah, aku benar-benar cengeng sejak mengandung. Aku tiba-tiba menangis dan siwon oppa langsung terbangun.

“Mianhae, jangan menangis lagi.. aku akan membuat ramen. Kau tunggu sebentar yaa” Kata siwon oppa sambil berjalan ke arah dapur.

Beberapa saat kemudian,

“Chagi.. ayo makan, ramennya sudah selesai” Teriak siwon.

“Oppa, kau makan saja. Aku ngantuk dan tidak ingin ramen lagi” Kataku,. Jujur, aku sudah tidak selera makan.

“Mwo? Kau…. aish, jinjha.. tidak tahukah kau aku berusaha keras membuka mataku untuk membuat ini?” Tanya siwon oppa marah.

“Kau marah?” Tanyaku keras.

“Ani.. mianhae, kau tidurlah” Kata siwon pelan, tapi terlihat dia menahan amarahnya.

## pagi hari

Aku bangun dan melihat siwon oppa masih terlelap dengan nyenyak. Aku merasa bersalah padanya atas sikapku tadi malam. Wajahnya terlihat sangat lelah. Aku menatapnya dan menyentuh wajah tampannya.

“Soo.. kau sudah bangun?” Tanyanya sambil membuka mata dan langsung memelukku.

“Oppa, mianhae tadi malam aku merepotkanmu” Kataku menyesal.

“Gwenchana chagiya.. kau hanya perlu tetap mencintaiku dan tetap disampingku” Katanya sambil tersenyum tulus.

“Oppa, kau liburlah hari ini. Temani aku membeli perlengkapan bayi. Ini sudah tujuh bulan, tapi aku belum menyiapkan perlengkapan bayi” Kataku.

“Ne. Baiklah chagi. Aku ingin anakku laki-laki” Kata siwon oppa.

“Ne oppa, aku juga yakin anak kita lelaki” Kataku sambil mencium bibirnya.

“Kau sangat yadong saat hamil” Kata siwon oppa menggodaku, dan Aku hanya diam dan menahan malu.

## babies shops

“Oppa, ini sangat lucu. Aku ingin semuanya. Sepertinya jiwa shopaholicku muncul” Kataku pada siwon oppa.

“Ne, kau pilih saja. Jika kau suka langsung ambil saja” Kata siwon oppa.

“Aigoo.. baby, your daddy very kind.. he give me anything” Kataku pada perutku.

“Of course baby, i work and getting money just to make your life more happy than mine. Your moomy also kind, not only me… but we as your parent, so come on.. birth to this earth” Kata siwon oppa sambil mengelus perutku.

“Hahhaa, oppa.. ayo kekasir”

@ car

“Oppa, kerumah orang tuaku dulu. Umma dan appa menyuruhku mengambil oleh-oleh dirumah” Kataku.

“Ne” kata siwon oppa sambil tetap fokus menyetir.

“Aigooo.. yongie ah, perutmu sudah besar. Aku tidak sabar melihat cucuku” Kata ummaku ketika kami tiba di rumah orangtuaku.

“Ne… Sudah tujuh bulan umma. Mana oleh-olehku?” Tagihku.

“Aku tidak membelikan apapun untukmu. Aku hanya membeli baju-baju lucu ini untuk cucuku” Kata umma.

“Umma, tega sekali..” kataku tak terima.

“Siwon ah, apa sooyoung selalu manja seperti ini?” Tanya umma pada siwon oppa.

“Ne omonim.. sangat manja. Hehehe” Jawab siwon oppa sambil tertawa, dan Aku hanya cemberut.

“Sooyoung ah, apa cucuku laki-laki?” Tanya umma antusias.

“Molla, aku tidak ingin tahu jenis kelaminnya. Aku hanya ingin dia menjadi surprise” Kataku.

“Oh, jika laki-laki.. maka dia akan menjadi pewaris utama hyundai group karena siwon adalah pewaris hyundai. Dan jika sulli menikah dengan minho, maka anak mereka akan menjadi pewaris utama choi group, karena minho pewaris sah choi group” Kata ummaku.

Aku dan siwon oppa hanya tersenyum.

Author pov

Saat ini kehamilan sooyoung sudah sembilan bulan dan menunggu hari kelahiran. Siwon sudah mengambil cuti karena ingin menjaga sooyoung yang perutnya sudah mulai berkontraksi tapi hanya kontraksi kecil.

Sooyoung dan siwon sarapan bersama pagi ini, sooyoung tiba-tiba terdiam dan memegangi perutnya. Siwon melihat itu langsung panik dan menyeka keringat dikening sooyoung. “Gwenchana?” Tanya siwon.

“Appo.. perutku sakit.” Lirih sooyoung.

“Mwo? Ayo kerumah sakit” Panik siwon langsung menggendong sooyoung kemobilnya.

Air ketuban sooyoung sudah pecah dan merembes dikursi mobil siwon.

“Oppa…. sakit… kenapa lama sekali?” Keluh sooyoung.

“Ne, ne… sabar.. sebentar lagi.. kau tahan sebentar ya” Jawab siwon panik.

“Aku tidak kuat oppa, air ketubannya pecah… sakit… oppppaaaaaaaa…… kau jahat…!!” tangis sooyoung pun pecah.

Siwon hanya fokus menyetir dan sesekali melihat ke arah sooyoung yang kesakitan.

Saat tiba dirumah sakit, sooyoung langsung masuk keruang bersalin ditemani siwon.

“Nyonya, ayo angkat kaki mu” Perintah suster itu.

Sooyoung hanya menurut dan meringgis kesakitan. Siwon yang melihat sooyoung kesakitan hanya diam dengan wajah pucat.

“Appo… umma… jinjha appo…” teriak sooyoung.

“Nyonya, ayo tarik nafas dalam dan keluarkan perlahan” Peritah dokter itu lagi.

Sooyoung menarik nafas sambil menangis kesakitan dan mengeluarkannya. Lagi-lagi dia berteriak..

“Oppa, sakit…. aku tidak kuat” Kata sooyoung kepada siwon yang menggenggam tangan sooyoung.

“Kau bertahanlah.. demi anak kita, aku mohon” Kata siwon dengan nada bergetar.

“Apppoooo….. ummmmmaaaaa, sakkkit. Aku tidak sanggup” Teriak sooyoung yang semakin kesakitan.

Sooyoung tiba-tiba berhenti menurunkan kakinya.

“Nyonya, ayo naikkan kaki mu lagi, sebentar lagi.. sedikit lagi… anakmu akan lahir” Perintah dokter kepada sooyoung.

“Oppa, sakit…” tangis sooyoung semakin kuat, dia terus berjuang sambil berteriak kesakitan dan mencakar tangan siwon hingga tangan mulus siwon pun berdarah akibat goresan kuku sooyoung.

“Chagiya.. kau harus kuat, demi anak kita” Bisik siwon ditelinga sooyoung.

“Sakit, aku tidak kuat… oppa…. sakit.. benar-benar sakit” Keluh sooyoung kepada siwon.

“Oppa, sakkit.. sakiiit….. umma, aku tidak mau lagi… appppooo…..”

“Sakkit….” teriak sooyoung kuat dan setelah beberapa menit sooyoung berteriak kesakitan sambil menangis dan mencakar siwon. Lahirlah… anak lelaki mereka.

“Sangat tampan. Pewaris tunggal hyundai group dan choi group sudah lahir” Komen dokter itu. Sooyoung hanya tersenyum lelah dengan wajah basah oleh keringat dan air mata.

Siwon langsung mencium kening sooyoung.

“Gomawo. Kau berhasil… kau telah menjadi ibu sekarang. Chukae chagiyaa” Kata siwon sambil meneteskan airmata bahagia.

“Tuan, kau silahkan keluar. Kami akan memindahkan nyonya choi keruangan dan anda silahkan mengurus data kelahiran anak anda di registrasi” Kata perawat kepada siwon.

Setelah mengurus data putranya, siwon langsung keruangan sooyoung dan ternyata sooyoung masih tertidur.

Saat sooyoung bangun.

“Oppa… dimana anakku?” Tanya sooyoung antusias.

“Di ruangan bayi. Sebentar lagi akan dibawa kesini, dia masih dibersihkan. Kau makanlah dulu” Kata siwon sambil menyuapi sooyoung.

“Siwon ah, Sooyoung ah.. chukae, kau akhirnya menjadi ibu muda” Teriak umma siwon dan umma sooyoung dari ambang pintu.

“Ne umma, omonim…. gomawo” Kata siwon dan sooyoung.

Lalu masukklah putra mereka dengan box bayi yang ditarik perawat.

“Nyonya choi, ini putra anda.. silahkan diberikan asi ekslusif” Kata perawat itu dan dia langsung keluar.

Siwon langsung menggendong dan menyerahkan anaknya kepada sooyoung. Sooyoung terlihat ragu..

“Wae? Ayo berikan putramu asi” Perintah umma sooyoung.

“Tapi,.. siwon oppa, kau keluarlah dulu” Kata sooyoung yang membuat para umma tertawa.

“Naega? Mmm.. baiklah” Kata siwon polos.

“Ani, siwon disini saja” Kata umma siwon.

“Tapi.. aku malu jika oppa disini” Jelas sooyoung.

“Malu? Wae? Siwon suamimu, dia ayah anakmu. Kenapa malu? Nantinya kau juga akan menyusui anakmu didepan siwon. Kau harus terbiasa itu” Jelas umma siwon.

“Ne, siwon suami mu, kenapa malu. Kau juga harus disamping sooyoung mulai saat ini. Istrimu dan anakmu harus kau dampingi selalu” Sambung Umma sooyoung.

Siwon dan sooyoung hanya mengangguk.

Beberapa saat kemudian, datanglah appa soyoung dan appa siwon…

“Whoa… pangeran hyundai group dan choi group yang sangat tampan…” teriak appa siwon.

“Ne, dia sangat tampan.. kau tumbuhlah dengan sehat” komentar appa sooyoung.

Sulli dan minho datang sambil bergandengan tangan yang membuat para umma menggoda mereka.

“Sulli ah, sooyoung sudah memberikan pangeran. Kau dan minho kapan akan memberikan kami tuan putri cantik?” Tanya para umma.

Sulli dan minho hanya tersenyum malu dengan wajah memerah.

“Siapa nama pangeran ini?” Tanya minho.

“Choi seunghyun” Kata siwon mantap.

“Aku sudah menyiapkan ini dari awal sooyoung hamil karena aku yakin anakku lelaki” Kata siwon.

“Kau setuju dengan nama itu kan chagii?” Tanya siwon kepada sooyoung.

“Ne, kau appa nya. Kau yang paling berhak memberinya nama” Kata sooyoung sambil tersenyum.

“Yaaa.. yaaaa… yaaa… kalian berhentilah bermesraan didepan kami. Bahkan seperti tidak menganggap kami disini” Komentar para orang tua.

“Ah, mianhae.. aku terlalu bahagia saat ini” Kata siwon.

“Ne.. seunghyun ah.. selamat datang dikeluarga choi” Kata appa sooyoung dan appa siwon serempak.

Masuklah seorang perawat dengan membawa obat merah dan plaster penutup luka.

“Tuan choi, dokter kim menyuruh saya menyerahkan ini untuk mengobati luka anda agar tidak infeksi. Karena bayi anda harus steril. Siapapun yang memegangnya harus bersih. Agar bayi tidak rentan penyakit” Kata dokter itu dan langsung keluar.

“Oh ne, khamsamida..” kata siwon ramah dan membungkuk kepada perawat senior tersebut.

“Luka? Kau terluka? Dimana?” Tanya umma siwon.

“Ne, hanya luka kecil.. akibat goresan kuku” Jawab siwon sambil mengoles obat luka tersebut ditangannnya. Sementara sooyoung sibuk menyusui anaknya.

“Mwo?? Siapa yang berani mencakar mu oppa? Sangat aneh. Dari kau kecil kau selalu dijaga dan tidak pernah dibiarkan terluka. Pewaris hyundai dilukai cakaran dikulit mulusnya. Daebak…..” Kata sulli.

“Siwonie, kenapa? Ini seperti kuku wanita? Kau berselingkuh?” Tanya  umma sooyoung curiga.

“Mwo???” Teriak semua.

“Jinjha?” Tanya sooyoung shock yang awalnya tidak peduli.

“Ani.. kalian jangan salah paham.. ini memang goresan kuku wanita” Jawab siwon dan saat dia akan melanjutkan, ucapannya terpotong.

“Siwonie? Kau bicaralah yang jelas..” bentak umma siwon.

“Ini goresan kuku sooyoung saat melahirkan tadi. Kenapa memandangku seperti itu?” Tanya siwon sakartis.

“Ani.. whoa… unnie, daebak..” kata sulli bangga.

“Dia berteriak kesakitan dan tanganku sebagai pelampiasan sakitnya itu. Lihatlah… bahkan dia tidak sadar telah mulukai aku” Sindir siwon saat sooyoung hanya diam.

“Ani… aku memang kesakitan. Seunghyun sangat susah dilahirkan” Elak sooyoung.

“Ne.. ne, gwenchana. Hanya luka kecil” Jawab siwon.

“Apa sakit? Mianhae..” sesal sooyoung.

“Aish.. jinjha, aku hampir jantungan” Kata umma siwon dan umma sooyoung.

“Hyung.. kau daebak.. noona, kau sangat kejam” kata minho sambil high five dengan siwon.

“Yaaa…. kau diamlah, choi minho..” teriak sooyoung.

~~ tbc~~~~~ ^_^

 

22 thoughts on “We Are at The Same Social Level Part 5

  1. Mau komen apa ya, bingung *garukgarukepala
    tapi sebagai reader yg baik,tidak sombong dan rajin menabung *muntahdiselokan* aku pasti komen kok
    yey baby nya sdh lahir welcome to family Choi Seughyun
    Soo eonni kok gk nyadar ya kalau dia yg bikin luka ditangan Siwon oppa

    Next partnya ditunggu ya eonni

  2. Wahhh Soowon kecil udah lahir…untung bnget semuanya sayang samanya…
    Soo manja bnget ya….Lucu bnget Siwon oppa jadi mangsa Soo semasa melahirkan, hahahhaa
    Nggak sabar kelanjutannya….moga aja nggak ada penganggu selepas ini….

  3. ckckck,,
    dasar choi sibling ,, hahaha~
    soo eonnie, soo eonnie kam yang melukai tapi kamu yang gak sadar.
    siwon oppa kmu memang daebak😀
    FF nya juga daebak ,,
    lanjut thor lanjut🙂

  4. uwahhh…:D
    akhir’a..ending..jga..
    xixixiixiii…lucu..bnget…siwonppa…ma…soounnie’a..:D
    di..tunggu..AS’a..ya..thor…:D
    😀

Leave a Reply (Comment yah)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s