We Are at The Same Social Level Part 6 [Last Part]

strak

Cast :

  • Choi Sooyoung
  • Choi Siwon
  • Choi Minho
  • Choi Sulli

Sooyoung pov

Aku diizinkan pulang dari rumah sakit hari ini. Aku sangat bahagia… mempunyai suami yang tampan dan putra yang sangat tampan juga. Aku menjadi yang tercantik dirumah karena dua namja tercintaku ini.

Apartment..

“Oppa, kau gendonglah seunghyun.. aku akan memasak dulu. Kau lapar kan?” Tanyaku pada siwon sambil berteriak karena dia didalam kamar menyusun baju-baju seunghyun dilemari.

“Mwo? Jangan.. kita makan diluar saja. Kau baru pulih.. jangan kelelahan” Jawabnya sambil berjalan kearahku.

“Ne, baiklah..” kataku pasrah, sebenarnya aku sangat rindu  memasak. Sejak hamil aku tidak pernah memasak. Siwon melarangku melakukan apapun saat itu.

Akhirnya kami makan diluar. Sekarang tidak berdua lagi. Tapi bertiga dengan pengeran tampan kami “seunghyun”.

Beberapa bulan kemudian.

“Unnie, kita sudah lama tidak kesalon. Aku ingin memotong rambutku. Jebal, temani aku” Pinta sulli manja.

“Ne, baiklah.. kita antar seunghyun kekantor appanya dulu. Agar kita lebih leluasa” Kataku.

Gadis cantik ini selalu datang ke apartment kami setiap hari karena dia ingin bermain dengan seunghyun. Aku sangat beruntung, aku ditemani sulli saat siwon kekantor jadi aku tidak merasa kesepian. Jika mengingat itu, aku jadi ingat saat siwon pertama kekantor pasca aku melahirkan seunghyun.

Flashback

“Chagi.. aku libur saja hari ini. Aku akan menambah liburku satu bulan lagi” Kata siwon oppa sambil menggendong seunghyun.

“Mwo? Kenapa? Kau harus profesional. Walaupun kau adalah pemiliknya, tapi kau harus memberikan contoh yang baik untuk karyawanmu” Kataku.

“Aku masih ingin bermain dengan seunghyun” Kata siwon oppa sambil menggendong seunghyun tinggi.

“Oppa, jangan gendong anakku seperti itu. Nanti kalau terjatuh bagaimana?” Tanyaku sambil memukul pelan kepala suami ku ini.

“Aku malas bekerja. Aku pasti akan merindukan seunghyun” Elaknya lagi.

“Ani.. kau pergilah kekantor, jika tidak aku tidak akan membiarkan kau menggendong anakku lagi”  Ancamku.

“Yaa… choi sooyoung! Kau apa-apaan? Aku appanya, kenapa kau melarangku menggendong anakku” Katanya tak terima.

“Kau pergilah kekantor oppa, jika kau malas seperti ini, maka akan berdampak pada perusahaan. Kau sadarlah”  Kataku lagi.

“Ani, aku akan libur seminggu lagi” Katanya tegas.

“Aku akan mengusirmu dari apartment ini jika kau tidak bekerja hari ini” Kataku sambil menatapnya tajam.

“Kau tega sekali? Kenapa kau sekejam ini padaku?” Tanya nya lesu dan mulai bersiap kekantor.

“Aku pergi dulu” katanya saat didepan pintu. Aku hanya tersenyum.

“Ne… hati-hati oppa, seunghyunie, ayo katakan bye bye pada appa..” kataku tersenyum menang.

Lalu aku menidurkan seunghyun dan memasak. Aku memasak untuk makan siangku dan siwon oppa.  Aku akan memberinya kejutan dengan datang kekantornya bersama seunghyun nanti ketika istirahat siang.

Ketika asik memasak.. handphone ku berbunyi, ternyata dari siwon oppa.

“Oppa.. wae? Kenapa menelfon? Kau tidak bekerja? Fokuslah jika dikantor” Kataku sambil tetap memasak

“Aku tidak bisa konsentrasi” Jawabnya lesu.

“Aku sudah minta izin pada appaku untuk memberikanku libur tambahan dan appaku memberikan izin” Lapornya.

“Ani.. kau harus tetap bekerja” Kataku dan memutus sambungan telefon. Aku hanya ingin mengantarkannya makan siang bersama putra kami, agar terkesan romantis dan keluarga bahagia.

Saat jam makan siang. Akupun menjalankan mobilku dengan kecepatan sedang menuju kantor siwon yang lumayan jauh dari apartment kami. Saat dilobi, aku berpapasan dengan banyak karyawan dan mereka selalu memuji ketampanan putraku. Saat akan masuk lift.. seunghyun yang sudah berusia dua bulan ini pun menangis. Mungkin karena atmosfir lift berbeda, dia jadi merasa aneh. Aku mengeluarkannya dari box bayi dan menggendongnya, barulah dia diam dipelukanku.

Saat sampai dilantai 10, aku keluar dari lift. Aku berjalan menuju ruangan siwon. Dan membuka pintunya pelan. Dan.. ternyata, namja ini sedang tiduran disofa sambil menatap layar ponselnya. Apa-apaan dia.. dasar direktur malas. Dia terlalu fokus pada ponselnya, sehingga tidak menyadari kedatanganku.

“Yaa… oppa, kau.. dasar direktur malas” Teriakku padanya. Dia terlonjak dan langsung duduk.

“Oh, yongie ah.. kau.. kenapa bisa kesini? Dari kapan kau masuk?” Tanyanya.

“Dari kau menatap ponselmu. Kau melihat siapa?” Tanyaku sambil merebut ponselnya.. ternyata foto saat aku tertidur bersama seunghyun.

“Oppa, kenapa kau pasang foto jelekku ini di walpapermu? Kau keterlaluan, aku memasang foto kau dan seunghyun yang tampan” Protesku sambil cemberut.

“Kau akan selalu terlihat cantik chagi” Gombalnya.

“Oppa, aku bawa makanan, ayo makan.. kau pasti belum makan” Kataku sambil mengeluarkan bekalku tadi dan kami makan bersama.

Flashback end

“Oppa, aku titip seunghyun.. aku ingin kesalon bersama sulli” Kataku sambil menyerahkan seunghyun kepada siwon.

“Ne.. kalian hati-hati” Kata siwon dan aku dan sulli pun melenggang keluar dari ruangan suamiku itu.

Saat di depan kator, aku bertemu dengan abonim.

“Anyeonghaseo..” sapaku sambil membungkuk.

“Oh , anyeong.. yongie, sulli.. kalian mau kemana?” Tanya abonim.

“Kami akan kesalon appa” Jawab sulli ceria.

“Seunghyun  bagaimana? Aku merindukan cucuku” Kata abonim.

“Dia bersama siwon oppa, aku menitipkannya pada siwon oppa” Kataku.

“Jinjha? Whoaa..  aku akan segera melihatnya, aku ingin menggendongya. Sungguh kangen pada cucu tampanku. Aku pergi dulu. kalian hati-hati” Kata abonim.

“Ne..” jawab kami.

@salon

“Unnie, aku ingin mengecat rambutku. Othe?” Tanya sulli.

“Ne, tapi jangan yang terlalu mencolok. Aku tidak ingin dihajar minho mu karena mengajakmu mengecat rambut” Kataku sambil tersenyum.

“Unnie, kau bagaimana?” Tanya sulli.

“Aku hanya ingin mengubah sedikit saja, aku bosan dengan rambut ini” Kataku.

Dan… setelah beberapa jam disalon, aku dan sulli keluar dengan penampilan baru.

Sulli menggeriting bagian bawah rambutnya dan ada warna merah, walaupun sekilas dirambutnya. dan aku memberi poni dirambut sebahu ku ini. “inget soo unnie oh mv  japanese version”

“Unnie… neomu yeppo yo..” kata sulli padaku.

“Nde? Jinjha?? Kau juga.. yeppo.. minho pasti akan suka” godaku.

Siwon pov

Saat ini aku bersama seunghyun, dia anak yang pintar, bahkan saat ditinggal sooyoung kesalon dan aku bekerja, dia hanya diam jika diberikan mainan di box bayinya. Sungguh., putraku yang tampan dan pintar.

Lalu pintu ruangan ku terbuka dan masuklah appaku.

“Siwonie.. mana cucuku?” Tanya appa langsung.

Aku menyerahkan seunghyun pada appa.

“Aigoo. Cucuku yang tampan, kau bertambah tampan saja. benar-benar seperti siwon saat kecil” Kata appaku sambil mencium seunghyun.

“Kau tahu? Harabojie sangat merindukanmu. Aku baru kembali dari jepang dan membawa mainan yang banyak untukmu seughyunie” Kata appaku dan seunghyun hanya tersenyum.

“Halmoenie mu juga membeli banyak baju untukmu. Dia sangat antusias, bahkan melupakan oleh-oleh pesanan imo mu sulli” Kata appa sambil memainkan tangan seunghyun.

“Appa, kapan pulang dari jepang?” Tanyaku.

“Baru saja, aku juga bertemu sooyoung dan sulli di lobi. Mereka akan kesalon. Wanita memang begitu, ummamu dulu juga begitu, kau selalu bersamaku dikantor jika dia kesalon dan kebutik. Saat sulli lahir, dia selalu mengajak sulli, makanya sulli jadi gila salon dan butik. Kita para namja akan ditinggal” Kata appaku, aku hanya tersenyum mengingat masa kecilku, memang.. ummaku selalu mengajak sulli dan aku hanya dikantor bermain bersama appa.

“Siwonie, appa pergi dulu. aku akan meeting. Seunghyun ah, mianhae.. harabojie harus rapat dulu, nanti aku akan kesini lagi bermain denganmu” Kata appa pamit dan mencium seunghyun.

Beberapa jam kemudian, saat aku sedang bermain dengan seunghyun… datanglah sulli dan sooyoung.

Aku shock.. sooyoung berbeda.. dia bertambah cantik. Benar-benar cantik, seperti gadis kuliahan saja. bahkan dia tampak seumuran dengan sulli, tidak akan ada yang menyangka dia sudah memiliki anak. Aku terpana melihat sooyoung hingga sulli menyadarkanku.

“Oppa, kau kenapa termenung? Apa sooyoung unnie begitu cantik eoh?” Tanyanya.

“Ne.. istriku, tentu saja cantik..” kataku sambil merangkul sooyoung.

@ night..

Saat ini aku makan malam berdua bersama sooyoung, seunghyun dirumah orangtuaku. Ummaku dan appaku menjemput seunghyun tadi sore. Kami makan malam dikafe tempat kami pertama kencan dulu.

“Oppa, kau ingat? Dulu kencan pertama kita disini. Sangat gugup dan canggung” Kata sooyoung.

“Ne, saat itu kau masih memakai sering hotpants” Kataku mengingat betapa kagumnya aku pada kaki jenjang sooyoung dulu. dan kamipun makan sambil bercerita masa-masa kuliah dulu.

“Yongie ah..” kataku manja.

“Ne, waeyo oppa..” katanya masih tetap fokus makan.

“Kau bertambah cantik saja dengan penampilan baru mu” Puji ku.

“Tapi aku takut akan banyak lelaki yang suka padamu nantinya. Kau seperti anak gadis saja. kau terlihat muda” Kataku mulai mengungkapkan isi hatiku.

“Jinjha? Whoa.. kau berlebihan oppa, tidak akan ada yang menyukai wanita yang mempunyai satu anak” Katanya sambil tertawa.

“Tapi… kau harus selalu disampingku agar semua orang tahu kau sudah bersuami” Kataku memaksa.

“Ne, ne.. kau berlebiihan oppa” Katanya.

“Aku tidak berlebihan, aku hanya tidak ingin punyaku direbut orang lain, Kau milikku” Kataku.

“Sekarang tidak lagi” Katanya tersenyum jahil.

“Waeyo? Kau sudah tidak mencintaiku lagi” tanyaku.

“Tentu saja” jawabnya mantap.

“Sebenarnya aku mulai menyukai namja lain. Oppa, sebenarnya ini sudah beberapa bulan yang lalu. Ada namja yang berhasil merebut hatiku. Mmm… mungkin 50% hatiku sudah dikuasai namja itu” Katanya.

“Mworago? Kau jangan bercanda choi sooyoung” Kataku dingin, aku terbakar cemburu.

“Aku tidak bercanda oppa” Katanya sambil menatapku serius.

“Siapa dia? Apa dia tidak tahu kau milikku?” Tanyaku ketus.

“Dia… tahu, kita sudah menikah. Tapi dia tetap membiusku. Aku benar-benar mencintainya” Kata sooyoung masih dengan wajah serius.

“Sudahlah, ayo pulang.. aku tidak mood” Kataku sambil berdiri.

“Oppa, tunggu dulu” kata sooyoung saat aku akan berdiri.

“Kau duduklah. Aku akan menjelaskan. Jangan marah dulu” kata sooyoung.

“Penjelasan apa lagi? Kau sudah mengakuinya. Aku bisa berbuat apa?” Tanyaku geram.

“Kau juga tidak mau memberitahuku siapa namja itu. Jika aku tahu, aku bisa menemuinya dan menyuruhnya menjauhimu” Kataku.

“Kau kejam sekali. Aku tidak akan biarkan kau menyakiti namja itu” Kata sooyoung lagi.

“Lihatlah.. kau bahkan membelanya. Kau benar-benar..” kataku dengan nada tinggi dan kulihat wajah sooyoung masih santai.

“Tentu saja aku membelanya. Aku tidak akan biarkan dia terluka dan aku akan menjaganya dari siapapun yang akan melukainya” Jawab sooyoung mantap.

“Jelaslah sudah.. sepertinya kita sudah berakhir, aku tidak bisa jika memiliki hatimu hanya 50%”  Kataku.

Dia tersenyum.. “kau bahagia bersamanya?” Tanyaku.

“Ne, sangat.. kau tahu oppa, sangat bahagia” Katanya yakin.

“Aku akan merelakanmu jika kau bahagia” Kataku sambil menunduk. Tidak menyangka rumah tanggaku akan berakhir.

“Aku pergi dulu” kataku dan lagi-lagi dia menahan tanganku.

“Aku juga tidak bisa berpisah denganmu oppa, aku juga bahagia disampingmu. Aku butuh kau dan namja itu” Katanya.

“Mwo? Kau egois sekali.. kau bahkan tidak memikirkan bagaimana perasaanku. Hatimu terbagi, bukan hanya untukku” Kataku mulai emosi.

“Kau dan seunghyun sama-sama berarti bagiku, aku tidak bisa berpisah dengan kalian” Katanya.

“Mwo? Seunghyun? Jadi???? Namja itu… seunghyun?” Tanya ku terbata-bata.

“Tentu saja,, siapa lagi. Aku benar-benar mencintai seunghyun ku yang tampan. Aku tidak bisa berpisah dengannya. Wajahnya selalu membuatku merindukannya walau berpisah hanya beberapa jam” Jelas sooyoung.

Aku hanya menganga melihat wajah sooyoung yang berbinar menceritakan putra kami. Seunghyun membuatku hampir jantungan.

“Oppa, kenapa wajahmu seperti itu?” Tanya sooyoung.

“Ani… seunghyun memang tampan. Itu karena appanya tampan” Kataku bangga.

“Ani, karena ummanya cantik” Kata sooyoung tidak mau kalah dan aku hanya tersenyum simpul.

“Jadi, kau masih mempermasalahkan 50% hatiku untuk seunghyun?” Tanya sooyoung.

“Ani, aku tidak berani berkomentar untuk itu. Kau pasti rela memukulku jika aku memarahi seunghyun” Kataku sambil tertawa.

“Seunghyun memang mencuri hatimu, aku tidak akan cemburu. Anakku memang berhak mendapatkan setengah hati istriku. Karena istriku umma putraku” Jelasku.

“Tapi, aku cemburu jika kau bersama seunghyun… kau melupakanku” Kataku protes.

“Wae? Oppa.. kau sadarlah, seunghyun anak kita. Kenapa kau cemburuan sekali?” Tanya sooyoung.

“Sooyoung ah, bagaimana jika….” kataku menggantung.

“Apa? Kau mau apa? Mau memisahkanku dari putraku? Jangan harap oppa” Kata sooyoung tajam.

“Ani, kau boleh bersama putramu. Tapi.. berikan aku putri” Hehhee kataku sambil tersenyum yadong.

“Bagaimana jika kita membuat adik yeoja yang cantik untuk seunghyun?” Tanyaku sambil menggoda sooyoung.

“Ani, seunghyun masih kecil. Dia juga tidak meminta yedongsaeng. Siapa tahu dia meminta namdongsaeng” Katanya masih tidak mengerti maksudku.

“Ayolah.. kita lebih baik menjemput seunghyun dan pulang secepatnya” Kataku sambil menarik tangan sooyoung.

“Oppa, kau kenapa terburu-buru?” katanya.

“Ani, aku hanya tidak sabar membuat adik untuk seunghyun denganmu. Aku ingin anak perempuan. Memangnya kau saja yang bisa bermesraan dengan seunghyun? Aku juga mau bermesraan dengan putriku nantinya”.

“Dasar yadong. Kau sudah tua. Kenapa masih kekanankan seperti ini??” Tawanya menggelegar.

End^

19 thoughts on “We Are at The Same Social Level Part 6 [Last Part]

  1. Wuhahaha udah diduga pasti soo unnie bakalan bilang itu seunghyun ttg namja yg mencuri setengah hatinya haha mana siwon oppa langsung cemburu aja lagi

  2. Enak ya jadi soo masih bisa kesalon lama2 padahal baru punya anak haha
    bagus thor sayang pendek tapi gak apa2lah dari pada dipaksain panjang2 jadi aneh.

  3. hahaha wonppa cmburu sma anaknya sndiri😀 pendek~~ cpet skali endnya (T~T) daebak thor😀 laanjuut crita lainnya ^^

Leave a Reply (Comment yah)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s