[Longshoot] From Nothing to be Something

page1

Author : ‘Vira’

Cast :

Choi Sooyoung

Choi Siwon

Tiffany Hwang

Siwon pov

Aku adalah seorang putra mahkota di kerajaan choi. Appa ku raja dan umma ku ratu dikerajaan tersebut. Secara tidak langsung, akupun akan menjadi raja. Aku dilatih dan dididik untuk memimpin jadi jiwa pemimpinku mulai di asah dari aku berumur tujuh tahun. Kehidupanku sangat membosankan bagiku. Hidup di istana yang bertembok tinggi dan selalu dikawal. Aku terkekang, aku tidak bisa keluar bebas seperti semua orang yang seusia denganku. Saat ini aku 18 tahun, aku akan melanjutkan kuliah ke inggris. Tempat dimana para keturunan kerajaan disekolahkan. Disini berisikan para pangeran dan putri yang memang dilatih menjadi teladan rakyat. Sekolah ini berbentuk kerajaan juga, lagi-lagi aku harus melihat alam yang terbatas. Gedung dengan para pengawal dan berpagar tinggi. Aku bosan, muak dan ingin kabur dari kenyataan ini.

Ini hari pertamaku kuliah, kami dilatih tentang pemerintahan. Aku mengambil fokus politik dan pemerintahan. Bagiku dua hal ini adalah bagian pokok dalam memimpin. Jika aku mengambil fokus sejarah, maka aku akan tetap hidup kuno dengan adat tradisi korea yang mendasar. Aku tidak ingin mati konyol dalam kelalaian informasi. Korea tergolong negara modern dan bagus dalam fashion, aku tergolong fashionista jadi tidak sulit bagiku untuk bergaul dengan orang asing yang notabene berbeda style dengan korea.

Dalam satu tahun kuliah, aku fokus dengan pelajaran, kami di asramakan dan aku hanya pentingkan belajar dibandingkan pergaulan. Aku hanya ingin memerintah dengan adil dan mensejahterakan rakyatku. Aku ingin yang terbaik untuk korea, apalagi kerajaan choi.

Kali ini aku kembali ke korea, libur tahunan akan aku isi dengan mempelajari pemerintahan kerajaan choi. Aku akan menelitinya dan membandingkan dengan ilmuku. Jika ada yang berbeda, maka aku akan memperbaiki pemerintahan ini. Aku juga akan meneliti politik disini, aku ingin para pemerintah memerintah dengan adil tanpa merugikan rakyat. Bagiku, rakyat adalah yang utama.

Satu bulan libur tahunan ini aku habiskan dengan mengikuti rapat dewan kerajaan bersama penasehat dan beberapa pengawal. Mereka melaporkan segala hal kepadaku. Aku rasa pemerintahan ini bersih. Hanya beberapa wilayah yang memang sangat susah dijangkau bantuan. Wilayah tersebut adalah wilayah pinggir gunung. Mereka adalah para petani dan memang hidup dibawah rata-rata. Di daerah tersebut juga sudah diletakkan penasehat kerajaan, yaitu mentri choi. Dia juga bermarga choi, sama dengan keluarga ku. Dia dan istrinya sudah menetap di daerah tersebut selama 10 tahun ini untuk mengamati bantuan yang disalurkan kerajaan ke wilayah tersebut dan melaporkan keadaan rakyat disitu. Mentri choi adalah mentri yang paling pintar dikerajaan ini. Sungguh beruntung memiliki orang berbakat seperti dia. Aku banyak bicara denganya tentang penyelesaian kemiskinan didaerah jabatannya, dia berpikir cerdas dan menyumbang banyak saran. Aku juga terbantu dalam tugas kuliahku berkat pikiran luas nya.

Aku berangkat ke inggris hari ini. Aku mengambil pesawat pagi. Aku ingin berangkat tanpa membuat para rakyat heboh. Jika mereka mengetahui aku keluar dari istana, maka mereka juga akan berhamburan menuju tempat yang aku tuju. Aku hanya tidak ingin terjadi keributan dan korban jiwa seperti tahun sebelumnya, ada yang pingsan karena berdesakan melepasku kebandara saat pertama kali kuliah.

Aku kembali ke asrama dan membersihkan seluruh ruangan yang memang sudah satu bulan aku tinggal. Sangat berdebu. Aku tidak memanggil pelayan hanya untuk membersihkan ini, sangat memalukan jika calon pemimpin tidak mampu melakukan hal kecil ini. Setelah membersihkan ruangan ini, aku merebahkan tubuhku ke kasur ku.

Huwaaa… sangat nyaman melihat ruangan bersih. Aku menyukai bersih dan aku akan sangat sensitif dengan debu. Aku benci hal yang berbau kotor. Aku juga trauma darah. Waktu kecil aku pernah terjatuh dan kepalaku berdarah, sejak saat itu, aku selalu menyanyangi tubuhku. Aku menghindari hal-hal yang membahayakan dan beresiko. Aku trauma darah.

##

Kuliahpun dimulai, aku mengambil fokus tiga tahun dan menjadi sarjana. Aku ingin secepatnya menyelesaikan kuliahku ini dan mengabdi pada korea. Hidup di negri orang mengajarkanku tentang jiwa nasionalisme. Aku selalu ingin membangun image korea yang sejahtera. Aku ingin korea diperhitungkan dan termasuk dalam negara super power.

Aku magang dengan meneliti keadaan politik amerika. Ini adalah objek penelitianku untuk tugas akhir menyelesaikan study ku ini.

Aku magang di salah satu department sosial dan aku bertemu dengan yeoja korea yang juga berbakat dibidang musik. Dia juga magang disini. Namanya tiffany, dia pintar berbahasa asing, aku kagum. Selain cantik, dia pintar dan juga ramah. Kami mulai akrab karena aku membantunya dalam panggung mini yang deselenggarakannya untuk menghibur para korban bencana yang tinggal di pengungsian. Dia berjiwa sosial, aku kagum. Dia memperhatikan lingkungan. Ternyata dia adalah anak mentri yang juga mejabat di kerajaan appaku. Appa nya ditempatkan di daerah perbatasan korea china. Awalnya dia memanggilku siwonshii, tapi karena tahu status ku, dia langsung memanggilku yang mulia. Kau sebenarnya tidak enak dengan panggilan ini. Tapi bagaimana lagi, dia bersikeras dengan panggilan ini.

Tiffany shii, gumawo membantu ku selama proyek magang ku ini. Aku banyak belajar darimu. Kataku datar saat hari terakhir aku magang disini.

Ne, suatu kemulian jika membantu pangeran. katanya sambil tersenyum manis.

Bagaimana jika malam ini aku traktir kau makan malam? Tawarku

Baiklah, saya sangat senang menerima ajakan yang mulia. Jawabnya.

##

Kami makan malam disalah satu kafe disini. Sangat bebas didaerah ini. Bahkan wanita dan lelakipun bercumbu dengan santainya didepan banyak orang. Aku hanya melihat dengan tampan mengejek tentang keluguan orang asing.

Aku meneguk wine ku dan tiba-tiba kepalaku pusing, aku mabuk? Hanya segelan wine? Konyol.. ini tidak mungkin. Bathinku sebelum pandanganku gelap.

##

Aku bangun dan melihat keseluruh ruangan, dimana ini? Bathinku

Dan tanpa aku sadari, ada yeoja yang tidur disebelahku. Dia… tiffany shii.. bangunlah. Kataku

Mwo? Kita kenapa? Tanya nya sambil menangis.

Aku bingung, aku rasa aku tidak melakukan apapun. Aku mencoba mengingat yang terjadi. Dan aku tidak bisa. Aku hanya memandangnya takut. Bagaimana ini?? Bathinku cemas.

Yang mulia, aku… katanya sambil terisak.

Aku akan bertanggung jawab. Kataku cepat.

Sial.. masa mudaku hilang karena kebodohanku.

Tiffany pov

Aku sengaja, aku memasukkan obat tidur diminuman pangeran tampan ini. Aku cinta pada pandangan pertama padanya. Dan inilah cara satu-satunya mendapatkan nya. Sebenarnya aku dan dia tidak melakukan apa-apa, aku hanya berakting tanpa pakaian dan tidur disebelahnya. Dengan lugunya pangeran ini mempercayai ini. Aku bahkan sudah pernah melakukan hubungan seks dengan mantan pacarku, nichkun. Pangeran thailand yang meninggalkanku demi victoria, sepupuku. Tidak apa-apa, bahkan nickhun tidak ada apa-apanya dibanding siwon sang pangeran tampan dari kerajaan choi.

Saat ini, aku dan siwon telah selesai kuliah, dia membawa ku ke istananya. Aku berdandan seanggun mungkin demi pertemuan keluarga ini. Dia akan menikahiku. Dia berjanji menikahiku setelah selesai kuliah asalkan aku tidak membocorkan rahasia  malam itu kepada siapapun. Dia tidak ingin nama kerajaan nya rusak dan mengecewakan rakyat. Pemimpin yang pintar. Bathinku.

Anyeonghaseo.. kataku membungkuk kepada raja, ratu, dan ibu suri.

Ne, anyeonghaseo. Balas mereka.

Kami dimeja makan, pertemuan ini hanya keluarga tanpa ada pengawal. Umma appa ku juga datang. Appaku juga mentri dikerajaan ini.

Siwon mulai bicara tentang rencana pernikahan kami, dan ini didukung semuanya kecuali ibu suri. Beliau terlihat tidak suka denganku. Entahlah, yang penting siwon akan menjadi milikku seutuhnya.

Pernikahan diadakan satu bulan lagi, aku tidak diperbolehkan keluar rumah demi menjaga image sebagai pendatang baru istana, takut jika aku melakukan kesalahan dan berdampak image yang buruk bagi rakyat.

##

siwon fany wedding

Hari ini aku resmi menjadi istri siwon, sang putra mahkota. Pangeran tampan yang kelak menjadi raja penuh wibawa. Karena aku masih istri dari pangeran, maka para penghuni istana memanggilku nyonya choi. Aku tidak mungkin dipanggil putri karena aku bukan anak dari raja dan ratu. Dan status nyonya ku akan berganti menjadi ratu jika siwon dilantik menjadi raja kelak. Aku dituntut melahirkan anak lelaki sebagai simbol pewaris kerajaan. Aku sungguh tidak sabar menjadi seorang ibu dari calon pangeran dan aku juga tidak sabar mengandung anak siwon.

Malam harinya aku dan siwon melakukan hubungan suami istri. Aku tahu dia tidak setulusnya ingin menikahi ku. Bagaimana lagi? Aku akan membuat dia jatuh cinta padaku. Waktu akan membuatnya mencintaiku. Aku percaya itu.

Siwon pov

Satu tahun sudah aku menikah dengan tiffany. Ummaku selalu menanyakan tentang keturunan. Tapi aku dan fany belum dianugrahi anak. Sangat aneh jika keluarga kerajaan lama memiliki anak. Keluarga kerajaan biasanya mempercepat memiliki anak karena ini sudah tradisi turun temurun.

Saat makan malam umma, appa, halmonie, aku dan tiffany,

Fany ah, apa kau sudah ada tanda-tanda hamil? Tanya ummaku

Mianhae, belum ada yang mulia ratu. Jawabnya.

Kau periksalah kesehatan mu agar kita tahu apa yang selanjutnya dilakukan. Jika konsultasi dengan dokter maka akan ada solusi dalam mendapatkan anak cepat. Kata ummaku menasehati, beliau menyukai tiffany.

Kau periksalah besok, sangat aneh jika istri pangeran lama hamil. Kata halmonie ku sinis, beliau tidak menyukai aku dengan tiffany. Entahlah, tanpa alasan.

Aku dan appaku hanya makan dalam diam malam ini.

##

Beberapa dokter kerajaan datang ke paviliunku dan tiffany pagi ini. Ummaku yang memerintahkan untuk cek kesehatan tiffany.

Setelah beberapa menit diperiksa,

Maafkan hamba yang mulia. Kata dokter ini sambil berlutu kepadaku.

Ada apa? Tanya ummaku yang juga ada disini bersama halmonieku.

Nyonya choi tidak bisa hamil. Rahimnya rusak, seperti pernah terjadi pengikisan. Jawab dokter itu.

Pengikisan? Maksudmu? Apa dia pernah aborsi? Tanya halmonieku to the point.

Sepertinya begitu yang mulia. Kami para dokter bahkan sudah memeriksa dengan 2 cara, modren dan tradisional. Jawabnya lagi

Ummaku hanya menatap tiffany takut. Halmonieku sebagai ibu suri pun buka mulut.

Terkutuk kau tiffany shii. Jujurlah, apa yang terjadi sebenarnya!! Bentak halmonie ku.

Tiffany hanya menagis dan berbicara terisak.

Mianhae yang mulai, aku tidak pernah melakukan itu. Dokter itu berbohong. Katanya mencoba menjelaskan.

Aku tidak mempercayaimu. Kau bersiaplah. Siwon akan aku jodohkan dengan gadis yang bisa memberi istana ini pangeran dan putri. Tidak ada yang membantah. Teriak halmonieku saat umma akan buka mulut, aku yakin akan membela tiffany.

Aku hanya diam, bukankah memiliki istri lebih dari satu adalah wajar bagi pangeran? Bathinku.

Siapa yang akan menjadi selirku? Aku penasaran.

##

Oppa, kau tidak serius kan menerima perkataan ibu suri tadi? Tanya tiffany padaku

Entahlah, aku tidak tahu. Aku hanya ingin mengabdi pada kerajaan. Jawabku

Tapi.. apa kau tidak mencintaiku? Tanya nya

Aku belum konsisten dengan hatiku. Miane. Kataku

Tapi oppa, aku tidak bisa membagi mu. Kata tiffany dengan nada memohon.

Bagaimanapun, aku putra mahkota dan aku harus memiliki keturunan. Ini aturan istana, aku rasa gadis pintar sepertimu tahu ini. Kataku

Dia hanya menangis. Aku sebenarnya kasihan dengannya. Tapi bagaimana lagi? Aku juga tidak berani manantang kerajaan.

Tapi maukah kau berjanji suatu hal? Maukah kau untuk tidak mencintai selirmu itu kelak? Apakah aku tetap menjadi yang pertama dihatimu? Tanyanya

Aku usahakan. Kataku.

##

Sooyoung pov

Apa? Aku dinikahkan dengan pangeran? Aku menjadi selir? Aniyo.. umma appa, aku mohon..jangan lakukan ini. Pintaku

Ne, sooyoung ah, kau kan tahu jika istri pangeran tidak bisa hamil dan dia butuh keturunan. Kau berbaktilah pada kerajaan. Kata ummaku.

Ne, ini suatu kehormatan yongie ah. Appa tahu betul jika pangeran itu pintar. Kau pasti akan jatuh cinta padanya. Kata appaku.

Tapi aku tidak mau menjadi yang kedua, selir begitu menyedihkan. Kataku

Aniyo, kau terlalu banyak menonton drama. Kata ummaku

Kau akan bahagia di istana yongie ah, percayalah pada appa. Demi rakyat, jika kau menjadi keluarga kerajaan, kau bisa membantu rakyat yang miskin dengan saran darimu di istana kelak. Kau pasti akan di ikutsertakan dalam rapat. Jelas appaku panjang lebar.

Akun memang menginginkan rakyat di wilayah ku ini sejahtera. Disini memang masih tradisionil karena jangkauan yang jauh dari istana. Appaku menjabat disini dan appaku sudah berusaha memberantas kemiskinan disini, tapi belum sepenuhnya karena mengingat banyaknya wilayah kecil di daerah kekuasan kerajaan choi.

Tapi appa, aku masih 20 tahun. Aku masih muda dan pangeran itu sudah 25 tahun. Kataku mencoba menghindar.

Kami mohon sooyoungie. Kata umma ku menangis.

Umma waeyo? Tanyaku takut.

Aku tidak berani mengatakan tidak pada ibu suri. Kata appaku.

Baiklah. Kataku pasrah.

Aku tahu, bagaimanapun menolak tidak akan bisa karena ibu suri sendiri yang datang kerumah kami dan meminta aku menjadi selir pangeran.

##

Hari ini aku dijemput pengawal istana untuk datang ke istana.

Umma dan appaku tidak ikut karena ini hanya perkenalan awal aku dan pangeran.

Anyeonghaseo. Kataku membungkuk

Ne, anyeong. Kau kah sooyoung? Tanya ibu suri.

Ne yang mulia. Kataku masih menunduk, tak berani melihat sekitar.

Duduklah. Ajak ibu suri.

Ne, khamsamida yang mulia. Kataku sopan.

Aku dengan gugup menarik kursi dan makan dalam diam.

Sooyoung, kau tidak kuliah? Tanya raja padaku

Aku sedang kuliah yang mulia. Jawabku

Jurusan apa? Tanya nya lagi.

Pemerintahan dan sejarah. Kataku sambil tersenyum

Aigoo. Siwonie lulusan pemerintahan dan politik. Kau bisa bertukar pikiran dengannya. Kalian sangat cocok. Kata ibu suri.

Khamsamida ibu suri. Aku tidak pantas dibandingkan dengan pangeran. Kataku sopan

Jangan panggil begitu. Panggil aku halmonie, dan siwon oppa. Arrachi? Tanya ibu suri sambil mengelus punggungku.

Ne ibu suri. Jawabku,

Kau harus terbiasa memanggilku halmonie. Arra? Tanya nya lagi

Arraso. Jawabku takut.

Kau akan menjadi selir pangeran, maka kau harus tinggal di istana. Kata raja lagi

Ne yang mulia. Jawabku singkat.

Baiklah, seminggu lagi acara pernikahan, jangan berlaku aneh diluar sana. Kau pasti mengerti maksudku sooyoung ah. Kata  raja dengan nada ramah.

Ne, saya mengerti. Kataku.

Kau harus menghormati tiffany sebagai istri pertama. Kau tahu itukan. Dan tiffany lebih besar darimu, kau panggilah dia oennie. Kata ratu, terdengar sinis. Aku rasa dia tidak menyukai kehadiranku. Dia begitu membela tiffany.

Ne yang mulia. Jawabku.

Aku tiffany, kau boleh memanggilku oennie. Kata istri pertama pengeran ini dengan nada datar.

Ne oenni. Mohon bantuannya. Jawabku

Siwonie, ayo bicara. Kata ibu suri kepada pangeran.

Ne, aku siwon. Anyeonghaseo. Katanya formal.

Ne anyeonghaseo yang mulia. Kataku.

Dia suamimu, kau harus memanggilnya oppa kelak. Arrachi? Tanya ibu suri lagi.

Ne yang mulia. Jawabku

Aigooo. Aku akan marah jika kau memanggilku yang mulia. Katanya sinis.

Ne halmonie. Kataku gugup.

##

Hari ini pernikahan ku dengan  pangeran. Sangat mewah, aku sebenarnya tidak suka dengan kemewahan, mengingat lingkunganku sangat sederhana, bahkan dibawah rata-rata keadaan ekonominya.

Aku dan pangeran di tandu dan di angkat berkeliling kota. Aku mengenakan hanbok, sangat ribet. Aku benci upacara adat,!! Teriakku dalam hati.

Aku lihat siwon, pangeran ini dengan santainya melambaikan tangan dan tersenyum kepada rakyat. Aku memaksakan senyum karena moodku hancur akibat upacara aneh ini. Aku benci adat!

##

Sooyoung shii, kau jangan bermimpi mendapatkan siwon, dia mlikku.. hanya milikku. Kata tiffany mengancamku

Aku hanya diam, ternyata dia selicik ini. Bathinku.

Kau hanya dimanfaatkan kerajaan untuk memakai rahimmu. Bagaimanapun aku yang tetap menjadi ratu meskipun kau yang melahirkan. Kata tiffany algi.

Aku lagi-lagi diam, tidak menyangka dia sebusuk ini.

Tiffany keluar dari kamarku dan beberapa saat kemudian datanglah siwon.

Anyeonghaseo yang mulia. Sapaku ramah.

Kalau kita berdua kau jangan seformal itu padaku. Bagaimanapun kita sudah suami istri. Katanya.

Ne siwonshii. Jawabku.

##

Kami melakukannya, aku dan siwon melakukan itu. Hubungan seks, hubungan suami istri yang sah. Aku langsung terpana melihat mata elangnya saat menatap dan menyentuhku. Aku suka belaiannya. Aku suka pelukan hangatnya. Aku mencintainya hanya karena dia sudah memiliki aku seutuhnya. Pelukannya hangat, meski sifatnya dingin padaku.

Pagi ini, aku bangun awal dan langsung mebersihkan tubuhku. Setelah mandi aku bersiap dan menyiapkan pakaian siwon.

Dia bangun dan langsung mandi.

Ini, aku menyiapkan pakaian untukmu siwonshii. Kataku sambil menyerahkan jas lengkap kepada siwon.

Ne, khamsamida. Katanya.

Siwon pov

Oppa, kau malam ini tidur bersama gadis itu? Tanya tiffany

Ne. Kau kan tahu sendiri jika ibu suri mengawasi ku. Kataku

Ne, lakukan sekali, kau hanya boleh sekali melakukan itu denganya. Jika dia hamil maka itu keberutungan dan jika tidak.. katanya dan aku menyela.

Kau jangan egois. Kerajaan butuh pewaris. Kita sudah membicarakan ini. Kataku dingin pada tiffany

Entahlah, aku muak. Apa dia pernah menggugurkan kandungannya? Aku masih curiga akan hal ini dan aku ingin mendapatkan informasinya secepatnya.

## Aku keluar dan menuju kamar sooyoung.

Kami melakukannya, dia begitu cantik jika dilihat dari jarak dekat. Sangat cantik. Aku yang pertama memilikinya, aku masih teringat air mata nya saat pertama kami melakukan itu. Teriakan kesakitannya yang berubah menjadi desahannya membuatku semakin candu akan tubuh selir cantikku ini. Aku banyak memimpin dalam permainan ini. Dia sangat lugu, bahkan polos, aku yang menuntunya melakukan apapun malam ini. Berbeda saat dengan tiffany, fany bahkan lebih ahli dari pada aku.

Saat bagun pagi, aku melihat sooyoung sudah rapi. Dia bahkan menyiapkan pakaianku pagi ini. Sungguh serasa dilayani istri sepenuhnya. Tiffany cendrung manja dan akan menyuruh pelayan menyiapkan pakaian ku, sedangkan dia sibuk didepan lemari dan cermin untuk berdandan dan memilih pakaian.

##

Seperti inilah selama 3 bulan ini, aku hidup dengan dua istri. Aku mencoba bersikap adil, meski tiffany selalu memprotesku jika aku menginap dikamar sooyoung.

Pagi ini, kami semua makan pagi bersama. Aku, appa, umma, halmonie, fany, dan sooyoung.

Bagaimana? Apa kau betah di istana? Tanya halmonie kepada sooyoung

Aku menikmatinya halmonie. Kata sooyoung ceria

Apa siwon dan tiffany selalu memperhatikanmu? Tanya appa ku

Ne yang mulia. Siwon oppa dan fany oennie banyak membantuku. Katanya bohong, padahal kami jarang berinteraksi.

Aku melirik sooyoung, dia terlihat pucat. Apa dia sakit? Bathinku

Tiba-tiba…

Wuek…. sooyoung muntah tanpa mengeluarkan apapun, dia berlari kearah kamar mandi. Kami semua hanya melihatnya berlari dan kembali duduk sambil meminta maaf.

Aigooo.. sooyoung ah, ayo periksakan keadaanmu. Kata halmonie.

Aku heran, kenapa appa, umma, dan halmonie tidak marah saat sooyoung muntah didepan kami semua, bukankah itu tidak sopan?

Mianhae… aku pantas dihukum, aku merusak acara makan pagi ini. Kata sooyoung merasa bersalah.

Ne, sangat tidak sopan. Kata tiffany.

Kau diamlah.. kata halmonie dan langsung menarik tangan sooyoung.

##

Aku, appa, umma, dan fany menunggu sooyoung diperiksa dokter dikamarnya. Halmonie didalam menamaninya.

Pintu terbuka, halmonie terseyum lebar.

Siwon ah… chukae.. teriak halmonie. Tidak biasanya halmonie sebahagia ini.

Aku hanya diam dan tidak mengerti.

Appa dan umma ku langsung masuk dan menghampiri sooyoung.

Chukae sooyoung ah, kau hahrus menjaga kandunganmu. Kata appaku

Ummaku juga membelai kepalanya. Chukae, mianhae sifat dinginku padamu. Kata umma

Ada apa ini? Kandungan? Kenapa tiba-tiba umma memihak sooyoung? Apa dia hamil???

Dua bulan, sooyoung hamil dua bulan siwon ah. Kau berterima kasihlah padanya. Kata halmonie.

Ne, aku mendekati sooyoung dan memeluknya. Gomawo. Kataku pelan.

Fany hanya diam ditempat. Aku tahu dia kecewa. Tapi bagaimanapun aku harus mengikuti aturan kerajaan.

##

Malam ini halmonie tidur dikamar sooyoung, beliau begitu antusias dan ingin membagi cerita bersama sooyoung. Aku tidur dikamar tiffany.

Oppa, apa kau bahagia? Kau akan memiliki anak. Katanya sedih

Ne, aku bahagia. Kau jangan bersedih. Aku akan bersikap adil. Kataku.

Ne, gomawo. Katanya sambil menangis.

Tiffany pov

Sial.. sooyoung hamil? Aku shock..

Semua orang bahagia dengan ini, semua orang perhatian denganya.

Aku benci bukan karena dia bisa hamil, tapi karena aku takut jika siwon oppa akan berubah padaku dan lebih memperhatikan sooyoung yang mengandung anaknya.

##

3bulan kemudian. Sooyoung sudah hamil lima bulan, semua sayang padanya. Tapi aku masih bersyukur, siwon oppa masih sering memperhatikanku. Siwon oppa jarang kekamar sooyoung karena aku menangis tiap malam mengingat nasibku. Dia tidak tega melihatku dan tidak jadi menemani sooyoung. Aku selalu mencari alasan agar sooyoung jauh dari siwon oppa.

Saat aku sedang berjalan menuju taman, aku bertemu sooyoung.

Oennie, kau mau kemana? Tanya nya sopan

Bukan urusanmu. Kataku ketus

Mianhae. Katanya sambil menunduk.

Aku benci sifat sok polos ini. Aku manarik dagunya dan menampar pipinya.

Plaaak.. kau jangan berpura-pura baik padaku. Kataku

Ani, oennie, aku minta maaf, tapi aku hanya ingin menyapamu. Katanya.

Aku menamparnya lagi.

Kau, ingat… hanya rahimmu. Hanya rahimmu yang diinginkan siwon oppa, jangan berharap lebih. Kau seakan wanita bayaran. Demi menjadi keluarga istana kau mengorbankan rahimmu. Sangat bodoh. Kataku dan …

Plaaaak,,, dia menamparku pipi ku keras.

Saat aku melihat siwon oppa berjalan kearah kami, aku langsung menangis agar tidak disalahkan. Cukup sooyoung yang bersalah.

Siwon pov

Aku akan melihat sooyoung, aku ingin mengajaknya membeli perlengkapan bayi, seperti saran halmonie ku.

Lalu kau melihat sooyoung menampar tiffany keras dan tiffany menangis.

Apa-apaan dia? Kasar sekali. Bathinku dan berjalan cepat ke arah mereka.

Kau, berani sekali. Teriakku padanya

Sooyoung diam dan kaget.

Kau pantas dihukum. Kataku keras.

Sooyoung hanya diam dan tiffany masih menagis.

Aku menarik tangan sooyoung ke ruang tengah dan membacakan hukuman berlutut 5jam jika diketahui anggota kerajaan melakukan kekerasan.

Appa, umma, dan halmonie datang mendengar keributan kami.

Siwon ah, aku tahu sooyoung bersalah, tapi dia hamil. Berbahaya bagi kandungan nya jika berlutut. Kata halmonie membujukku

Ani, hukum tetaplah hukum. Kataku tegas

Siwon ah, kau pikirkanlah baik-baik, ini berbahaya, jangan main-main. Kata appaku

Aku melihat dia menampar tiffany dan aku rasa dia gadis yang kuat untuk berlutut mengingat tenaga nya yang ekstra saat menampar tiffany tadi. Jelasku

Jika berlutut rahim akan tegang dan beresiko kontraksi. Kau harus tahu itu. Umma ikut bicara

Umma, kenapa membela sooyoung? Tanyaku

Dia hamil dan kau menghukumnya seolah dia kuat untuk itu. Kata umma.

Aniyo. Aku hanya ingin bersikap adil pada kedua istriku. Yang salah harus dihukum. Kataku dan sooyoung hanya diam.

Tapi lima jam berlebihan. Kata halmonie

Baiklah, 3jam. Ini keputusanku, tidak ada yang membantah. Kataku tegas.

Kau, berlutulah.. kata ku pada sooyoung. Dia langsung berlutut, aku lihat dia susah pada posisi berlutut, tapi bagaimana lagi. Aku hanya ingin adil dan seimbang dalam hidup ini.

Umma, appa, dan halmonie hanya melihat sooyoung dengan raut wajah sedih dan iba. Tiffany masih menangis dan aku putuskan ke pustaka kerajaan. Aku ingin mengambil laporan tahun lalu.

##

3 jam kemudian

Aku kembali dan aku lihat sooyoung masih berlutut. Dia terlihat berkeringat dan aku menghampirinya.

Ini sudah 3jam. Hukumanmu selesai, kau masih ingin berlutut? Tanyaku

Dia menggeleng lemah.

Ayo berdiri, bangunlah. Kataku memerintahnya.

Aku.. aku tidak bisa berdiri, kakiku keram. Katanya lemah.

Aku berteriak memanggil pelayan dan membuat umma dan halmonie ku pun masuk keruangan ini.

Aigoo.. sooyoung pucat sekali. Kata halmonie

Ayo, kenapa kalian diam? Ayo bantu selir choi berdiri. Kata umma memerintah pelayan memapah sooyoung berjalan.

Umma dan halmonie ku menatapku datar, aku melihat sooyoung berjalan dengan dipapah 2 pelayan.

Omo, apa ini?

Aku melihat darah menetes disetiap jejak dan langkah kaki sooyoung.

Darah… bulu kudukku merinding.

Aku melihat nanar ke arah sooyoung. Phobia darahku seketika hilang, aku kalut.. takut darah itu bertanda anakku yang dikandung sooyoung dalam bahaya.

Argh…. teriakan sooyoung terdengar sangat keras saat dia akan masuk kekamarnya, masih dengan dipapah dua pelayan tadi.

Aku, umma, dan halmonie berlari ke arah sooyoung.

Dia terduduk dengan memegang perutnya yang mulai membuncit.

Appo.. dia menangis, darah mengalir dari pahanya. Awalnya sedikit, berupa tetesan, sekarang seperti air, encer.. mengalir begitu saja dari pahanya dan mengenai gaun putih selutut yang dikenakannya.

Halmonie dan umma ku langsung berteriak.

Panggilkan dokter. Cepaaaaat. Teriak umma

Aku hanya diam dan membatu didepan sooyoung. Aku masih berdiri didepan sooyoung yang terduduk dilantai sambil menangis, berteriak kesakitan, dan memegang perutnya. Aku takut, otakku tak mampu bekerja menuntunku melakukan apapun.

Yongie, bertahanlah. Kata halmonieku menggenggam tangan sooyoung.

Sooyoung hanya menangis. Dan masih menekan perutnya.

Jangan ditekan. Jika kau kesakitan jangan tekan perutmu, kau cakar tanganku saja. kata ummaku seolah sangat mengerti sakit sooyoung saat ini.

Sooyoung menggeleng dan menangis. Dia menangis dalam diam, apa begitu sakit? Bathinku

Dokter datang dan memintaku mengangkat sooyoung ke kasur. Aku hanya menuruti dan membaringkannya dikasur.

Umma, halmonie, dokter wanita ini, 2pelayan, dan aku masih dikamar sooyoung.

Siapkan air panas. Teriak dokter itu

Pelayan tersebut langsung berlari mengambil air panas.

Dokter itu menyuntikan lima kali suntikan pada tubuh sooyoung, memasangkan infus, dan memasangkan oksigen kehidung sooyoung.

Ada apa ini? Apa begitu parah? Bathinku

Aku mulai takut, keringatku mulai mengucur melihat wajah tegang dokter, umma, dan halmonieku.

Darahnya berhenti. Tapi ini bukan penghentian permanen. Kata dokter itu sambil terus mengompres perut sooyoung.

Lalu? Tanya ummaku.

Maafkan saya yang mulia ratu. Selir choi masih muda dan rahimnya masih rentan. Seharusnya kehamilan di usia muda ini lebih dijaga. Saat ini rahimnya mengalami gangguan. Saya rasa akibat kontraksi. Apa selir choi melakukan olahraga yang berat? Tanya nya

Ani, jawab ummaku.

Dia berlutut. Kataku lemah

Mwo? Ah, mianhae.. itu sangat dilarang bagi wanita hamil. Kenapa selir choi berlutut? Itu yang menyebabkan perutnya menegang dan kontraksi. Jelas dokter itu lagi.

Aku hanya diam meratapi kebodohanku. Aku yang menyuruhnya berlutut, tidak seharusnya aku menghukumnya dengan hukuman berat.

Selir choi masih tidur, ini efek obat tidur yang saya berikan. Kata dokter itu dan dia permisi pamit keluar.

Kau lihat? Kau puas? Choi siwon… ini yang kau inginkan? Kata halmonie ku sambil menangis

Aku diam, umma ku pun diam.

Sooyoung mengorbankan masa mudanya demi kerajaan, dia merelakan kebebasanya hilang saat menjadi istrimu hanya untuk melanjutkan keturunan istana. Kau kejam.. kau tega sekali. Lanjut halmonie

Aku pernah pendarahan dan aku tahu betapa sakitnya itu. Kata ummaku.

Aku menunduk dan.. minahae. Kataku

Katakan kepada sooyoung, bukan kepada ku! Kata halmonieku tajam

Umma dan halmonieku keluar dari kamar ini.

Sekarang hanya tinggal aku dan sooyoung yang tertidur tenang.

Aku duduk disampingnya.

Tiba-tiba… tiffany datang dengan wajah biasa saja.

Oppa, apa dia hanya bercanda? Tanyanya.

Kau bicara apa? Ini bukan candaan, aku melihat sendiri. Kataku kesal.

Ini sudah malam, apa kau tidak istirahat? Ayo kekamar kita, aku akan suruh pelayan menjaga sooyoung. Katanya datar

Ani, aku ingin menemani sooyoung. Jawabku

Sudahlah oppa, besok dia akan baik-baik saja. percayalah padaku. Ayo tidur. Ajak tiffany lagi.

Ani, aku ingin menemani istriku. Kau tidurlah. Kataku

Mwo?? Aku juga istrimu. Kau kenapa oppa? Tanyanya.

Ne, kau juga istriku. Tapi kau tidak butuh aku malam ini. Kau sehat. Sooyoung pasti membutuhkan ku jika dia bangun. Jelasku

Kau tidak adil oppa? Katanya ketus.

Aku tidak adil bagaimana? Aku yang menyebabkanya seperti ini. Aku juga harus bertanggung jawab. Kau diamlah, aku sedang tidak ingin berdebat. Jawabku.

Dia menangis. Fany selalu seperti ini. Menangis… hanya itu jika kami berkelahi.

Kau diamlah, jangan menangis. Aku tidak ada waktu untuk mu. Sooyoung lebih membutuhkanku. Kau masuklah kekamarmu. Ini perintah, apa kau juga ingin aku hukum? Aku tidak main-main tiffany shii. Kataku keras.

Dia takut dan langsung masuk kekamarnya.

Tengah malam aku keluar dari paviliun ini, aku hanya ingin menghirup udara malam. Sejenak keluar setelah memasyikan sooyoung tertidur lelap. Aku melihat langit dan menghirup nafas dalam.

“kau tahu? Sebenarnya nyonya lah yang menampar selir choi”

“ne, tapi selir choi juga menampar nyonya”

“Ne, tapi sebelumnya nyonya telah menampar selir choi dua kali. Mereka berbincang, entahlah apa yang mereka katakan. Yang aku lihat nyonya memegang dagu selir choi dan menamparnya dua kali”

Aku mendengar para pelayan yang berbicara disudut paviliun ini. Mwo? Tiffany?? Apa-apaan dia…

Aku berjalan kearah pelayan tadi dan..

Apa yang kalian tahu? Ceritakan!! Perntahku.

Minahae yang mulia. Kami bersalah. Kata dua orang pelayan tadi. Dan masuklah pengawal istana.

Maafkan saya jika saya lancang yang mulia. Sebenarnya nyonya menampar selir choi dua kali dan berbicara kasar kepada selir choi. Selir choi yang awalnya diam langsung marah mendengar perkataan nyonya langsung menampar nyonya keras dan saya hanya melihat yang mulia menarik tangan selir choi setelah itu. Kata pengawal tadi.

Jadi? Tiffany yang memulai ini?

Apa yang dikatakan tiffany? Tanyaku.

Saya tidak berani yang mulia. Jawabnya takut.

Aku tahu, pasti hal aneh dan sangat buruk sehingga dia tidak berani mengatakannya.

aku hanya mengangguk dan berbalik menuju kamar sooyoung.

Saat aku masuk, dia membuka matanya.

Kau sudah bangun? Tanyaku

Ne yang mulia. Jawabnya.

Dia meringgis memegang perutnya dan lagi-lagi dia pendarahan.

Aku berteriak memanggil dokter kerajaan. Mereka masuk dan memeriksa sooyoung.

Umma dan halmonie ku langsung mendapat kabar dari pengawal dan mereka menuju paviliunku saat ini.

Sooyoung pov

Aku terbangun karena perutku serasa menegang. Sangat sakit. Saat aku membuka mata, siwon menanyankan keadaanku. Aku akan menjawab, tapi perutku memintaku untuk berteriak. Sangat sakit. Ada apa ini? Kenapa seperti ini?

Aku hanya meringis dan aku merasakan ada yang mengalir dipahaku. Aku mencoba duduk dan menyandarkan tubuhku pada pinggir kasur, aku membuka selimutku dan melihat darah megalir dari pahaku.

Siwon oppa langsung berteriak memanggil dokter. Aku melirik wajahnya sekilas. Cemas.. apa dia mencemaskanku atau hanya anaknya?

Aku diperiksa dokter, lagi-lagi dokter itu menyuntikan beberapa suntikan ditubuhku.

Darahnya sudah berhenti yang mulia. Katanya kepada ibu suri dan ratu yang entah sejak kapan berada dikamarku.

Ada apa sebenarnya? Katakan.. perintah ratu

Sebenarnya rahimnya normal, tapi karena tegang.. kontraksi sering terjadi. Jawab dokter tersebut.

Lalu bagaimana solusinya? Tanya ibu suri

Selir choi harus istirahat total, jangan kelelahan, jangan stress dan kalau bisa jangan berjalan. Jawabnya.

Mwo? Jadi aku harus tidur sepanjang hari? Tanyaku kaget. Bagaimana bisa, aku akan mati bosan jika dikamar terus.

Seperti itulah yang mulia. Jawabnya kepadaku.

Tapi aku bukan orang lumpuh dan tidak mungkin aku hanya diam. Kataku

Mianhae yang mulia. Ini cara satu-satunya memberhentikan kontraksi tersebut. Jangan ada pergerakan pada rahim. Jelasnya.

Aku hanya melihatnya tidak percaya.

Aku mohon sooyoungie, kau bersedia kan? Jangan bergerak dulu. demi anakmu. Pinta ibu suri.

Aku… jawabku terputus karena ratu berbicara.

Aku tahu ini sakit, jadi aku tidak berani berkomentar. Pendarahan memang menyakitkan. Tapi jika kau berhasil melewati masa ini, kau akan melahirkan anakmu. Kau ingin punya anak kan? Tanya nya padaku.

Aku hanya menunduk. Aku tidak tahu harus berkata apalagi. Aku takut membantah wanita tertinggi dikerajaan ini.

##

Satu minggu sudah aku hanya didalam kamar dan tidak hanya aku dikamar ini, ada beberapa pelayan dan dokter yang merawatku. Aku disuntik setiap hari, katanya untuk menghentikan kontraksi perutku. Aku hanya pasrah diperlakukan seperti ini. Aku tidak punya pilihan.!

Aku bagaikan orang sakit parah. Ada dokter yang standby dikamarku. Sangat aneh, aku terkekang. Ummaaaaa….. aku bosaaaaaan.. teriakku dalam hati.

Siwon selalu mengunjungi ku setiap hari, kami hanya bicara standard. Dia hanya akan menanyakan keadaanku. Dan aku hanya menjawab singkat. Aku masih kesal karena dia menyuruhku berlutut dan menyebabkan aku bagaikan dipenjara keadaan.

Ibu suri dan ratu sangat rajin mnegunjungiku, mereka datang setiap hari. Bagaikan endhorphin, aku terhibur dengan perhatian mereka. Raja juga sering mendatangi ruanganku, bersama ratu dia selalu memberiku ketegaran.

Tiffany, wanita itu hanya melihatku jika di ajak ratu dan ibu suri, jika tidak, maka dia akan cuek, tidak peduli, dan seolah tidak terjadi apa-apa.

Setiap hari aku hanya diam dikamar, aku menghidupkan tv, tidak ada siaran yang mengasikkan. Aku hanya memandang kesal ke dokter yang juga setia dikamarku. Dia hanya tersenyum, sial…. aku putuskan menulis, aku sangat suka menulis diary akhir-akhir ini. Aku tuangkan seluruh isi hatiku ke diary ini.

Siwon pov

Sudah satu minggu ini sooyoung istirahat total dikamarnya. Aku kasihan dan sangat merasa bersalah padanya. Aku selalu mengunjunginya setiap hari. Aku yakin dia bosan hanya dikamar saja, hanya duduk dan tidur dikasur. Terkadang aku melihat wajah kesalnya kepada dokter yang menasehatinya banyak hal. Setiap hari aku tidur dikamar tiffany, sebenarnya aku juga ingin tidur dikamar sooyoung, tapi tidak bisa. Dia diawasi dokter dengan ketat, takut terjadi pendarahan lagi. Aku hanya menemaninya sore hingga tengah malam, dan kekamar tiffany saat tiffany sudah tertidur.

Saat ini, aku duduk disamping sooyoung yang sudah tertidur dari tadi, aku yakin ini efek obat tidur untuk pencegahan kontraksi. Aku membuka buku yang dipegangnya. Apa ini?

Diary? Seperti anak sekolah saja. menuliskan isi hati pada diary.

Aku membaca lembar perlembar.

“aku dipaksa umma dan appaku menikah? Aku tidak bisa berbuat apapun. aku tidak mau mengecewakan orang tuaku”

Aigoo… dia anak yang berbakti.

“aku berkunjung ke istana. Menakutkan. Itulah kesan pertamaku”

Benar saja, istana mengerikan.

“aku menikah dengan pangeran,, menjadi selir. Sangat konyol. Ckckk”

Aku tertawa membaca tulisannya ini. Ada-ada saja yang dipikirkannya.

“aku di ancam tiffany, dia istri pertama.. sangat aneh dengan orang ini, seperti takut aku akan mengambil posisinya”

Mwo? Diancam???

“Kami melakukannya, melakukan yang seharusnya dilakukan. Aku malu, aku mencintainya. Sindrome love at the first sight pun sepertinya menyerangku akibat pangeran tampan ini”

Hal seperti inipun dia tuliskan, bagaimana jika ada orang lain yang tahu dan membaca ini?

“aku hamil, aku hamil anaknya. Aku mengandung anak dari pangeran tampan. Orang yang aku cintai menanamkan benihnya dirahimku. Aku bahagiaa….”

Dia mencintaiku? Benarkah?? Aku tergugup membaca kata-kata ini. Entahlah, sooyoung aku akui memang mempesona dibanding tiffany. Dia seakan punya aura yang memikat.

“aku hanya menyapa nya. Aku bahkan dengan sangat sopan menyapa tiffany oennie, dia mengatakan ku tersenyum palsu? Aneh.. aku hanya diam, aku tidak ingin berdebat dengannya. Dia menamparku, aku tidak tahu alasan apa, dia bahkan menamparku dua kali. Aku hanya diam, aku hanya diam menahan panas dipipiku. Tiba-tiba dia mengatakan aku bodoh, aku menyerahkan rahimku untuk mendapatkan status keluarga kerajaan, aku tidak akan mendapatkan posisinya. Hanya dia yang akan menjadi ratu. Aku emosi dan langsung menampar kuat pipinya. Aku tidak terima ini, aku bahkan tidak tertarik menjadi kaluarga kerajaan, sangat bosan, terkekang. Aku juga bukannya merelakan rahimku, aku memang bersedia mengandung anak ini. Aku mencintai anakku dan appanya. Aku dihukum, aku berlutut 3jam. Sangat sulit pada posisi seperti ini, aku merasakan perutku menegang, ah sudahlah, aku tidak peduli sakitku. Aku hanya mengikuti perkataan suamiku. Aku pendarahan, rahimku kontraksi. Aku merasakan seluruh tubuhku sakit, terutama perutku”

Apa? Jadi tiffany yang memulai ini? Keterlaluan dia.. sial!!

Aku membaca halaman berikutnya sampai akhir, semua tentang rasa bosannya. Aku juga melihat tulisannya tentang matahari tenggelam. Sepertinya dia menyukai matahari sore, langit sore memang indah.

##

Aku mengunjungi relasi kerajaan yang datang dari thailand di ruang pertemuan, dia adalah nickhun. Pangeran tampan dari thailand, dia bersama istrinya victoria.

Anyeonghaseo. Sapanya dan istrinya ramah.

Ne, anyeonghaseo. Balasku

Kami mengunjungimu hanya ingin menyapa karena kami sudah lama tidak ke korea. Katanya

Oh ne, aku senang kau berkunjung, bukankah kerajaan kita memang mempunyai link jaringan yang sama? Tanyaku.

Ne. Jawabnya.

Apa benar istrimu tiffany? Tanya nya to the point

Ne, ada apa? Tanyaku balik

Tidak, kau hanya ingin menceritakan yang sebenarnya. Kau harus tahu ini, aku ingin mengakui semua kesalahan ku. Katanya menunduk

Ada apa? Tanyaku.

Sebenarnya tiffany adalah sepupu istriku dan dia juga mantan pacarku. Katanya sambil menggenggam tangan istrinya.

Ne, lalu? Tanyaku lagi

Aku minta maaf padamu, aku yang melakukannya pertama dengan tiffany, aku meninggalkan nya karena ummaku menjodohkanku dengan victoria. Aku yang menyuruh tiffany menjebakmu malam itu. Aku lakukan itu karena dia meminta pertanggung jawaban padaku, dia hamil, aku memaksanya menggugurkan kandungannya. Dia melakukannya, dan aku dengar rahimnya rusak akibat itu. Dia mendatangai apartment ku dan menangis, aku tidak ada pilihan dan memaksanya menjebakmu. Jelasnya sambil membungkuk

Mwo? Kalian menjebakku? Tanyaku keras.. marah, tentu saja!!!

Ne, aku merasa sangat bersalah padamu dan tiffany. Istriku adalah sepupu tiffany dan dia memintaku mengakui ini semua dan bertanggung jawab pada tiffany.

Terserah kau. Kau tidak peduli kau ingin bagaimana dengan tiffany. Besok pagi aku akan menceraikannya. Sialan… teriakku dan meninggalkan mereka.

Aku menuju kamar tiffany, aku menamparnya.

Oppa, kau kenapa? Tanya nya sambil menagis.

Itu tamparan karena kau menjebakku. Kau pernah menggugurkan kandunganmu dan aku bukan yang pertama melakukan itu padamu. Kau kotor! Bentakku

Mianhae, aku tidak ada pilihan saat itu. Aku mohon maafkan aku. Pintanya

Terlambat, kau keluarlah dari istana secara baik-baik, aku tidak akan membahas masalah ini, aku akan katakan jika kita tidak cocok. Jika kerajaan tahu masalah ini, kau akan dihukum berat. Ayo keluarkan barangmu sebelum aku berubah pikiran dan menghukummu. Kataku keras.

Ani, aku bersedia dihukum, jangan usir aku. Pintanya

Untuk apa aku mempertahankan wanita kotor sepertimu? Kau juga tidak bisa hamil. Untuk apa?? Jawab aku. Kataku

Dia hanya menangis.

Tapi aku mencintaimu. Katanya

Aku tidak mencintaimu, aku sudah mencoba memaksakan hatiku menetimamu, tetaptidak bisa. Au hanya terpaksa bersamamu. Jelasku

Lalu, sooyoung bagaimana? Kau mencintainya?? Tanyanya.

Dia hamil anakku, tentu saja aku mencintainya, dia mengorbankan hidupnya untukku. Aku bahkan menghukumnya yang tidak bersalah karena mu. Kau yang menamparnya, kau mengakulah.. kau licik. Kataku

Mianhae, aku akan melakukan apapun, jangan lakukan ini padaku. Katanya terisak

Aku menunggu waktu yang tepat untuk berpisah denganmu. Ternyata sekarang semua terungkap. Bagus sekali, aku tidak perlu repot mendapatkan informasi tentang kebusukanmu. Kataku lagi.

Lalu, sooyoung akan menjadi yang pertama dihatimu? Apa kau tidak bisa membalass cintaku untukmu? Tanya nya lagi.

Sudahlah, jangan memperlama waktu. Aku mencintai sooyoung, kau puas? Aku tidak bisa tanpanya. Aku menyadari itu saat aku tidak bisa tidur bersama sooyoung. Dia memikatku. Dia bagaikan candu bagiku. Aku ingin selalu disampingnya. Tentu saja dia yang pertama, umma dari anakku adalah yang pertama dihatiku. Jelasku panjang lebar berharap dia mengerti.

Lagi-lagi tiffany menagis.

Kau keluarlah dari istana malam ini, kau ingin kebusukan mu diketahui umma dan appaku? Atau ibu suri? Kau ingin mati konyol di istana kerajaan? Tanyaku lagi.

Aku bosan melihat tangisannya, kau langsung menarik tanganya keluar dan menyuruhnya masuk kemobilnya.

Jangan pernah kembali lagi. Aku ingatkan kau!! Kataku sinis.

Tiffany pov

Aku di usir siwon dari istana, bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan? Aku hanya mengendarai mobilku kencang dan tanpa sadar,….

Braaaaaakk…..

Aku hanya memandang sekitar, lama-kelamaan.. gelap, aku tidak merasakan apapun lagi, tubuhku mati rasa.

Author pov

Istri pangeran choi siwon dikabarkan terlibat kecelakaan lalu lintas ditengah malam dan dengan keaadan terluka parah.

Begitulah berita yang tersebar malam itu, tiffany kecelakaan dan mobilnya hancur. Tiffany terluka parah.

Siwon sudah mengatakan rencana perceraian nya dengan tiffany dan raja ratu hanya menyetujui itu, karena keputusan siwon sudah bulat. Ibu suri sangat menyetujui itu karena dari awal memang tidak menyukai tiffany.

Tiffany akhirnya pulang kerumah orang tuanya dan menjadi biarawati. Dia ingin menebus segala dosanya. Dia keluar dari rumah sakit dan meminta maaf kepada siwon melalui media. Rakyat mendukung ini, lebih baik berpisah jika memang tiffany bersalah dan mempunyai masa lalu suram. Dia mengakui nya, dia tidak peduli omongan rakyat, dia hanya ingin menebus dosanya.

Sooyoung masih bertahan dengan pingitan di kamarnya akibat kontraksi rahimnya, dia mendengar semua nya. Dia menyaksikan konfrensi pers tiffany melalui tv. Dia kasihan melihat tiffany dan memaafkan tiffany.

Sooyoung pov

Aku melihat, aku mengetahui semua. Siwon menjelaskan semuanya padaku. Aku kasihan dengan tiffany. Sekarang dia menjadi biarawati. Aku salut dengan nya, dia berubah, dia ingin menebus dosanya. Semoga tuhan mengampuninya.

Saat aku melamun memikirkan tiffany, aku dikejutkan dengan bunyi pintu kamar.

Siwon datang..

Anyeonghaseo. Sapa dokter dan pelayan yang selalu berada dikamarku.

Ne, anyeonghaseo. Aku ingin mengajak sooyoung keluar. Katanya.

Aku hanya diam. Akhirnya aku keluar.

Tapi yang mulia, selir choi tidak bisa berjalan jauh. Nanti akan terjadi kontraksi lagi. Jelas dokter itu

Selir choi? Bukankah istriku sekarang hanya satu.. katanya

Ne, mianhae. Maksud saya nyonya choi. Ralat dokter itu.

Aku akan bertanggung jawab. Aku hanya membawa sooyoung sebentar, dia butuh hiburan. Jelasnya

Dokter tersebut hanya diam.

Siwon oppa langsung menuju kasur ku dan menggendongku ala bridal style.

Begini lebih baik, dia tidak akan berjalan. Katanya pada dokter itu.

Aku hanya menunduk malu.

Dia menggendongku dan membawaku bersama mobilnya. Aku tidak tahu kemana, ini seperti jalan menuju pantai.

Dia membuka pintu mobilnya dan lembal menggendongku keluar menuju pinggir pantai berpasir putih ini.

Tunggulah sebentar, nanti akan ada matahari tenggelam, jika dilihat disini akan lebih indah. Katanya

Mwo? Kau tahu aku menyukai matahari tenggelam? Tanyaku

Ne, aku membaca semua diary mu, katanya dengan senyum menggodaku

Mwo? Aku shock, malu dengan diary ku. Banyak tentang rasa cintaku pada siwon.

Jangan malu, kau juga mencintaimu. Aku juga terkena syndrome pandangan pertama. Jelasnya

Dia mencium bibirku lembut, lama dan dalam.

Aku hanya diam, masih kaku membalas skinship darinya.

Lalu dia mengelus perutku. Baby…. cepatlah lahir. Katanya.

Mianhae aku menyuruhmu berlutut, padahal kau tidak bersalah. Sekarang kau jadi seperti ini karena kebodohanku. Katanya.

Sudahlah, jangan dibahas. Aku sudah melupakan itu. Kataku.

Ne, gomawo.. saranghae. Katanya tersenyum melihatkan lesung pipi nya.

Nado oppa. Kataku dengan aegyo.

Yaa!! Jangan keluarkan aegyo mu. Teriaknya.

Aku hanya tertawa keras.

##

Author pov

Hari ini sooyong melahirkan dengan operasi caecar. Dia memang tidak bisa melahirkan normal akibat kontraksi dari usia kandungan 5 bulan. Jadi berbahaya jika melahirkan normal.

Diluar ruangan operasi menunggu lah sang raja, ratu, dan ibu suri. Siwon didalam menemani sooyoung.

Beberapa menit pun berlalu…

Tangisan bayi pun menggema.

Siwon keluar dari ruangan dengan wajah sumringah.

Umma, appa, halmonie.. sooyoung melahirkan sepasang anak kembar. Kata siwon sambil tersenyum

Ne?? Jinjha? Jeongmal yo?? Kembar?? Tanya ibu suri

Ne, namja yang tampan dan yeoja yang cantik, seperti ibunya. Kata siwon.

##

Di ruangan sooyoung dirawat.

Aigoo, yongie ah. Anakmu tampan. Kata raja

Ne, khamsamida yang mulia. Kata sooyoung hormat.

Anak perempuan yang manis, kau sangat cantik. Kata ratu sambil mengendong anak perempuan siwon dan sooyoung.

Aigoo… anak kembar ini akan memanggil raja harabojie dan ratu halmonie. Aku semakin tua saja. komentar ibu suri yang membuat semua tertawa.

Choi jiyoung.. kau adalah putra mahkota tertampan. Komentar raja.

Ne, choi jiyeon juga akan menjadi putri kerajaan tercantik. Kata ratu yang sedari tadi menggendong anak perempuan siwon sooyoung.

##

Hari ini saat anak kembarnya berusia 6bulan, siwon di angkat menjadi raja. Dia menerima tahta itu dan memberikan tahta putra mahkota kepada putranya. Choi jiyoung.

Sooyoung menjadi ratu dikerajaan choi secara otomatis karena dia sekarang menjadi istri satu-satunya siwon, sanga raja yang baru dinaik tahtakan dan karena sooyoung juga melahirkan anak lelaki, jadi otomatis dia yang menjadi ratu.

Upacara kenaikan tahta siwon dan sooyoung di adakan dengan sederhana dan memberikan jamuan kepada seluruh rakyat.

End… ^-^

26 thoughts on “[Longshoot] From Nothing to be Something

  1. Wuahhhh keren panjang lagi puas bacanya ^^
    Tiffany busuk banget disini untung nya kebusukannya cepat terungkap gk pantas jadi ratu sdh pernah ngelakuin ‘itu’ sm orang lain yg bukan suaminya
    Soo eonni sabar banget ya disini sampe disuruh berlutut 3 jam nerima jg padahal kan hamil sampai kontraksi gk di bolehkan keluar pasti bosan banget deh
    Siwon oppa ngeselin kan bukan Soo yg nampar tapi Tiffany duluan

  2. Keren ceritanya!
    Aku suka cerita ttg kerajaan kayak gni ^.^
    tpi rada bingung bcanya,
    cz ga ada tnda (“) untk perckapannya.
    Overall,
    aku suka ceritanya ^_-

    next ff ditunggu ^^

  3. wahhhh bagus bnget ya ffnya…
    chingu kamu pinter bnget ya bikin oneshoot yang panjang….
    nggak bosan lohh bacanya >_<
    Syukur dehhh Siwon oppa akhirnya tahu kejahatannya Fany….
    ditunggu ff lainnya.

  4. bagus chingu, keren cerita’a tp kog bagian karakter ngomong gak dkasih tanda ( ” ) yahh…
    itukn jdi pembeda antara cerita dan karakter bicara…
    untuk alur cerita jga sdah bagus chingu, tp tnggal sdkit dgali imajinasi’a hehe, klo djlasn lbh detail dkit aja udh TOP bgt coz cerita mu bagusss…
    okeyyyy commentarq cma itu sipp…keep writing yahhh

Leave a Reply (Comment yah)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s