[FF] Flashback Part 2

page1

Author : ‘Vira’

Cast :

  • Choi Sooyoung
  • Choi Siwon
  • Tiffany Hwang

Siwon pov

Saat ini aku sudah berpacaran dengan Tiffany. Semester 2 ini pun akan berakhir. Sudah hampir 8 bulan aku tidak berkomunikasi dengan Sooyoung. Apa dia baik-baik saja? ah, sudahlah.. dia bahkan tidak menghubungiku sampai saat ini.

“Oppa, ayo temani aku ke pustaka, aku ingin mencari tugas” Kata Tiffany sambil memegang tanganku manja.

Dia manja, sangat manja dibanding Sooyoung yang tegar dan dewasa. Jujur, hati kecilku masih bersama Sooyoung. Tiffany hanya penutup luka kecewaku akibat Sooyoung yang tiba-tiba menghilang dari hidupku. Aku benar-benar masih mencintai Sooyoung.

Sooyoung pov

Kandunganku sudah 8 bulan, aku benar-benar sudah siap menjadi seorang ibu. Aku merasakan setengah jiwaku adalah kandunganku. Aku setiap hari membaca artikel kehamilan, melahirkan, dan merawat bayi. Yuri masih kuliah, tapi dia bersedia bolos kuliah jika aku check up kehamilan. Saat sedang memasak sarapan di dapur, perutku nyeri. Aku merasakan cairan mengalir dipahaku. Aku melihat dan ternyata air ketubanku pecah.

“Argh.. Yul….” aku berteriak memanggil Yuri.

“Soo ah, air ketubanmu pecah, ayo kerumah sakit. Aku bantu. Katanya sambil memapahku” menuju mobil.

Perjalanan menuju rumah sakit sangatlah jauh, rasa sakit menjalar diseluruh tubuhku.

Aku dinyatakan melahirkan premature, aku memilih operasi caecar karena takut menghadapi kelahiran normal.

Satu jam pasca operasi, aku sadar dan melihat anakku. Dia namja, sangat tampan. Tidak dipungkiri lagi ini anak Siwon. Dia benar-benar mirip Siwon. Sangat mirip.

“Soo ah, aku sudah menjadi ahjuma” Kata Yuri sambil menggendong anakku.

“Ne, Yuri ahjumma” Candaku.

“Siapa namanya?” Tanya Yuri.

“Minwoo. Choi Minwoo” Kataku mantap.

“Ne, Minwoo.. let’s say Yuri ahjumma Yeppo” Katanya pada bayiku.

Aku hanya tertawa melihat aksi bodoh sahabatku.

Aku menghubungi Ummaku dan mengabari kabarku dan anakku. Ummaku sangat sedih karena tidak disampingku saat ini.

siwonb

Author pov

7 tahun kemudian. Minwoo sudah besar dan tumbuh dengan sehat, pintar, dan tampan. Dia sudah sekolah dasar. Sooyoung sekarang memiliki perusahaan modeling dan butik. Dia melanjutkan kuliahnya saat Minwoo berusia 1 tahun. Yuri juga sudah menjadi model terkenal, dia adalah icon perusahaan Sooyoung. Kedua sahabat ini sudah meraih sukses. Sooyoung selaku direktur di perusahaan kecilnya juga menyalurkan bakatnya dalam desain baju di butiknya. Dia sedang merintis perusahaannya untuk kesejahteraan Minwoo. Appa Sooyoung meninggal satu bulan yang lalu dan perusahaan keluarganya di urus Ummanya sekarang.

Dilain sisi, Siwon juga sudah menjadi direktur di perusahaan Appanya. Dia sudah bertunangan dengan Tiffany. Mereka semakin akrab dan dekat. Appa Siwon sangat mendukung hubungan Siwon dan Tiffany, tapi Umma Siwon masih menginginkan Sooyoung jadi menantunya.

Siwon pov

Aku sudah menjadi direktur di perusahaan ini, dan akupun sudah resmi menjadi tunangan Tiffany. Tapi entahlah, terkadang aku bingung dengan hatiku yang belum mantap. Appaku selalu mendesak agar aku segera menikah dengan Tiffany, tapi aku masih menunda dan untungnya Tiffany mengerti itu.

“Siwon ah, Umma sebenarnya tidak begitu yakin dengan Tiffany. Umma masih menginginkan Sooyoung yang menjadi istrimu” Kata Ummaku, dan Sekelebat bayangan Sooyoung kembali di otakku.

“Umma, bahkan dia tidak pernah menghubungiku” Kataku.

“Kau sekarang kan sudah kembali ke Korea, apa kau tidak mencarinya?” Tanya Umma.

“Aniyo, dia dan keluarganya pindah ke Jepang. Umma, aku ke kantor dulu. anyeong” Kataku menghindari desakan Ummaku untuk mencari Sooyoung yang entah dimana.

##

Kantor Siwon

“Sajangnim.. hari ini kau ada jadwal berkunjung ke sekolah dasar di myeongdong area. Itu adalah sekolah yang mendapat bantuan dana dari perusahaan. Dan kau di undang rapat akademis disitu” Lapor sekretarisku.

Saat sampai di sekolah dasar itu, aku langsung masuk ruangan rapat dan mendengarkan perkembangan sekolah yang mendapat bantuan dana dari perusahaanku ini. Rapatpun selesai, aku memutuskan makan ramen di samping sekolah ini.

Dan.. bangku pun penuh, aku melihat disudut ruangan ini ada seorang anak yang makan ramen dengan lahap. Aku berjalan ke arahnya.

“Apa aku boleh duduk disini?” Tanyaku pada bocah ini. Mungkin dia berusia 7 tahun. Dia mengangkat kepalanya. Dan.. omo,

“Aku kaget. Bocah ini? Sangat mirip denganku.. sangat mirip” Benar-benar mirip.

“Ne, silahkan ahjusi” Katanya sopan.

“Khamsamida” Kataku gugup sambil menatap wajahnya.

Aku kaget, bagaimana bisa ada anak kecil yang begitu mirip denganku.

“Siapa namamu?” Tanyaku.

“Minwoo, Choi Minwoo imnida” Jawabnya sambil meminum jus jeruknya.

“Mwo? Kau bermarga Choi?” Tanyaku.

“Ne.. ahjusi, apa kau juga bermarga Choi?” Tanyanya.

“Ne, aku Choi Siwon” Jawabku.

“Ne, senang berkenalan dengan ahjusi” Katanya sambil tersenyum.

Senyumnya, apa aku gila, ini senyuman Sooyoung. Senyum ramah yang menenangkan.

Kami bercerita banyak. Dan..

“Ahjussi, kau tahu? Aku sangat kesepian di rumah. Ummaku bekerja dan ahjummaku juga sering pemotretan keluar kota” Katanya mengadu padaku, ala anak kecil imut. Aigooo…

“Memangnya Ummamu kerja apa? Sampai begitu sibuknya” Tanyaku.

“Ummaku mempunyai agency model dan butik. Jadi dia sibuk. Ahjummaku adalah seorang model” Jawabnya polos.

“Lalu Appamu?” Tanyaku.

“Appa? Aku.. tidak mempunyai Appa. Kata Umma dan ahjummaku, aku dilarang menanyai tentang Appaku pada mereka. Itu masa lalu menyedihkan” Jawabnya sambil menunduk.

“Mianhae, jangan sedih. Ahjusi akan mentraktirmu es, Ayo..” kataku menarik tanganya.

“Hore…. ahjussi, aku ingin es krim 2 rasa. Banana dan vanila” Katanya semangat.

“Ne, kau pilih sesukamu” Kataku sambil mengusap kepalanya.

Hatiku aneh saat menyentuh anak ini. “Ada apa? Apa jiwa kebapakanku muncul karena usiaku yang 25 tahun? Atau karena anak ini mirip denganku?” Bathinku.

“Ahjussi, aku pulang dulu. gomawo traktirannya” Dia berteriak sambil melambaikan tanganya padaku saat aku mengantar Minwoo ke apartmentnya.

“Ne, hati-hati. Besok aku akan ke sekolahmu lagi” Kataku.

“Ne…” katanya riang.

##

Aku tidak fokus di kantor, entahlah. Dari semalam aku terus mengingat Minwoo. Bocah tampan itu. Bahkan dia hadir dalam mimpiku. Aku putuskan makan siang di sekolahnya saja, aku ingin bermain dengannya.

“Anyeong Minwoo ah, apa kau ingin makan siang dengan ahjussi?” Tanya ku sambil mensejajarkan tinggiku dengannya.

“Ne, ahjussi. Aku bawa bekal, ayo makan bersama” Katanya.

“Ne, setelah ini bagaimana jika kita ke taman bermain?” ajakku. Entahlah, hatiku tergerak mengajak bocah ini. Aku ingin lama-lama di dekatnya.

“Jinjha? Baiklah, aku sudah lama tidak kesitu. Ummaku juga pulang malam hari ini, jadi aku bisa bermain sampai sore” Katanya.

“Aigoo.. Minwoo pasti kesepian” Bathinku.

Kami bermain dengan puas. Dia menaiki seluruh wahana. Dia tertawa keras dan berteriak senang saat menaiki wahana yang menantang adrenaline. Sangat mirip Sooyoung. Aigoo.. apa yang aku pikirkan??

Saat ini, aku mengajak Minwoo makan di restoran Jepang di depan taman bermain.

“Ahjussi, kau tahu? Aku sangat puas bermain denganmu hari ini. Jeongmal gomawoyo” Katanya sambil melihatkan aegyo.

Aegyo ini, Sooyoung selalu menggunakan aegyo ini jika dia berterimakasih padaku. “Aish.. Sooyoung lagi, aku kenapa?” Bathinku.

“Aku iri, teman-temanku bermain dengan Appanya. Mengambil rapor dengan Appa Ummanya. Aku hanya dengan Ummaku. Bahkan aku ditertawai temanku saat aku katakan aku tidak punya Appa” Katanya sedih.

“Baiklah, kau boleh menganggapku Appamu” Kataku. Kata-kata itu sukses keluar dari mulutku.

“Jeongmalyo? Gomawo ahjussi” Katanya sambil memelukku.

Aku merasa bahagia sekali dipeluk Minwoo.

Aku merasa puas melihat senyumnya, aku juga merasa hatiku teriris mendengar dia diperolok karena tidak ada appa.

Saat pulang, aku membelikannya bola. Dan dia sangat senang dengan bola itu. Kami berjanji main bola besok sore dilapangan depan apartmentnya.

Sooyoung pov

Minwoo pulang dengan membawa bola. Aku merasa aneh, “bola dari siapa ini?” Tanyaku.

“Dari ahjusii malaikat yang sering mentraktirku Umma” Jawabnya.

“Mwo? Malaikat?” Tanyaku.

“Ne, dia adalah penyumbang dana di sekolahku dan dia sangat tampan. Dia mentraktirku  ramen, es krim, dan mengajakku ke taman bermain” Jawabnya ceria.

“Kau jangan sembarangan dekat dengan orang yang tidak dikenal” Kataku.

“Dia baik Umma, bahkan membelikanku bola. Besok kami akan main bola di lapangan” Katanya sambil memainkan bola itu.

Aku hanya diam, otakku berpikir. Siapa yang sebaik itu? Apa dia ada maksud jahat pada anakku?

“Kau jangan terlalu dekat dengan orang asing. Tidurlah, Minwoo pasti lelah” Kataku sambil mencubit pipinya. Gemass..

##

Aku sengaja pulang cepat hari ini, aku ingin memastikan. Siapa yang bermain bersama anakku. aku takut terjadi hal aneh kepada Minwoo. Aku berjalan perlahan ke arah lapangan di depan apartment. Aku melihat Minwoo tertawa lepas dan didepannya ada lelaki tinggi. Aku tidak melihat badannya. Dia membelakangiku. Lelaki itu bahkan menggendong Minwoo dipundaknya dan berputar. Minwoo tertawa keras. Jarang sekali melihat Minwoo tertawa sepuas itu. Aku merasa bersalah kepadanya. Akibat kesibukanku, Minwoo jadi kurang perhatian. Aku berjalan ke arah Minwoo dan lelaki itu. Ternyata….

Aku terdiam, diam memperhatikan namja ini. Dia… Siwon.

Aku langsung memegang tangan Minwoo dan berencana menarik Minwoo pulang.

“Umma, ini Siwon ahjussi. Dia yang aku ceritakan kemarin” Kata Minwoo.

“Ne, ayo pulang. kau jangan bermain lagi dengan lelaki ini Minwoo ah” Kataku sambil berjalan.

Tapi tanganku ditarik Minwoo.

“Umma.. aku tidak mau pulang, aku ingin bermain dengan Siwon ahjussi” Rengeknya.

“Ayolah, kau jangan membantah” ucapku keras.

Siwon hanya diam dan tiba-tiba bertanya pelan.

“Minwoo anakmu?” Tanyanya.

“Ne, anakku dan kau jangan dekati anakku. aku tidak suka” Bentakku.

##

Aku menangis didalam kamar, Minwoo sudah tidur dan aku bercerita kepada Yuri tentang Siwon yang mendekati Minwoo.

Aku akan mengantar dan menjemput Minwoo ke sekolahnya setiap hari agar dia tidak bermain dengan Siwon lagi. Aku tidak akan biarkan dia mendekati anakku.

Siwon pov

Saat aku bermain dengan Minwoo, datanglah ummanya. Ternyata Ummanya adalah Sooyoung, yeoja ku. Wanita yang sampai saat ini masih aku cintai.

Dia membentakku, melarangku bermain dengan anaknya.

Aku memikirkan ini semalaman, Sooyoung sudah punya anak? Berarti dia sudah menikah. Siapa suaminya?? Bukankah Minwoo tidak punya ayah? Kenapa Minwoo mirip denganku? Apa Sooyoung hamil saat kami melakukan hubungan itu? Kenapa dia tidak memberitahu aku? Beribu pertanyaan dan dugaan di otakku.

Aku harus menanyakan ini kepada Yuri, apa dia mau membantuku?

Aku menghubungi Eunhyuk “sahabatku”, dia adalah namjachingu Yuri, aku tahu hubungan mereka dari media, karena Yuri adalah seorang model terkenal dan status pacarannya diketahui publik.

“Eunyuk ah, aku ingin bertemu dengamu. Siang ini di kafe depan apartmentmu” ucapku dan dia menyetujuinya.

“Siwon ah, lama tidak bertemu” ucapnya basa basi.

“Aku ingin kau meceritakan yang kau ketahui dari Yuri” kataku to the point.

“Ne, pasti tentang Sooyoung” Tebaknya.

“Ne” Jawabku fokus mendengarkan ceritanya.

“Yang aku tahu, Sooyoung hamil saat dia semester 1, dia tinggal bersama Yuri karena orangtuanya pindah ke Jepang. Dia melahirkan saat usianya 18 tahun. Aku dan Yuri yang mengantarkanya ke rumah sakit saat itu. Dia melahirkan secara caecar. Dan … sebenarnya ini rahasia, tapi.. sebaiknya kau tahu”.

“Apa?” Tanyaku cepat.

“Kau adalah ayah anak yang dikandung Sooyoung. Minwoo anakmu. Kau tahu? Nama anak Sooyoung itu Choi Minwoo. Dia sudah 7 tahun sekarang. Sangat mirip denganmu Siwon ah” Katanya.

Aku bagaikan disambar petir.

“Mwo? Benarkah? Kenapa Sooyoung tidak memberitahu aku?” Tanyaku.

“Aku tidak tahu pasti. Hanya itu yang aku ketahui” Kata Eunhyuk.

##

Aku menyetir pelan ke arah sekolah Minwoo. Anakku. aku sangat bahagia saat mengetahui dia anakku.

“Minwoo ah, anyeong..” sapaku.

“Ne ahjussi. Lama tidak bertemu” Katanya ramah.

“Apa kau sudah makan? Ayo makan bersama..” ajakku.

“Tapi, Ummaku sebentar lagi menjemputku” Katanya dengan nada menyesal.

Sesaat kemudian, datanglah mobil putih dan ternyata Sooyoung.

“Minwoo.. ayo pulang, kenapa kau berbicara dengan orang asing?” Tanyanya. Aku terkejut mendengarnya menyebutku orang asing.

Minwoo bersembunyi dibelakang punggungku.

“Ayolah, Minwoo.. jangan buat aku marah” Teriak Sooyoung.

“Yaa!! Kenapa kau berteriak kepada anak kecil?” Tanyaku marah, entahlah. Naluri ku tidak terima Minwoo dimarahi, meski itu ibunya.

“Bukan urusanmu. Aku meneriakki anakku. kau minggirlah” Katanya dingin.

Sooyoung langsung menarik tangan <inwoo.

Aku hanya terdiam, aku semakin yakin Minwoo anakku.

Sooyoung pov

Aku kesal, Siwon ternyata masih mendekati anakku. aku tidak bisa biarkan ini. Aku kembali ke kantor setelah mengantar Minwoo pulang.

“Sajangnim. Ada perusahaan yang meminta kita menyediakan model dan konsep untuk iklan perusahaannya. Dia menawarkan bayaran mahal” ucap karyawanku.

“Jinjha? Perusahaan apa?” Tanyaku.

“Hyundai department store. Ini baru di Korea” Jelasnya.

“Pantas saja, aku baru mendengarnya”.

“Ne sajangnim, pemiliknya adalah lulusan luar negeri dan dia baru merintis department store ini” Jelas karyawanku lagi.

“Ne, kau atur saja jadwal rapatnya. aku menghubungi Yuri. Semoga dia menerima iklan ini” Kataku.

Dan Yuripun setuju menjadi model iklan di perusahaan yang akan bekerja sama denganku. Rapatnya besok di restoran di daerah gangnam districts.

##

Aku dan Yuri sudah menunggu 1 jam lebih dan pemilik Hyundai itu belum datang juga. Kami kesal, tapi berusaha profesional.

“Minahae.. aku terlambat, aku adalah utusan Hyundai department store. Park Jung Soo inmida” Katanya sambil membungkuk.

“Ne, gwenchana” Kataku dan Yuri.

Direktur kami tidak bisa datang, dia juga ada rapat dengan dewan direksi dan dia menyampaikan maaf.

“Ne, kau ceritakanlah, kau ingin kami membuat konsep seperti apa dalam iklan ini?” Tanyaku to the point.

Dia menjelaskan dan aku mendengarkan dengan serius.

Kamipun memutuskan akan mengadakan syuting di Hyundai department store. Selanjutnya adalah tugas Yuri. Aku hanya menyusun konsep.

Author pov

Yuri syuting hari ini dan dia sangat terkejut, ternyata pemilik Hyundai ini adalah Siwon. Siwon mengajaknya bercerita dan dengan terpaksa dia mengatakan yang sebenarnya.

Siwon semakin yakin Minwoo anaknya setelah mendengar cerita dari Yuri dengan detail. Dia juga tahu, ternyata Sooyoung kecewa saat ada wanita yang mengangkat telefon Siwon saat itu, aku yakin itu Tiffany. “Sial.. yeoja itu.. Tiffany adalah penyebabnya” Bathin Siwon.

Saat ini Siwon menuju kantor Sooyoung, dia ingin Sooyoung menjelaskan semuanya.

“Mau apa kau?” Tanya Sooyoung tajam saat Siwon masuk ruangannya.

“Apa benar Minwoo anakku? kau jujurlah” Kata Siwon.

“Aniyo. Dia bukan anakmu. Dia anakku” kata Sooyong keras.

“Siapa Appanya? Kenapa dia begitu mirip denganku?” Tanya Siwon.

“Kau jangan bercanda Siwon shii, dia mirip denganku” Jawab sooyoung sinis.

“Ani, aku yakin dia anakku” kata Siwon.

“Terserah kau, aku tidak peduli. Minwoo anak yang aku kandung dan aku yang melahirkannya. Jadi dia anakku, dan aku peringatkan, kau jangan mendekatinya lagi” Kata Sooyoung tajam.

Siwon hanya menunduk, dia mengingat kesalahannya yang tidak mengetahui Sooyoung hamil.

“Kau tidak pantas dekat dengan anakku. kau orang asing. Sekarang keluarlah dari sini. Aku muak melihatmu..” kata Sooyoung.

Siwon hanya berjalan linglung keluar dari kantor Sooyoung.

Sepeninggal Siwon, sooyoung menangis sejadi-jadinya.

“Apa ini benar? Apa aku sudah  melakukan hal yang benar? Aku tidak mau Minwoo terluka” Bathinya.

##

Satu minggu kemudian

Siwon tidak pernah lagi mengunjungi Minwoo ke sekolahnya, sebenarnya dia selalu datang ke sekolah Minwoo, tapi dia hanya melihat putranya tersebut dari kejauhan. Dia takut Sooyoung marah kepada Minwoo jika ketahuan bermain bersama Siwon.

Sementara itu di dalam mobil Sooyoung, Sooyoung yang sedang menjemput Minwoo pun hanya diam berusaha menutupi luka masa lalunya dengan Siwon.

“Umma, kenapa aku dilarang bermain dengan Siwon ahjussi?” tanya Minwoo polos.

“Ne, kau tidak boleh dekat dengannya. Dia orang asing. Arraso?” Kata Sooyoung.

“Ani, dia baik Umma. Sangat baik. Aku bahkan ditraktir ke taman bermain. Aku bahagia, aku seperti mendapatkan seorang Appa” Kata Minwoo.

“Ani, kau lebih baik tidak punya Appa” Kata Sooyoung dingin.

“Tapi Umma, aku iri melihat temanku bermain dengan Appanya. Aku juga ingin digendong Appaku. Aku juga ingin Appaku yang mengantarkan dan menemaniku mengambil nilai renang” Kata Minwo.

“Aniyo! Andwe!! Kau diamlah, jangan banyak bicara” Kata Sooyoung. Minwoo langsung menangis.

Saat sampai di apartment, Minwoo langsung berlari keluar dari mobil Sooyoung.

“Minwoo ah, kau mau kemana?” Teriak Sooyoung.

“Aku ingin ke tempat Siwon ahjusssi. Umma jahat” Kata Minwoo.

“Andwee…” teriak Sooyoung saat melihat tubuh mungil putranya terhempas kepinggir jalan akibat tertabrak motor.

“Minwoo… andwe… kau sadarlah” teriak Sooyoung saat di ambulan yang membawa Minwoo kerumah sakit.

##

Sooyoung terus menangis, lalu dokter yang menangani Minwoo keluar.

“Bagaimana dok?” Tanya Sooyoung.

“Dia butuh tranfusi darah, dia kehilangan banyak darah”.

“Darahku saja” kata sooyoung cepat.

“Ne, ayo diperiksa dulu. jika cocok maka kau saja yang menjadi donornya” Kata dokter itu.

“Mianhe, sooyoung shii. Minwoo bergolongan darah B. Kau O. Dia B resus negative. Ini sangat langka. Umumnya orang bergolongan darah B positive” Kata dokter dan sooyoung langsung menunduk sambil menangis.

“Kau temuilah appanya. Dia pasti sama dengan minwoo” Kata lee sunkyu, dokter yang juga membantu proses kelahiran minwoo.

##

Sooyoung berjalan lunglai ke parkiran mobilnya. Dia ingin kekantor siwon, dia harus menemui siwon, dia ingin minwoo mendapat transfusi darah secepatnya.

@siwon’s office

“Anyeonghaseo.. apa saya bisa bertemu siwon? Choi siwon?” Tanya sooyoung pelan.

Dia masih menangis dan matanya bengkak. Sekretaris siwon pun  bingung dan hanya mengangguk pelan, lalu berjalan keruangan siwon.

“Sajangnim, ada wanita ingin bertemu dengan anda, dia menangis. Apa saya perbolehkan masuk saja?” tanya nya pada siwon.

“Ne, siapa ? suruh saja dia masuk” Perintah siwon.

Siwon masih fokus pada laptopnya dan sooyoung masuk perlahan.

“Siwon shii.. aku tahu kau membenciku akibat peristiwa di kantorku saat itu, tapi aku mohon selamatkan anakku” kata sooyoung dengan air mata berlinang.

“Ne? Minwoo kenapa?” Tanya siwon cemas.

“Dia kecelakaan. Tangis sooyoung pecah” dia berbicara sambil menangis.

“Dia butuh transfusi darah. Aku tidak bisa mendonorkan darahku. Dia B negative” Kata sooyoung sambil menangis.

“Kau appanya, kau pasti bisa mendonorkan darahmu” Kata sooyoung sambil menunduk. Dia kalut dan ketakutan.

“Ne, aku B negative.. kajja” Siwon langsung menarik tangan sooyoung dan mereka menuju rumah sakit.

Dokter tersebut mengambil satu kantong darah siwon dan langsung memasangkan selang tersebut ketangan minwoo.

Sooyoung hanya menangis melihat putranya yang masih belum sadar.Siwon hanya diam, hatinya kalut dan hatinya sangat sakit melihat tubuh anaknya yang belum sempat dia peluk dengan hangat harus dipasang berbagai selang.

TBC

23 thoughts on “[FF] Flashback Part 2

  1. syukur deh siwon oppa udh tau klo minwoo itu anaknya..
    batalin aja sm tiffany..
    smoga cpt bersatu sm soo eonni..
    ditunggu next partnya😀

  2. akhirnya..
    Siwon tau kalo dia uda punya anak.
    Syukurlah ^.^
    dan siwon,
    kau suda taukan penyebab syoo menjauhimu?
    Itu semua gegara tiffany! >.<

    aigoo..
    Itu mudah-mudahan minwoo ga kenapa-kenapa..
    Tros semga hub soowon membaik xD

    Next part ditunggu ^^

  3. omo kasihan bnget Minwoo kecelakaan…
    Soo ayohlah jgn egois, dengarin penjelasan Siwon oppa dulu ya….
    Moga aja mereka cepet baikan setelah MinWoo sadar…
    chingu thanks ya udah update..:)

  4. Anyeong semua:-)
    senangnya bsa nemuin bnyak ff soowon d sni. .
    Yey yey. .

    Akhrnya siwon tau kalo minwoo anaknya..
    Ksian tpi minwoo malah kecelakaan😦
    Smga soowon cpet brsatu lgii.

    Next part ditunggu.
    Semangat ya author^^

  5. Kyaa..!!
    Ayo soo unnie n’ wonppa brstu..:)
    Demi minwoo…:D,thor itu fto’a siwon oppa pas msih kcil ya??
    Lcu bnget…:D

Leave a Reply (Comment yah)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s