[FF] Flashback Part 3 Last Part

Untitled-1

Author : ‘Vira’

Cast:

  • Choi Sooyoung
  • Choi Siwon

Siwon pov

Saat ini aku dan sooyoung duduk didepan ruangan minwoo dirawat. Sooyoung masih menangis dan dokter melarang kami massuk karena minwoo butuh ketenangan. Aku hanya diam, kaku dengan keadaan. Akupun tidak tahu apa yang akan aku katakan pada sooyoung. Akhirnya aku putuskan berdiri dan melihat dari jendela kamar ini. Minwoo, putraku yang tidak aku ketahui kehadirannya, putraku yang baru aku temukan, putra tampanku yang mampu membuat hatiku bergetar hangat saat membelai rambutnya. Sekarang minwoo ku terbaring lemah, banyak selang ditubuhnya, kepala dan tangan yang yang diperban. Air mata ku berlinang melihat ini. Aku merasa banyak berdosa kepada minwoo. Aku tidak mengetahui darah dagingku ini lahir dan tumbuh. Dia diperolok karena tidak mempunyai appa. Dia kesepian, tumbuh tanpa appa.

Siwon shii, gomawo.. suara pelan sooyoung membuyarkan lamunanku.

Buat apa? Tanyaku sambil berjalan untuk duduk disebelahnya.

Kau menyumbangkan darahmu, anakku terselamatkan karena tranfusi darahmu. Katanya masih menangis

Yongie ah, kau bicara apa? Ini kewajibanku. Dia anakku. tanpa kau mintapun aku bersedia mengorbankan darah ku untuknya. Dia darah dangingku, memang darahku yang seharusnya mengalir ditubuhnya. Kataku sambil tersenyum.

Tapi… ah, sudahlah. Sooyoung kembali diam.

Kenapa kau tidak memberitahuku? Tanyaku

Memberitahu apa? Tanyanya balik.

Memberitahu kehadiran minwoo dirahimmu saat itu. Kenapa kau mengindariku saat itu? Tak tahukah kau aku terus menghubungimu? Ponselmu tidak pernah aktif. Kataku keras.

Aku tidak bisa meminta pacar orang untuk menikahiku saat itu. Jawabnya singkat.

Ani, kau bicara apa? Bukankah saat itu kita masih berpacaran, kau menghindariku dan kau yang memutuskanku sepihak. Kataku lagi.

Ne, pacarmu yang memintaku begitu. Katanya, lagi-lagi singkat.

Mwo? Apa tiffany? Aku bisa jelaskan. Kataku, namun terputus.

Tidak perlu, sekarang tidak ada gunanya. Kata sooyoung.

Apanya? Ini berguna. Aku harus bertanggung jawab padamu dan terlebih pada minwoo. Dia tanggung jawabku. Kataku sambil memegang pundak sooyoung.

Aku bisa menghidupi minwoo tanpa kurang apapun. Aku mampu membiayainya. Tanpa kau. Katanya tajam.

Ani, ada yang kurang. Dia kekurangan kasih sayang dari appanya. Dan kita belum putus. Kau tahu itu? Kau masih pacarku, pacar dan ibu anakku. kataku tegas.

Kau jangan sembarangan. Teriak sooyoung.

Aku pastikan kau akan menjadi istriku. Aku berjanji, kau istriku, hanya kau. Kataku sambil berteriak.

Kau egois. Aku tidak mau. Aku benci kau!! Kau pergilah, gomawo darahmu. Kata sooyoung sambil mendorong tubuhku.

Ani, kau ingin menemani anakku. kau tidak berhak mengusirku. Kataku

Kau jangan mengatakan dia anakmu, kau salah. dia anakku. anakku! dia tidak punya appa. Siapapun tahu itu. Jawab sooyoung lantang.

Ani, apapun itu, apapun kata orang. Aku tidak peduli.! Darahku mengalir ditubuhnya. Dia anakku. darah dagingku. Jawabku tak kalah lantang.

Dia diam, aku langsung memeluknya.

Miane, miane.. kataku sambil memeluknya kuat.

Sudahlah siwonshii, kita sudah berakhir. Katanya.

Ani, belum, jangan berkata begitu. Kataku pelan.

Tiba-tiba…

Tuan, nyonya. Bisa bicara sebentar? Tanya dokter kepada kami.

Dan kamipun bicara diruangan dokter yang menangani minwoo ini.

Tuan, nyonya. Apa kalian orang tua minwoo? Tanyanya.

Ne, jawab kami bersamaan.

Sebenarnya minwoo sudah ada kemajuan, dalam hitungan jam dia bisa pulih. Ini mukjizat. Tapi dia masih belum sadar, jadi kami mohon agar kalian berusaha mengajaknya bicara. Memberinya signal agar dia mendengar dan cepat sadar. Orang komapun butuh interaksi. Jelasnya.

Ne, khamsammida. Kataku dan kami keluar menuju ruangan minwoo.

Sooyoung duduk di samping ranjang minwoo.

Minwoo ah, kau bangunlah. Umma takut. Jangan begini, aku berjanji tidak akan memarahimu lagi. Kata sooyoung

Jangan marah padaku minwoo ah, jangan tidur lagi. Bangunlah. Umma mohon. Pinta sooyoung lagi.

Minwoo tetap tak bergeming.

Aku meyentuh tangan minwoo dan tiba-tiba, tanganya bergerak.

Dia bergumam tidak jelas.

Appa.. aku ingin appaku. Katanya pelan

Aku dan sooyoung kaget mendegar suara pelannya. Kami langsung memanggil dokter.

Dia sudah sadar, tapi sekarang kembali tertidur, sepertinya efek obatnya masih ada. Kata dokter.

##

Beberapa menit kemudian,

Umma, badanku sakit. Keluhnya, minwoo sudah sadar.

Ne, yang mana? Tanya sooyoung.

Semuanya, aku sakit. Tanganku perih. Umma… dia merengek pada sooyoung.

Aku yang memperhatikan mereka tiba-tiba tersenyum.

Minwoo, kau sudah sadar? Tanyaku.

Ne ahjusii. Jawabnya sambil terus memegang tangan sooyoung.

Aku terdiam, aku bukan ahjusiimu. Aku appamu. Bathinku.

Ahjusii aku bermimpi kau adalah appaku. Umma, appaku seperti apa? Aku tidak pernah melihat fotonya? Aku mohon, perlihatkan padaku. Pintanya

Ne, kata sooyoung.

Aku hanya diam.

Ahjussi ini,siwon ahjussi adalah appamu. Kata sooyoung

Mwo? Jinjha?jeongmalyoo umma? Yeeeee… teriaknya girang.

Aku tersenyum dan berjalan kearahnya.

Benarkah itu? Aku punya appa. Katanya, dia berteriak girang. Aku tahu, dia belum mengerti, tapi beginilah kepolosan bocah ber usia segini.

Sooyoung pov

Aku hanya diam saat melihat minwoo mengetahui siwon adalah appanya.

Lalu, saat malam, minwoo kembali tidur. Aku dan siwon menjaganya kali ini.

Dia begitu bahagia mengetahui kau appanya. Kataku

Ne, aku juga. Aku juga bahagia melihat senyumnya. Kata siwon.

Mianhae saat itu aku menghindarimu. Kataku

Lalu siwon menjelaskan semuanya. Dia menceritakan semuanya tanpa kurang apapun. Begitu detail

Ternyata dia telah bertunangan dengan tiffany. Aku sedikit cemburu mendengar ini. Entahlah. Tapi aku mencoba menstabilkan hatiku kembali.

Ne, chukae. Kapan kau dan tiffany akan menikah?tanyaku

Mwo? Ani.. aku tidak akan menikah dengannya. Jawab siwon

Kenapa?tanyaku

Aku masih mencintaimu, kau harus menjadi istriku, bukankah ini janjiku dulu? tanya siwon.

Ani, tapi sekarang semua berbeda, keadaan nya tidak sama. Jelasku

Ani, aku harus besama minwoo. Katanya.

Kau menikahlah dengan tiffany, bagaimanapun jangan kecewakan dia. Aku tahu, dia pasti sangat mencintaimu. Kataku

Ani, aku tidak mencintainya. Jawab siwon.

Kau bisa kapanpun bersama minwoo, bukankah kau appanya. Sekarang aku tidak akan menjauhkan mu dari minwoo. Aku sadar minwoo juga butuh kasih sayang dari appanya. Jelasku

Oleh karena itu, kita harus bersama. Jelasnya lagi

Ani, kita tidak harus bersama. Kita bisa saling memperhatiakn minwoo. Tapi denga cara berbeda. Kataku lagi.

Ani, kau sadarlah. Aku mencintaimu.. sangat mencintaimu!! Tagas siwon.

Aku tidak. Hatiku sudah mengubur semua tentangmu. Kataku.

Jinjha?? Tanya nya tak percaya.

Lalu, tiba-tiba siwon mencium bibirku lembut, semakin lama semakin dalam. Bodohnya, aku lagi-lagi terhanyut akan belaian namja ini. Sial …

Kau lihat, ciuman ini menyiratkan kerinduan kita. Katanya.

Umma, appa… kenapa berciuman didepanku? Tanay minwoo sambil tertawa.

Aku malu, tak mampu melihat minwoo.

Minwoo ah, kau tidurlah, ini urusan orang dewasa. Jelas siwon.

Ne appa. Katanya riang.

Sepertinya dia begitu senang setelah mengetajui bahwa dia memiliki appa.

Cobalah buka hatimu untukku lagi. Ini bukan hanya untuk kita, tapi juga untuk minwoo. Jelasnya

Aku akan buktikan cintaku untukmu. Sambung siwon

Aku diam, dan..

Bagaimana tiffany? Tanyaku tiba-tiba.

Aku akan memutuskannya. Aku tidak mencintainya. Jujur, aku menyayanginya seperti dongsaengku. Katanya lagi.

Aku hanya diam, hati kecilku pun berkata aku butuh siwon, dia siwonku. Hanya milikku dan minwoo.

Author pov

Saat ini yuri datang menjenguk minwoo.

Ahjuma, aku mempunyai appa. Lapor minwoo kepada yuri

Ne, chukae.. kata yuri sambil memeluk minwoo.

Yuri ah, aku dan siwon akan keluar sebentar, aku titip minwoo. Pesan sooyoung kepada yuri

Ne, kalian hati-hatilah. Kata yuri sambil melambai.

##

Siwon ah, kau bersama siapa? Tanya umma siwon saat sooyoung dan siwon datang kerumah orang tua siwon.

Aigoo… sooyoungie? Kau kah ini? Kau sudah menjadi wanita dewasa. Kata umma siwon girang dan memeluk sooyoung.

Aku merindukan mu, kau kemana saja? apa kau sudah menikah? Kalau belum, kau menikahlah dengan urie siwonie. Kata umma siwon blak-blakan.

Sooyoung hanya tersenyum.

Ayo masuk, appa mu sudah menunggu dimeja makan. Ajak umma siwon

##

Meja makan

Appa, umma. Aku akan menikahi sooyoung. Kata siwon memulai pembicaraan.

Ne? Aigoo.. aku setuju. Teriak umma siwon.

Apa-apaan ini? Aku tidak setuju. Bagaimana tiffany? Kau tahu? Pertunanganmu sudah menyebar diseluruh rekan bisnis ku dan tidak mudah untuk mengakhiri itu. Kata appa siwon datar.

Appa, aku mohon. Aku akan beritahu yang sebenarnya, sooyoung hamil saat aku kuliah di amerika dan aku tidak mengetahui itu?

Mwoo? Teriak umma dan appa siwon.

Ne, sekarang anakku sudah 7tahun. Aku ingin bertanggung jawab atas mereka. Kata siwon mantap.

Ne, kau harus bertanggung jawab. Nikahi sooyoung. Kata umma siwon semangat.

Yongie, kau mau kan menikah dengan anakku? tanya umma siwon.

Sooyoung hanya tersenyum.

Tidak bisa. Apa kau yakin itu anakmu? Bisa saja soyoung berbohong. Kata appa siwon tegas.

Ani, bahkan dia sangat mirip denganku, saat ini dia dirumah sakit, dia kecelakaan dan aku yang mendonorkan darah untuknya. Perlu bukti apa lagi ? kata siwon sengit.

Baiklah, kau keluarlah dari rumahku? Jangan anggap aku appa mu. Kata appa siwon dingin.

Ne, khamsamida. Kata siwon membungkuk dan menarik tangan sooyoung dari rumah itu.

##

Mianhae. Kata sooyoung.

Ani, biarkan saja! aku memilihmu. Hatiku memilihmu. Kau pilihanku. Kata siwon mantap.

Ne, kita hadapi bersama. Kata sooyoung sambil tersenyum.

1minggu setelah itu,

Minwoo diizinkan pulang, dan umma siwon datang menjenguk minwoo ke apartment soowon. Soowon tinggal serumah meski belum menikah. Ckckk

Appa, apa ini halmonie ku? Tanya minwoo

Ne, aku halmonie mu minwoo ah. Kata umma siwon sambil memeluk minwoo.

Aigoo.. benar-benar siwon junior. Kata umma siwon sambil mencium pipi minwoo.

Halmonie, apa aku punya harabojie? Tanya minwoo lugu.

Ne, kau punya. Kata umma siwon

Tapi sudahlah, jangan bahas itu. Ayo ketaman bermain. Halmonie ingin bermain berduaan dengan mu. Kata umma siwon.

Ne.. umma… apppa… aku pergi bersama halmonie. Teriak minwoo

Ne, hati-hati. Jawab siwon sooyoung bersamaan.

##

Setelah puas di arena bermain, umma siwon mengajak minwoo kerumahnya. Memperlihatkan cucunya kepada appa siwon.

Yeobo. Ini putra sooyoung dan siwon. Kata umma siwon.

Ne? Apa siwon shock.

Benar-benar mirip siwon. Aigoo.. siapa namamu? Tanya appa siwon halus.

Minwoo.. chonun choi minwoo inminda. Bageupsimmida. Kata minwoo sopan.

Ne, pintar.. puji appa siwon.

Kau tidurlah disini malam ini. Bersama halmonie. Pinta umma siwon.

Ne… kata minwoo ceria.

##

Appa siwon mulai tersentuh hatinya untuk menerima sooyoung karena melihat minwoo.

Minwoo ah, ayo sarapan. Harabojie akan menyuapimu. Kata appa siwon.

Ne. Harabojie sangat baik padaku. Khmasamidaa. Kata minwoo

Umma siwon hanya tersenyum melihat ini.

Tiba-tiba..

Ahjuma, ahjusi.. selamat pagi. Sapa tiffany

Ne. Selamat pagi. Balas appa dan umma siwon.

Anak siapa ini? Tanya tiffany

Ini anak siwon fany ah. Jawab umma siwon

Mwo?? Apa?? Ini tidak mungkin. Kata tiffany frustasi

Ini benar. Kau tanyakan saja pada siwon. Kata umma siwon yang notabene tidak menyukai tiffany.

Appa siwon hanya diam sambil tersu menyuapi minwoo.

##

Kantor siwon

Oppa, katakan ini salah. Apa benar kau telah punya anak? Tanya tiffany

Ne. Itu benar. Sekarang dia sudah 7tahun.

Apa? Aku tidak terima ini. Kau apa-apaan? Kau mempermainkanku? Teriak tiffany.

Ani, kau denagrlah dulu. kata siwon dan mulai menceritakan semuanya.

Aku tidak terima ini. Kata tiffany

Lalu kau mau apa? Tanya siwon sini

Aku menginginkan kau choi siwon. Kata tiffany tajam

Aku tidak bisa. Kata siwon

Aku menyayangimu seperti dongsaengku, kau berhak mendapatkan namja yang lebih pantas dibandingkan aku. Kata siwon.

Tiffany hanya menangis dan memeluk siwon tiba-tiba.

Fany ah.. ayo lepaskan. Kata siwon berusaha melepas pelukan tiffany.

Ani, oppa.. biarkan seperti ini. Aku akan melepaskan mu dan biarkan aku memilikimu sebentar saja. kata tiffany memohon.

Ne, baiklah. Pasrah siwon

Oppa, gomawo. Mungkin kita memang tidak berjodoh. Aku akan membatalkan pertunangan kita. Aku akan mengatakan kepada orang tuaku. Kata tiffany sambil tersenyum

Ne, gomawo dongsaeng. Kata siwon sambil mengelus rambut tiffany

Aku mengerti, pasti akan sulit buat wanita itu jika membesarkan anak tanpa appa nya. Aku juga tidak ingin menikah dengan namja yang hatinya berkelana dihati perempuan lain. Kata tiffany

Ne, untuk itu aku mohon maafkan aku. Kata siwon.

##

Saudara choi siwon. Bersediakah anda menikahi choi sooyoung? Menemaninya dalam suka dan duka? Tanya pendeta itu

Ne.. saya bersedia.

Choi sooyoung. Bersediakah kau mendampingi choi siwon sebagai suamimu dalam suka dan duka? Tanya pendeta itu lagi

Ne, saya bersedia. Jawab sooyoung sambil tersenyum.

##

Akhirnya, kau menjadi istriku. Saranghae. Kataku mencium pipi sooyoung. Dan saat akan meminta morningkiss nya. Siwon dikejutkan oleh teriakan seseorang.

Umma…. apppaaaaa…. seragamku hilang. Teriak minwoo.

end

24 thoughts on “[FF] Flashback Part 3 Last Part

  1. Kyaahhhahhaa..:D
    Lcu..:),minwoo knpa gnggu wonppa ma soo unnie..
    Pdhal dkit lgi tuh..:D
    Seru bnget thor daebak…
    Bkin sequel’a dong..:D

  2. Horeee akhir’a happy ending 😉 aku koment’nya sekalian ya dri part 1-3
    Owh ya makasi buat pw’a, akhirnya part 1nya bisa ke buka lewat pc

  3. wah, aku ngerasa pas konflik soowon dgn appa nya n fany alurnya kcepetan,. Jd aku kurang dpt feelnya pas konfliknya,,
    tp pas knflik soowon bgus chingu,,
    minwoo kau kunci kbhagiaan,,

  4. thor alur’a d’part 3 ini terlalu cepetttt…krang detail jga sie knp soo bsa lngsung luluh gtu ajaaa…
    hehehe..tp seruuu kog, kalo ada after story seruuu jgaa..
    keep writing

  5. komennya sekalian ya🙂
    hai aku metri, baru aja selesai baca.
    alurnya cepet banget ya. tapi overall bgus kok ffnya.
    lanjut buat ff soowon ya😀

Leave a Reply (Comment yah)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s