[FF] The Complicated Story Begins… 4

bw

Author : ‘Vira’

Tittle : The Complicated Story Begins

Cast :

Choi Sooyoung

Im Yoona

Choi Siwon

Siwon pov

Aku mengambil beberapa batu es untuk mengompres pipi Sooyoung. Dia merintih kesakitan. Pasti ini sangat sakit, Umma keterlaluan, lihatlah.. pipi Sooyoung benar-benar merah. Mungkin saja ini akan lebam besok pagi. Aigoo.. jika Appa tahu, entahlah. Appa pasti akan marah besar.

“Argh.. aw.. Oppa, jangan sentuh pipiku. Sakit. Jeongmalyo..” keluhnya.

“Sabarlah sebentar, kau tidak ingin kan pipi mu lebam? Makanya dikompres dulu” kataku menjelaskan.

Dia hanya diam dan merintih meringis menahan sakit.

“Oppa, jangan beritahu Appa. Aku takut jika Appa tahu ini, maka Umma akan semakin membenciku” Pintanya.

“Ne, baiklah” Pasrahku.

##

“Nah.. sudah, ini sudah tidak terlalu merah. Apa masih sakit?” Tanyaku sambil mengelus rambutnya.

“Ani, tidak..” bohongnya. Dia memaksakan senyum, padahal aku tahu, ini pasti sakit.

“Baiklah.. tidurlah, Oppa akan menyelimutimu” Kataku sambil menarik selimut.

Tiba-tiba dia menahan tanganku. “Waeyo?” Tanyaku.

“Ani.. Oppa..” katanya terputus.

“Ne, katakan saja” paksaku.

“Tidurlah disini malam ini, temani aku. Aku takut sendirian” Pintanya manja.

“Baiklah… Oppa tidur di sofa” Kataku sambil mengambil bantal dan berjalan menuju sofa.

“Ani, disini saja” ajaknya.

Dan dengan ragu aku tidur disebelahnya. “Bukankah dia dongsaengku? Tidak masalah bukan jika kami tidur bersama, bukankah kami tidak melakukan apapun?” Bathinku.

##

Pagi ini aku bangun dan mencoba mencerna sinar yang masuk ke mataku.

Ah.. sudah pagi. Aku melihat Sooyoung masih terlelap dan omo.. Appa. Kataku terkejut saat melihat Appa duduk di sofa yang ada dikamar Sooyoung ini.

“Aigoo.. kau menjaga dongsaengmu sampai ke ranjang eoh?” Sindir Appa.

“Sooyoung yang memintaku” Jelasku.

“Arra.. arra. Bukankah kalian saudara kandung. Kenapa kau harus menjelaskan begitu? Sooyoung dongsaengmu dan kau Oppanya” Jelas Appa.

“Oppa…. kenapa kau tidak membangunkanku? Bukankah kau tahu pagi ini aku ada ujian?” Tanyanya tanpa sadar kehadiran Appa.

“Kau tidak memintaku” Kataku membela diri.

“Yaish.. ah, sudahlah. Aku lelah berdebat denganmu Oppa” Katanya sambil berjalan menuju kamar mandi. Dan..

“Omo.. Appa..” teriaknya kaget.

“Waeyo Youngie ah? Kenapa melihat Appa seperti itu?” Tanya Appa.

“Ani, sejak kapan Appa disitu?” Tanyanya.

“Sejak Oppamu bangun. Sudahlah, cepat mandi… kita sarapan di luar” Ajak Appa.

“Ne..” kata kami semangat.

##

Saat makan pagi ini, kami makan di kedai ramen dekat sekolah.

“Youngie.. pipimu, kenapa?” Tanya Appa sambil memperhatikan pipi Sooyoung.

“Itu.. aku..” Sooyoung panik, aku tahu dia berpikir mencari alasan. Dan aku hanya diam.

“Jawab jujur” Kata Appa tajam.

“Ani, sudahlah Appa.. tidak penting” Elak Sooyoung.

“Ani, kenapa? Appa bertanya kenapa? Jangan menghindari pertanyaan Appa” Kata Appa.

Dan Sooyoung menceritakan semuanya. Aku hanya diam dan Appa bersuara kembali.

“Siwon ah.. kenapa tidak memberi tahu Appa?” Tanya Appa.

“Aku..” jawabku terpotong.

“Aku yang melarang Oppa memberitahu” Kata Sooyoung membelaku.

Appa terlihat berpikir dan..

“Ayo habiskan makanan kalian, nanti terlambat masuk kelas” Perintah Appa.

Author pov

Setelah mengantar Siwon dan Sooyoung ke kampus. Tuan Choi segera pulang dan menemui istrinya.

“Yaa!! Kau, kenapa menampar Sooyoung? Dia salah apa?” Tanya tuan Choi kasar kepada istrinya.

“Kenapa berteriak padaku? Demi anak itu? Kau ingin kita berpisah hanya karena dia?” Tanya nyonya Choi keras.

“Dia anak kita. Bagaimana caraku menyadarkanmu hal ini? dia anak kandung kita” Kata tuan Choi pelan.

“Ani. Sudahlah, aku tidak ingin berdebat. Kau berangkatlah kerja. Jika masih disini maka kita akan berakhir di pengadilan” Ancam nyonya Choi.

Tuan Choi hanya diam menahan amarah dan keluar membanting pintu.

Blam..

Nyonya choi pov

Aku kesal. Aku tidak bisa terima ini. suamiku yang dari awal menikah tidak pernah membentakku, sekarang bahkan berani memarahi. Hanya karena Sooyoung.

Aku tidak mengerti, hanya saja.. hatiku tidak bisa menerimanya. Mungkin karena aku sudah terlanjur menyayangi Yoona. Dia tumbuh dengan kasih sayangku dan aku benar-benar tidak bisa tanpa Yoona. Dia seperti oksigen bagiku.

##

Aku melihat mobil Yoona masuk perkarangan rumah, aku langsung menyambutnya. Dia memelukku.

“Umma, aku lelah sekali hari ini. Pelajaran membuatku pusing” keluhnya.

“Ne, kau makanlah dulu.. setelah itu istirahat. Arra?” Tanyaku lembut sambil mengelus pipi Yoona.

Sesaat kemudian, mobil Sooyoung pun masuk. Dia bahkan dibelikan mobil keluaran terbaru oleh suamiku. Sangat tidak adil pada Siwon dan Yoona yang hanya memakai mobil sport keluaran 2010.

Aku langsung berbalik, aku tidak berminat menyambutnya. Dan dia hanya diam dan berjalan perlahan menuju kamarnya.

##

Sore ini aku sedang duduk di ruang tamu bersama suamiku. Kami masih saling diam. Dan tiba-tiba…

Brakk.. terdengar bunyi sesuatu yang pecah.

“Apa itu?” Tanyaku.

“Sepertinya dari lantai atas” kata suamiku.

Aku bergegas melihat ke atas, “apa yang sebenarnya terjadi??” Bathinku.

Aku melihat Sooyoung membersihkan bekas pecahan gelas di lantai. Dan.. omo, itu gelas koleksiku yang dibelikan temanku dari jerman.

“Ya!!! Kau.. kenapa gelas itu bisa pecah?” Tanyaku mulai marah.

“Aku tidak sengaja menyenggolnya” Katanya.

Aku langsung menarik tubuhnya dan mendorongnya kecil ke arah tangga.

“Katakan, kau pasti sengaja.. itu koleksiku dan itu hanya ada satu di korea. Kau berani memecahkannya” Kataku terus menyudutkannya.

Dia hanya diam dan menangis.

“Yeobo.. sudahlah, aku akan pesankan lagi gelas yang sama persis” Bujuk suamiku.

“Ani, dia harus diberi pelajaran” Kataku keras kepala.

Setelah beberapa langkah, aku terus menyudutkan sooyoung. dia terus mundur saat aku mendesak berjalan ke arahnya dan sekarang, Dia berada di pinggir tangga.

“Kau benar-benar..” kataku dan…

“Huaaaaaa……” teriak Sooyoung.

Dia berguling dari tangga paling atas. Aku kaget. Suamiku langsung berlari kebawah. Dan tiba-tiba Siwon muncul sambil berteriak.

“Youngie.. Youngie.. bangunlah” Teriaknya sambil mengangkat tubuh Sooyoung yang sudah berlumur darah.

Aku melihat Siwon menggendong tubuh Sooyoung yang sudah tidak bergerak. Suamiku dengan segera mengeluarkan mobil.

Aku hanya diam, semua terjadi dalam sekejap. Aku tidak menyangka Sooyoung akan jatuh. Aku takut saat melihat darah segar mengalir dari kepalanya.

Tubuhku menggigil seketika. Rohku seakan melayang melihat Sooyoung tergeletak.

Aku menangis. Aku menyesal. aku baru menyadari semuanya. Sooyoung putriku, pandanganku kabur dan aku langsung berlari menuju bagasi mobil.

Aku melajukan mobilku dengan kecepatan penuh, aku menuju rumah sakit. Hatiku tidak tenang melihat Sooyoung seperti itu. Naluri ku berkata jika aku harus menyusul Sooyoung, Siwon, dan suamiku. Hati kecilku tidak bisa berbohong. Aku kalut melihat anakku terluka. Entahlah, mungkin naluriku berkata jujur, dia anakku, dia putriku. Apa yang aku lakukan selama ini? aku menyetir di atas kecepatan rata-rata sambil terus menangis.

“Tuhaaan, ampuni aku. Apa yang telah aku lakukan pada anakku?” bathinku.

Aku terus berdoa sambil menangis saat ini.

##

Setibanya dirumah sakit, aku melihat suamiku duduk di depan ruangan sambil mengepalkan tangan seperti berdoa. Siwon duduk diam dengan baju berlumur darah.

Aku berjalan gontai menuju mereka.

“Umma..” kaget siwon melihat ku berantakan. Mataku tak berhenti menangis, dan tanganku menggigil. Aku takut jika terjadi sesuatu pada sooyoung.

“Yeobo..” tangis ku pecah saat melihat tatapan kecewa dari suamiku.

“Aku minta maaf” Lanjutku.

“Jangan minta maaf padaku. Minta maaf pada Sooyoung” teriaknya.

Aku hanya diam dan menangis.

Beberapa saat kemudian, pintu ruangan tempat Sooyoung ditangani terbuka. Dokter keluar dengan wajah tegang.

“Bagaimana?” Tanya suamiku langsung.

“Maaf tuan, kepalanya terbentur. Ada pembuluh darah yang pecah dan sekarang dia koma. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin” Sesal dokter itu.

“Mwo? Andwe.. kau bicara apa? Aku akan bayar berapapun, jangan katakan itu, aku mohon.. selamatkan putriku” Kata suamiku kalut.

Siwon langsung menitikkan air mata. Aku hanya diam, seakan tak mampu menahan pijakan kaki ku menopang tubuhku. Putriku, aku yang menyebabkannya seperti ini.

Mianhae tuan.. nyonya.. kami akan terus memperhatikan perkembangan pasien, jadi pasien harus dirawat di ICU agar mendapat perawatan intensif. Jelas dokter itu dan meninggalkan kami.

##

Aku, suamiku, dan Siwon masuk kedalam ruang ICU ini. Sooyoung terbaring dengan beberapa selang di tubuhnya dan kepala dibalut perban. Hatiku sakit melihat ini, hatiku terasa di tusuk melihat tubuh kaku Sooyoung.

“Youngie ah.. Oppa mohon. Bangunlah. Kau jangan begini. Aku takut” Pinta Siwon.

Siwon menggenggam tangan Sooyoung kuat sambil menangis.

Suamiku hanya diam, pikirannya nanar dan matanya menerawang.

“Sooyoungie, mianhae.. Appa gagal menebus janji Appa padamu. Aku tidak pantas menjadi Appamu. Mianhae. Aku mohon jangan hukum aku seperti ini. bangunlah nak. Bangunlah…” kata suamiku sambil menangis.

Aku hanya menangis dalam diam, “aku lebih tidak pantas..” aku berteriak frustasi. “Aku yang bersalah, hukum aku saja. aku mohon” Kataku keras.

##

Dokter menyuruh kami kembali keluar karena Sooyoung harus diperiksa per setengah jam.

“Yeobo.. aku.. hukumlah aku” Kataku kepada suamiku.

Dia hanya menggeleng. “Entahlah, aku kecewa padamu” Katanya dengan mata menerawang.

Aku hanya diam dan terus menangis.

“Lalu aku harus bagaimana? Aku menyesal..” kataku sambil berlutut dihadapannya.

“Aku hanya ingin putriku kembali sehat, hanya itu. Apa kau bisa melakukan itu?” Tanyanya keras.

Aku langsung menangis keras. “Mianhae.. aku yang seharusnya terbaring dsitu, bukan Sooyoung” kataku.

“Ne, dan kau sudah terlambat mengatakan itu. Percuma” Kata suamiku sambil menyingkirkan tanganku.

“Jika nanti Sooyoung sadar, dan kembali sehat.. maka lebih baik kita berpisah saja. aku hanya ingin menebus dosaku pada putriku, aku menelantarkanya 15 tahun. Aku ingin dia merasakan apa yang seharusnya dia dapatkan. Aku tahu kau tidak bisa menerima Sooyoung. gwenchana. Aku rela berpisah denganmu asalkan Sooyoungku kembali” Kata suamiku.

“Aku rela mati, aku pantas mati. Aku hampir membunuh anakku” kataku.

“Sekarang kau akui dia anakmu? Percuma saja, saat dia tidak mendengar pengakuanmu” Kata suamiku dingin.

“Othokhe…” teriakku. “Aku harus bagaimana? Aku menyesal, sungguh.. aku menyesal” kataku frustasi.

Author pov

Dua hari Sooyoung koma dan…

“Sooyoung ah, bangunlah.. Umma mohon” Pinta nyonya Choi.

Sooyoung diam dan tak bergeming.

Beberapa menit kemudian, datanglah tuan Choi dan Siwon yang baru kembali dari ruangan dokter.

“Bagaimana? Sooyoung bagaimana?” Tanya nyonya Choi antusias.

Tuan Choi hanya menggeleng.

Dan.. beberapa saat kemudian… garis lurus pun muncul di mesin pendeteksi detak jantung Sooyoung.

“Ani, sooyoung ah..” teriak tuan dan nyonya Choi, sementara Siwon berlari keluar ruangan meminta bantuan dokter.

##

Dokter pun masuk dengan beberapa perawat dan langsung memacu jantung Sooyoung. dan akhirnya pendeteksi jantung itupun kembali normal.

Keadaan jantungnya sudah normal. Semoga saja pasien bisa segera sadar. Kata dokter itu.

Nyonya Choi menggenggam tangan sooyoung dan mencium keningnya. “Mianhae.. mianhae, maafkan umma. Aku tidak pantas menjadi Ummamu. Aku terlalu banyak berdosa kepadamu. Maka itu, ijinkan aku menebus dosaku. Bangunlah. Kau harus bangun” Pinta nyonya Choi.

Tuan Choi hanya menangis.

Lalu..

“Oppa… Siwon Oppa..” lirih Sooyoung.

Siwon langsung menuju ranjang Sooyoung dan memegang tangan Sooyoung.

“Waeyo? Oppa disini.. bangunlah, ayo bangun.. Oppa merindukanmu” Bujuk Siwon.

Dan, beberapa menit kemudian, Sooyoung membuka matanya perlahan. Tuan Choi memanggil dokter dan setelah diperiksa dokter..

“Pasien sudah sadar dan hanya perlu perawatan ekstra di bagian kepalanya yang terbentur. Jagan banyak aktifitas dulu dalam bulan ini, karena pembuluh darahnya masih sensitif” Jelas dokter itu.

##

Pagi harinya..

Sooyoung bangun dan langsung mencari Siwon.

“Oppa, Siwon Oppa..” panggilnya.

“Ne, waeyo? Kau rindukah?” Goda Siwon.

Sooyoung hanya menggeleng.

“Ani, saat aku tidak sadar aku mimpi Oppa memanggilku dan saat aku mengikuti Oppa, aku membuka mataku dan melihat Oppa di sampingku” Jelas Sooyoung.

“Syukurlah.. kau jangan sakit lagi, aku takut” Kata Siwon lembut.

“Ne oppa. Mianhae, aku merepotkan” Sesal Sooyoung.

“Ani, kau tidak merepotkan. Sudahlah.. Appa berterima kasih karena kau memberi Appa kesempatan menebus dosa Appa padamu” Kata tuan Choi.

Sooyoung hanya tersenyum dan senyumnya luntur saat melihat nyonya Choi.

“Sooyoung.. mianhae.. Umma..” kata nyonya Choi terputus.

“Mianhae untuk gelas itu, aku tidak sengaja” Kata Sooyoung.

“Ani, gelas itu tidak penting.. kau yang terpenting saat ini” kata nyonya Choi.

Sooyoung hanya diam.

“Bisakah kalian tinggalkan aku dan Sooyoung?” tanya nyonya Choi.

Siwon dan tuan Choi pun keluar.

“Sooyoungie. Mianhae, aku tahu, aku berdosa banyak padamu. Tapi aku mohon maafkan aku, ijinkan aku menebus dosaku padamu” Pinta nyonya Choi.

Sooyoung menangis.

“Wae? Umma salah bicara? Apa kau tidak memaafkan Umma?” Tanya nyonya Choi lembut.

“Aku tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari seorang ibu seumur hidupku” Kata Sooyoung.

Nyonya Choi langsung memeluk Sooyoung.

“Mianhae, mianhae saat itu aku melecehkanmu, aku menyuruh Siwon meninggalkanmu di taman bermain, aku menamparmu, aku tidak mengaggapmu, bahkan aku hampir membunuhmu” Kata nyonya Choi.

“Apa kau memaafkan Umma?” Tanya nyonya Choi.

Sooyoung hanya diam dan tampak berpikir.

Nyonya Choi mencium kening Sooyoung lama dan membisikkan sesuatu.

“Saranghae. Ijinkan Umma memiliki hatimu” Pinta nyonya Choi.

“Nde..” kata Sooyoung menunduk.

“Gomawo..” riang nyonya Choi dan memeluk Sooyoung.

“Apa kau lapar?” Tanya nyonya Choi dan Sooyoung hanya mengangguk.

“Jha… igo, buka mulutmu, Umma suapi” Kata nyonya Choi sambil menyuapi Sooyoung.

“Umma  akan menjagamu seperti bayi dan setelah itu seperti anak sekolah dasar, anak SMU dan anak kuliahan” Jelas nyonya Choi yang membuat Sooyoung tertawa.

“Apa tidak berlebihan? Aku sudah SMU” Protes Sooyoung.

“Ne, tapi bagiku kau masih bayi merahku. Arra?” Tanya nyonya Choi halus.

“Nde…” jawab Sooyoung dengan aegyo.

“Charranthaaa..”. teriak nyonya Choi.

Sementara itu, Tuan Choi dan Siwon yang mengintip dari pintu hanya tersenyum melihat nyonya Choi dan Sooyoung.

##

Hari ini Sooyoung diperbolehkan pulang dan saat tuan Choi mengurus administrasi. Nyonya Choi, Siwon, dan Sooyoung sibuk berdebat.

“Umma, Oppa.. aku bisa berjalan sendiri” Kata Sooyoung memelas.

“Waeyo? Kenapa menolak. Biar saja Oppa mu yang menggendongmu. Kau masih dalam pemulihan” Kata nyonya Choi saat Sooyoung menolak digendong Siwon.

“Aku sudah besar, aku malu… seperti bocah saja” jelas Sooyoung

“Yaa!! Kau memang bocah, ayo naik ke punggungku” Paksa Siwon.

“Ani. Appa..” teriak Sooyoung saat tuan Choi masuk.

“Wae? Kenapa berteriak? Kau tidak malu didengar dokter dan perawat yang di luar?” Tanya tuan Choi menggoda Sooyoung.

“Aku dipaksa Oppa dan Umma” Adu Sooyoung.

“Mwo? Kenapa kalian memaksa Sooyoung?” tanya tuan Choi meminta penjelasan.

“Aku hanya menyuruhnya naik ke punggung Siwon dan Siwon hanya menawarkan agar dia digendong keluar sampai menuju parkiran mobil” Jelas nyonya Choi.

“Whoa.. Sooyoungie. Umma dan Oppa mu benar. Kau jangan nakal.. ayo menurut” Paksa tuan Choi.

Sooyoung hanya menggembungkan pipinya dan menghela nafas kesal.

“Arra.. hanya kali ini” kata Sooyoung sambil naik ke punggung Siwon.

“Naaah.. begitu lebih baik” Kata nyonya dan tuan Choi sambil tersenyum puas.

##

Saat sampai dikediaman keluarga Choi..

“Nyonya, ini ada surat yang ditinggalkan Nona Yoona” Kata pelayan sambil menyerahkan sebuat surat pada nyonya Choi.

“Appa.. umma.. oppa.. gomawo menjadi bagian dari hidupku. Aku beruntung mengenal kalian. Sooyoung… mianhae merebut posisimu, sekarang aku kembalikan. Kekekke, semoga kau bahagia dikeluarga choi. Aku akan tinggal bersama harabojie ku. Aku rasa harabojie membutuhkanku. Anyeong”

Begitulah isi surat singkat Yoona yang membuat tuan Choi, nyonya Choi, dan Siwon hanya tersenyum membaca surat itu.

“Yoona sudah dewasa saat ini, dia berhak memilih untuk hidup dengan keluarga aslinya” komentar nyonya Choi.

“Ah sudahlah.. Sooyoung butuh istirahat, Siwon ah.. ayo antarkan Sooyoung kekamarnya” Perintah tuan Choi.

Siwon langsung menggandeng Sooyoung dan mereka menuju kamar Sooyoung.

##

“Yeobo, maafkan aku” Kata tuan Choi.

“Ne, lupakan, sekarang aku harap kita tidak bertengkar lagi” Kata nyonya Choi sambil tersenyum.

“Yeobo.. ayo ke kamar Sooyoung, aku ingin memastikan.. apa dia sudah tidur? Nanti bisa saja dia bermain psp lagi dengan Siwon. Saat dirumah sakit bukankah mereka begitu kecanduan bermain games?” Tanya nyonya Choi.

“Ne, aku membelikannya karena Sooyoung mengeluh bosan dirumah sakit. Jadi aku membelikan games portable itu” Kata tuan Choi.

“Kau membelikan mainan yang merusak minat belajar anakmu” Kata nyonya Choi kesal dan berjalan menuju kamar Sooyoung.

Ternyata… binggo!!

Siwon dan Sooyoung sama-sama terbaring di kasur Sooyoung dengan psp di tangan masing-masing.

“Yaa!!” Teriak nyonya Choi.

“Umma..” kata mereka takut.

“Berikan, ayo serahkan psp itu. Sooyoung ah, tidurlah.. ini sudah malam. Kau harus istirahat. Siwonie.. kau tidurlah di kamarmu. Besok bukankah kau sekolah?” Nyonya Choi mulai menurunkan nada suaranya.

Tuan Choi hanya melihat nanar kepada kedua anaknya. Tidak mampu membela anak-anaknya karena umma mereka benar. Mereka terganggu karena psp.

Siwon dan Sooyoung dengan pasrah memberikan psp mereka ketangan nyonya Choi.

“Bagus..Siwonie, kau ingin tidur disini?” Tanya nyonya Choi. Dan Siwon hanya mengangguk.

“Ambilah bantal dan selimutmu” Dan Siwon pun berlari dan kembali lagi dengan bantal dan selimut ditangannya.

“Jha.. ayo tidur” Nyonya Choi mencium kening Siwon dan Sooyoung bergantian.

“Besok jangan telat bangun. Arrasho?” Tanya nyonya Choi.

“Ne umma.. appa.. jaljayo” Kata mereka berbarengan dan menutup mata menuju alam mimpi.

##

“Siwon ah.. ayo bangun…” nyonya Choi mengguncang tubuh Siwon.

“Ne umma.. 5 menit lagi, aku masih mengantuk” Kata Siwon.

“Bukankah kau ada ujian?” Tanya nyonya Choi.

“Argh..” teriak Siwon fustasi sambil berjalan ke kemarnya dan mandi.

Nyonya Choi hanya tersenyum melihat putranya itu.

“Youngie… ayolah.. kau ingin sarapan di mana? Di kamar atau di bawah bersama Appa dan Oppa?” Tanya nyonya Choi sambil membangunkan Sooyoung.

“Di bawah saja Umma” Kata Sooyoung dengan mata masih terpejam.

“Kajja.. mandi, umma tunggu di bawah, umma ingin menyiapkan keperluan Appa sebelum ke kantor” Kata nyonya Choi keluar dari kamar Sooyoung.

##

“Youngie.. igo.. kau makan ini saja dulu, kau masih dalam masa pemulihan jadi lebih baik makan makanan bergizi, sayur, dan buah” Jelas nyonya Choi.

Sooyoung hanya mengangguk.

“Youngie, kau libur saja satu bulan ini dan istirahat di rumah” Kata tuan Choi.

“Mwo? 1 bulan?” Teriak Sooyoung.

“Mwo? Ada yang salah?” Tanya tuan Choi.

“Ne, aku akan bosan di rumah Appa” Kata Sooyoung.

“Bukankah di rumah bersama ummamu? Tidak akan bosan. Appa jamin” Kata tuan Choi.

“Aku akan merindukan sekolah” Kata Sooyoung.

“Katakan saja kau merindukan berangkat ke sekolah bersamaku…” goda Siwon.

“Yaa!! Tidak mungkin, aku bisa menyetir sendiri. Kau yang selalu mengajakku berangkat bersama” Bela Sooyoung.

“Pletak..” Siwon menjitak kepala Sooyoung.

“Yaa!! Kau bicara yang sopan kepada Oppa mu” Marah Siwon.

“Aw.. Oppa, kau memukul kepalaku yang sakit” Ringis Sooyoung.

Nyonya Choi dan tuan Choi langsung cemas melihat Sooyoung merintih kesakitan.

“Gwenchana?” Tanya mereka bersamaan.

“Mianhae, apa sakit?” Sesal Siwon.

“Kena kau Choi Siwon..” teriak Sooyoung dan tertawa keras.. berhasil mengerjai Siwon.

“Yaa!! Kau… aku hampir mati ketakutan” Teriak Siwon.

“Aigoo.. kalian ini. jangan bercanda seperti itu” Kata tuan Choi.

“Yaa!! Yaa!! Jangan bertengkar lagi. Sooyoung, kau jangan membuat cemas seperti itu. Arra?”  Pesan nyonya Choi.

Sooyoung masih tertawa dan Siwon menunjukan wajah kesal.

                                                   TBC

21 thoughts on “[FF] The Complicated Story Begins… 4

  1. syukurlah akirnya eommanya soowon sadar..

    SooWon makin dkat,
    dan sejauh ini blum ada orang ketiga?
    Hmpt,
    semga aja endingnya soowon nikah.
    Amin! :p

    next part asap yaa ^^

  2. wooaahh…soo manja banget sama siwon oppa
    akhirnya eommanya soo sadar dengan kesalahannya selama ini
    haduh, dikira soo ga bakal selamat..
    seneng liat keluarganya soo bahagia🙂

    ditunggu next partnya😀

  3. Yeyeyeyeye.. Eommanya soo unnie udah baik terus yoona juga udah kembali ke posisinya.. Aigoo keluarga so-called-new ini lucu banget haha

  4. untunglah eomma’a sadar walau harus nyakitin soo dulu…omo masa siwon tidur berdua’n terus ma soo ntar bs terjadi yg gak2 loh

Leave a Reply (Comment yah)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s