[Twoshoot] Don’t Leave Me 2 End

don't

Author : hyejoong

Cast : Choi Sooyoung [SNSD], Choi Siwon [Super Junior]

Genre : Romance

Length : Twooshot

Siwon POV

Aku bingung sekarang, apa yang harus aku lakukan? Aku tidak tahu bagaimana caranya agar Sooyoung mau memaafkanku.

Sudah tiga hari ini Sooyoung selalu menghindariku, aku selalu mencoba berbicara padanya tapi dia selalu pergi menjahuiku ketika melihatku.

“Siwon ah.. ayo kita makan malam. Appa sudah menunggu di bawah” aku mendengar suara Eomma di balik pintu kamarku.

“Ne… Eomma aku akan menyusul” jawabku lemas.

“Won.. Appa ingin berbicara serius padamu” ucap Appaku ketika kami baru saja selesai makan malam.

“Ada apa Appa?” tanyaku.

“Kita harus pindah ke London” ucap Appa yang membuatku terdiam, aku sangat shock mendengarnya.

“Tapi Appa.. aku tidak mau pindah, aku tidak akan meniggalkan Seoul” jawabku setelah berhasil mengumpulkan kesadaranku kembali.

“Aniya.. kita harus pergi, perusahaan memindahkan Appa ke cabang perusahaan yang ada di London” ucap Appaku.

“Appa… aku tidak mau” tolakku dengan cepat.

“Tapi kita harus pindah Won” ucap Appa membujukku.

“Shireoo… aku tidak mau, Appa saja yang pindah aku akan tetap di sini” jawabku dengan mata berkaca-kaca.

“Kau ingin tetap di sini sendiri?” tanya Appa.

“Ne..” jawabku yakin.

“Lalu bagaimana dengan keperluanmu dan biaya sekolah? Kau akan tinggal di mana, Appa akan menjual rumah ini dan kita tidak punya saudara di sini” jawab Appa dan aku hanya menunduk dengan airmata yang akan segera keluar.

“Ne.. Won, Appamu benar” ucap Eommaku.

*****

Author POV

Tidak seperti biasanya, kini Siwon berangkat sekolah dengan wajah murung berbeda dengan yang biasanya selalu terlihat ceria.

“Won ah… ada apa dengan mukamu? Kenapa terlihat kusut?” tanya Donghae yang melihat Siwon baru memasuki kelas. Siwon tidak menjawab pertanyaan dari Donghae dan hanya menggelengkan kepalanya lemah.

Siwon melihat ke arah tempat duduk Sooyoung yang masih kosong, Siwon memang tadi berangkat ke sekolah tidak menaiki bus seperti biasanya jadi dia tidak bertemu dengan Sooyoung.

Siwon menunggu Sooyoung datang, karena ada hal yang penting yang ingin dia bicarakan dnegan Sooyoung.

Siwon memandang kalung yang telah dikembalikan Sooyoung padanya dengan miris, “Soo… apa kau sangat marah padaku” ucap Siwon lirih.

Siwon melihat Sooyoung yang baru saja memasuki kelas, Siwon pun berdiri dari tempat duduknya dan menghampiri tempat duduk Sooyoung.

“Soo..” panggil Siwon pelan.

Sooyoung tidak menjawab panggilan Siwon dan hanya memandang lurus ke depan.

“Sooyoung ah..” ulang Siwon lagi.

“Wae?” tanya Sooyoung kesal karena merasa Siwon telah mengusiknya.

“Aku ingin bi..” “Lee Sosaengnim datang” baru saja Siwon akan mengucapkan sesuatu tiba-tiba Kim Jong Won yang merupakan ketua kelas mereka berkata bahwa Sosaengnim mereka sudah datang.

Siwon pun mengurungkan niatnya untuk melanjutkan perkataannya yang terputus. Dengan langkah lemas Siwon kembali menuju tempat duduknya.

*****

Siwon POV

Aku melangkahkan kakiku menuju taman sekolah tempat yang biasa aku dan Sooyoung menghabiskan waktu istirahat kami.

Ketika aku sampai di sana aku melihat Sooyoung sedang duduk dengan sebuah buku yang tengah dibacanya. Aku menghampirinya perlahan.

“Soo..” panggilku ketika tepat berada di sampingnya.

Sooyoung mengalihkan pandangannya dan memandangku bosan, sepertinya dia sangat marah padaku setelah kejadian beberapa hari yang lalu.

“Aku ingin berbicara padamu” ucapku melanjutkan.

“Aku akan per..” “Siwon ssi.. aku lupa aku harus segera mengembalikan buku ini ke perpustakaan” ucap Sooyoung tiba-tiba memotong ucapanku yang belum selesai.

“Tapi.. aku ingin mengatakan sesuatu padamu” ucapku menahan Sooyoung yang akan segera pergi.

“Mianhae.. nanti saja kau bicara padaku” ucap Sooyoung kemudian segera bergegas meninggalkanku.

Aku menghela nafas pasrah dan mendudukkan tubuhku di kursi yang sebelumnya di tempati Sooyoung.

“Padahal aku ingin berpamitan padamu Soo” ucapku lirih.

*****

Siwon POV

Aku memandang langit melalui jendela kamarku, malam ini sangat cerah dan mungkin ini akan menjadi malam terakhirku di Seoul. Aku pasti akan sangat merindukan Seoul terutama Sooyoung, bagaimana bisa aku berjahuan dengan Sooyoung nantinya.

“Maafkan aku kau pasti sangat marah padaku, sampai-sampai kau tidak ingin berbicara denganku”. Aku menggenggam kalung Sooyoung, padahal rencananya tadi aku akan mengembalikan kalung ini kepada Sooyoung.

“Mianhae Soo.. aku harus pergi” ucapku, tanpa terasa air mataku menetes.

“Siwon ah..” tiba-tiba aku mendengar Eomma memanggilku.

“Ne.. Eomma” jawabku dengan mengusap pipiku yang terasa basah.

“Apa kau sudah mengemasi barang-barangmu?” tanya Eommaku membuka pintu kamarku pelan.

“Ne… aku akan segera mengemasinya” jawabku.

Sooyoung POV

“Eoni.. kau sudah pulang?” tanya Sulli dongsaengku ketika aku baru saja pulang setelah bekerja sebagai pelayan di sebuah Cafe. Selain sekolah aku juga bekerja untuk memenuhi kebutuhanku dan Sulli, aku tidak bisa mengharapkan Eomma dan Appa membiayai kami.

Aku bekerja di cafe milik tetanggaku yang mau berbaik hati menerimaku bekerja di cafenya walaupun umurku masih empat belas tahun.

“Ne… kenapa kau belum tidur?” tanyaku padanya.

“Aku sengaja menunggu Eoni pulang, eoni pasti sangat lelah” ucapnya sedih.

“Aniya… Eoni tidak merasa lelah sedikitpun” ucapku mengelus rambut dongsaeng kecilku ini.

“Kau sudah makan?” tanyaku padanya.

“Ne.. tadi aku sudah makan ramen” jawabnya polos.

“Maafkan Eoni, kita hanya bisa memakan ramen saja” jawabku merasa bersalah dengan kondisi kami.

“Aniya… aku sangat menyukai ramen” jawabnya tersenyum senang.

“Eoni.. aku sangat menyayangimu” ucapnya polos dan akupun langsung memeluknya.

“Sudah malam, sebaiknya kita tidur ne?” ucapku dan Sulli pun mengangguk.

*****

Sooyoung POV

Aku memandang Sulli yang sudah terlelap di sampingku, sangat sulit bagiku untuk memejamkan mata.

Aku selalu memikirkan apa yang akan dikatakan Siwon padaku tadi siang sepertinya sesuatu yang penting, apa aku sangat jahat padanya? Tidak seharusnya aku marah padanya, bagaimanapun dia melakukan itu karena ingin menemaniku.

Tapi aku tidak ingin jika orang lain mendapatkan kesulitan karenaku, aku sangat tidak ingin itu terjadi.

“Aissh.. aku ini benar-benar egois” ucapku pelan takut membuat Sulli terbangun.

Lebih baik besok aku tanyakan langsung pada Siwon.

*****

Author POV

Sooyoung masih menunggu Siwon datang, sebentar lagi kelas akan segera dimulai tapi Siwon juga belum datang. Sooyoung jadi merasa khawatir terhadap Siwon.

“Donghae ssi… apa Siwon belum datang?” tanya Siwon ragu pada Donghae yang merupakan teman satu meja Siwon.

“Molla… mungkin saja belum, buktinya saja dia belum masuk kelas juga” jawab Donghae yang awalnya bingung karena sangat jarang Sooyoung berbicara padanya.

“Ne.. gomawo” jawab Sooyoung kembali ke mejanya.

“Aisshh… namja aneh di mana kau?” ucap Sooyoung pelan.

Hingga kelas dimulaipun Siwon juga belum menampakkan dirinya, Sooyoung menyangka sepertinya Siwon memang tidak masuk hari ini.

“Sooyoung ah… setelah teman-temanmu mengumpulkan tugas, tolong bawakan tugas-tugas itu ke ruangan saya” ucap Lee Sosaengnim pada Sooyoung setelah jam pelajaran berakhir dan kini saatnya istirahat.

“Ne.. Sosaengnim” jawab Sooyoung sopan.

*****

Sooyoung POV

 Setelah menunggu anak-anak sekelas mengumpulkan tugas, aku segera membawanya ke ruangan Lee Sosaengnim.

Ketika berada di koridor ruangan guru-guru aku melihat Siwon yang baru saja keluar dari ruangan Lee Sosaengnim.

Aku terkejut melihatnya, “Apakah dia terlambat? Kenapa tadi tidak masuk ke kelas?” batinku.

Kamipun berpapasan dan Siwon hanya memandangku tanpa mengucapkan sesuatu dan pergi begitu saja, “Ada apa dengannya? Kenapa dia memandangku seperti itu?” tanyaku bingung melihat sikap Siwon yang tidak biasanya.

Akupun segera memasuki ruangan Lee Sosaengnim dan menyerahkan tugas-tugsa ini.

“Sayang sekali anak itu akan pindah” ucap Lee Sosaengnim membuatku bingung.

“Maksud Saem siapa?” tanyaku tidak mengerti.

“Siwon, Choi Siwon.. dia akan pindah ke london” jawab Lee Sosaengnim membuatku terbelalak kaget.

“Be.. benarkah Sosaengnim?” tanyaku shock.

“Ne… aku harap dia belajar dengan rajin” ucap Lee Sosaengnim namun tidak aku hiraukan karena aku langsung menuju pintu dan segera mencari Siwon.

“Kenapa aku merasa seperti ini, ada apa denganku kenapa di sini terasa sakit?” batinku memukul dadaku yang terasa sesak.

Aku berlari memutari lingkungan sekolah untuk mencari keberadaan Siwon, aku harap dia belum pergi.

Aku hampir putus asa, aku tidak menemukannya di manapun. Apakah dia sudah pergi?

Dengan langkah gontai aku melangkahkan kakiku menuju parkiran sekolah, “Jika aku tidak menemukan Siwon di sini, dia pasti sudah pergi” batinku.

Aku menarik nafasku lega saat melihat Siwon berada di depanku sedang menuju mobil keluarganya.

“Siwon ah…!” panggilku berteriak.

Aku melihat Siwon menghentikan langkahnya dan berbalik menghadapku.

“Apa kau akan pergi begitu saja?” tanyaku, kini aku merasa airmataku mulai menetes. Aku tidak mengerti dengan diriku kini. Siwon berjalan mendekat ke arahku dan kini dia sudah berada tepat di depanku.

Auhtor POV

“Soo…” ucap Siwon lirih.

“Apa kau akan pergi?” tanya Sooyoung pelan.

“Mianhae… sebenarnya, aku kemarin ingin mengatakan ini padamu tapi kau pergi begitu saja saat aku belum sempat mengatakannya” ucap Siwon.

“Kau berbohong padaku” balas Sooyoung.

“Mianhae… aku tidak bisa menepati janjiku” jawab Siwon menyesal.

“Kau bohong padaku, kau bilang kau akan selalu di sampingku dan menemaniku, kau bilang kau tidak akan meninggalkanku” ucap Sooyoung terisak.

“Mianhaeyo Sooyoung ah…” jawab Siwon dengan mata berkaca-kaca tidak tega melihat Sooyoung menangis.

“Tidak seharusnya aku percaya padamu saat itu” balas Sooyoung.

“Mianhae… bukan kemauanku untuk pergi Soo, aku hanya mengikuti Appaku” jawab Siwon.

Sooyoung kini hanya menunduk dan menangis, Siwonpun mendekat ke arah Sooyoung dan memakaikan Sooyoung sebuah kalung di leher Sooyoung.

“Aku ingin kau kembali memakainya Soo..” ucap Siwon melihat  kalung berliontin maple leaf itu melingkar indah di leher Sooyoung.

“Tidak bisakah kau tetap di sini?” tanya Sooyoung mendongakkan wajahnya menghadap Siwon.

“Mianhae..” jawab Siwon menggeleng lemah.

“Uljima… jangan menangis lagi, aku sangat sedih melihatmu menangis seperti ini” ucap Siwon menyentuh pipi Sooyoung dan menghapus airmatanya dengan kedua tangannya.

“Aku tahu aku bersalah padamu, aku minta maaf karena saat itu aku berbohong dengan menyembunyikan tugasku” ucap Siwon lagi.

Sooyoung menggeleng, “Aniya… kau tidak salah, aku tahu kau melakukan itu untukku. Tapi apa kau tahu aku tidak suka membuat orang lain susah karenaku, itu akan sangat membebaniku” jawab Sooyoung.

“Soo… bolehkah aku meminta sesuatu darimu? Maukah kah berjanji satu hal padaku?” tanya Siwon namun Sooyoung hanya diam.

Siwon kembali melanjutkan ucapannya, “Aku ingin kau membuka dirimu, jangan menyendiri lagi. Bergaulah dengan orang lain karena tidak semua orang seperti yang kau pikirkan, carilah banyak teman tidak usah kau pedulikan mereka yang tidak menyukaimu karena mereka itu hanyalah orang-orang bodoh yang tidak mengerti. Mulai sekarang tersenyumlah, kau akan terlihat sangat cantik saat tersenyum” ucap Siwon panjang. Sooyoung hanya tertunduk diam mendengar ucapan Siwon.

“Soo… maukah kau menungguku?” ucap Siwon seketika Sooyoung mengangkat wajahnya dan menghadap Siwon.

“Ah… jangan kau pikirkan, memangnya aku siapa sampai kau harus menungguku” ucap Siwon cepat.

“Siwon ayo..!” tiba-tiba Eomma Siwon memanggil Siwon.

“Ne Eomma..” jawab Siwon.

“Soo… sekali lagi maafkan aku, aku tidak bisa menepati janjiku” ucap Siwon sebelum berbalik dan berjalan menjauh meninggalkan Sooyoung yang kembali menangis.

Flashback 10 years ago End

*****

Siwon POV

Setelah memperhatikan yeoja ini beberapa lama, akhirnya dia berdiri dan akan beranjak dari tempatnya. Aku melihatnya mengambil sebuah tongkat yang berada di samping kursi yang tadi didudukinya.

“Tongkat apa itu?” tanyaku penasaran.

“Omo… yeoja ini, bagaimana bisa?” ucapku terkejut melihatnya berjalan dengan menggunakan tongkat itu.

Ternyata yeoja ini tidak bisa melihat, tapi tadi aku melihatnya tidak seperti orang yang tidak bisa melihat melainkan seperti orang normal saat menghibur gadis kecil tadi agar berhenti menangis. Dia bahkan bisa berjalan dengan baik tanpa menggunakan tongkat itu.

“Rupanya aku salah, aku pikir dia Sooyoung ternyata hanya kalungnya saja yang sama. Sooyoung tidak buta dan dia bisa melihat dengan baik” pikirku.

“Sooyoung Eoni… ayo kita pulang!” aku terbelalak kaget saat mendengar seorang yeoja yang terlihat lebih muda dari gadis tadi menghampiri gadis itu dan berbicara dengannya.

“Mwoya? Apa yang terjadi? Namanya Sooyoung? Apa mungkin dia Sooyoungku? Tapi kenapa dia bisa seperti ini,  apa dia mengalami kecelakaan?” berbagai pertanyaan melintas di pikiranku.

Aku melihat mereka berjalan menjauh meninggalakn taman ini. “Aniya… aku tidak boleh membiarkan mereka pergi begitu saja, aku harus mencari tahu siapa sebenarnya gadis itu” ucapku dan segera mengambil kameraku dan mengikuti dua yeoja yang sudah berjalan jauh di depanku.

Aku mengikuti mereka sampai di sebuah rumah kecil yang ditumbuhi berbagai bunga di halamannya, aku berpikir rumah ini adalah tempat tinggal mereka.

“Eoni… hari ini aku gajian, kita akan makan malam dengan makanan yang enak malam ini” aku mendengat suara yeoja yang lebih muda itu.

“Jangan membuang-buang uang Sulli ah” jawab yeoja yang tadi dipanggil Sooyoung itu.

“Aniya Eoni… aku tadi mendapatkan bonus” jawab yeoja yang bernama Sulli itu.

“Baiklah..”.

Aku melihat mereka memasuki rumah itu dan kemudian menutup pintunya.

“Apa dia benar-benar Sooyoung?” tanyaku pelan.

Sebaiknya besok aku kembali lagi ke sini, akupun memutuskan untuk pulang karena sebentar lagi malam dan udara sudah sangat dingin karena saat ini sudah memasuki musim gugur.

*****

Siwon POV

Sesuai rencanaku kemarin, hari ini aku akan kembali ke rumah yeoja itu. Aku harus menemui mereka.

Kini aku sudah berada di depan rumah mereka, aku ragu untuk mengetuk pintu ini. Aku takut mereka akan menolak kedatanganku.

“Eoni.. aku berangkat kerja dulu, Eoni hati-hati di rumah” aku mendengar suara yeoja dari dalam rumah ini hingga kemudian pintu rumah ini akhirnya terbuka.

“Eh…” ucap yeoja yang aku yakini bernama Sulli ini.

“Kau siapa dan ada urusan apa kemari?” tanyanya bingung melihatku yang berdiri di depan pintu rumahnya.

“Apakah benar ini rumah Choi Sooyoung?” tanyaku langsung padanya.

“Kenapa kau menanyakan Eoniku? Kau siapa?” tanyanya langsung.

“Aku.. temannya, apakah aku bertemu dengannya” jawabku tidak yakin, aku tidak tahu apakah Sooyoung ini benar-benar Sooyoungku yang dulu.

“Temannya? Aku tidak tahu kalau Eoni mempunyai teman laki-laki” jawab yeoja di depanku ini tidak percaya.

“Sulli ah… kau masih belum berangkat? Apakah ada tamu?” tiba-tiba yeoja yang bernama Sooyoung ini keluar dengan tongkat sebagai alat bantunya untuk berjalan.

Auhtor POV

“Ne Eoni… namja ini mengaku temanmu dan dia ingin bertemu denganmu. Apakah Eoni punya teman namja?” tanya Sulli pada Eoninya.

“Nugu?” tanya Sooyoung penasaran.

“Siapa namamu?” tanya Sulli pada Siwon yang berdiri mematung dan memandang Sooyoung lekat.

“Aku… Choi Siwon, Soo… apakah kau benar-benar Choi Sooyoung temanku di junior high school?” jawab Siwon.

Sulli sangat terkejut mendengar pengakuan Siwon sedangkan Sooyoung hanya terdiam.

“Choi Siwon? Eoni.. dia” ucapan Sulli tiba-tiba terpotong dengan perkataan Sooyoung.

“Aku tidak mengenalmu, kau salah orang” ucap Sooyoung cepat dan membuat Sulli terkejut.

Siwon bingung dengan keadaan saat ini, dia memandang Sulli yang merasa tidak setuju dengan Eoninya. Siwon merasa Sooyoung sedang berbohong.

“Eoni.. kenapa kau berbohong padanya?” tanya Sulli.

“Sulli ah… berangkatlah ke kantor kau akan terlambat” ucap Sooyoung tajam dan Sulli hanya menurut.

“Dan… kau pergilah, aku sama sekali tidak mengenalmu” ucap Sooyoung hendak berbalik memasuki rumah namun ditahan oleh Siwon.

“Tapi namamu Choi Sooyoung, dan kau memakai kalung yang sama dengan…” “Sudah aku katakan aku bukan Choi Sooyoung temanmu” ucap Sooyoung ketus.

“Tapi aku merasa kau benar-benar Choi Sooyoung temanku” jawab Siwon tetap bersikeras.

“Aniyo… aku tidak mengenalmu” jawab Sooyoung dan segera masuk ke dalam rumahnya kemudian mengunci pintu rumahnya.

Sedangkan Siwon hanya berdiri di tempatnya dengan pandangan kosong.

“Aku sangat yakin kau Choi Sooyoung” ucap Siwon lirih.

*****

Siwon POV

Aku kini berada di depan rumah Sooyoung, kali ini aku menunggui Sulli pulang dari kerja. Aku akan bertanya pada Sulli, mungkin dia akan memberitahuku yang sebenarnya.

Tak lama aku melihat sebuah taksi berhenti di depan rumah ini dan Sulli pun keluar dari taksi tesebut.

“Annyeong” ucapku tersenyum dan Sulli terlihat kaget melihat kehadiranku.

“Kau masih di sini?” tanyanya terkejut.

Aku mengangguk, “Aku ingin bicara denganmu, apa kau mau?” tanyaku langsung.

“Apa yang mau kau bicarakan?” tanyanya.

“Tentang Eonimu.. apakah kau mau mengatakan yang sebenarnya padaku? Aku mohon” jawabku.

“Baiklah…” jawabnya akhirnya.

“Gomawo… tapi sebaiknya kita jangan bicara di sini, aku takut Eonimu akan mendengarnya” ucapku.

“Apakah dia benar-benar Choi Sooyoung temanku? Aku lihat kau sangat terkejut saat mendengar namaku, apakah kau mengenalku?” tanyaku ketika kami sudah berada di taman tempat di mana aku bertemu dengan Sooyoung kemarin

Sulli menghela nafas sebentar sebelum berbicara, “Ne… kau benar Eoniku adalah temanmu dulu” jawab Sulli.

“Tapi… saat itu Sooyoung tidak…” “Ne.. kau benar Eoniku awalnya tidak buta” jawab Sulli mengerti apa yang akan aku katakan.

“Apakah dia mengalami kecekalakaan?” tanyaku dengan nafas tertahan, aku takut akan mendengar sesuatu yang buruk yang terjadi padanya.

“Ne… sebenarnya Eoni saat itu mengejarmu” jawab Sulli dengan mata berkaca-kaca.

“Mengejarku?” tanyaku tidak mengerti.

Flashback

Author POV

“Siwon ah…!” Sooyoung berteriak memanggil Siwon yang sudah berada di  dalam mobil.

Sedangkan di dalam mobil, Siwon hanya memandang lurus ke depan. Dia tidak ingin melihat ke belakang, Siwon takut jika dia melihat ke belakang dia tidak akan bisa meninggalkan Sooyoung.

“Ayo jalankan mobilnya” ucap Appa Siwon pada sopir mereka.

“Siwon ah…!” Sooyoung melihat mobil yang dinaiki Siwon mulai berjalan perlahan dan semakin lama semakin menjauh.

Sooyoung yang melihatnya langsung berlari mengejar mobil itu, “Siwon ah… kajima” teriak Sooyoung dengan mengejar mobil Siwon.

Siwon tidak menyadari jika Sooyoung mengejar mobil mereka, Siwon hanya memandang ke depan dan airmatanya kini telah menetes di pipinya. Sangat berat baginya meninggalkan Sooyoung, Yeoja dingin yang disukainya. Namun, saat dia mulai berhasil menghilangkan sikap dinginnya Sooyoung, Siwon harus pergi meninggalkan gadis itu.

“Siwon ah.. jebal kajima” ucap Sooyoung dengan airmata yang semakin deras.

Sooyoung sudah berlari sangat jauh hingga dia tidak sadar kini dia sudah berdiri di tengan jalan raya sedangkan mobil Siwon sudah jauh meninggalkannya.

“Kenapa kau meninggalkanku?” ucap Sooyoung lirih setelah dia menghentikan larinya.

“TIN TIN!! Awas” Sooyoung tidak mendengar suara klakson mobil dan orang-orang yang berteriak menyuruhnya untuk menyingkir dari jalan.

BRUK!!

Sebuah mobil menghantam tubuh Sooyoung hingga terpental jauh. Kaca mobil itu pecah dan berserakan di sekitar tubuh Sooyoung yang tak sadarkan diri.

Orang-orang yang berada di situ mengerumuni tubuh Sooyoung yang bersimbah darah.

Flashback End

Setelah mendengar cerita Sulli tubuhku terasa kaku, ini semua salahku. Tidak seharusnya Sooyoung mengejarku. Jika saat itu aku tidak pergi dia pasti tidak akan menjadi seperti ini, dia pasti masih dapat melihat.

“Soo…” ucapku tertahan.

“Pecahan kaca mobil itu masuk ke mata Eoni dan merusak kornea matanya” lanjut Sulli.

“Jadi, sudah selama itu Sooyoung tidak bisa melihat?” tanyaku pada Sulli, kulihat dia menangis.

“Ne… sudah selama sepuluh tahun Sooyoung Eoni tidak bisa melihat, Eoni sangat terpukul saat dia mengetahui kenyataan bahwa dia sudah tidak bisa melihat lagi. Saat itu Eoni tidak mau bicara dan tidak mau makan, dia merasa hidupnya sudah tidak berarti lagi. Bahkan setelah kecelakaan itu, Sooyoung Eoni sudah tidak mau bersekolah lagi” ucap Sulli terisak.

Apakah sesulit ini kehidupan Sooyoung, aku bahkan tidak berada di sampingnya saat dia mengalami masa-masa sesulit ini. Namja macam apa aku ini, aku yang telah menyebabkan dia tidak bisa melihat tetapi aku malah meninggalkannya dan tidak berada di sisinya.

“Apa matanya tidak bisa disembuhkan?” tanyaku.

“Dokter berkata, mata Eoni sudah rusak dan tidak bisa disembuhkan” jawab Sulli.

Mendengar Sulli bicara begitu, hatiku sangat sakit. Aku tidak sanggup membayangkan bagaimana perasaan Sooyoung.

“Apa kau tahu, selama ini Eoni menunggumu” ucap Sulli yang membuatku terdiam.

Aku menggeleng menjawab pertanyaan Sulli.

“Aku sering mendengar Eoni mengigau memanggil namamu saat tertidur, meskipun Eoni tidak pernah mengatakannya padaku tapi aku tahu eoni sangat merindukanmu” lanjut Sulli.

Hatiku merasa sedikit lega mengetahui Sooyoung merindukanku dan mungkin dia juga menungguku seperti yang aku ucapkan 10 tahun yang lalu.

“Sebenarnya, kau kembali ke Korea untuk apa?” tanya Sulli padaku.

“Aku kembali untuk Eonimu” jawabku jujur.

Sebenarnya aku memang kembali ke Korea untuk mencari Sooyoung. Sebenarnya sudah sangat lama aku ingin kembali ke Korea, namun Appa melarangku karena aku belum menyelesaikan pendidikanku.

“Benarkah?” tanya Sulli memastikan.

“Ne.. aku sengaja kembali dari London untuk mencari Eonimu, aku sangat merindukannya” jawabku.

“Aku rasa hanya itu yang bisa kukatakan, aku harus pulang sekarang. Sudah malam aku takut Eoni mencemaskanku” ucap Sulli.

“Ne… pulanglah, gomawo sudah mengatakannya padaku. Jaga Eonimu” jawabku.

“Kau tidak ingin menemui Eoniku?” tanya Sulli.

“Aku akan menemuinya besok” jawabku.

*****

Author POV

“Eoni aku pulang” ucap Sulli ketika memasuki rumahnya dan Sooyoung.

“Kenapa baru pulang?” tanya Sooyoung.

“Tadi.. ada sedikit tambahan pekerjaan Eoni” jawab Sulli.

“Ah begitu… kau pasti sudah lapar ayo kita makan” ucap Sooyoung pada Sulli.

“Apa Eoni yang menyiapkan ini?” tanya Sulli ketika melihat makanan yang tertata di atas meja makan.

“Ne” jawab Sooyoung singkat.

“Eoni memasak? Eoni aku kan sudah bilang Eoni tidak perlu memasak, biar aku saja yang melakukannya” ucap Sulli.

“Aniya… aku tadi membelinya” jawab Sooyoung.

Sulli menghela nafas lega, “Eoni… jangan melakukan sesuatu yang sulit, aku tidak ingin kau kenapa-kenapa” ucap Sulli.

“Ne… aku tahu dengan keterbatasanku” jawab Sooyoung pelan.

“Eoni… aku tidak bermaksud” ucap Sulli menyesal.

“Ne… sudahlah, lebih baik kita makan saja sekarang” ucap Sooyoung kemudian.

“Eoni… kenapa tadi kau berbohong padanya?” tanya Sulli tiba-tiba setelah mereka selesai makan, Sulli kini sedang membereskan meja makan dan akan mencuci piring.

“Aku tidak berbohong” jawab Sooyoung.

“Eoni.. aku tahu, dia Choi Siwon yang dulu pernah kau ceritakan padaku kan? Dia temanmu” ucap Sulli mendesak.

“Ne, kau benar” jawab Sooyoung mengalah.

“Eoni… kenapa kau berkata kau tidak mengenalnya? Bukankah selama ini kau menunggunya?” tanya Sulli.

“Aku tidak pernah menunggunya Sull” jawab Sooyoung lirih.

“Jinja? Tapi kenapa kau selalu menyebut namanya saat tidur? Aku mendengarnya Eoni, kau pasti sangat merindukannya” ucap Sulli.

“Sull… aku mohon jangan bicarakan ini, dia hanya masa laluku” jawab Sooyoung cepat dan segera meninggalkan Sulli yang masih di dapur.

*****

Siwon POV

Aku mengemudikan mobilku menuju rumahnya, aku ingin menemuinya dan berbicara padanya.

Aku menepikan mobilku di depan rumah ini, aku melihatnya tengah menyirami tanaman yang tumbuh di depan rumah ini. Seketika rasa bersalah itu muncul lagi, melihatnya.

Aku turun dari mobilku dan perlahan menghampirinya, aku terus memperhatikannya dan sepertinya dia belum menyadari kehadiranku.

“Apa ada orang” ucapnya ketika menyadari keberadaan diriku.

“Soo… mianhae” ucapku lirih.

“Kenapa kau datang lagi? Aku bukan orang yang kau maksud, kau salah!” ucap Sooyoung datar setelah mendengar suaraku dan dia mengetahui bahwa aku yang datang.

“Soo… jebal jangan seperti ini, aku tahu kau berbohong. Kau benar-benar Choi Sooyoung yang aku kenal kan?” ucapku.

“Kau salah orang” ucapnya masih bersikeras.

“Lalu bagaimana dengan kalung itu?” ucapku ketika melihat kalung yang melingkar di lehernya.

Aku melihatnya hanya diam dan menghentikan kegiatannya menyiram tanaman.

“Mianhae…. aku telah membuatmu seperti ini, aku sudah sangat jahat padamu” ucapku.

“Karenaku kau jadi tidak bisa melihat, seharusnya aku tidak pergi saat itu” lanjutku.

“Toh pada akhirnya kau pergi kan?” jawab Sooyoung tajam.

“Soo… mianhae, jebal mianhae.. aku tahu mungkin kau tidak untuk memaafkanku” ucapku menyesal.

“Kalau kau tahu kenapa kau masih menemuiku dan meminta maaf padaku” jawab Sooyoung dingin. Ini seperti 10 tahun yang lalu saat Sooyoung  bersikap dingin padaku, dan kejadian itu terluang lagi hanya saja sekarang karenaku.

“Pergilah…! jangan pernah menemuiku lagi, aku membencimu!” ucap Sooyoung mengusirku, miris hatiku mendengarnya bicara seperti ini padaku.

Hal yang paling menyakitkan, ketika orang yang kalian cintai membenci kalian dan tidak ingin bertemu dengan kalian.

“Kenapa kau masih di sini? Aku bilang pergi” ucap Sooyoung yang menyadari aku masih berdiri di dekatnya.

“Soo… saranghae” ucapku yang membuatnya diam.

“Jeongmal saranghaeyo” ucapku.

“Baiklah.. jika kau tidak mau pergi, aku saja yang pergi!” ucap Sooyoung kemudian mengambil tongkatnya yang diletakkan tak jauh dari tempatnya berdiri.

GREP!!

Aku memeluk tubuhnya erat, menghentikannya yang akan memasuki rumahnya.

“Lepaskan..!” ucapnya berontak mencoba melepaskan pelukanku, namun aku semakin mengeratkan pelukanku.

“Soo… mianhae, jeongmal mianhaeyo” ucapku tertahan.

“Lepaskan aku, kenapa kau kembali lagi setelah pergi begitu lama?” ucapnya tajam.

“Aku kembali karena aku ingin bertemu denganmu Soo, naneun jeongmal bogoshippo” ucapku masih memeluknya.

“Kumohon lepaskan aku..! bukankah sekarang kau sudah bertemu denganku, kau sudah bisa pergi sekarang” ucap Sooyoung mulai menangis di pelukanku.

“Aniya… aku tidak akan pergi, aku tidak akan pernah meninggalkanmu lagi” ucapku yakin.

“Aku tidak akan tertipu untuk yang kedua kalinya, aku tidak akan percaya dengan ucapanmu lagi” ucapnya, aku merasakan bajuku basah karena airmatanya.

“Soo… kali ini aku tidak akan mengingkari janjiku, apapun yang terjadi aku tidak akan pernah meninggalkanmu” ucapku meyakinkan.

“Soo… sampai sekarang aku masih menyukaimu, ani.. aku mencintaimu. Jeongmal saranghaeyo Soo” ucapku lirih.

“Soo…” ucapku karena sedari tadi Sooyoung hanya diam.

“Kenapa baru sekarang kau menemuiku?” tanya Sooyoung pelan.

Aku melepaskan pelukanku dan menyentuh kedua pundaknya. “Sebenarnya aku sudah lama ingin menemuimu, tapi Appa menyuruhku untuk menyelesaikan kuliahku dulu” jawabku jujur.

“Apa yang kau harapkan dari yeoja sepertiku?” tanya Sooyoung lagi.

“Soo.. maksudmu apa?” tanyaku.

“Apa yang kau harapkan dari yeoja buta sepertiku?” tanyanya tajam.

“Soo… kumohon jangan bicara seperti itu, aku tidak peduli jika kau tidak bisa melihat aku tetap mencintaimu” jawabku cepat.

Sooyoung POV

“Cinta?” ucapku.

“Ne.. aku mencintaimu Soo, maukah kau menjadi yeojaku?” tanyanya yang membuatku terdiam seketika.

“Mianhae.. aku tidak bisa” ucapku kemudian.

“Wae? apa kau tidak mencintaiku?” tanyanya lagi.

“Aku.. a aku tidak mencintaimu” jawabku terbata.

Aku harus membohongi perasaanku kini, aku tidak ingin dia menghancurkan hidupnya karenaku.

Aku tidak tahu kini bagaimana ekspresinya, aku mendengarnya menghela nafas panjang.

“Soo… apa kau tidak memiliki perasaan sedikitpun padaku?” tanyanya terdengar lirih.

Kau sangat bodoh Choi Siwon, bagaimana mungkin aku tidak memiliki perasaan terhadapmu jika setiap hari kau membuatku memikirkanmu. Aku selalu merasa sedih saat mengingat kau meninggalkanku.

“Aniya” jawabku cepat.

‘Tapi.. kenapa kau masih memakai kalung yang aku berikan padamu dulu?” tanyanya.

Aku bingung sekarang, tidak tahu aku harus menjawab apa.

“Soo.. tidak bisakah kau membuka hatimu untukku?” tanyanya.

“Jebal… jangan memohon seperti ini padaku” ucapku putus asa.

“Aku tahu kau juga memiliki perasaan yang sama” suaranya terdengar mendekat dan aku merasa kini tubuhku dipeluk olehnya.

“Soo… menikahlah denganku” ucapnya tba-tiba, seketika tubuhku kaku mendengarnya.

“Choi Siwon, jangan bodoh. Apa yang kau harapkan dengan menikahi yeoja buta sepertiku? Kau hanya akan menghancurkan masa depanmu” jawabku, aku merasakan airmata di pipiku.

“Aniya… itu tidak benar, justru aku akan merasa sangat bahagia. Aku tidak akan menghancurkan masa depanku karena masa depanku adalah dirimu” jawabnya, aku mematung di tempatku.

“Carilah yeoja lain yang pantas untukmu” ucapku sebelum pergi meninggalkannya dan segera memasuki rumahku.

“Soo… sebenarnya aku akan dijodohkan, tapi aku menolaknya karena kau. Appaku akan membatalkannya jika aku memiliki calonku, dan aku ingin kau yang menikah denganku Soo” aku mendengarnya berteriak di depan rumahku.

Aku sangat kalut saat ini, apa yang harus aku lakukan? Aku tidak ingin dia menikah denganku karena aku hanya akan membuatnya menderita, aku tidak ingin itu terjadi.

“Menikahlah dengannya, aku tidak bisa menikah denganmu” jawabku dari balik pintu, aku rasa dia mendengarnya.

“Baiklah, jika seperti itu keinginanmu” aku mendengarnya berkata yang membuatku menangis kini.

*****

Author POV

“Eoni… kau sudah makan?” tanya Sulli, dia baru saja pulang kerja dan melihat Sooyoung yang sedang duduk di atas kasur kamarnya.

“Aku tidak lapar Sulli ah, kau saja yang makan” jawab Sooyoung lemah.

“Eoni.. kau sakit?” tanya Sulli khawatir dan menyentuh kening Sooyoung.

“Aniya.. aku baik-baik saja” jawab Sooyoung menyingkirkan tangan Sulli di keningnya.

“Eoni.. kenapa? Apa kau ada masalah? Apa karena Choi Siwon itu?” tanya Sulli pada Sooyoung.

“Molla” jawab Sooyoung.

“Eoni.. ceritakan padaku ada apa” desak Sulli.

Sooyoungpun menceritakan semuanya pada Sulli, saat Siwon menemuinya tadi siang. Sooyoung juga menceritakan tentang Siwon yang akan dijodohkan oleh orangtuanya.

“Eoni.. apa kau sedih karena Siwon akan dijodohkan?” tanya Sulli sementara Sooyoung hanya diam dan tidak bermaksud menjawab pertanyaan Sulli.

“Eoni, jika kau menyukainya kenapa kau menolaknya?” tanya Sulli lagi.

“Aku tidak mau dia menderita Sulli ah, aku tahu aku tidak bisa melakukan apapun sekarang. Aku hanya akan membebani dia nantinya” jawab Sooyoung terisak.

“Eoni, jangan berpikir begitu” jawab Sulli sedih.

*****

Author POV

“Eoni..!” panggil Sulli yang menghentikan lamunan Sooyoung.

Mereka kini sedang sarapan, namun Sulli kesal dengan Eoninya karena dari tadi dia ngomong namun tidak ditanggapi oleh Sooyoung.

“Ne.. waeyo?” tanya Sooyoung tersadar dari lamunannya.

“Aish.. Eoni, aku dari tadi bicara padamu” jawab Sulli kesal.

TOK TOK TOK

Tiba-tiba pintu rumah mereka diketuk seseroang, “Eoni.. tunggu sebentar aku akan buka pintu” ucap Sulli kemudian beranjak menuju pintu.

Sementara itu Sooyoung hanya diam di tempatnya, dia hanya mengaduk-aduk makanannya tanpa berniat untuk memakannya.

“Eoni, ada kiriman” ucap Sulli yang baru saja kembali.

“Kiriman apa?” tanya Sooyoung.

“Undangan pernikahan” jawab Sulli.

“Dari siapa?” tanya Sooyoung lagi.

“Choi Siwon” jawab Sulli yang sukses membuat Sooyoung menjatuhkan sendok dari tangannya.

“Eoni.. gwenchanayo?” tanya Sulli khawatir.

Sooyoung tidak menjawab pertanyaan Sulli dan dengan segera beranjak dari tempat duduknya untuk menuju ke kamarnya.

*****

Author POV

“Eoni… ayo makanlah” ucap Sulli yang tengah membujuk Sooyoung agar Eoninya mau makan.

Sudah tiga hari ini Sooyoung mengurung dirinya di kamar dan tidak banyak bicara, diapun. Sulli sedih dengan keadaan Eoninya, dia tahu apa penyebab Eoninya menjadi seperti ini tapi Sulli tidak bisa berbuat banyak.

“Aniyo Sulli ah.. aku tidak lapar” jawab Sooyoung lemah. Tampak matanya terlihat sembab akibat menangis.

“Eoni jebal.. Eoni belum makan apapun dari tadi” ucap Sulli sedih dengan keadaan Eoninya.

“Sul.. apakah sekarang acara pernikahannya?” tanya Sooyoung lirih.

“Ne.. Eoni mau datang?” tanya Sulli dan Sooyoung hanya menggeleng lemah.

“Eoni.. kenapa saat itu kau tidak menerimanya? Kenapa kau menolaknya bukankah Eoni juga menyukainya?” tanya Sulli.

“Sulli, sudah berapa kali aku memberi tahu alasannya padamu tapi kenapa kau masih bertanya?” jawab Sooyoung.

“Eoni, buanglah pikiranmu yang berpendapat bahwa kau hanya akan memebebaninya” ucap Sulli menyerah.

“Kenyataannya memang seperti itu Sulli ah.. aku tidak pantas untuknya” jawab Sooyoung, tampak airmata mulai mengalir di pipinya.

Sementara itu Siwon yang tengah berdiri di depan pintu kamar Sooyoung sangat sedih melihat keadaan Sooyoung yang seperti ini.

Sulli yang melihat Siwon berdiri di depan pintu kamar Sooyoung memberikan kode pada Siwon agar masuk.

“Soo..” ucap Siwon menghampiri Sooyoung.

“Ke… kenapa kau ada di sini? Bukankah kau akan menikah hari ini?” tanya Sooyoung terkejut mendengar suara Siwon.

Sulli tersenyum pada Siwon sebelum kemudian pergi meninggalkan Siwon dan Sooyoung berdua di kamar Sooyoung.

“Bagaimana bisa aku menikah dengan yeoja lain sementara ada seorang yeoja yang menangisiku di kamarnya dan tidak ada semangat untuk hidup” ucap Siwon santai kemudian duduk di atas kasur Sooyoung.

“Apa yang kau katakan?” tanya Sooyoung dingin.

“Ayolah Choi Sooyoung.. kenapa kau membohongi dirimu? Kau tidak ingin kan aku menikah dengan yeoja lain?” ucap Siwon tidak sabar.

Sooyoung tidak membalas ucapan Siwon dan kembali menangis.

“Soo… aku mencintaimu dan aku hanya ingin menikah denganmu bukan yang lain” ucap Siwon lagi.

“Ta.. tapi bagaimana dengan pernikahanmu? Bukankah kau sudah menyiapkan se..”

“Aniya… itu tidak sungguhan, aku berbohong padamu” jawab Siwon memotong ucapa Sooyoung.

“Bagaimana bisa? Lalu bagaimana dengan undangan?” tanya Sooyoung bingung.

“Itu… aku menyuruh Sulli berpura-pura” jawab Siwon jujur.

“Mwo? kenapa kau melakukannya?” tanya Sooyoung berhenti menangis.

“Aku ingin tahu bagaimana reaksimu dan ternyata seperti ini” jawab Siwon mengejek.

“Soo… kenapa kau berpikir kau akan menyusahkanku jika kita menikah? Aku tidak akan merasa begitu, karena aku tulus mencintaimu” ucap Siwon.

“Aku bukan Choi Sooyoung seperti 10 tahun yang lalu, sekarang aku tidak bisa melihat” jawab Sooyoung sedih.

“Aku mencintaimu apa adanya, aku tidak peduli kau bisa melihat ataupun tidak bagiku kau tetap Choi Sooyoungku yang dulu” jawab Siwon.

“Choi Sooyoung, aku akan bertanya lagi padamu. Apa kau mau menikah denganku?” tanya Siwon.

“A..aaku” ucap Sooyoung terpotong.

“Aku anggap jawabannya iya” ucap Siwon memeluk Sooyoung erat.

“Kenapa kau selalu bersikap seenaknya? Aku belum menjawab pertanyaanmu, lepaskan pelukanmu aku tidak bisa bernapas” ucap Sooyoung kesal.

“Aniya… aku sudah tahu jawabanmu dan aku juga tidak akan melepaskanmu” jawab Siwon mantap.

Sementara itu, Sulli yang melihat mereka hanya tersenyum. Dia merasa sangat bahagia melihat Eoninya bersama dengan namja yang tulus mencintainya dengan keadaan Eoninya yang seperti itu.

End .. ^-^

Annyeong😀

Akhirnya selesai juga ff ini🙂

Mianhae kalo akhirnya gak jelas atau mungkin nggak nyambung

Lagi buntu banget nih, hehe maklum kebanyakan pikiran.. haha😀

20 thoughts on “[Twoshoot] Don’t Leave Me 2 End

  1. omo ! soo eon buta😦 aigoo, kasian soo eon😦 aku kira bkal sad ending~ akhirnya SooWon bersatu~ bkin sequelnya thor^^

Leave a Reply (Comment yah)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s